Hasrat 3 cinta

Hasrat 3 cinta
16. Prahara.


__ADS_3


...🌹🌹🌹...


Suara ketukan pintu membangunkan kedua insan yang masih terlelap di pagi buta. Ayana mengerjapkan matanya dan tersenyum kala melihat Gino yang masih memeluknya erat dengan menjadikan kepalanya sebagai tumpuan dagunya.


" Ah, siapa itu pagi-pagi begini? Mas, bangun.." Ayana mengguncangkan perlahan tubuh Gino. Gino menggeliat dan lalu membuka matanya. " Bangun, apa kau punya janji dengan seseorang? " Tanya Ayana yang mengira jika yang bertamu adalah orang suruhan ataupun sekretaris pribadi Gino.


Gino mengucek matanya lalu melihat jam di ponselnya. " Aku tidak membuat janji dengan siapapun Na. Tidak ada yang tau tempat ini kecuali kita." Gino memasang wajah yang tak kalah bingung dari istrinya. Mereka saling pandang dan bertanya dalam tatapan.


" Lalu itu siapa? Apa orang dari penanggung jawab apartemen?" Ayana hanya asal menebak mengingat beberapa hari lalu memang ada keluhan tentang air.


"Auh.... !" Keluhnya sebelum beranjak bangun dari sisi Gino.


Gino yang melihat Ayana meringis kesakitan dia terlihat panik ditambah lagi dengan melihat bercak darah di bokong Ayana.


" Kau berdarah Na?" Gino mendelik dan terlihat gugup.


" Ah, ini? Normal jika Setelah pendarahan, maka akan mengalami seperti haid dan berangsur berkurang setiap harinya." Jawab Ayana yang memberikan rasa lega kepada Gino.


Gino mengecup kening Ayana " Kau bersihkan saja itu, aku saja yang akan membuka pintunya. Kulihat siapa tamu kurang ajar yang datang pagi-pagi begini."


" Masih sakit?" Gino cemas.


Ayana menggeleng " Tidak, terlalu. Tapi ya masih sakit." Jawabnya lirih dan diikuti dengan senyum simpul.


Lagi-lagi ketukan pintu berubah menjadi suara gedoran yang keras. Gino keluar dengan kesalnya dia mengepal erat lalu beranjak pergi. Ayana yang tak mau ambil pusing kemudian membersihkan dirinya di kamar mandi.


" Siapa?" Tanya Gino yang membuka pintu dengan nada tak suka.


" Kau....!" Tak banyak bicara Jackie yang kesal lantas menghadiahi Gino dengan bogem mentah berkali-kali sampai Gino yang tak siap menerima serangan tersungkur di lantai dengan Jackie yang menungganginya.


Gino mulai terbawa suasana dan hendak membalas Jackie. " Ada apa kau ini!" bentak Gino kuat sampai gema suaranya merambat ke kamar utama membuat Ayana yang masih berganti baju menoleh dan lamat-lamat mengamati suara ribut-ribut dari ruang tamu.

__ADS_1


Tak terelakkan lagi, adu jotos berlangsung seru. Keduanya saling balas dan mengeluarkan darah dari bagian yang terluka. Gino tepat di hidungnya sedangkan Jackie berdarah di sudut bibirnya. Tak terlalu parah sebab Jackie yang menjadi penyerangnya.


Gino sudah bisa menebak mengapa Jackie mengamuk dan juga mengapa Jackie sampai tau dimana alamat apartemen miliknya. Sudah pasti ada yang memata-matai nya selama ini. Hanya saja Gino tak mau asal tuduh. Segala bukti masih di kumpulkannya.


" Kak!!" Teriak Ayana histeris lalu berusaha memisahkan keduanya yang sedang bergulat dalam amarah.


" Kau! ternyata kau bermuka dua selama ini. Kau berlagak sok baik di hadapanku! dihadapan keluargaku! Tapi inilah kau yang sesungguhnya, kau yang menjadi wanita rendahan karena telah merebut Kakakku dari istrinya! " Cecar Jackie pada Ayana dengan segala hinanaanya.


Ayana seolah tuli dan tak mendengar makian dari Jackie. Baginya yang terpenting saat ini hanyalah menghentikan perkelahian Kakak beradik tersebut.


" Tidak, aku tidak seperti itu. Jackie kumohon jangan sakiti Kak Gino lagi." Ayana berusaha melepaskan cengkraman Jackie dari kerah baju Gino dan satu tangannya sudah siap untuk memberikan bogem mentahnya lagi.


Jackie tak menggubrisnya. Dia melupakan janjinya pada Lena untuk tidak berbuat kasar. " Kau membelanya? kalian tinggal satu atap? kau istrinya bukan? Istri yang hanya menginginkan uangnya?" Cecar Jackie dengan tatapan membunuh.


Ayana yang sebenarnya tubuhnya masih lemah hanya bisa sekuat tenaganya untuk melepaskan cengkraman Jackie dari Gino. Sementara itu Gino hanya bisa terdiam menerima amukan adiknya. Tangannya tak tega untuk membalasnya. Sedari tadi dia hanya sekedar menangkisnya dan tak sengaja mengenai sudut bibir Jackie. Gino teramat sangat mencintai si bungsu itu.


" Kau salah paham Jack! Dengarkan penjelasan kami dulu!" Gino akhirnya membuka suaranya dengan tubuh yang masih merebah tak berdaya.


" Salah paham? Ya memang semua ini salah terutama hubungan menjijikkan kalian! Ceraikan dia!! Selesaikanlah ini sebelum Ayah dan Bunda tau!" Pekik Jackie dengan matanya yang memerah karena emosinya yang meledak-ledak.


Mendengar Ayana menyebutkan kata Suamiku membuat Jackie semakin geram dan dia tanpa sadar mendorong tubuh Ayana kuat-kuat dengan tinjunya tepat di bagian perut. Ayana jatuh tersungkur dan darah segar kembali mengucur dari sela******annya.


Ayana tersungkur dan merintih kesakitan. Gino yang melihatnya reflek langsung mendorong kuat Jackie. Jackie sepersekian detik dia membeku melihat buah dari tindakannya yang melukai sosok wanita yang pernah dicintainya.


Jackie mematung dan tak bergeming. Kakinya serasa tertanam di bumi. Dia hanya bisa mengamati betapa paniknya Gino yang dengan cepat membopong tubuh Ayana yang sudah tak berdaya dengan mata yang terpejam.


" Kau melukainya!! Baru kemarin kami kehilangan bayi kami, dan sekarang kau melukainya!!" Bentak Gino sebelum meninggalkan ruangan.


Jackie merenung dan melamun melihat kepergian Ayana dan Gino. Matanya terpaku pada darah segar yang tertinggal di lantai. Telinganya masih saja terngiang-ngiang rintihan Ayana yang mengaduh kesakitan.


...🌹🌹🌹...


" Kak?" Ayana mengusap perlahan kepala Gino yang tertunduk dan tertidur di sampingnya.

__ADS_1


Ayana kembali menjadi penghuni kamar rawat inap.


Gino belum terbangun dan Ayana masih mengusapnya dengan sayang. Dia menyalurkan kehangatan yang mungkin esok hari harus di sudahinya.


" Em... Na? Kau sudah bangun? Bagiamana apa ada yang sakit, katakan eoh.." Gino membelai Surai hitam Ayana.


Sebenarnya sudah sedari tadi Ayana tersadar. hanya saja sedari tadi waktu itu digunakannya untuk mengamati wajah suaminya. seolah-olah tak ada lagi Hari esok untuk nya 1 pemikirannya dia semakin mantap bercerai dengan Gino setelah kejadian hari ini.


Ayana tak mau lagi jika harus ada korban berikutnya. Dia yakin benar bahwa yang didengarnya malam itu di dalam mobil Lena adalah suatu kenyataan, bukan hasil dari halusinasinya karena menahan rasa sakit.


lelaki yang tertidur disampingnya itu kini merupakan satu-satunya harga berharga miliknya yang harus rela untuk dilepaskan. Ayana hanya tidak mau jika akan semakin banyak kejadian buruk yang mungkin saja bisa terjadi sesuai dengan apa yang pernah Lena katakan.


"Kak ada yang ingin kukatakan."


"katakanlah, bicaralah."


"aku sudah memikirkan hal ini dengan matang Aku memikirkan semuanya semua ini demi kebaikan kita tidak ada niatan dari Kak Lena untuk menikahkan kita selain dia ingin mempermainkanmu aku tidak mau ada korban lagi selanjutnya dia sudah berhasil mengadu domba kau dengan adikmu. Aku tidak mau jika kita terus bersama maka mungkin Tuan dan Nyonya juga akan..... aku tidak bisa mengatakannya kurasa kau cukup mengerti apa maksudku." Ayana memalingkan wajahnya dia membicarakan sesuatu yang sangat menyakiti hatinya dengan menyembunyikan bulir air mata yang terus saja jatuh membasahi pipinya.


"aku pun sudah memikirkan hal ini tapi jika aku menceraikanmu sekarang Tidak kah aku ini menjadi lelaki yang sangat jahat? kau istriku, kau sedang kesakitan dan sendirian. Aku rasa tidak baik jika aku menceraikan mu saat ini."


"jika bercerai memang adalah suatu hal yang terbaik maka aku akan menuruti kemauan mu itu walaupun dengan berat hati aku akan menceraikanmu. Tapi nanti, setelah keadaanmu benar-benar pulih aku akan mencarikan mu tempat yang baru setelah itu bukalah lembaran baru dan lupakan lah aku."


"sampai akhir hayatku Aku tidak akan pernah bisa melupakanmu Kau adalah sosok lelaki yang baik. Kau juga adalah Ayah dari anakku walaupun aku tak berhasil melahirkannya ke dunia kau tetap Ayahnya. Dia tetap anak kita walaupun pernikahan ini bukan pernikahan yang diakui negara. Tapi dalam pernikahan ini Aku merasa bahagia kau memperlakukanku dengan baik. Tidak ada yang perlu disesali dalam hubungan kita ini."


" Na..., Maafkan aku... Jangan berkata seperti itu. Hal itu hanya membuatku semakin tak rela untuk melepasmu." ujar Gino yang kemudian bangkit dan memeluk Ayana dia menyembunyikan kepalanya di ceruk leher istrinya hal yang terakhir kali ingin dilakukannya adalah menghabiskan waktu berdua seharian dengan Ayana.


" Untuk seharian ini biarkan Aku memelukmu biarkan aku menciummu. Kau wanita baik Kau Istriku yang manis. dan aku mencintaimu." ucap Gino dengan air mata yang mengucur dia benar-benar tak rela untuk melepaskan istri keduanya ini separuh hatinya telah penuh dengan nama Ayana dan sekarang dia harus rela melepaskan apa yang dicintainya demi kebaikan bersama.


...🌹🌹🌹...


Aku telah melukainya. lagu Mami Jacky seorang diri di bandara fiumicino.


Setelah kejadian itu, Jackie bergegas pulang dia mengambil lagi tas dan koper nya yang belum sempat dibuka tanpa sepengetahuan orang rumah. Dia kembali terbang menuju Italy.

__ADS_1



__ADS_2