
Berkali kali Sono menelan salivanya kasar melihat pemandangan di depannya . Saat ini dia duduk di sofa di sisi ranjang tidur tempat mereka kemarin memadu kasih .
Sedang Vio tepat di depannya sedang berdiri membungkuk membelakanginya karena sedang mencari wadah untuk kue kuenya dalam sebuah nakas kecil . Membuat kaos oversize yang dipakai menjadi sedikit terangkat ke atas dan memperlihatkan dua bongkahan padat yang terlihat hanya memakai kain segitiga berenda warna hitam .
Vio sedikit memicingkan matanya ketika melihat Sono sedang mengatur nafasnya , wajah pria itu terlihat memerah .
" Kau sedang sakit ? Ada masalah dengan luka di lenganmu !? "
" Tidak , mungkin hanya perlu di ganti saja perbannya "
Setelah meletakkan kue kue yang sudah ditata dalam sebuah wadah , Vio masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil kotak obatnya .
" Sini .... "
Sono mendekatkan lengannya agar Vio bisa lebih mudah untuk mengganti perbannya . Dalam diam dia merawat luka itu , sedang Sono tak hentinya menatap gadis di sampingnya .
" Jangan menatapku !! "
" Kau cantik "
" Aku tahu , tapi jangan tatap aku seperti itu . Kau seperti akan menelanku "
Sono terkekeh mendengar kata kata absurd gadis disampingnya , dia memang tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya pada kecantikan dan kemolekan tubuh Vio .
" Kau menang taruhan dengan Daddyku , kenapa tidak kau manfaatkan untuk mengikatku , bukankah kau bisa meminta Daddy untuk memaksaku agar mau menikahimu "
" Kau mau seperti itu !? "
Violetta tak menjawabnya ia merapikan kotak obatnya setelah selesai merawat luka di lengan Sono . Setelah membuang kain kasa bekas luka dan membersihkan tangannya Vio kembali duduk di samping Sono . Dia mengambil dan memakan kue yang tadi di bawa oleh pria di sampingnya .
" Kuenya enak , apa kau beli di bawah ?! "
__ADS_1
" lya , tadi sebelum masuk hotel aku melihat toko toko kue diseberang hotel . Dan aku ingat kamu ... "
Sono mengambil kue yang ada di depannya , dari cara makan Vio kue itu sepertinya enak sekali . Tapi betapa terkejutnya dia ketika Vio menggeser piring kue itu .
" Ckk ... itu punyaku !! Kau yang memberikan kue itu padaku , jadi jangan coba coba memintanya kembali !! "
" Ya Tuhan ... aku hanya ingin mengambilnya satu , bukan semua "
" Tidak boleh !! "
Bukannya marah Sono malah tergelak karena merasa gemas dengan tingkah Violetta . Diraihnya tangan kanan gadis itu , dan dimakannya kue yang sudah tergigit beberapa bagian oleh Vio .
" Akkhh ... curang !!! " pekik Vio kaget sambil memukul lengan Sono .
" Pantas saja aku tidak boleh memintanya , sangat manis "
" Hisshh ... jangan setengah setengah jika memberi sesuatu pada seorang wanita dan jika sudah diberikan maka jangan memintanya kembali "
" Apanya !? "
" Sudah aku berikan hatiku padamu , dan aku tidak akan pernah memintanya kembali "
" Gombal !!! "
Vio hanya diam ketika Sono meraih tangannya dan mengecupnya berkali kali . Dibawanya tangan lentik itu ke dada bidangnya .
" Kau bisa merasakan itu !? Hatiku berdetak sangat kencang ketika berada di sisimu . Kau tahu apa artinya !?.Aku sudah setengah gila memikirkanmu "
Tak bisa dipungkiri jiwa Vio pun bergejolak ketika tangannya dikecup dan di bawa ke dada bidang pria disampingnya . Sampai akhirnya ia beranikan diri untuk naik dipangkuan Sono dengan posisi saling berhadapan .
" Apa yang kau lakukan Nona ... "
__ADS_1
" Hanya ingin membuat ini berdetak lebih kencang " tunjuk Vio sambil menekan dada bidang itu dengan telunjuk tangannya .
" Jangan membuat ini semakin sulit untukku , aku sudah berjanji pada Daddymu agar bisa menjagamu "
" Tidak akan aku buat ini menjadi sulit , tenang saja ... "
Vio mengambil dua tangan Sono agar berada di kedua sisi pinggangnya , kaos oversize itu sudah ia singkap ke atas hingga dua tangan Sono bisa menyentuh kain segitiga model tali samping itu .
" Touch me ... "
" Turun ... " kata Sono dengan suara datar , jujur saja godaan ini terlalu indah untuknya . Dia takut sisi iblisnya kembali menguasai dirinya .
" Tidak mau ... belum waktunya "
Bibir Vio mulai merayap di leher dan tengkuk Sono hingga dua tangan kekar itu meremat gemas sedikit keras kulit mulus seputih porselen itu . Ingin sekali Sono melepas tali kain segitiga itu agar bisa kembali menikmati surga dunia . Tapi sekuat hati ia menahan semua itu .
" Arrghhh ... jangan menggodaku Nona "
Vio semakin berani dengan sedikit menggoyangkan pinggulnya yang tepat ada diatas senjata tersembunyi Sono .
" Jantungmu berpacu lebih cepat sayang , dan aku tahu kau sudah sangat menginginkannya " kata Vio sambil melirik ke area bawah Sono .
" Kau nakal ... "
Tapi ketika baru saja ia ingin ******* bibir kemerahan itu sudut matanya bisa melihat pintu kamar Vio terbuka dan ada orang disana .
" Kalian sepertinya memang harus segera Daddy nikahkan secepatnya ... siang siang begini sempat sempatnya kalian seperti ini "
Dengan wajah tersipu Vio turun dari pangkuan Sono , tapi sebelum turun gadis itu membisikkan sesuatu pada pria itu dan kemudian tersenyum sangat manis .
" Kena kau ... "
__ADS_1
" Kau !! "