
"' Apa Viloletta sudah sembuh ? "
" Fisiknya aku rasa sudah baik baik saja , tapi ingatannya belum juga kembali "
Dewa menepuk pundak sahabatnya itu , ternyata kisah cinta Sono tidak semulus yang ia kira .
" Dokter bilang apa soal amnesianya !? "
" Kami tidak bisa memaksakan dia untuk mengingat masa lalunya , walaupun itu adalah hal kecil . Dokter masih terus memantau kankernya , mereka khawatir ada sel sel kanker yang diam diam masih tumbuh di kepalanya "
" Aku salut padamu , kau mampu menanggung semuanya sendiri ! Padahal bisa saja kau meninggalkannya "
" Ckk .. aku yakin jika Bos ada di posisiku maka pasti akan melakukan hal yang sama denganku . Apalagi sudah ada anak di antara kami . Ngomong ngomong tentang anak bagaimana kabar putramu , siapa namanya aku lupa !? "
" Jeronimo Keane Adipraja . Dia tampan sepertiku ... "
" Narsis !! "
" Tapi semua orang memang mengatakan itu , dia tampan sepertiku "
*
Sementara di mansion Adipraja , lbu Sri terlihat sibuk menyiapkan sesuatu . Dia membuat lemper andalannya untuk pertemuan rencana pembukaan arisan panci periode baru yang akan diadakan di sebuah mall .
lni pertama kalinya mereka mengadakan acara semacam ini di mall , hingga mereka mempersiapkan dengan sebaik baiknya .
" Berapa orang sih Bu yang ikut arisan panci ? Perasaan panci ibu udah banyak deh , semua warna udah ibu punya . Nggak pernah di pakai juga " kata Jasmine membantu mertuanya menghitung lemper yang akan di bawanya .
__ADS_1
" Cuma dua puluh orang kok , makanya ibuk cuma bawa dua puluh lima lempernya "
" Nahh itu sisa banyak banget Bu , kenapa tidak bawa empat puluh sekalian ? Kan bisa makan dua biji satu orangnya "
" Sengaja ... soalnya kalau kebanyakan bukannya di makan malah pada di bawa pulang Je . O iya cucu ibu mana ?! "
" Jero baru saja tidur , ini Jeje mau nyari makan di dapur . Nyusuin dia Mahh bawaannya laper melulu ! Jeje boleh minta lempernya Bu ? "
" Boleh banget dong itu udah lbu kasih di piring buat kamu "
" Terima kasih Bu , lho itu masa bawanya pakai kresek sih Bu "
" Enggak apa apa , lagian ibu cuma punya tas kondangan ... itu tuh tas yang buat wadah beras kalau mau nyumbang di kondangan "
Jasmine tertawa mendengar penuturan lbu mertuanya . Padahal ia yakin isi rekening lbu Sri pasti sangat fantastis . Bumi ataupun Aira memberikan uang saku dengan jumlah yang tidak main main .
" Pakai tas Jasmine aja Bu , banyak yang lama enggak ke pakai "
" Beneran nih ibu boleh pinjem , tapi kalau bau lemper gimana ? "
" Ya memang buat wadah lemper masa suruh bau stroberry sih Bu . lbu ambil sendiri saja deh soalnya Jasmine keburu laper ini "
Setelah melihat menantunya lari ke dapur , lbu Sri segera menuju kamar Jasmine . Dia sudah sering masuk ke kamar itu jadi dia cukup hafal letak barang barang Jasmine di sana .
Dua lemari kaca ukuran besar yang berisi koleksi tas dan sepatu menantunya membuat matanya berbinar .
" Mana ya , bagus semua gini . Yang paling gede aja ahh biar bisa muat semua lempernya "
__ADS_1
Dia akhirnya memilih sebuah tas berwarna putih dengan tulisan di bagian tengah atas tasnya .
" H*rmes .... enggak pernah denger merk beginian . Jangan jangan dibuat khusus bawa rames ya ! Udahlah ini aja , ini yang paling gede "
Ibu Sri segera turun karena waktunya sudah sangat mepet untuk pergi ke acaranya .
" Lhohh udah Bu ? " tanya Jasmine dengan mata sedikit mengernyit karena salah satu tas termahalnya sudah di tenteng ibu mertuanya .
Sebenarnya dia merasa geli karena tas mahalnya bernasib mengenaskan , bukannya berisi dompet atau alat make up tapi berisi lemper buatan ibunya . Itu yang membuat Jasmine sangat menyayangi mertuanya . lbu Sri salah pribadi yang hangat dan apa adanya .
" Iya ibu pinjem sebentar tas rames kamu , nanti ibu cuci kalau bau lemper . Kamu cepet ke atas siapa tahu Jero udah bangun "
Dengan di antar supir Bu Sri segera menuju ke tepat yang sudah ditentukan . Turun dari mobil ia menjadi pusat perhatian karena tas yang ia bawa adalah salah satu tas termahal yang biasa di tenteng sosialita kaya raya .
Saking terburu burunya ia tak sengaja menabrak seorang pria hingga tas berisi lempernya jatuh berhamburan .
" Hissshhh .... bagaimana sih anda ? Masa badan segede gini main tabrak saja , haduhhhh untung lempernya enggak kenapa napa "
" Anda yang menabrak saya nyonya . Anda tidak apa apa ? "
Sejenak mereka saling menatap , pria itu tersenyum ketika melihat wanita di depannya membuang muka darinya .
" Hai ... empat puluh tahun tidak bertemu . Dan kau sama sekali belum berubah Sri "
" Kau juga masih menakutkan seperti dulu Al Shamma ... "
" Masih tidak mau menyebut namaku ?!!! "
__ADS_1
" Hanya ketika kau bisa mengembalikan dia padaku .... "