
" Daddy tumben ke sini pagi pagi sekali " sapa Vio pada Daddynya yang sudah ada bersama suaminya main catur di pagi ini .
Saat weekend Sono memang lebih suka menghabiskan waktunya di rumah bersama anak dan istrinya .
" Daddy kangen sama Dara , Daddy baru tahu kalau Anandara punya pengasuh baru . Sepertinya semakin hari kau bertambah baik sayang , kau sudah tak sepucat kemarin lagi ! Dokter sudah bilang dengan terapi kedua kakimu !? "
" Sudah , dokter bilang semakin cepat Vio belajar menggerakkan otot kakinya maka dia semakin cepat pulih . Tapi Sono tidak mau memaksa Vio Dad , semua terserah dia saja ! Jika dia siap maka Sono pasti akan mendampinginya "
Gaffar manggut manggut mendengar penjelasan dari menantunya , dia bahagia setidaknya bisa melihat putrinya semakin hari kondisinya semakin baik . Dan dia juga sudah mendengar penjelasan dokter pribadi Vio tentang kelumpuhannya yang bisa disembuhkan .
Gaffar berharap semua bisa kembali seperti semula .
" SKAK MAT ... "
Lamunannnya buyar ketika mendengar suara Sono yang kembali mengalahkan dirinya .
" Ckk ... aku hanya sedang tidak fokus tadi , wajar jika kau bisa mengalahkan aku " kata Gaffar agar tidak terlalu malu pada putrinya .
Entah kenapa ia tidak pernah bisa mengalahkan menantunya dalam permainan catur . Padahal semua orang tahu dia adalah pemain tak tik dan pemain catur yang tak terkalahkan .
Sesaat kemudian Sono melihat ponselnya sejenak . Dia sepertinya sedang bertukar pesan dengan seseorang .
" Kau masih saja sibuk saat akhir Minggu begini Nak "
__ADS_1
" Hanya membaca laporan Rendy , dia kepala pengawal nyonya muda Dad "
" Nyonya muda ?? "
" Jasmine ... istri Dewa Adipraja "
" Oooo ... memang ada apa pagi pagi begini ia lapor padamu ? "
Sono sedikit merasa aneh ketika mertuanya yang tiba tiba saja ingin tahu tentang keluarga Dewa , tapi ia tidak ingin berprasangka buruk karena ia tahu mertuanya adalah pria yang baik .
" Rendy hanya meminta ijin untuk menambah ekstra pengawal.pagi ini . Nyonya Muda dan ibu mertuanya saat ini sedang jogging di taman umum , dan pastinya para pengawal akan kerepotan karena biasanya mereka memilih joging ditempat keramaian . Adam Adipraja bisa murka kalau sekali lagi ada penculikan dalam keluarganya seperti saat Dewa waktu itu "
" Adam ?? "
" Putra kedua Adipraja , Tuan Alfian sendiri yang menggembleng dia agar bisa menjadi tangan kanannya . Dia pendiam tapi dialah satu satunya putra Adipraja yang bisa menguasai dunia bawah seperti tuan Alfian "
" Semua orang punya masa lalu Dad ... "
Seorang pria yang menjadi supir dari Gaffar Al Shamma tiba tiba masuk dan menghampiri mereka membawa sebuah paper bag .
" Lhoohh Daddy mau kemana , Vio udah bikin bubur keju kesukaan Daddy . Sebentar lagi matang " kata Vio yang melihat Daddynya mengganti sepatunya dengan sepatu khusus lari dan melepaskan kaosnya berganti dengan kaos oblong longgar yang memperlihatkan seluruh otot lengannya .
" Tiba tiba Daddy ingin jogging pagi ini . Sudah lama sekali Daddy tidak lari pagi , pulang dari jogging pasti Daddy akan memakan bubur yang kau buat sayang "
__ADS_1
" Ooo ... Di depan komplek ini ada taman yang tiap weekend seperti ini banyak digunakan untuk jogging santai . Daddy bisa kesana "
" Tapi Daddy sedang ingin menemui seseorang juga sayang , doakan saja Daddy berhasil ya "
" Daddy ada proyek disini ?? "
" Bisa di bilang begitu , ini proyek besar sayang "
" Al Shamma ada proyek disini ?? Sepertinya saya baru mendengarnya ... " kata Sono sambil mengernyitkan dahinya .
Setahunya tidak ada satupun Perusahaan besar yang ada di sini mempunyai proyek besar bersama Al Shamma . Perusahaan milik mertuanya menguasai bisnis di Eropa bersama mega perusahaan yang ada disana .
" Hei jangan terlalu dipikirkan tentang proyek Daddy kali ini . Ya sudah sepertinya Daddy harus segera berangkat sebelum hari semakin siang "
Vio dan suaminya saling berpandangan , sepertinya proyek yang ditangani Daddy mereka benar benar proyek besar karena Gaffar terlihat sangat antusias dan sangat bahagia ketika pergi beranjak dari rumah mereka .
Dan Sono dibuat terkejut dengan panggilan yang menampilkan nama putra kedua Adipraja di layar ponselnya .
" Bos Adam , tumben .... " lirihnya sebelum mengangkat teleponnya .
" Ya halo Bos ! "
" Perketat penjagaan nyonya muda dan lbu Sri !! Aku menemukan ada seseorang yang sedang mengawasi mereka . Yang pasti orang itu bukan orang sembarangan karena orang orang suruhannya sangat profesional . Kita tidak boleh kecolongan lagi Son ... "
__ADS_1
" Baik Bos , nanti aku segera koordinasi dengan Rendy tentang masalah ini "
" Aku peringatkan sekali lagi karena jika kejadian seperti kemarin terulang aku sendiri yang akan melemparmu ke kutub Utara "