Hasrat 3 cinta

Hasrat 3 cinta
61. Sebagai bekal?


__ADS_3

...🍁🍁🌼🍁🍁...



...🍁🍁🌼🍁🍁...


...Terkadang, apa yang terjadi pada Manusia sungguh terjadi tanpa nalar dan di luar dugaan. Semuanya bergulir mengikuti takdir. terserah kemana Tuhan akan membawa sampai ke titik akhir....


...💮💮💮💮...


"Janji padaku kau akan selalu mengingatku?" Tanya Ayana yang sudah memeluk Jackie dari belakang saat sang suami tengah sibuk menandatangani beberapa berkas.


"Iya, aku janji. Memangnya kalau bukan memikirkan kamu lalu siapa? Apa kau sudah lupa bagaimana aku menjadi kacau setelah kejadian itu?" Alih-alih menjawab tanpa setumpuk pertanyaan, Jackie malah memberikan begitu banyak pertanyaan.


Benar sekali, sangat benar.


Memang hanya Ayana yang sanggup mengobrak-abrik jiwa dan hati Jackie Putra Armanto. Tidak ada yang lain lagi.


"Iya, maaf untuk semua yang lalu." Ayana berbicara dengan nada sendu seolah semua kesalahan memang tertuju padanya membuatnya hilang nyali untuk sekedar kembali berbicara.


Menyadari volume suara dari istrinya yang berubah menjadi sendu, Jackie menghentikan gerak tangannya dan melirik wajah sang istri yang masih bertengger di pundaknya.


"Jangan sedih, semua sudah lalu. Bukankah kita berjanji hanya akan mengukir masa depan bersama?" Tanya Jackie dengan sorot lembut matanya.


Tapi maaf, untuk janji yang satu itupun sepertinya aku tidak bisa menepatinya. Maafkan aku suamiku. Ayana hanya membatin dalam diam dan balas menatap teduh suaminya.


"Give me a kiss. I wanna kiss now!" Kata Jackie.


"Now?" Ayana membelalakan matanya tak percaya. mereka masih di kantor dan berada di meja kerja.


Belum selesai dan masih ingin bertanya, tapi Jackie dengan cepat sudah menyambar bibir mungil istrinya. Dia begitu ingin dan bergairah.


"Sayang, sekarang bisa kita ke hotel di dekat sini?" Tanya Jackie dengan kabut gai*ah di sela-sela ciumannya, nafasnya memburu menandakan dia ingin sesuatu.


"Ah? Kau...?" Ayana tak percaya. dia sekilas menatap mata Jackie lalu turun kebawah.


Ya, di bawah sana sudah ada gumpalan otot dan pembuluh darah yang membesar hingga membuat sesak celana.


"Hahahaha, kau begitu manis sayang sampai aku tak bisa menahannya." Ucap Jackie merayu.


"No! Lihat siapa yang berdiri di pintu!" Ayana menepuk-nepuk pundak Jackie untuk menghentikan aksinya yang semakin liar.


Alex terdiam mematung ditempatnya berdiri. Matanya membulat dan tubuhnya membeku. "Ah! mataku ternoda!! Apa ini pagi-pagi sudah ditunjukkan adegan erotis saja."Celotehnya yang kemudian berjalan masuk dan menutup pintu sebelumnya.


"Lain kali kunci pintu sebelum beradegan tidak senonoh. Kasihanilah mata suci kami ini." Keluhnya yang kemudian duduk dan menyilang kan kakinya menatap santai adik dan adik iparnya.


"Cih!" Mata suci Jackie berdecih lalu melepaskan pelukannya kepada Ayana yang sedari tadi sudah memberontak lantaran merasa malu.


Jackie berjalan mendekati Alex dan duduk di sebelahnya. "Itu bukan mata suci Kak, tapi mata keranjang!" Ucapnya asal.

__ADS_1


"Em... karena kalian sepertinya sedang sibuk aku tinggal ya. Aku pulang ya sayang." Ucap Ayana yang salah tingkah. Sumpah wajahnya sudah seperti udang rebus sekarang.


"Kau mau pulang?" Tanya Jackie yang kemudian mengulurkan tangannya dan Ayana sangat paham apa mau suaminya.


Ayana mendekat dan mencium punggung tangan Jackie dan mendapatkan balasan dengan Jackie yang mengecup keningnya. " Hati-hati di jalan ya." Jackie berpesan dan mengusap lembut pipi sang istri.


"Oh, so sweet!! sungguh adegan rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah." Ucap Alex dengan tatapan mendamba.


Ayana hanya tersipu tapi Jackie..." Makanya cepat nikah, jomblo terus jadi temannya Dajjal loh." Sindirnya tajam setajam sembilu.


"Yak!!" Alex melotot dan mengepalkan tangannya seakan ingin meninju tapi kemudian dia....


"Na, Kau lihat Suamimu? lihat betapa mulutnya itu tidak beraturan. Oh Na, tolong kau nasehati mulutnya itu." Alex mengadu dengan wajah memelasnya.


Ayana mendengarkan seolah merespon dengan wajah serius yang kemudian dia menatap tajam Jackie seolah tak suka. Tatapannya sungguh mengintimidasi membuat Jackie kelimpungan salah tingkah dan Alex dia tersenyum senang yang sengaja dia pamerkan pada adiknya.


" Sayang!" Ayana berseru menyebut nama Jackie dengan tatapan tidak suka. "Kau ini, jaga mulutmu ya!" Ketusnya berbicara tapi tak sesuai fakta.


Faktanya adalah, Ayana langsung menangkup dan mengecup sekilas bibir Jackie. Membuat yang di kecup sungguh senang. Dia merasa menang dalam perdebatan kecil ini. Dan kecupan sang istri merupakan dukungan terbesar juga layaknya suntikan semangat baginya.


"Itu hukumanmu!" Ketus Ayana yang berbicara sambil berkacak pinggang menatap sang suami yang kemudian di akhiri dengan tawa renyah mereka bersama.


"Yak! kalian ini. Ini double kill." Protes Alex merajuk lalu melipat kedua tangannya ke dada dan mengerucutkan bibirnya membuang pandangannya ke luar jendela.


"Seru sekali ada apa?" Tanya Gino yang tiba-tiba muncul bersama dengan Dita yang mengekor di belakangnya.


"Iya ada apa?" Dita penasaran.


"Oh," Sahut Gino acuh yang kemudian berbalik dan meraih pinggang sang istri.


"Istriku nanti kalau pulang tolong siapkan baju-baju ku ya. Baju yang santai saja sebab ini hanya acara gathering dengan para dewan direksi. apa kau mau ikut?" Tanyanya dengan tangan yang menyelipkan anak rambut Dita.


"Oke!" Jawab Dita singkat padat dan jelas disertai dengan anggukan.


Dan....


CUP!!


Satu kecupan mendarat di kening Dita.


"ARGH!! kalian ini sengaja ya? Ku mohon jangan bermesraan di hadapanku!!" Alex mengerang kesal dan meremas bantal sofa.


Gino dan Dita saling tatap sekilas. Mereka berdua sama-sama tidak mengerti dan Jackie malah terkikik geli bersama dengan Ayana.


"Hei, apa salahnya mencium istri sendiri? Lagian yang kucium juga bukan istrimu!!" Bentak Gino si Kakak tertua yang kemudian duduk dan berbicara sambil menunjuk-nunjuk Alex.


"Walaupun bukan istriku tapi bisa kan kalian bermesraan di rumah saja? di kamar saja!!" Protesnya kesal.


"Terserah kami mau melakukannya dimana." Jawab Gino seenak hatinya. "Jackie, apa kau sudah bersiap-siap?" Tanya Gino yang tak melihat ada koper di ruangan Jackie.

__ADS_1


"Ah iya kak aku lupa. Semalam aku menginap di rumah Bu Sri. Jadi soal acara itu aku sampai lupa." Kata Jackie sambil meringis mengakui kesalahannya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Apapun kau lupa! Hanya bermesraan saja yang ada di kepalamu!!" Sarkas Alex berbicara penuh dengan afeksi.


" Iri? bilang bos??" Jackie meledek Alex yang wajahnya sudah memerah. "Sayang kau pulanglah dan siapkan beberapa bajuku. Mungkin acara ini hanya dua hari. Baju santai saja acaranya tidak ada yang formal." Imbuhnya lagi pada Ayana.


" baik, aku pulang ya." Pit Ayana yang kemudian bangkit dan pergi menghilang dan disusul oleh Dita.


"Aku juga pulang ya Sayang. Love you!!" Ucapnya sebelum pergi.


"Ouh! kakak ipar!!" Alex mendengus kesal membuat Dita tertawa. Sengaja memang Dita meledek Alex.


" Love you too sayang." Sahut Gino yang semakin membuat Alex kesal.


" Kau, bagaimana perkembanganmu dengan diah?" Tanya Gino.


...🍁🍁🌼🍁🍁...


" Baju ini, ini dan ini. Ah kurasa cukup." Gumamnya sendirian di dalam kamar.


"Tidak usah banyak-banyak, cukup beberapa stek saja." Sambar Jackie yang mengejutkan Ayana.


Karena terlalu fokus, Ayana sampai tak mendengar suara pintu terbuka. Juga sebenarnya pikirannya tengah terbagi memikirkan keadaan perutnya yang akhir-akhir ini sering terasa nyeri.


"Sudah mau bernagkat? aku sudah menyiapkannya." Kata Ayana yang tersenyum manis menyambut kedatangan suaminya.


Tapi......


" Kau harus bertanggungjawab atas kekacauan yang kau buat tadi." Kata Jackie yang semakin mendekat lalu merengkuh pinggang dan tengkuk Ayana. Tak memberikan ruang bagi istrinya untuk menolak ataupun berbicara.


Jackie menuntut pergulatan yang seharusnya terjadi dari kemarin. "Aku ingin meminta jatah untuk bekalku." Ucapnya lagi di sela-sela ciuman panas mereka.


🥱🥱🥱 kalian bayangkan saja sendiri ya!!


...🍁🍁🌼🍁🍁...


" Aku berangkat." Ucap Jackie yang sudah bersiap setelah pergumulan usai.


"Ya, hati-hati!" Sahut Ayana tanpa terbangun dari tempatnya tidur berbalut selimut.


"Auh...." Ayana merintih lirih dan tak berani banyak bergerak.


Hayoh loh!! Ayana kenapa tuh?


Adakah yang tahu?


Author : "Ay, sudahlah jangan disembunyikan terus. Kalau terus saja disembunyikan dan Jackie terus saja menggempurmu seperti tadi, apakah tidak mungkin akan terjadi sesuatu?"


Ayana : " Thor, aku hanya berupaya melindungi janinku sampai dia tak memiliki kemungkinan untuk digugurkan. Hanya itu..., tolong bantu Thor..."

__ADS_1


Author : " Au ah, Tibet banget posisi mu!!"


__ADS_2