
Gaffar menepuk nepuk pelan bahu menantunya yang saat ini duduk di luar ruang rawat putrinya .
" Kita hadapi ini bersama sama Nak ! Pasti ada hikmah di balik semua ini , percayalah Dia Maha Baik !! "
" Saya tahu , melihatnya kembali hidup adalah karunia terbesar dalam hidup saya . Saya tidak akan meminta yang lain lagi ! Saya yakin dia akan kembali mengingat cinta kami "
" Allah ternyata sangat menyayangi kalian , Dia ingin kalian melalui semua ini agar cinta kalian semakin kuat "
" Saya tahu .... "
" Beberapa hari ke depan mungkin Anandara sudah bisa keluar inkubator dan kita masih butuh waktu untuk mengingatkan Vio tentang putrinya . Mau tidak mau kita membutuhkan seseorang untuk merawatnya "
" Bagaimana dengan salah seorang perawat yang kini merawatnya ?! Mereka pasti lebih tahu kondisi Anandara "
Sono sempat melihat anaknya diruang khusus bayi dan dia melihat para perawat memperlakukan para bayi dari pasien seperti Vio dengan sangat baik . Mereka profesional dengan pekerjaannya .
" Baik , nanti kita konfirmasi langsung dengan dokter Anandara , Daddy dengar Anandara masih butuh alat khusus walau sudah di ijinkan pulang . Kita harus menyediakan box bayi agar dia tetap hangat , sampai berat badannya di nyatakan memadai atau normal seperti bayi lainnya "
Sono menghembuskan nafasnya kasar , sepertinya dia akan cukup lama meninggalkan pekerjaannya di negara asalnya . Vio dan putrinya sedang butuh perawatan khusus .
Vio harus ada di sekitar orang orang yang dia kenal baik agar ingatannya cepat pulih , sedang putrinya harus dirawat wanita lain karena Vio tidak mungkin merawatnya dengan kondisi seperti itu .
__ADS_1
" Kau bisa kembali ke lndonesia Nak "
Suara Gaffar memecah lamunan Sono yang sedang berpikir keras agar semua bisa berjalan dengan baik .
" Nyawa saya ada disini , jadi tidak mungkin saya pergi meninggalkannya "
" Daddy tahu kau punya tanggung jawab pada Adipraja "
" Mereka orang orang baik , saya yakin mereka akan mengerti keadaan saya "
Gaffar tersenyum melihat menantunya , dia merasa beruntung putrinya telah menikah dengan pria yang benar benar mencintainya . Wicaksono bahkan masih setia walau keadaan putrinya sedang tidak baik baik saja .
" Kenapa dia masih disini Dad !! Dia sudah berniat membunuh istrinya sendiri !! Kau tidak berhak berada di sisinya kembali !! "
" Jaga bicaramu Bi !! lngat batasanmu " hardik Gaffar dengan menatap tajam putranya .
Gaffar tidak ingin Vio mendengar kata kata kebencian yang bisa saja mempengaruhi psikisnya . Pikiran putrinya labil saat ini , bisa saja ia menelan mentah mentah semua kebencian Abbio pada adik iparnya sendiri .
" Tapi aku benar Dad , lagipula Vio sudah tidak mengingat dia lagi ! Dia sudah menjadi Vio kami yang seperti dulu lagi ... "
" Abbio !!!!! "
__ADS_1
" Dia akan selalu membuat Vio menderita ! Dan aku hanya ingin menyelamatkan adikku , apa aku salah ?? "
Gaffar ingin bangkit dengan kemarahannya tapi Sono segera mencegahnya . Ia tidak ingin ayah dan anak itu bertengkar gara gara dirinya . Sedang Abbio melangkah pergi dari tempat itu dengan tatapan benci pada Wicaksono .
" Daddy .... "
Suara lembut dari dalam kamar menyadarkan mereka . Gaffar dan Sono segera masuk ke dalam kamar rawat Vio .
" Ya sayang ... "
Mata Vio memicing ketika melihat pria yang seranjang dengannya tadi mengikuti langkah Daddynya .
" Kenapa dia masih disini Dad ?! "
" Karena dia asisten Daddy dan dia yang akan bertanggung jawab penuh denganmu setelah pulang dari sini " jawab Gaffar .
Jawaban yang sebenarnya membuat hati Sono sedikit tercubit karena mereka belum bisa mengatakan bahwa dia adalah suami sah dari Violetta .
" Ada Kak Abbio dan Kak Zahid .... "
" Mereka tidak seperti dulu lagi sayang , mereka punya tanggung jawab yang besar dengan perusahaan Al Shamma "
__ADS_1
" Aku tidak mengenalnya Dad ! Daddy tahu aku tidak suka orang asing ... "
" Maka cobalah untuk mengenalnya ... "