
Malam itu Dewa dan Jasmine berkunjung ke apartemen milik Jerry . Seperti Nayya dulu , saat ini Jasmine pun sangat ingin minum kopi di dapur milik Nayya .
" Kak Nay !!! "
Jasmine langsung berlari ke arah wanita dengan perut buncit itu . Tujuh bulan usia kandungannya membuat ia sedikit kurang leluasa bergerak . Dua wanita cantik itu saling memeluk dan langsung menuju dapur tanpa melihat dua laki laki yang sedang geleng geleng kepala melihat tingkah mereka .
" Jika saja Diva dan kakakmu ada di sini pasti akan lebih heboh , istrimu memang ajaib ! Nayya yang pendiam saja bisa ikut heboh begitu . Aku dengar dia habis membantai bodyguardnya ?! Hanya dia Nyonya Adipraja yang penuh kejutan "
Dewa terkekeh mendengar pendapat Jerry tentang istrinya , Jasmine memang selalu tidak terduga . Spontan , manja sekaligus penyayang . Tapi hal itulah yang membuat Dewa semakin mencintai istrinya .
Dewa dan Jerry duduk di balkon apartemen yang lumayan luas sambil menikmati indahnya suasana malam . Sedang para istri mereka setelah ngopi cantik di dapur sekarang pindah ke ruang tengah .
Beberapa toples kue kering dan beberapa bungkus snack tersedia di depan mereka . Pada masa kehamilan ini pun Nayya juga mempunyai nafsu makan yang sangat besar hingga berat tubuhnya naik drastis .
Bukannya keberatan Jerry malah semakin tergila gila pada istrinya . Dia sangat suka menciumi pipi sang istri yang terlihat sangat chubby .
" J apa hanya aku yang melihatmu semakin melar ? Kau tidak merasa ada yang salah dengan dirimu kan ? "
" Aku baik baik saja Kak , mungkin pembalasan dari dietku yang kadang berlebihan "
" Kapan terakhir kali kau dapat periodmu !? "
" Ehmmm ... mungkin satu atau dua bulan yang lalu . Kenapa kak ? "
" Apa mood kamu akhir akhir ini seperti roller coaster !? Naik turun tidak terduga ? "
" Tidak aku rasa ... "
Nayya terkekeh pertanyaan tadi ia rasa memang salah , Jasmine akan merasa dirinya baik baik saja . Hanya orang orang terdekat yang bisa menilainya tentang mood itu .
" Boleh kakak sarankan sesuatu !? "
Jasmine hanya mengangguk dengan masih saja mengunyah kripik kentangnya . Dan ini sudah bungkus kedua yang akan dia habiskan setelah makan beberapa kue .
__ADS_1
" Pulang dari sini mampirlah ke apotik ... "
" Tapi tidak ada yang sakit ! " potong Jasmine sebelum Nayya sempat menyelesaikan kata katanya .
" Belilah test pack dan tes urine kamu besok pagi "
" Maksudnya !? "
" Maksud Kakak siapa tahu kamu hamil "
" HAHHH .... " pekik Jasmine kaget .
Dewa dan Jerry yang mendengar jeritan Jasmine langsung berlari ke dalam untuk melihat keadaan para wanita mereka .
" Sayang ... !! " hampir bersamaan Dewa dan Jerry memanggil istri mereka dengan sebutan yang sama .
" Hei ... kenapa kalian lari lari ? Kami baik baik saja . Kami hanya sedang menonton Drakor dan sedikit terkejut dengan adegannya " kata Nayya yang melihat suaminya sangat khawatir .
Karena merasa hari sudah terlalu malam Dewa dan Jasmine akhirnya pamit untuk pulang . Ditengah perjalanan Jasmine teringat dengan pesan Nayya yang memintanya untuk membeli alat test kehamilan .
Walau tidak begitu yakin ia berharap semoga anugerah itu memang sudah ada dalam perutnya . Dia ingin anugerah itulah yang akan mengikat hubungan mereka menjadi semakin erat .
" D berhenti di minimarket depan ya "
" Kau masih lapar sayang ?! lngin membeli sesuatu ? Biar aku saja yang turun untuk membeli "
" Aku ingin mengambilnya sendiri , pilihanmu selalu tidak sesuai dengan keinginanku " gerutu Jasmine .
Dan akhirnya Dewa menemani istrinya berbelanja di minimarket itu . Dia membiarkan istrinya memborong makanan yang di inginkannya . Selesai membeli banyak makanan ringan mereka menuju ke kasir .
" D kau duluan saja ke mobil , biar aku yang bayar . Cepet kok , itu kasirnya kan enggak ngantri "
" Ya sudah , aku juga ingin menelpon Sono sebentar "
__ADS_1
Setelah suaminya keluar Jasmine membayar semua belanjaannya .
" Ada tambahan Bu !? "
" Apakah saya bisa minta alat test kehamilan !? "
" Ibu mau yang merk apa , ada lima merk yang tersedia di sini " kata kasir itu dengan ramah .
" Saya beli kelima item itu masing masing satu "
" Baik Bu ... ini tagihannya dan semoga ada kabar baik untuk anda dan keluarga "
" Terima kasih banyak Mbak "
" Sama sama "
Bukannya Jasmine ingin menyembunyikan soal test yang ingin ia lakukan , ia hanya tidak ingin membuat suaminya kecewa jika hasilnya memang tidak seperti yang ia inginkan .
" Sudah !? "
Dewa mengambil alih satu kantong besar belanjaan sang istri yang berisi makanan dan snack ringan .
" D .... kata Kak Nay aku bertambah gendut , apa kau keberatan dengan hal itu !? Jika kau tidak menyukai sesuatu dalam diriku maka kau bisa menegurku . Aku akan mencoba memperbaikinya " Jasmine berbicara ketika mereka sudah kembali berada di dalam mobil .
" Kau lebih menggairahkan jika lebih berisi begini sayang ... " jawab Dewa yang langsung mendapat cubitan dari istrinya .
" Awww sayang ... tapi itu benar ! Akhir akhir ini kau menjadi lebih nikmat "
" Itu artinya dulu kau tidak bisa menikmatiku , kau terpaksa menyentuhku !? "
" Lhohh ehh bukan begitu maksudku sayang ... jangan nangis dong ! Sayang ... "
" Jahat !!! Awas ya jangan bobo di kamar !! Kamu bobo di bawah saja sama pak satpam !! Huhu ... huhu ( menangis ) "
__ADS_1