
Paginya Jasmine bersama supirnya mengantar Reyhan dan Astika ke bandara karena pagi ini mereka akan kembali ke Bali . Sedang Dewa pagi pagi sekali sudah berangkat ke perusahaan karena pagi itu dia bersama Sono akan mengecek lokasi anak perusahaan Adipraja di luar kota .
" Kami berangkat ,, kapan kapan gantian kau dan Dewa yang menjenguk kami ke Bali ok ?! Sayang aku ke sana dulu" kata Reyhan sambil mendorong kopernya pergi menjauh , dia ingin memberikan kesempatan istri dan adik iparnya untuk berbicara .
" Kakak doakan kamu bahagia bersamanya , maaf jika kedatangan kakak membuat kamu dan Dewa kurang nyaman . Tapi sungguh kakak tidak pernah bermaksud untuk merusak kebahagiaan kalian . Kakak hanya bilang ini padamu .. mungkin Dewa amat sangat mencintaimu . Tapi sesuatu yang berlebihan itu belum tentu adalah hal yang baik . Kakak tahu kau gadis pintar , kau sudah dewasa Je ! Kau pasti bisa menilai yang baik dan yang buruk untukmu "
" Jeje mengerti Kak ! Kak Asti juga hati hati ya , Jeje yakin Kak Rey bisa membahagiakan Kakak "
" Kita saling mendoakan ... ya sudah Kakak tinggal ya "
Jasmine menghela nafasnya dalam dalam ketika Astika sudah menghilang dari pandangannya . Air mata tanpa terasa sudah mengalir deras di pipinya . Dua orang yang paling dekat dengannya saling bertentangan . Dan itu sangat menyakitkan untuknya .
Karena hari sudah semakin siang ia kemudian segera berjalan menuju mobilnya , Jasmine berniat ingin makan siang bersama suaminya .
" Pak antar ke kantor saja ya "
" Baik nyonya ... " Dengan menunduk hormat sang supir membuka pintu untuk nyonya mudanya .
Ketika sudah ada di dalam mobil berkali kali Jasmine mencoba menelpon Dewa , tali sepertinya ponsel suaminya tidak aktif . Akhirnya ia menghubungi Sono tapi naas ponsel sekretaris pribadi suaminya pun sepertinya juga sedang tidak aktif .
__ADS_1
CKKIITTTT ...
Tiba tiba sang supir mengerem mobilnya dengan tiba tiba hingga badan Jasmine terdorong ke arah depan dengan dahi yang membentur jok yang ada di depannya . Sekejap ia merasakan semuanya menjadi gelap , kepalanya terasa sangat pusing .
" Nyonya anda tidak apa apa ??! "
Samar Jasmine dapat mendengar sang supir bertanya kepadanya . Perlahan ia mengerjapkan matanya , ia sadar tapi badannya masih terasa lemas untuk di gerakkan .
" Sepertinya dia masih shock , dan dahinya berdarah ! Sebaiknya kita segera bawa dia ke rumah sakit !! "
" Maaf tapi biar kami yang mengantar nyonya !! "
" Bukan saatnya meributkan siapa yang mengantar dia !! Jika ada apa apa terjadi dengan istrinya , Dewa Adipraja tidak akan mengampuni nyawa kalian !! Aku mengenalnya dan kalian berempat juga sedang mengawalnya . Tidak mungkin aku melakukan hal bodoh pada nyonya kalian "
Sampai di rumah sakit pria itu membopong tubuh Jasmine keluar dari mobil . Sang supir terlihat masih sibuk mencoba menelpon Dewa ataupun Sono tapi nyatanya tidak ada satu pun dari mereka yang mengangkatnya .
*
" Aku mau pulang Josh ... aku sudah tidak apa apa " rengek Jasmine yang sudah ada di ruang perawatan .
__ADS_1
" Suamimu sebentar lagi pasti menjemputmu , tidak usah khawatir . Ke empat pengawalmu juga selalu berjaga di luar jadi aku tidak mungkin berbuat jahat padamu "
" Ckk ... aku tidak menuduhmu ingin berbuat jahat padaku . Aku cuma ingin pulang !! Aku tidak suka berada di sini !! "
" Kenapa kau rewel sekali . Kami membawamu kesini karena kau sempat tidak sadarkan diri tadi . Dahimu juga berdarah tadi . Kami cuma ingin memastikan keadaanmu baik baik saja "
" Dahi ?? Berdarah ?? "
Josh tampak mengerutkan dahinya ketika Jasmine terlihat sibuk mencari sesuatu .
" Kau mencari apa !?? "
" Di mana tasku ? "
" Ooo .. tadi supirmu menaruhnya disini " Josh mengambil tas berwarna merah milik wanita di depannya . Warna yang senada dengan baju yang di kenakan oleh Jasmine .
Jasmine membuka tasnya dan segera mengambil kaca dari dalamnya . Dia seperti tidak suka dengan kain kasa yang menempel di dahinya .
" Apa aku terlihat sangat aneh !?
__ADS_1
" You're the most beautiful girl I've ever seen ( Kau adalah gadis tercantik yang pernah aku lihat selama ini ) !! "