
Dewa dan Jasmine hanya saling pandang , mereka terheran heran ketika melihat Gaffar menyantap dengan lahap semua jenis makanan yang tersaji di meja . Mereka tak menyangka lidah pria setengah bule itu cocok dengan masakan kampung ibu mereka .
" Uncle mau bacem tempe ? lni masakan ibu ter the best , rasanya manis gurih ... " Jasmine menawarkan lauk yang ada di depannya .
Sajian tempe goreng yang sebelumnya sudah direbus dengan bumbu tertentu dengan tambahan gula aren . Menjadikan rasa tempe itu manis dan gurih .
" Tentu saja .. itu makanan kesukaan uncle dari kecil , sudah lama sekali aku tidak makan itu . Sepertinya ini akan menjadi makanan terenak sepanjang hidupku " katanya Gaffar dengan senyum dan mata mengarah pada wanita yang saat ini sedang melihatnya dengan tatapan sinis .
" Gorila lebay ... " gumam Bu Sri lirih .
" Apa Bu !!? " tanya Dewa yang seperti mendengar ibunya mengatakan sesuatu .
" Aaaahhhh tidak ... hanya tadi ibu lihat di tivi sekarang sering ada binatang buas masuk ke rumah orang . Tadi ibu lihat di berita ada Gorila masuk rumah tanpa ijin , dan sang pemilik rumah mengusirnya dengan tongkat bisbol "
" Gorila tidak akan mempan jika hanya dengan tongkat bisbol , dia butuh hal yang lebih besar untuk mengusirnya .. "
Dewa dan Jasmine kembali mengernyit melihat interaksi dua parubaya di depan mereka . Sebenarnya terselip rasa tidak enak ketika Dewa melihat sambutan dari sang ibu yang terlihat sedikit tidak suka pada tamunya malam ini , tapi Gaffar malah terlihat sangat baik baik saja bahkan terlihat sangat bahagia dengan sikap ibunya .
Ditengah tengah acara makan Dewa minta ijin untuk menerima telepon dari Sono kemudian naik ke atas menuju ruang kerjanya , sedangkan Jasmine juga undur diri karena Jero rewel ingin tidur . Dan tinggallah dua orang parubaya dengan ekspresi berbeda di wajah mereka .
Satu orang berwajah penuh senyum dan lainnya dengan wajah yang masam .
" Terima kasih , kau masih ingat makanan kesukaanku "
" Hissshhh .. aku bahkan tidak tahu tamu itu adalah kau !! Bule bule apanya ?? Mana ada bule kulitnya item kaya situ ... "
Gaffar tampak ikut beranjak saat Bu Sri mulai merapikan meja karena mereka telah selesai makan . Sudah menjadi kebiasaannya untuk merapikan sendiri walau ada banyak sekali maid di mansion itu .
" Kau mau apa !!! "
__ADS_1
" Hanya membantumu ... "
" Kau tamu , jadi duduk manis saja di situ ! Jangan sampai nanti tetangga pada bilang bahwa aku kurang sopan menyambut tamu "
" Tapi tidak ada orang disini "
Gaffar tetap saja membantu Bu Sri mengangkat satu persatu piring dan ia letakkan di kitchen sink yang ada di dapur . Kegiatan sederhana yang membuat hati mantan mafia itu menghangat .
Dan pria itu tetap ada di samping Bu Sri ketika wanita itu mulai mencuci piring . Entah kenapa wanita parubaya yang menggunakan apron , mengenakan sarung tangan plastik dengan rambut di ikat asal itu terlihat sangat cantik .
" Waktu itu aku pulang ... tapi aku melihatmu sedang menggendong seorang anak perempuan yang mirip denganmu . Dan pria itu menggandengmu "
" Jangan mulai ... "
" Aku harus mengatakannya , ini akan menjadi beban seumur hidupku jika aku tidak mengatakan semua padamu "
" Hahh piring ?? Aku sudah makan tadi "
Bu Sri memberikannya satu piring yang sepertinya sudah bersih di cuci .
" Kau lihat di depanmu kan ? Taruh di situ "
" Ooooo ... baik "
Gaffar menaruh piring piring bersih yang sudah di cuci Bu Sri di rak piring kecil yang ada di depannya .
" Tapi aku belum selesai bicara Sri ... "
" Aku sumpal mulutmu jika masih saja bicara !! Diam dan selesaikan pekerjaanmu "
__ADS_1
" Waktu itu aku benar benar tidak bermaksud menyakiti hatimu Sri , aku berutang budi pada mereka . Tapi aku lega ketika mendengarmu sudah menikah , aku selalu memdoakanmu agar bahagia "
" Tidak ada yang kau sakiti .. kau dengar itu ?? Aku baik baik saja . Kau pikir dirimu siapa hahh ?? Kau pikir aku tidak bisa hidup tanpamu ??? Kau pikir aku akan terpuruk jika kau meninggalkan aku !!? "
" Tapi aku mati tanpamu , menyakitkan ketika melihat ada pria lain yang ternyata bisa membahagiakanmu . Aku lampiaskan kemarahanku menjadi sosok yang sampai sekarang aku pun menyesalinya ... aku menjadi pria tanpa hati yang bahkan tak menghargai nyawa . Aku kecewa pada takdirku yang tak bisa meraihmu "
" Selesai ..... "
" Apanya !? "
" Cuci piringnya .. memang apalagi ?? Tadi aku buat kue lumpur cukup banyak , kau mau !? "
" Jika itu bisa menebus kesalahanku aku tidak apa apa , aku makan lumpurnya ! Sepertinya tidak buruk sekali sekali aku makan lumpur . Tapi kau sudah mencucinya kan ?? "
" Kenapa aku harus mencucinya ?? Kau waras ?? "
" Tapi itu tidak higienis , ada banyak kuman disana .... Awwwhhh !! Kenapa kau memukulku ?! "
" Kau menghina kue buatanku hah !!!! "
" Aku bicara kenyataan , lumpur itu tidak sehat dan bisa saja ada cacing di sana !! Awwhhh ... Ya Tuhan kenapa kau suka sekali memukulku Sri ?? "
" Pulang sana !! "
Tanpa mereka tahu ada dua orang sedang memandang heran melihat pertengkaran mereka .
" D ... mataku tidak salah melihat kan ?! "
" Sepertinya mata kita memang bermasalah sayang "
__ADS_1