
Dan hari itu Dewa benar benar melaksanakan niatnya , dia terbang ke London tanpa sebelumnya memberi tahu pada keluarganya di sana . Dia berpikir kakak iparnya pasti tahu apapun yang dia kerjakan termasuk datang ke tempat itu .
Dewa sampai saat waktu sudah malam , dia hanya menggunakan taksi untuk pergi ke mansion Adipraja yang ada di London . Saat masuk ke dalam sepertinya keluarga besar memang sudah menunggunya .
Semua terlihat berkumpul di ruang tengah kecuali satu wajah yang sangat ia rindukan , istrinya . Tiga kurcaci juga sepertinya sudah tidur karena ia memang datang terlalu malam . Sang ibu menghambur ke arahnya , lbu Sri terdengar menangis tersedu melihat Dewa yang terlihat sedikit kurus .
" Harusnya ibu senang Dewa datang kemari kenapa malah menangis !?? "
Ibu Sri tidak menjawab , sepertinya ia masih ingin menumpahkan rasa rindu pada putra satu satunya yang sangat ia kasihi . Setelah tangis ibunya reda Dewa menyalami dan memeluk satu persatu keluarganya .
" Mbak ... "
Lirih Dewa memanggil kakaknya yang dari pertama kedatangannya selalu mengalihkan pandangannya tidak mau melihatnya , sepertinya Aira masih marah kepadanya .
" Yank ... dia datang jauh jauh masa masih kamu marahin juga " kata Bumi pada istrinya yang tidak mau mengulurkan tangannya ketika Dewa ingin dalam takzim padanya .
" Bilang sama dia Mas !! Siapa yang mengajari dia jadi pria kurang ajar seperti itu , Dewa yang aku kenal punya sopan santun dan etiket pada sesama apalagi pada seorang wanita . Aku tidak mengenal Dewa yang ada di depanku ini ... "
Dewa tertunduk mendengarnya , ada genangan bening tertahan di sudut matanya . Sekuat apapun , dia akan tetap tertunduk jika dihadapkan dengan dua wanita yang sudah merawat dan mengasuhnya sejak dia lahir .
" Ra .... "
Mama Rita mendekati menantu pertamanya dengan sebelumnya menepuk bahu Dewa seakan mengatakan bahwa pria muda itu harus kuat dan bersabar menghadapi kakaknya .
__ADS_1
" Siapa yang ngajarin kamu jadi ngomong kasar sama wanita hahh !! Kamu sendiri yang meminta dia jadi istri kamu . Kamu bawa dia jauh dari Daddynya , orang yang sudah menjaganya dari dia kecil . Di bawa bukannya di jaga malah di hina hina !! Otak kamu dimana Wa !!! "
" Maaf ... Dewa yang salah Mbak "
" Kalau kamu memang enggak bisa jaga dia biar Embak yang jaga !!! Pulang sana !!! "
Bumi merengkuh tubuh istrinya yang sudah mulai terisak , sedang Rita dan lbu Sri memeluk tubuh Dewa yang masih berdiri dengan kepala tertunduk di depan kakak perempuannya . Hati Dewa tersayat melihat betapa kecewanya wanita wanita yang ia sayangi kepadanya .
" Sudah Yank ... kau ingat dulu aku juga melakukan kesalahan yang sama seperti yang Dewa lakukan . Tapi dengan hati lapang kau dan lbu bisa memaafkan aku . Yang ada di depan kamu ini Dewa ... pria yang selalu membela kamu mati matian pria yang melakukan apapun demi kebahagiaan kamu dan lbu , apa kau ingat ?? Jika aku saja kau maafkan kenapa dia tidak ? "
Dan Aira menghambur memeluk adik laki laki satu satunya itu . Tangisnya pecah di pelukan Dewa , pria yang sekuat tenaga selalu berusaha membuat dia dan ibunya bahagia .
" Dewa minta maaf Mbak ... "
Alfian dan Bumi hanya menghela nafas ketika melihat wanita wanita mereka menangis di pelukan Dewa . Bungsu yang mereka tempa menjadi Adipraja yang kuat .
Aira seperti enggan berpindah , dia masih saja terisak di pelukan Dewa . Sekesal kesalnya ia terhadap adiknya tapi Dewa tetaplah orang yang sangat berarti untuknya . Kemarahannya akan tetap sirna jika melihat sorot mata teduh yang selalu membuat dia dan ibunya bangga .
" Kamu jadi tinggal tulang sama kulit gini sih Wa ... jangan kerjaan terus yang dipikir ! Kan ada sekretaris yang bantuin , jangan diforsir tenaganya . Suruh Mbak lnah bikin rendang atau ikan kesukaan kamu untuk dibawa ke kantor kalau kamu memang nggak sempat keluar makan jika lagi kerja "
" lya Mbak "
" Kalau malu bawa bekal ya tinggal suruh Sono beli , bisa kan !? Pokoknya jangan sampai nggak makan . Kamu sudah gede Wa , jangan sampai dipaksa paksa makan kaya dulu lagi "
__ADS_1
" lya Mbak "
" Apanya yang tinggal tulang dan kulit badan masih segede gaban gitu " kicau Bumi yang masih bisa terdengar oleh Dewa .
Dewa tersenyum ketika Bumi melihat ke arahnya dengan pandangan sebal , pria itu pasti sudah cemburu parah melihat dan mendengar istrinya memperhatikan pria lain .
Bumi menarik lembut tubuh istrinya agar kembali dalam rengkuhannya , ia biarkan istrinya menyelesaikan sisa sisa tangisnya dalam dekapannya .
" Temui istrimu .... dia ada di atas "
Suara Alfian membuat Dewa lega dan tersenyum bahagia . Hal ini yang dia nantikan dari tadi , ia ingin melihat istrinya terlepas Jasmine mau menerima kedatangannya atau tidak . Rita dan lbu Sri yang dari tadi setia ada disampingnya berjalan membimbingnya .
" Ayo kami antar ke kamar istrimu ... "
Perlahan mereka berjalan ke arah kamar istrinya dan tak lama mereka berhenti di depan sebuah pintu .
" Kami tinggal ya , minta maaflah dengan benar jika ingin dia kembali "
" Iya Bu ... terima kasih Tan "
" Panggil Mamah seperti Jasmine memanggilku " kata Rita menepuk bahu Dewa dengan lembut .
" Terima kasih Mah ... "
__ADS_1
Berkali kali Dewa menghembuskan nafasnya kasar sebelum tangannya mengetuk pintu kamar istrinya . Dia menyiapkan hati untuk menerima kemungkinan terburuk reaksi istrinya melihat kedatangannya .
TOK ... TOKK