FOR 365

FOR 365
59


__ADS_3

" Jangan pergi ... "


Dewa membalikkan badannya , dia meraih tangan Jasmine yang masih ada di lengannya . Di kecupnya tangan lentik itu penuh sayang .


" Maksudku tidak enak dengan yang lain jika kau harus tidur di kamar lain " kata Jasmine gugup mengkoreksi kata katanya sendiri .


" Jadi ?? "


" Kau boleh tidur di sini , ranjangnya lumayan besar untuk kita berdua "


Dewa meletakkan kopernya kemudian melepas jaket dan kaos yang ia kenakan hingga memperlihatkan roti sobek yang terpahat sempurna .


Jasmine terpaku melihatnya , hatinya bergetar melihat penampakan indah di depannya . Karena jika boleh jujur dia juga sudah sangat merindukan suaminya .


" Ka .. kau .. mau apa D ?? "


" Mandi .. gerah banget sayang . Jangan bilang di sini enggak ada kamar mandi "


" Ada ... "


Dengan bertelanjang dada Dewa berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Jasmine dengan wajahnya yang sudah merona . Wanita itu malah terlihat menepuk pipinya pelan ketika suaminya sudah masuk ke kamar mandi .


" Hissshhh dasar .... baru lihat begituan sudah mau goyah !! Jasmine sadaaarr .... "


Dia tidak rela jika Dewa bisa begitu mudah masuk kembali dalam.hidupnya , pria itu sudah membenamkannya di lumpur paling hina dengan menuduhnya berselingkuh .


Tak lama kemudian ia mendengar namanya kembali dipanggil dari arah kamar mandi .


" Sayang .... "


" Apa lagi ??? "


" Handuk .... kau lupa menyiapkannya untukku sayang "


" Ckk merepotkan , kebiasaan kalau mandi pasti.lupa handuk "


Jasmine segera menuju lemari tempat ia menyimpan handuk bersih . Dia masih ingat betul dulu jika seperti ini saat dia memberi handuk pasti Dewa akan menariknya sekalian ke dalam kamar mandi .


Pria halalnya itu pasti memintanya untuk mengeringkan seluruh tubuhnya tanpa terkecuali , dan sudah bisa di tebak apa yang kemudian akan terjadi . Dewa selalu saja bisa membuatnya terbuai dalam api asmara .

__ADS_1


" Sayang .. keburu dingin nih !! "


Teriakan Dewa membuatnya tersadar dari lamunannya . Jasmine segera memberikan handuk bersih itu kepada suaminya . Dan apa yang ia bayangkan tadi tidak terjadi . Dewa tidak menarik tangannya ke dalam kamar mandi seperti dulu lagi .


" Sayang tolong siapkan baju ganti sekalian ya , ada di koper "


Dengan mulut mengerucut Jasmine menuruti perintah suaminya , karena memang sudah menjadi tugasnya untuk melayani suaminya .


" Aaaaaa .... "


Jasmine berteriak ketika Dewa dengan begitu saja melepas handuk dan berganti baju di depannya .


" Apa sih sayang , jangan teriak teriak malam malam begini ! Nanti dikira kamu aku apa apain "


" Dasar mesum !! Kan bisa ganti baju di kamar mandi , jangan di depanku "


" Biasanya juga kaya gitu kan ?? Lagian kenapa harus malu !? Kamu juga sudah biasa melihat semuanya "


" D !!!! " pekik Jasmine sebal .


" Bobo yuk ! Ngantuk banget dari semalem enggak tidur . Saking excited mau ketemu kamu jadi mata nggak bisa merem "


Mereka naik ke ranjang dan tidur saking berhadapan .


" Aku sekarat ditinggal kamu ... kalau waktu itu aku langsung kejar kamu ke sini bisa bisa kamu diumpetin di kutub Utara sama Mbak Aira "


Jasmine tertawa kecil mendengar keluhan suaminya . Dia beruntung memiliki kakak ipar yang sangat menyayanginya .


Waktu itu ketika dia ada di panti tiba tiba Aira menelponnya dan memintanya untuk ke London . Beberapa orang menjemputnya dan dia berangkat menggunakan jet pribadi milik Bumi . Mungkin itu sebabnya Sono tidak bisa melacak kepergiannya .


Dia disambut dengan sangat baik di sini dan Aira selalu memberinya nasehat hingga ia kuat untuk menjalani semua ini . Mungkin mereka harus menjalani ini agar bisa lebih menghargai ikatan yang sudah terjalin di antara dia dan suaminya bisa bertambah kuat .


Jasmine mengulurkan tangannya dan meraba bulu buku halus yang sudah tumbuh lebat di dagu dan rahang suaminya .


" Sampai brewokan gini sih D ?? "


" Nggak sempat mikir yang lain kalau lagi mikirin kamu "


" Gombal !! "

__ADS_1


Jasmine mencubit lengan suaminya yang sedang tertawa karena melihatnya salah tingkah , dia tak bisa menyembunyikan rona di wajahnya ketika mendengar rayuan dari suaminya .


" Sayang ... "


" Hemmmm ... "


" Apa kau masih membenciku ?! "


Jasmine terdiam , kemudian membalikkan badannya hingga kini memunggungi suaminya . Dia tak ingin Dewa melihatnya menangis .


" Aku tidak bisa membencimu sekeras apapun aku mencobanya , tapi aku juga tidak akan pernah bisa melupakan kata katamu . Penghinaan itu akan aku ingat seumur hidupku D !! Kata katamu terlalu menyakiti hatiku "


" Maaf ... aku sangat cemburu waktu itu hingga mata hatiku menjadi buta . Maafkan aku "


" Apapun yang kau katakan aku selalu mencoba untuk percaya kepadamu , tapi kenapa kau tidak percaya kepadaku ?? Kau lebih percaya pada foto foto itu "


" Josh dan Astika ternyata .... "


" Aku tahu D !! Jangan membahas mereka " sahut Jasmine sebelum suaminya menyelesaikan kata katanya . Dia tidak mau membahas kakaknya saat ini .


" Kau sudah tahu ... "


" Aku juga minta maaf padamu karena aku sempat menyembunyikan sesuatu darimu . Waktu itu aku sangat takut jika nyawa bunda terancam , bunda gila karena aku . Dan aku tidak mau membuatnya menderita lagi "


" Aku sudah maafkan dari dulu sayang , aku sangat mengerti posisimu waktu itu "


Dewa merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya , diciuminya bertubi tubi pucuk kepalanya .


" D ?? "


" Ya sayang !?? "


" Apa kita akan bercinta !? "


" Tidak jika kau memang belum sepenuhnya siap melayaniku . Dengan bisa melihatmu saja sudah membuatku hidup kembali "


" Apa tidak apa apa ?? "


" Aku rasa tidak , tadi kulihat ada banyak sabun di kamar mandi "

__ADS_1


__ADS_2