
Jasmine bergegas berlari menuju pintu ketika mendengar bel pintunya berbunyi . Dahinya mengernyit ketika melihat dua wanita muda nan cantik berdiri di depan pintunya .
" Hai ... kau pasti Jasmine "
" lya , apa saya mengenal anda ?? "
Dua wanita itu tersenyum ramah pada Jasmine yang terlihat masih bingung . Dulu saat pernikahannya hanya Deniel yang datang hingga saat ini Jasmine tak mengenal Val ataupun Erin .
Jasmine baru tahu jika dua wanita itu pasti mengenal Dewa ketika Deniel datang menyapanya dengan seorang pria tampan yang tampak lebih dewasa .
" Kak Deniel ya ?! "
" Hai Jasmine ... "
" Kak Deniel ! Kak Varo !! " pekik Dewa merasa senang dapat kembali bertemu dengan dua orang yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu .
Mereka sudah berkumpul diruang tamu sekarang . Dewa memperkenalkan mereka karena Jasmine belum mengenalnya .
" Kau pasti sudah tahu Kak Deniel , yang disampingnya adalah Kak Vallery istrinya . Dulu dia dokter keluarga Adipraja "
Vallery langsung memeluk Jasmine karena mereka memang duduk bersisian .
" Dan itu Kak Varo dan istrinya namanya Kak Erin . Mereka semua saudaraku ! Mereka yang selalu mendukung aku dan Mbak Aira ketika kami terpuruk "
" Hai Jasmine senang bertemu denganmu " kata Erin ramah . Gadis yang dulunya sederhana itu menjelma menjadi wanita yang sangat cantik dan elegan .
" Bagaimana keadaanmu ? Kemarin Aira menelpon kami berdua dan menceritakan semuanya . Pantas saja istrimu punya pemuja rahasia , dia memang cantik " ucap Deniel .
" Aira histeris ketika menceritakannya , wanita memang sangat bisa mendramatisir keadaan . Dia bilang kau sempat di bawa ke rumah sakit " Varo yang dari tadi diam kini membuka suaranya .
__ADS_1
" Aku memang sempat pingsan dan di bawa ke rumah sakit , tapi kondisiku baik baik saja . Asistenku yang tertembak karena memasang badan untukku dan Mas Bumi "
" Haisshh ... kenapa aku harus mendengar nama menyebalkan itu lagi !! " gerutu Deniel.yang dari dulu tidak suka dengan Bumi . Karena sulung Adipraja itu pernah menyakiti Aira dengan sangat dalam .
" Sudah lama berlalu Kak ! Kakak datang kesini bukan hanya untuk menengok aku kan ? "
Varo dan Deniel hanya terkekeh bersama , bungsu Adipraja itu ternyata sudah semakin tajam penglihatannya .
" Kami sempat mendengar jika kemarin sempat ada ketimpangan di Adipraja gara gara memutus kontrak dengan beberapa pemegang saham . Kami sudah membicarakan ini dengan Bumi sebelumnya . Kami membeli sebagian kecil saham itu walau kami yakin Bumi bisa mengatasinya sendiri . Aku dan Varo membelinya atas namamu , kami membelinya untuk hadiah pernikahanmu "
" Tapi tidak harus seperti itu kan ? Kalian bisa menjadi pemegang saham juga . Adipraja pasti makin kuat jika ditopang oleh pengusaha pengusaha seperti kalian "
" Terima kasih , tapi kami melakukannya benar benar untukmu Wa . Biarkan kali ini kami menjalani peran sebagai kakakmu "
Jasmine , Val dan Erin tampak datang dari arah dapur . Mereka membawa minuman dan makanan ringan untuk menemani ngobrol mereka . Tiga wanita cantik itu tampak sudah begitu dekat walau baru dalam hitungan menit mereka bertemu .
Setelah meletakkan makanan dan minuman di meja mereka segera menuju keruang televisi , mereka membiarkan para suami untuk leluasa berbincang .
" Hampir empat tahun ... " jawab Val.dan Erin hampir bersamaan hingga mereka tertawa kecil .
" Ehhmm ... apa kalian sudah punya momongan !? "
" Erin sudah punya satu orang princess , dan sebentar lagi princess nya akan mempunyai seorang adik . Dia sedang hamil tiga bulan sekarang ini , tubuhnya sangat ramping jadi belum terlalu kelihatan sekarang " jelas Vallery .
" O ya !! Selamat Kak Erin ... Kak Varo pasti sangat mencintai Kakak "
" Dan sampai sekarang aku belum dipercaya untuk memilikinya " lanjut Vallery yang membuat Jasmine sedikit terkejut mendengarnya . Erin memeluk saudarinya itu sambil mengelus lembut bahu Val .
" Jangan pasang wajah syok seperti itu .. "
__ADS_1
Vallery mencubit lembut pipi Jasmine yang saat ini sedang menatapnya lekat .
" Kalian menundanya !? "
" Saat pertama kali menikah aku sempat menundanya atas ijin Deniel . Waktu itu kami harus pindah dari lndonesia ke Beijing . Banyak sekali yang harus kami lakukan , kami harus menata semuanya dari awal . Deniel dengan perusahaannya , dan aku dengan rumah sakit yang dibeli Daddy untukku "
Barnett Brown memberikan rumah sakit untuk menantunya sebagai hadiah pernikahan .
" Tapi hanya beberapa bulan saja kami menundanya . Tapi nyatanya Tuhan belum memberi kepercayaan pada kami sampai sekarang . Kami jalani semua dengan ikhlas , tidak ngoyo ... kami yakin suatu saat Dia akan memberikannya pada kami "
Jasmine mengangguk , dia kagum pada dokter cantik didepannya yang bisa memandang semua dari sisi positifnya . Dia membandingkan pada dirinya sendiri yang selalu menampakkan kesedihannya di depan Dewa karena hal itu .
Harusnya dia bisa seperti Vallery agar sang suami tidak terbebani dengan masalah ini . Vallery mungkin benar , semua hanya masalah waktu saja .
*
Waktu ternyata cepat berlalu bagi seorang Wicaksono , pagi ini adalah hari bahagianya . Bertempat di kamar hotel milik Gaffar proses akadnya akan berlangsung . Hanya Dewa dan istrinya yang akan menyaksikan semua . Pernikahan itu benar benar dilakukan secara tertutup .
Betapa terkejutnya mereka ketika menuju presidential suite room ternyata kamar itu sudah free alias penghuni kamar sudah check out . Dan kamar Vio pun ternyata juga sudah free .
Tak habis akal mereka segera menanyakan hal ini di resepsionis hotel .
" Permisi Mbak apakah kamar utama dilantai teratas dan kamar no 616 penghuninya sudah check out ?? "
" Sebentar Pak , boleh saya tahu apakah anda adalah keluarga mereka ?? "
" Saya calon suaminya , harusnya kami menikah hari ini di kamar teratas "
" Oooo pasti anda tuan Wicaksono , kami ada titipan dari nona Violetta untuk tuan "
__ADS_1
Resepsionis itu kemudian mengambil sebuah kotak kecil dan di berikan pada Sono . Dan dengan tidak sabar calon pengantin itu membukanya ...
" Surat ... " lirih Sono ketika melihat isi kotak tersebut .