Hasrat 3 cinta

Hasrat 3 cinta
57. Panda istimewa.


__ADS_3

...🌿🌿🌻🌿🌿...



...🌿🌿🌻🌿🌿...


Tergenggam erat tangan kekar dengan urat-urat yang menyembul menunjukkan garisnya.


Ada rasa sedih di hati Ayana setiap kali mengingat fonis sang Dokter yang diterimanya.


Fonis yang mengatakan kemungkinan terburuk dari keputusannya.


Disini dalam ruangan yang bernuansa abu-abu, Ayana berfikir bila memang usianya tak lagi panjang, dia ingin melakukan suatu hal terbaik untuk suaminya.


Seseorang yang kini benar-benar mencintainya dan bisa menerima masa lalunya yang memalukan.


Dimana lagi ada seseorang yang mau menerimanya dengan kesalahan fatal menikah dengan Kakak pacarnya sendiri?


Sungguh Ayana tak punya muka saat mengingat hal itu.


"Sayang, bangun." Lembut Ayana bertutur kata, tangannya terulur mengusap perut Jackie dan sesekali menggelitiknya.


Balasan diterimanya, Jackie balas menggelitiknya meski dengan matanya yang terpejam.


"Kau menggelitik ku kan? rasakan ini.." Jackie menggelitik perut Ayana. Yang di gelitik tertawa geli.


"Hentikan!! ampun...! geli Jack." Katanya kelepasan memanggil suaminya hanya dengan nama tanpa ada embel-embel Sayang.


Jackie mebeliakkan matanya dan terdiam dengan ekspresi yang sulit dijabarkan. "Apa tadi Jack?" Tanyanya yang kemudian melanjutkan pergerakan tangannya menggelitik perut Ayana.


Awalnya ya biasa-biasa saja, sampai akhirnya Ayana mengaduh kesakitan. "Aduh, aduh.... Sakit...! Perutku kram." Ucap Ayana tanpa tawa lagi.


"Sakit? Benarkah? kenapa?" Jackie seketika terduduk dan menghentikan aksinya.


"Sepertinya kram..., atau lapar." Celetuk Ayana menutupi sesuatu yang dirasakannya.


Jackie tertawa, "Ah~~~~ kau hanya mengecoh ku bukan?" Ucapnya dengan mata yang menyipit tajam. "Lalu apa semalam kau juga hanya menipuku?" Tanya Jackie menyinggung soal kejadian semalam dimana Ayana merintih kesakitan dan mengatakan perutnya sedang kram disela-sela permainan Jackie.


"Aku serius, memang terasa kaku dan nyeri." Kata Ayana mengutarakan yang sebenarnya dia rasakan semalam.


Jackie menggaruk alisnya. " Dari beberapa cerita temanku yang sudah punya anak, hal semacam itu sering terjadi pada istri mereka yang hamil muda." Kata Jackie terhenti dan menatap Ayana penuh antusias. " Sayang apa kau sedang hamil sekarang?" Tebaknya dengan wajah bahagia.


Ayana gelagapan dan menelan salivanya tanpa berani menatap wajah suaminya.


"Em... em...." Tertolong lah dia sebab disaat yang tak terduga ponselnya memunculkan nada notifikasi pesan masuk.

__ADS_1


"Ah sebentar, siapa pagi-pagi mengirim pesan?" Katanya dengan sengaja mengalihkan atensi dan topik pembahasan.


Jackie mengernyitkan keningnya heran dan hanya terdiam duduk di tempatnya. Sementara Ayana , dia membuka dan membaca pesan.


" Siapa?" Tanya Jackie yang kemudian menenggerkan dagunya di atas pundak Ayana.


Satu tangan Ayana menangkup wajah Jackie dan mengusap pipinya dengan lembut. " Lihat, aku menang undian." Ayana menunjukkan isi pesan dari nomor baru. Ya... siapa lagi kalau bukan Shaga.


"Ah, hanya undian kecil. Apa kau senang dengan hadiah yang sangat biasa itu?" Tanya Jackie setelah meremehkan bentuk apresiasi dari Cafe milik Shaga.


Ayan tersenyum. Bagaimana pemikiran suaminya bisa sangat naif dan arogan dalam waktu yang bersamaan?


"Sayang, bukan semata-mata hadiahnya. Tapi aku rasa ini cara mereka untuk mengucapkan terimakasih kepada para pelanggannya. Itu baik, itu tandanya besar kecil yang dibeli pelanggan, merupakan suatu hal yang patut di apresiasi oleh si pemilik cafe." Ucap Ayana memberikan pernyataan dari pola pikirnya.


"Kau, setelah semalam membuatku kesakitan, hari ini mau memberikan apa sebagai apresiasi?" Tanya Ayana mengharapkan sesuatu.


"Oh, jadi ada pamrihnya." Jackie mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum jahil.


Cup!


Kecupan mendarat di leher Ayana membuat Ayana menggeliat dan terkikik. " Geli..." Ucapnya.


"Baik, sebagai bentuk apresiasi... aku akan membuatkan sarapan untukmu." Kata Jackie dengan senang hati.


"Oke!" Ayana menunjukkan jempol tangannya dan tersenyum lebar dengan satu matanya mengerling.


"Nak, nanti... saat kau lahir di dunia ini... jangan lupakan Ibu ya?" Gumam Ayana diiringi dengan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk. Untuk sekedar mengedip saja, air matanya akan tumpah membasahi pipinya.


Ayana dengan segera kembali memakai handuknya dan memakai baju. Dia tak mau membuang-buang waktu untuk berjauhan dengan suaminya disaat fonis menyatakan usianya tak lagi lama.


"Astaga! Kau mengagetkanku" Kata Jackie yang hampir saja menjatuhkan piring yang di pegangnya kala Ayana tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"Maaf Hanya sedang kangen saja." Kata Ayana dengan suaranya yang sendu.


"Kangen? baru tadi kan kita berdua di kamar dan kau mandi juga hanya setengah jam yang lalu. Bisa cepat kangen?" Cetus Jackie heran.


Ayana diam tak menjawabnya, dia hanya sibuk menghirup aroma khas. suaminya. Aroma tubuh yang mungkin akan sangat lama tak terendus lagi oleh Indra penciumannya.


"Kita makan sepiring berdua ya Sayang?" Tanya Ayana tiba-tiba saat Jackie hendak mengambil makannya sendiri.


Mengapa dia begitu aneh hari ini?


Dia sangat manis dan manja. Batin Jackie yang tak diutarakannya hanya menatap lekat kedua mata Ayana tanpa banyak bicara.


...🌿🌿🌻🌿🌿...

__ADS_1


"Hai!!" Seru Shaga saat melihat Ayana datang berkunjung ke cafenya.


Ayana hanya menyahuti dengan anggukan dan senyuman.


"Hai!" sapanya datar tanpa banyak ekspresi yang berarti.


"Wah, aku senang sekali akhirnya kau bisa datang kemari setelah sekian lama."


"Eum.... aku lebih senang karena menang undian. Mana hadiahku?" Tanya Ayana dengan matanya yang sudah memindai isi di rak pajangan.


"Hadiahmu ya? sebentar aku ambilkan." Kata Shaga yang kemudian masuk ke bagian belakang cafe.


Di kantor belakang Cafe.


"Wih, wajahmu berbinar bos setelah 7 abad 7 windu mendung." sindir Evan dengan terkikik kecil.


"Diam kau!!" Sahut Shaga dengan wajahnya yang dingin.


"Ehem! Malu ya? Tapi bos, dia... bukanya dia istri dari Jackie Putra Armanto?" Kata Evan.


" Kau tahu?" Shaga tertegun tak percaya Evan yang setiap hari hanya di sibukkan dengan pesanan kopi mengetahui tentang Jackie yang masyhur di dunia bisnis.


"Tentu saja. Aku sering membaca majalah bisnis. Dia sangat terkenal karena ketampanannya, terakhir berita tentangnya heboh saat foto Pernikahannya di rilis dan di akukan sebagai hari patah hati nasional." Jawab Evan menjabarkan apa yang di ketahuinya.


"Aku juga tahu." Celetuk Shaga dengan santainya dan memeluk boneka panda yang akan dia tujukan kepada Ayana.


"Lalu? kau... sengaja?" Evan berfikir keras dan berharap semoga saja bosnya tidak gila mencintai istri orang.


"Hahahaha! yang memacu adrenalin itu lebih menarik. Bukankah pernikahan itu memiliki akhir?" Kata Shaga dengan seringai di sudut bibirnya.


"Astaga!! gila kau sudah gila bos!! carilah yang lain.. masih banyak wanita di luaran sana." Kata Evan.


"Banyak memang, tapi hatiku? hanya punya satu ratu." Sahut Shaga yang kemudian meninggalkan Evan yang menggeleng tak percaya.


" Lama ya?" Tanya Shaga dengan tersenyum manis pada Ayana.


"Oh tidak, aku sabar kok apalagi untuk menerima hadiah gratis." Kata Ayana.


"Ini, ini panda terimut yang ada dalam hadiah undian dia panda istimewa." Kata Shaga.


Ayana sudah sangat berbinar menerima lalu memeluk boneka panda tersebut.


Panda itu istimewa Ay, karena aku yang membelikannya langsung dari Cina dan boneka itu tak akan kau temukan penjualnya disini. Batin Shaga yang ikut senang melihat tawa riang Ayana.


Author : "Shaga, udah deh ga usah cari marabahaya. Entar kalau ketauan Jackie berabe ..."

__ADS_1


Shaga : " Thor, cinta itu buta dan rela. Aku harus rela menerima segala konsekuensinya. Aku tidak mau kalah sebelum berperang. Coba dulu."


Author : " Masalahnya yang elu coba itu bini orang nyet!! kesel gue lama-lama"


__ADS_2