FOR 365

FOR 365
57


__ADS_3

Dan hari itu Dewa benar benar melaksanakan niatnya , dia terbang ke London tanpa sebelumnya memberi tahu pada keluarganya di sana . Dia berpikir kakak iparnya pasti tahu apapun yang dia kerjakan termasuk datang ke tempat itu .


Dewa sampai saat waktu sudah malam , dia hanya menggunakan taksi untuk pergi ke mansion Adipraja yang ada di London . Saat masuk ke dalam sepertinya keluarga besar memang sudah menunggunya .


Semua terlihat berkumpul di ruang tengah kecuali satu wajah yang sangat ia rindukan , istrinya . Tiga kurcaci juga sepertinya sudah tidur karena ia memang datang terlalu malam . Sang ibu menghambur ke arahnya , lbu Sri terdengar menangis tersedu melihat Dewa yang terlihat sedikit kurus .


" Harusnya ibu senang Dewa datang kemari kenapa malah menangis !?? "


Ibu Sri tidak menjawab , sepertinya ia masih ingin menumpahkan rasa rindu pada putra satu satunya yang sangat ia kasihi . Setelah tangis ibunya reda Dewa menyalami dan memeluk satu persatu keluarganya .


" Mbak ... "


Lirih Dewa memanggil kakaknya yang dari pertama kedatangannya selalu mengalihkan pandangannya tidak mau melihatnya , sepertinya Aira masih marah kepadanya .


" Yank ... dia datang jauh jauh masa masih kamu marahin juga " kata Bumi pada istrinya yang tidak mau mengulurkan tangannya ketika Dewa ingin dalam takzim padanya .


" Bilang sama dia Mas !! Siapa yang mengajari dia jadi pria kurang ajar seperti itu , Dewa yang aku kenal punya sopan santun dan etiket pada sesama apalagi pada seorang wanita . Aku tidak mengenal Dewa yang ada di depanku ini ... "


Dewa tertunduk mendengarnya , ada genangan bening tertahan di sudut matanya . Sekuat apapun , dia akan tetap tertunduk jika dihadapkan dengan dua wanita yang sudah merawat dan mengasuhnya sejak dia lahir .


" Ra .... "


Mama Rita mendekati menantu pertamanya dengan sebelumnya menepuk bahu Dewa seakan mengatakan bahwa pria muda itu harus kuat dan bersabar menghadapi kakaknya .

__ADS_1


" Siapa yang ngajarin kamu jadi ngomong kasar sama wanita hahh !! Kamu sendiri yang meminta dia jadi istri kamu . Kamu bawa dia jauh dari Daddynya , orang yang sudah menjaganya dari dia kecil . Di bawa bukannya di jaga malah di hina hina !! Otak kamu dimana Wa !!! "


" Maaf ... Dewa yang salah Mbak "


" Kalau kamu memang enggak bisa jaga dia biar Embak yang jaga !!! Pulang sana !!! "


Bumi merengkuh tubuh istrinya yang sudah mulai terisak , sedang Rita dan lbu Sri memeluk tubuh Dewa yang masih berdiri dengan kepala tertunduk di depan kakak perempuannya . Hati Dewa tersayat melihat betapa kecewanya wanita wanita yang ia sayangi kepadanya .


" Sudah Yank ... kau ingat dulu aku juga melakukan kesalahan yang sama seperti yang Dewa lakukan . Tapi dengan hati lapang kau dan lbu bisa memaafkan aku . Yang ada di depan kamu ini Dewa ... pria yang selalu membela kamu mati matian pria yang melakukan apapun demi kebahagiaan kamu dan lbu , apa kau ingat ?? Jika aku saja kau maafkan kenapa dia tidak ? "


Dan Aira menghambur memeluk adik laki laki satu satunya itu . Tangisnya pecah di pelukan Dewa , pria yang sekuat tenaga selalu berusaha membuat dia dan ibunya bahagia .


" Dewa minta maaf Mbak ... "


Alfian dan Bumi hanya menghela nafas ketika melihat wanita wanita mereka menangis di pelukan Dewa . Bungsu yang mereka tempa menjadi Adipraja yang kuat .


Aira seperti enggan berpindah , dia masih saja terisak di pelukan Dewa . Sekesal kesalnya ia terhadap adiknya tapi Dewa tetaplah orang yang sangat berarti untuknya . Kemarahannya akan tetap sirna jika melihat sorot mata teduh yang selalu membuat dia dan ibunya bangga .


" Kamu jadi tinggal tulang sama kulit gini sih Wa ... jangan kerjaan terus yang dipikir ! Kan ada sekretaris yang bantuin , jangan diforsir tenaganya . Suruh Mbak lnah bikin rendang atau ikan kesukaan kamu untuk dibawa ke kantor kalau kamu memang nggak sempat keluar makan jika lagi kerja "


" lya Mbak "


" Kalau malu bawa bekal ya tinggal suruh Sono beli , bisa kan !? Pokoknya jangan sampai nggak makan . Kamu sudah gede Wa , jangan sampai dipaksa paksa makan kaya dulu lagi "

__ADS_1


" lya Mbak "


" Apanya yang tinggal tulang dan kulit badan masih segede gaban gitu " kicau Bumi yang masih bisa terdengar oleh Dewa .


Dewa tersenyum ketika Bumi melihat ke arahnya dengan pandangan sebal , pria itu pasti sudah cemburu parah melihat dan mendengar istrinya memperhatikan pria lain .


Bumi menarik lembut tubuh istrinya agar kembali dalam rengkuhannya , ia biarkan istrinya menyelesaikan sisa sisa tangisnya dalam dekapannya .


" Temui istrimu .... dia ada di atas "


Suara Alfian membuat Dewa lega dan tersenyum bahagia . Hal ini yang dia nantikan dari tadi , ia ingin melihat istrinya terlepas Jasmine mau menerima kedatangannya atau tidak . Rita dan lbu Sri yang dari tadi setia ada disampingnya berjalan membimbingnya .


" Ayo kami antar ke kamar istrimu ... "


Perlahan mereka berjalan ke arah kamar istrinya dan tak lama mereka berhenti di depan sebuah pintu .


" Kami tinggal ya , minta maaflah dengan benar jika ingin dia kembali "


" Iya Bu ... terima kasih Tan "


" Panggil Mamah seperti Jasmine memanggilku " kata Rita menepuk bahu Dewa dengan lembut .


" Terima kasih Mah ... "

__ADS_1


Berkali kali Dewa menghembuskan nafasnya kasar sebelum tangannya mengetuk pintu kamar istrinya . Dia menyiapkan hati untuk menerima kemungkinan terburuk reaksi istrinya melihat kedatangannya .


TOK ... TOKK


__ADS_2