FOR 365

FOR 365
37


__ADS_3

" Apa sih Kak !! Jam dua pagi bertamu di rumah orang .. kayak mau nangkep maling !! "


Jerry terkekeh melihat Dewa yang dari tadi uring uringan tidak jelas . Dia terpaksa dini hari bertamu untuk menuruti keinginan sang istri yang sedang sangat ingin minum kopi di dapur Jasmine .


Dia sedang menikmati masa ngidam istrinya yang selalu saja menginginkan hal yang aneh aneh . Hanya untuk minum kopi saja mereka harus bertamu dini hari seperti ini di rumah Dewa .


" Lagi nanggung ya Wa tadi ?! Biasakan saja mungkin suatu saat istri kamu juga akan mengalaminya "


" Mengalami apa Kak ?? "


" Masa ngidam ... kalian tidak sedang menundanya kan !? "


Dewa terpaku pada pertanyaan salah satu kakaknya itu , dia baru sadar bahwa selama hampir dua bulan ini mereka bercinta tanpa menggunakan pengaman atau apapun . Dan sampai sekarang belum ada tanda tanda kehamilan istrinya .


" Tidak usah pasang muka horor seperti itu Wa , biasa saja ! "


" Apa sih Kak !! "

__ADS_1


" Gimana keadaan kakaknya Jasmine ? Kakak dengar tadi sempat ada kejadian di pestanya pak Prapto . Kakak tidak bisa ikut kesana karena Nayya sedang sangat sensitif dengan bau bauan yang menyengat . Sepertinya kamu harus ekstra menjaga Jasmine Wa ! Kalau di lihat dari luar sih dia kayak wanita tangguh dan millenial tapi istrimu itu polos dan lugunya kebangetan ... sebelas dua belas sama istri Kak Jerry "


Dewa mengangguk angguk seolah membenarkan kata kata Jerry padanya .


" Astika masih dirawat di rumah sakit , dokter kasih obat tidur setelah menguras semua isi perutnya tadi . Tadi sebelum pesta sih rencananya malahan mereka bakal nginep di apartemen Dewa "


" Kalau nenek sihir itu ngotot tinggal disini kamu bawa saja istri kamu ke mansion Adipraja , beres kan !! Untung dulu kamu enggak jadi nikah sama dia . Jasmine belum tahu belang kakaknya sampai saat ini !? "


" Semalam Kak Adam juga tanya hal itu , Dewa nggak tega ! Kak Jerry tahu sendiri istri Dewa sayang sama kakak perempuannya . Dewa takut jika Dewa mengatakan semua malah akan terjadi salah paham "


" Dewa tahu itu Kak "


" Rajin rajinlah bercinta Wa , biar istrimu cepat hamil dan terikat sama kamu selamanya . Nenek sihir itu tidak akan bisa memisahkan kalian lagi "


' Nggak usah disuruh juga sudah rajin kalau itu sih ! Tadi aja udah mau kelar kalau enggak ada tirex lewat " sahut Dewa dengan entengnya .


Jerry hanya terbahak , dulu ia pun pernah mengalami hal yang serupa ketika malam pertamanya . Waktu itu dia harus mengantar Aira yang akan melahirkan putra keduanya , Langit . Bahkan ia hanya mengenakan kolor saat tiba di rumah sakit itu . Sepertinya pembalasannya salah alamat kali ini .

__ADS_1


" Ngomong ngomong kok sepertinya mereka anteng banget ya , Kakak jadi curiga nih ! "


Jerry segera melangkah ke arah dapur tempat para istri mereka tadi sedang minum kopi dan ngobrol cantik . Dua wanita cantik itu sudah tidak terlihat disana lagi , dengan hati sedikit panik Jerry melangkah ke ruang tengah .


Jerry dan Dewa hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat wanita mereka sudah tertidur pulas di atas karpet dengan televisi di depan mereka yang di biarkan menyala .


Sepertinya tadinya mereka mengobrol sambil menonton televisi dan kemudian malah berakhir dengan tidur disana karena hari memang sudah menjelang pagi .


" Kita tidur juga Wa , lumayan bisa merem sebentar " ujar Jerry kembali melangkah ke ruang tamu dan berbaring di sofa .


Sedang Dewa mengambil selimut tebal yang ia gelar diruang tamu tepat di bawah Jerry .


" Kok jadi kayak kos kosan kita ya Wa ! "


" Sekali kali Kak , besok kita balas mereka . Kita bikin enggak tidur sampai pagi "


" Ha ... ha .. ide bagus tuh ! Tumben kamu pinter !! "

__ADS_1


__ADS_2