
" Apa sih Kak !! Jam dua pagi bertamu di rumah orang .. kayak mau nangkep maling !! "
Jerry terkekeh melihat Dewa yang dari tadi uring uringan tidak jelas . Dia terpaksa dini hari bertamu untuk menuruti keinginan sang istri yang sedang sangat ingin minum kopi di dapur Jasmine .
Dia sedang menikmati masa ngidam istrinya yang selalu saja menginginkan hal yang aneh aneh . Hanya untuk minum kopi saja mereka harus bertamu dini hari seperti ini di rumah Dewa .
" Lagi nanggung ya Wa tadi ?! Biasakan saja mungkin suatu saat istri kamu juga akan mengalaminya "
" Mengalami apa Kak ?? "
" Masa ngidam ... kalian tidak sedang menundanya kan !? "
Dewa terpaku pada pertanyaan salah satu kakaknya itu , dia baru sadar bahwa selama hampir dua bulan ini mereka bercinta tanpa menggunakan pengaman atau apapun . Dan sampai sekarang belum ada tanda tanda kehamilan istrinya .
" Tidak usah pasang muka horor seperti itu Wa , biasa saja ! "
" Apa sih Kak !! "
__ADS_1
" Gimana keadaan kakaknya Jasmine ? Kakak dengar tadi sempat ada kejadian di pestanya pak Prapto . Kakak tidak bisa ikut kesana karena Nayya sedang sangat sensitif dengan bau bauan yang menyengat . Sepertinya kamu harus ekstra menjaga Jasmine Wa ! Kalau di lihat dari luar sih dia kayak wanita tangguh dan millenial tapi istrimu itu polos dan lugunya kebangetan ... sebelas dua belas sama istri Kak Jerry "
Dewa mengangguk angguk seolah membenarkan kata kata Jerry padanya .
" Astika masih dirawat di rumah sakit , dokter kasih obat tidur setelah menguras semua isi perutnya tadi . Tadi sebelum pesta sih rencananya malahan mereka bakal nginep di apartemen Dewa "
" Kalau nenek sihir itu ngotot tinggal disini kamu bawa saja istri kamu ke mansion Adipraja , beres kan !! Untung dulu kamu enggak jadi nikah sama dia . Jasmine belum tahu belang kakaknya sampai saat ini !? "
" Semalam Kak Adam juga tanya hal itu , Dewa nggak tega ! Kak Jerry tahu sendiri istri Dewa sayang sama kakak perempuannya . Dewa takut jika Dewa mengatakan semua malah akan terjadi salah paham "
" Dewa tahu itu Kak "
" Rajin rajinlah bercinta Wa , biar istrimu cepat hamil dan terikat sama kamu selamanya . Nenek sihir itu tidak akan bisa memisahkan kalian lagi "
' Nggak usah disuruh juga sudah rajin kalau itu sih ! Tadi aja udah mau kelar kalau enggak ada tirex lewat " sahut Dewa dengan entengnya .
Jerry hanya terbahak , dulu ia pun pernah mengalami hal yang serupa ketika malam pertamanya . Waktu itu dia harus mengantar Aira yang akan melahirkan putra keduanya , Langit . Bahkan ia hanya mengenakan kolor saat tiba di rumah sakit itu . Sepertinya pembalasannya salah alamat kali ini .
__ADS_1
" Ngomong ngomong kok sepertinya mereka anteng banget ya , Kakak jadi curiga nih ! "
Jerry segera melangkah ke arah dapur tempat para istri mereka tadi sedang minum kopi dan ngobrol cantik . Dua wanita cantik itu sudah tidak terlihat disana lagi , dengan hati sedikit panik Jerry melangkah ke ruang tengah .
Jerry dan Dewa hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat wanita mereka sudah tertidur pulas di atas karpet dengan televisi di depan mereka yang di biarkan menyala .
Sepertinya tadinya mereka mengobrol sambil menonton televisi dan kemudian malah berakhir dengan tidur disana karena hari memang sudah menjelang pagi .
" Kita tidur juga Wa , lumayan bisa merem sebentar " ujar Jerry kembali melangkah ke ruang tamu dan berbaring di sofa .
Sedang Dewa mengambil selimut tebal yang ia gelar diruang tamu tepat di bawah Jerry .
" Kok jadi kayak kos kosan kita ya Wa ! "
" Sekali kali Kak , besok kita balas mereka . Kita bikin enggak tidur sampai pagi "
" Ha ... ha .. ide bagus tuh ! Tumben kamu pinter !! "
__ADS_1