Hasrat 3 cinta

Hasrat 3 cinta
33. Menyesal.


__ADS_3


...🌹🌹🌹...


Tidak mengurusi ayahnya lagi kini memilih Masa bodoh dengan apa yang terjadi pada Ayana dia hanya mengutus 1 orang perawat untuk merawat Ayana di dalam apartemennya c kita mau ambil resiko bila terjadi sesuatu yang lebih kepada calon istrinya ini bila hal itu terjadi tentu saja sang Bunda akan mengamuk sejadi-jadinya.


...Di kantor....


" Hai! JK!" siapa Alex dengan wajahnya yang sungguh ceria ya Kakak nomor duanya ini adalah mood booster bagi Jackie.


"Kak ada apa kemari? ada urusan apa?" tanya Jacky dengan antusiasme yang tinggi sampai matanya membulat seperti kucieng Persia.


"Ada urusan apa ada urusan apa Kau tidak lihat aku di sini sudah seperti asisten mu aku sudah seperti tangan kananmu mengurus segala sesuatu yang kau abaikan ke mana saja kau beberapa hari ini?" Alex meluapkan segala kekesalannya betapa tidak beberapa hari ini semua jadwalnya menjadi kacau balau karena harus mengurus segala urusan Jackie.


"maaf Kak aku jadi merepotkanmu ya kau tahulah Bagaimana yang namanya pengantin baru." jawabnya dengan alibi yang baru yang menutup segala kesalahannya agar tak terendus oleh anggota keluarga.


"Oh pengantin baru~~! kau main enak-enakan mantap mantapan dengan istrimu sementara kakakmu Kau jadikan tumbal hah?" ketus Alex yang kesal dengan tangannya yang terulur reflek menoyor kepala sang adik.


Sang adik hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Ya, tawanya itu mencerminkan sesuatu yang benar-benar bahagia layaknya kehidupan pengantin baru yang benar-benar diharapkannya.


"eh, Apa benar kau sudah menikah Siri dengan Ayana Kapan dimana kenapa kau tidak memberitahuku?" Alex dengan jiwa penasarannya yang menggebu Dia sangat penasaran sebenarnya Alex di sini bukan orang yang buta akan fakta yang terjadi di masa lalu antara Ayana dan Gino dia merupakan saksi utama dalam hal itu.


"Iya aku sudah menikahinya kau juga meragukanku Kak kalian sama saja." kata Jackie.


"kalian-kalian siapa maksudmu?" Alex tak mengerti dia mengerutkan keningnya lalu memfokuskan titik pembicaraan dengan Jackie.


"Hemh...!" Jackie menghela nafas sebelum berbicara layaknya melepaskan beban beratnya. "kemarin Kak Gino juga datang ke apartemenku dia datang bersama Dita. Dia menunjukkan pada aku kalau dia memiliki hubungan yang spesial dengan Dita. tapi di sisi lain Sebenarnya dia hanya meragukan tentang pernikahanku dengan Ayana, untuk membuktikannya aku lalu mencium istriku di depannya."


"Astaga! jadi kau mencium, mencium bibir begitu? di depan kakakmu? kau mencium istrimu didepan kakakmu hah?" Alex menggeleng tak percaya dia sok dengan penuturan Jacky adik bungsunya.


"Iya memangnya kenapa aku bosan saja dia selalu meragukanku. seolah aku ini adalah pembohong di dalam keluarga."Jackie berbicara enteng sambil menyipitkan mulutnya dan menggidikkan kedua bahunya ya dia berlagak seolah dia adalah yang paling benar di sini.


"kau kau mencium mantan istri kakakmu didepan kakakmu sendiri? Oh Astaga Jackie, Aku tidak menyangka kau akan seperti ini." Alex kelepasan, dia hilang kendali saat berbicara menyinggung perkataan mengenai mantan istri. ya, di sini mantan istri Gino adalah Ayana dan hal ini tidak ada yang mengetahui kecuali Jackie itu yang Jackie pikirkan tapi ternyata Alex sudah mengetahuinya juga.

__ADS_1


"kau juga tahu mengenai hal ini hah apa kau memberi tahu ayah dan bunda?" Jackie terdengar khawatir dan mulai panik. dia tidak ingin masalah ini mencuat dan mengakibatkan salah satu dari kedua orang tuanya akan jatuh sakit.


"tidak tentu saja tidak bodoh sekali jika aku memberitahu Ayah dan Bunda aku sudah bisa mengira Apa reaksi mereka. Bunda akan jatuh sakit, Ayah akan marah marah dan kita semua akan terkena imbasnya. Aku tahu hal ini tapi asal kau tahu Jacky apa yang terjadi dulu semua adalah jebakan Lena."kata Alex dengan keseriusan yang tinggi tidak ada sedikitpun sudut yang tertarik di ujung bibirnya dia mengatakan penuh dengan kejujuran.


"jebakan Lena maksudmu Kak Lena sengaja menjebak Gino begitu Kak Lena sengaja menjebak Ayana dan Kak Gina untuk apa?" Jackie tertampar keras oleh kenyataan yang baru saja didengarnya dia kembali mengingat bagaimana dia selalu menampik Apa yang Ayah na katakan mengenai Lena dan nyatanya hal itu adalah fakta yang sebenarnya tak sempat Ayana berucap apapun Jackie selalu mematahkannya di awal kata.


"Iya Lena sengaja menjebak agar Kak Gino menikahi Ayana dengan alasan ingin memiliki anak karena dia tidak bisa mengandung. Tapi yang sebenarnya adalah karena dia hanya ingin membalas dendam pada keluarga kita. Kaarena.... kau belum paham akan hal ini, dulu saat kecelakaan itu terjadi Kau masih sangat kecil. Saat kak Lena mengalami kecelakaan yang ditabrak dan meninggal di tempat itu adalah calon suami Lena. Ya Lena ingin membalaskan dendamnya dia ingin membuat keluarga kita malu, dia ingin membuat keluarga kita terpecah, dan dia berhasil. dia berhasil Jackie sampai sekarang kau bahkan masih memusuhi Kak Gino."


"Kenapa kau tidak memberitahuku dari dulu akan hal ini kak?"


"Jackie, Jackie, kapan aku bisa memiliki waktu untuk membicarakan hal ini denganmu, jika kau selalu menutup hati, telinga dan pikiranmu dari kenyataan yang sebenarnya. Berulang kali aku mengajakmu bicara tapi apa yang terjadi Kau hanya marah-marah dan marah dan sekarang aku bahkan mencurigai apa niatmu menikahi Ayana, apa Kau hanya ingin membalas dendam padanya?"


"dendam dendam atas apa aku padanya?" Jackie menyanggah segala tuduhan Alex.


"dendam karena dia telah merusak hubungan kalian dia menghianati kepercayaan mu dan kau juga sudah terhasut akan semua yang Kak Lena lontarkan bukan?"


Jacky terperangah dia benar-benar tersudut kali ini. Semua yang diucapkan Alex benar dan apa sekarang yang akan dia lakukan, Dia sendiri bingung dia tak mengerti sudah sejauh ini dia menyakiti orang yang salah nyatanya orang yang dibencinya juga merupakan korban. Alex lalu menceritakan semua dari awal hingga akhir karena saat perselisihan terjadi Gino dan juga Ayana mengajak Alex untuk berbicara untuk mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi, dan Alex bukan tipe orang yang langsung menerima sesuatu tanpa pertimbangan Ya Alex memikirkan semuanya dari sisi pandang manapun dia memikirkannya ia lebih bijaksana daripada adik bungsunya.


Aku berjanji akan merubah semuanya setelah pernikahan kita nanti akan ku ganti kan lu kamu dengan bahagia.


Malam harinya.


suara ketukan dari pintu terdengar berulang-ulang kari bersambut dengan langkah kaki ayah anak yang tergopoh-gopoh berjalan menggunakan kruk.


Ayana mengintip dari lubang pintu betapa terkejutnya dia yang berdiri di sana sekarang adalah calon ibu mertua nya dengan calon ayah mertua nya Ayana gugup dia bingung dia harus bersikap seperti apa dia sudah dapat memprediksi Apa yang akan terjadi selanjutnya ketika calon mertuanya melihat kondisinya seperti saat ini.


tak ada pilihan Ayana lantas membukakan pintu.


"Ayah, Bunda!" siapanya dengan Rama juga sopan santun yang ketara Ayana bahkan mencium punggung tangan calon mertuanya itu dan membungkukkan sedikit badannya.


"Nana, ada apa denganmu? Kamu kenapa? kakimu kenapa? dimana Jackie?" pertanyaan dari calon ibu mertuanya terlontar dengan lancar layaknya bombardir di medan perang.


"Bunda, Nana tidak apa-apa. Bunda," Ayana merangkul pundak calon ibu mertuanya.

__ADS_1


"Nana hanya terjatuh dari tangga saat jalan-jalan kemarin. Tidak apa-apa, sebulan juga sudah pulih." Kata Ayana.


"Tidak apa-apa kok sampai di gips." Celetuk Ayah Dhani membuat Ayana semakin ketar-ketir dibuatnya.


"Ayah, Bunda?" Jackie datang dengan gugupnya dia tak menyangka jika ayah dan bundanya akan datang secepat ini.


Jackie lalu mencium punggung tangan keduanya dan tersenyum manis. Tapi yang di dapatnya adalah pukulan bertubi-tubi dari sang Bunda yang mendarat di punggungnya.


"Anak nakal!! kau apakan istrimu? Bodoh sekali tidak bisa menjaga istri!!" Bunda memasang mode on dan mengomel sejadinya.


"Bun, itu kecelakaan. Dia terplesey lalu terjatuh." Elak Jackie yang sibuk menangkis serangan Bundanya.


"Bunda, itu bukan salah Jackie, tapi salahku. Aku yang memaksanya untuk naik ke atas mercusuar dan melihat laut dari sana, tapi saat turun kakiku terpeleset dan aku terjungkal ke bawah." Tutur Ayana yang dengan cepat memeluk Jackie agar tak terkena pukulan bertubi-tubi dari Bundanya.


"Oh.." Bunda lantas berhenti tetapi tetap dengan mata elangnya yang menajam menatap Jackie.


"Sudah Bunda, ayo masuk. Tidak enak dilihat orang nanti." Ayah Dhani merengkuh pundak istrinya dan membawanya masuk.


"Lenganmu sakit?" Tanya Ayana yang ternyata mencemaskan tato baru Jackie yang dia tau tato itu tidak boleh tergaruk, atau bahkan tergesek dengan keras.


Jackie menggeleng dan menatap Ayana penuh makna. Seolah sedang menuturkan banyak penyesalan dan juga ucapan terimakasih yang teramat besar lantaran dia sudah bersedia bersabar sampai sejauh ini.


Perlahan, rasa benci itu pudar.


Perlahan, amarah itu lenyap.


Perlahan, Jackie memahami bahwa apa yang sebenarnya dirasanya sampai detik ini adalah bentuk sayang yang terabaikan.


"Tidak, aku tidak apa-apa." Jackie menggeleng dan kemudian berjalan masuk mengikuti Ayana.


Melihat perempuannya kesusahan, berjalan pincang dan hendak mengakhiri hidupnya sendiri karena sadisnya sikapnya selama ini membuat Jackie menitikan air matanya.


Dia menyesal karena telah melukai yang tak seharusnya.

__ADS_1


__ADS_2