
" Kami semua pulang hari ini , kau tahu kan Embak punya tanggung jawab di sana ? Baik baiklah menjaga rumah tangga kalian . Semua keharmonisan kuncinya adalah komunikasi . Saling terbuka pada pasangan , membicarakan apapun tanpa terkecuali "
" lya Mbak "
" Jika mau main kunci dulu kamarmu , jangan terlalu banyak main di kamar mandi karena bisa bisa kalian akan sering masuk angin " kata Bumi tersenyum jahil .
" Apa sih Mas !! Mas aja yang kurang kerjaan selalu ngikutin Dewa kalau pas lagi enak enak !! " tukas Dewa sambil melihat ke arah sang istri yang sekarang duduk di sisi ranjangnya .
" Wa ... !!! "
" Dia duluan yang mulai Bu "
Bu Sri berjalan mendekat ke arah menantunya dan duduk di depannya . Wanita paru baya itu mengelus punggung Jasmine dengan lembut .
" Jaga istrimu ini dengan baik , dan begitu juga denganmu sayang ... lbu titip Dewa ya !! Marahi dia jika telat makan atau gila kerja lagi . Pulang ke London lagi jika dia berani menyakiti kamu lagi "
__ADS_1
" Ckk ... masa kaya gitu sih , malah suruh istri Dewa pergi lagi " sungut Dewa yang disambut senyum tiga wanita dalam hidupnya .
Dengan menggunakan pesawat pribadi akhirnya semua keluarga kembali pulang ke London . Dan selama Adam membereskan urusan dengan keluarga Kyle , Dewa dan Jasmine akan tetap ada di mansion keluarga Adipraja . Ada banyak pengawal yang bisa leluasa mengawasi mereka di sana .
*
Beberapa hari setelah istirahat total di rumah sakit kondisi Sono sudah mulai membaik walau luka di tangannya masih terasa nyeri . Dan wakil CEO itu sudah boleh pulang dan dirawat di rumah .
Dewa tidak memaksa Sono untuk langsung berangkat bekerja , dia memberikan cuti tak terbatas pada wakil sekaligus sahabatnya itu . Dewa dan Bumi berhutang nyawa pada Sono , jika waktu itu dia tidak sigap menanggapi keadaan maka kemungkinan Bumi atau Dewa yang terkena timah panas itu .
Pagi ini adalah pagi pertama dia bangun tidur di apartemennya sendiri setelah kejadian penembakan itu . Sono sudah biasa hidup mandiri , dia mengerjakan apapun sendiri .
Dewa pernah menawarkan untuk meminjamkan Mbak lnah sementara agar bisa membantu keperluan Sono di apartemen tapi ditolaknya dengan alasan lebih nyaman jika tak ada orang lain di rumahnya .
Walau masih terasa nyeri Sono memaksakan diri turun ke lantai bawah karena perutnya yang sudah merasa lapar . Kemarin Aira dan Bun Sri membuatkan kentang kering dan rendang dalam.jumlah banyak yang disimpan di lemari pendingin hingga pagi ini dia tinggal menghangatkan saja .
__ADS_1
Matanya menyipit ketika di meja makannya sudah tersaji beberapa makanan yang sepertinya masih hangat . Dan ternyata bukan rendang atau kentang kering yang kemarin di berikan Aira .
Sono mendekat ke meja makannya , dia melihat ada segelas susu hangat , ayam goreng dan gudeg krecek kesukaannya . Pintu apartemennya juga terlihat masih terkunci rapat jadi tidak mungkin ada orang yang masuk ke apartemennya .
Sandi pintu apartemen pun hanya dia yang tahu , karena selama bekerja di Jakarta dia tidak dekat dengan siapapun . Dia tidak punya waktu untuk hang out atau sekedar clubbing seperti eksekutif muda lainnya .
Tak mungkin juga hantu yang sudah mendadak memasak untuknya karena peralatan dapur pun masih tertata rapi di tempatnya .
" Jangan jangan nyonya muda yang siapin , tapi masa iya sih !! Bisa ngamuk si bos kalau istrinya perhatian sama pria lain . Masa iya hantu sih ... Ckk jadi merinding begini "
Tapi karena perutnya yang memang sudah benar benar lapar Sono segera memakan semua hidangan yang terhidang di meja . Sepertinya ia harus berterimakasih pada hantu atau siapapun yang memasak untuknya pagi itu karena makanan yang ia makan terasa sangat nikmat .
Setelah kenyang ia naik ke atas untuk membersihkan dirinya . Setelah itu dia kembali turun ke ruang televisi untuk mengambil laptopnya Dia ingin membuka email email perusahaan yang di kirim Bertha untuknya .
Sono tetap bisa menghandle pekerjaannya walau ia sedang ada di rumah . Tapi dahinya mengernyit ketika mendengar suara bel pintu rumahnya berbunyi . Hari itu dia merasa tidak ada janji dengan seseorang .
__ADS_1
Perlahan ia melangkah untuk membuka pintunya . Dan dia dikejutkan dengan kedatangan pria parubaya yang sama sekali belum pernah ia lihat sebelumnya . Pria itu tersenyum ramah padanya ...
" Bisa saya masuk dan berbicara dengan Anda tuan Wicaksono !!?? "