FOR 365

FOR 365
44


__ADS_3

" Hai Je !! Kau cantik sekali ... pantas Dewa tergila gila padamu " seru Astika sambil memeluk Jasmine yang sudah datang bersama suaminya .


" Aku memang cantik Kak " sahut Jasmine sambil tertawa "


Dewa hanya tersenyum hambar menanggapi pujian yang sebenarnya menjatuhkan istrinya itu . Dewa sangat tahu Astika masih mengira jika ia hanya mencintai tubuh Jasmine . Wanita licik itu bersikeras bahwa dirinyalah cinta sejatinya .


Reyhan dan Astika sengaja tidak memesan private room karena mereka ingin menikmati suasana hangat malam ini bersama para pengunjung lainnya . Mereka benar benar ingin menikmati Jakarta sebelum pulang ke Bali esok pagi .


" Maaf jika kalian menunggu lama ... " kata Dewa sambil memeluk sekilas Reyhan yang malam itu wajahnya terlihat lebih cerah .


" Kurasa kau sudah menghajarnya sampai pagi semalam " lirih Dewa yang sontak membuat Reyhan terbahak .


" Ha .. ha .... kau benar "


Dua wanita disamping mereka langsung memandang mereka dengan curiga . Tak biasanya Reyhan tertawa serenyah itu sebelumnya .


" Hei jangan melihat kami begitu , itu hanya sedikit pembicaraan antar pria " kilah Reyhan yang terus ditatap dua kakak beradik itu .


Dewa tetap mencoba menikmati makan malam kali ini walau berkali kali tatapan Astika membuatnya tidak nyaman . Dan Dewa mengurangi rasa tidak nyaman itu dengan lebih banyak bicara dengan Reyhan . Mereka berbicara seputar bisnis yang mereka jalani .


" Hai , kita bertemu kembali ... "


Suara seorang laki laki membuat pandangan ke empat orang tersebut teralih sesaat . Dahi Dewa sedikit berkerut ketika melihat pria didepannya menatap istrinya .


" Kau tidak ingat !? Baru tadi kita bertemu Jasmine ! Ohh maaf jika aku sudah mengganggu acara kalian ... aku hanya ingin menyapa wanita cantik yang duduk bersama kalian "


" Kau temannya Jeje ya ! Duduklah minum kopi bersama kami " kata Astika pada pria itu .


" Terimakasih Nyonya , tapi saya juga sedang ada meeting dengan klien . Lain kali pasti menyenangkan "

__ADS_1


" Dan sayangnya tidak akan pernah ada lain kali " ketus Dewa yang menyahut kata kata pria itu .


Walau terlihat sangat baik dan sopan tapi entah kenapa Dewa sudah tidak suka ketika melihat orang itu pertama kali . Dan feeling-nya selalu mengatakan kebenaran .


" Temanmu tadi cukup tampan Je , dari dulu sepertinya kau selalu di kelilingi orang orang tampan dan baik hati seperti dia . Dari penampilannya sepertinya dia juga seorang pengusaha "


Dewa dan Reyhan saling pandang , Dewa sepertinya juga tidak begitu asing dengan wajah itu .


Jasmine yang sengaja bungkam dari tadi akhirnya mau juga membuka suaranya setelah melihat pria yang ia kenal bernama Josh itu pergi .


" Baru kenal tadi di butik Kak , dia nolongin Jeje pas jatuh di kamar fitting "


" Jatuh !? Kenapa kau tidak bercerita padaku !! Apa kau terluka !? "


" Enggak apa apa D ! Hanya lecet sedikit di tumit "


Setelah itu mereka melanjutkan obrolan mereka . Dewa merasa aneh dengan tingkah sang istri yang sejak tadi ia perhatikan selalu bermain ponsel walau sedang berbicara dengan Astika .


" Sayang boleh aku pinjam ponselmu ?? Kau menyimpan nomor Kak Jerry kan !? Aku hanya ingin mengirim pesan padanya besok aku ke showroom untuk mengantar berkas . Ponselku lowbat "


" Ehh iya ... sebentar "


Dewa melihat sebelum menyerahkan ponselnya Jasmine terlihat sangat gugup dan seperti menghapus beberapa pesan di sana .


" Kenapa harus gugup Je , dia suamimu bukan ?? Seharusnya tak ada yang perlu kau tutupi dengan isi ponselmu . Aku dan Reyhan malah kadang iseng bertukar ponsel , ya kan Rey ?! "


Reyhan hanya tersenyum menanggapinya , sedang Dewa sama sekali tidak menanggapinya . Dia sibuk mengetik pesan dalam ponsel istrinya dan mengembalikan benda pilih itu setelah selesai menggunakannya .


" Terimakasih sayang . Hari sudah semakin larut , sepertinya kami harus pulang ! Aku minta maaf mungkin besok pagi tidak bisa mengantar kalian ke bandara "

__ADS_1


" Tidak apa apa , maaf jika kami sudah merepotkan kalian selama kami berada di sini " kata Reyhan menepuk pelan bahu kekar Dewa .


" Jangan pernah sungkan , kita saudara !! "


" Aku boleh ikut antar mereka kan D ??! "


" Tentu saja sayang "


Dalam perjalanan pulang Jasmine merasa suaminya menjadi sangat pendiam . Bahkan ketika sampai di apartemen pun pria itu masih saja bungkam .


" Apa kau sedang marah padaku D ?? " Jasmine meletakkan kepalanya di dada suaminya , mereka sudah di atas ranjang setelah sempat membersihkan diri tadi .


" Kenapa kau berpikir seperti itu ?! "


" Kau dari tadi diam , kau tidak menciumku . Kau biasanya menggangguku jika sudah disini , di atas ranjang "


Dewa tersenyum dan mencium dahi istrinya , ia rengkuh tubuh itu ke dalam pelukannya .


" Kau sedang ingin aku goda sayang !!? "


" Bukan itu D ... apa sedang ada yang mengganggu pikiranmu ?? Kenapa dari tadi diam ? "


Dewa terlihat menghela nafasnya dalam dalam , Jasmine tahu mungkin hal yang akan di bicarakan sang suami adalah hal yang sensitif .


" Kau percaya padaku ?? " Jasmine mengangguk cepat mendengar pertanyaan itu .


" Aku ingin bercerita sesuatu padamu , mungkin ini akan menyakitimu tapi percayalah ... kau memang harus tahu tentang hal ini "


Jasmine mengangguk dan mengeratkan pelukannya pada suaminya .

__ADS_1


" Ini tentang Astika ... kakakmu "


__ADS_2