
" Nginep di kantor lagi Bos ?? Nggak sayang tuh , bukannya ntar malam mau kencan sama bodi bohay itu "
" Udah bosan hidup Son ?! "
" Yeeee ... mau nikung dikit juga pasti nggak kelihatan sama bini . Jauh tuh London "
" Sama kamu aja , sama sama racun kalian !! "
Sono hanya terkekeh melihat bosnya uring uringan . Sepertinya hanya pria di depannya itu yang tidak tergoda wanita cantik saat berada jauh dari istrinya . Bahkan lima bulan menjadi gila saat kehilangan istrinya .
" Kalau dia beneran ke apartemen gimana Bos ?? "
Dewa tidak menjawab pertanyaan itu , ia hanya menatap sinis sekretaris pribadinya . Sono memang kadang membuatnya merasa kesal , tapi walau begitu pria itu sangat bisa di andalkan untuk mengurus perusahaannya .
Malam ini seperti biasanya sebelum tidur Dewa vcall dengan istrinya .
" Sayang ... " senyumnya merekah melihat wajah gadis manjanya .
" Tidur di kantor D ? "
" Kalau tidur di rumah inget kamu terus , nyiksa banget sayang ! "
" Berarti kalau tidur di kantor nggak inget aku gitu ya ?! "
" Ya enggak gitu , cuma lebih efektif aja . Pagi pagi nggak perlu macet macetan di jalan , kamu kan tahu kalau waktu berangkat kerja pasti macet "
__ADS_1
" Bagaimana hari ini ? Sibuk ? "
" Banget ... udah biasa , masih di resto sama Mbak Aira ? "
" Kita lagi nggak boleh ngantor dulu D ! Nggak tahu kenapa , kata Kak Aira sih mending nurut aja , soalnya kalau Kak Bumi ngelarang ya berarti memang sebaiknya dituruti . Dulu katanya Kak Aira nyaris tertembak orang gara gara maksa keluar rumah , padahal udah dilarang . Emang bener ya D ?? "
" Kisah lama , udah selesai "
" Yang namanya Narra cantik nggak D ?? Kak Aira bilang itu cinta pertamanya Kak Bumi "
" Nggak tahu ... bagiku sih kamu yang paling cantik "
" Gombal !! "
Bumi melarang istri dan kakaknya keluar , itu berarti sudah mulai ada pergerakan dari orang orang Jason dan kroninya . Pasti Bumi tidak akan mau mengambil resiko dengan keselamatan istri dan adik iparnya .
Ada sebersit rasa khawatir di hatinya karena ia tidak ads di samping istrinya tapi ia sangat percaya pada penjagaan yang pasti sudah dibuat sebaik baiknya oleh Alfian maupun Bumi .
Setelah menutup telponnya , Bumi segera merebahkan tubuhnya untuk tidur . Tapi ia kembali tersenyum ketika terdengar sebuah notif pesan , pasti istrinya akan mengirimkan pesan selamat malam padanya .
" Aku sudah ada di depan apartemenmu "
Dewa menggeleng gelengkan kepalanya , sudah hampir jam dua belas malam . Dan Vio malah sedang berada di apartemennya , tapi sepertinya perempuan itu cukup pintar karena bisa mengelabui penjaga .
Apartemennya mempunyai sistem keamanan yang ketat . Tidak sembarang orang yang bukan penghuni bisa masuk dengan bebas . Sengaja ia membeli apartemen elite itu agar lebih nyaman untuk ditinggali .
__ADS_1
" Gila .... "
Dewa tidak berniat membalas pesan itu , dia tidak mau tahu dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu .
Seperti biasa setelah bangun tidur Dewa pasti menyempatkan diri untuk olah raga . Dikarenakan kantor tidak menyediakan ruang gym maka dia hanya jogging mengitari gedung Adipraja .
Dan wajah tampannya tentu saja membuat kaum hawa yang melihatnya menjerit histeris . Out fit sederhana yang ia pakai tidak bisa menyembunyikan ketampanan dan aura wibawanya sebagai seorang pemimpin .
Ketika sedang duduk beristirahat untuk minum Dewa mendengar sesuatu di belakangnya . Dua orangnya sedang menangkap seorang pria , dari tampilannya pria itu seperti abang abang penjual kaki lima .
" Ada apa ini ?? "
" Dari tadi dia bersikap mencurigakan tuan , pandangannya selalu memperhatikan tuan ketika sedang lari tadi "
" Jangan berburuk sangka dulu , itu ada gerobak bubur ayam . mungkin dia memang sedang berjualan disekitar sini . Jangan libatkan awam , jangan membuat takut mereka . Kita bukan mafia yang suka menangkap orang orang "
" Tapi kami temukan ini di gerobaknya "
" ltu bukan punyaku !!! " teriak orang itu .
Seorang penjaganya maju dengan menyerahkan sebuah senjata api ditangannya . Dewa menghela nafasnya , ternyata sinyal bahaya itu sudah sampai di sini .
" Bawa ke gudang belakang , aku memang sedang butuh sparring partner pagi ini . Lama juga sudah tidak olah raga "
Para pengawal itu segera membawa pria yang menyamar sebagai Abang tukang bubur ke gudang belakang . Tempat mereka biasa mengeksekusi orang orang yang dicurigai bisa membahayakan Adipraja , baik keluarga maupun perusahaan .
__ADS_1