Hasrat 3 cinta

Hasrat 3 cinta
87. siapa dia?


__ADS_3


...🌼🌼🌼...


To Jackie Putra Armanto.


Sayang, happy 100 days.


From your Katy.


Secuil kata Pada sebuah kertas mungil berwarna merah.


" 100 day's?" Ayana melemparkan secuil kartu ucapan tersebut pada Jackie.


Jackie kebingungan, dia memungut kartu ucapan tersebut dan membacanya. Dia begitu terkejut.


" Sayang, ini apa?" Jackie kebingungan.


" Apa? kenapa malah tanya balik Jack? Mana aku tahu, wanita mana yang sudah menemanimu selama 100 hari ini?" Ayana berkacak pinggang dan berbicara lantang menuding Jackie berselingkuh.


"Tidak, aku tidak memiliki hubungan dengan wanita lain sayang. Aku pun tak tahu ini dari siapa!" Tak kalah lantang, Jackie pun menampik segala tuduhan yang menyudutkannya.


Ayana memijit pelipisnya. " Lalu apa ini? Namamu tertulis lengkap, dan dia juga menyatakan namanya. Katy, siapa Katy Jack?" Ayana mendesak Jackie, meminta kejujurannya.


"****...! sumpah Ay! aku tidak menjalin hubungan dengan wanita lain. Cuma kamu Ay!" Teguh Jackie meyakinkan bahwa Ayana lah satu-satunya.


"A... Auh....!" Ayana mengaduh meringis kesakitan menahan nyeri dari perutnya.


Mendengar rintihan sang istri sontak saja membuat Jackie takut dan panik. Dia begitu khawatir akan keadaan istrinya yang belum seratus persen pulih.


"Ay, tenanglah sayang. Jangan berfikiran yang macam-macam. Tenanglah." Jackie mengusap punggung sang istri tapi Ayana beringsut menghindarinya kemudian menatapnya tajam.


"Aku bisa sendiri." Jawab Ayana dengan nada bicara yang dingin.


Ayana berbicara dengan nada dingin tapi hatinya sungguh panas terbakar cemburu. Siapa yang pagi-pagi sudah mengirimkan paket di depan pintu?


Jackie yang kesal kemudian meremas dan membuang bingkisan tersebut kedalam kotak sampah dan langsung menyusul sang istri.


"Ay!" serunya dengan suara yang menggelegar menggema memenuhi ruangan. Jackie berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke kamarnya.


Dia membuka pintu dengan kasarnya. "Ay, bisa tidak kau dengarkan aku. Sumpah aku tidak bohong, aku tidak tahu siapa itu Katy dan apa maksud semua ini."


Ayana berdiri tepat di hadapan Jackie dan menatap lekat kedua manik suaminya. " Dan dia tahu tentangmu juga seratus hari Jack."


"Sumpah Ay, aku tidak seperti itu." Jackie meraih tangan Ayana dan menatapnya dengan tulus.


Ayana kembali memijit keningnya dia begitu pusing harus menerka dan memikirkan hal seperti ini. Apakah benar suaminya telah mengkhianatinya dengan wanita lain?


Jika di pikir-pikir ya mungkin saja, mengingat selama Ayana hamil, kebutuhan biologis Jackie hampir dan bahkan tidak pernah ia cukupi secara benar.

__ADS_1


Tugasnya tetap dilakukan meski dengan cara yang berbeda dan tentunya kepuasannya pun berbeda.


"Apa benar kau melakukan kecurangan di belakangku? bahkan ketika aku sedang mengandung anakmu?" Ayana terpengaruh, dia terbawa suasana. Dia begitu emosional dan meradang.


"Tidak Ay, tidak. Kau mudah sekali meragukanku. Walaupun aku kekurangan secara biologis, tapi aku tidak melakukan hal yang kau tuduhkan itu. Percaya padaku."


"Terserahlah, aku ingin sendiri." Kata Ayana yang kemudian membelakangi Jackie.


Tak mau memaksakan dan lebih memilih untuk memperhatikan dari kejauhan, Jackie meninggalkan kamarnya dan memulai aktivitasnya.


Jackie telah selesai mandi dan sedang memantas diri di depan cermin. Sementara Ayana sudah berada di dapur Ayana walau marah dia akan tetap melaksanakan kewajibannya untuk membuat perut suaminya kenyang.


"Kopi! dan sandwich." Ucap Ayana meletakkan menu sarapan di hadapan suaminya.


"Ikut aku." Kata Jackie tiba-tiba.


Ayana mendongak masih dengan memegang roti dan selai strawberry di tangannya. " Kemana? aku lelah dan ingin beristirahat."


"bekerja, kembali menjadi sekretaris pribadiku."


"Untuk apa?" Ayana meletakkan rotinya. Tatapan mereka beradu.


Dia belum pulih dan suaminya memintanya untuk kembali bekerja dan menjadi sekretaris pribadinya? Apakah itu baik?


" Aku tidak ingin kau sendirian di rumah dan terus berfikir yang tidak-tidak. Atau, kau bisa memakai kartuku untuk membuka bisnis baru. Terserah apapun itu yang terpenting kau tidak banyak menganggur." Ucap Jackie.


" Apa maksudnya? Oh, Kau mau membuatku lebih sibuk agar tak bisa mengendus gerak-gerik mu? iya begitu?"


Oh, Ayolah..., wanita memang begini. Sekali saja pikirannya tercemar oleh hal negatif, maka bakat menyinggung dan menyindirnya akan semakin mumpuni. Jika saja ada akreditasi untuk hal semacam ini, sudah pasti wanita yang akan banyak mendapatkannya.


"Ay!" Jackie membentak Ayana dengan menggebrak meja makan sampai-sampai garpunya meloncat jatuh.


Ayana terlonjak keget. "Apalagi? kau membentakku? Oh, atau kau akan kembali pada dirimu yang dulu? kau yang kasar dan suka menindasku?" Cecar Ayana mengulas kembali kisah lama mereka.


Jackie mendekat dan segera ******* bibir sang istri. " Mulutmu terlalu lancang Sayang." Ucapnya berbisik di telinga Ayana setelah membuat Ayana kehabisan nafas dan tenaga untuk memberontak.


Ayana begitu geram dengan perlakuan Jackie. Tangannya mengepal dan ingin melampiaskan dengan memukul sesuatu.


"Jangan marah-marah, tidak bagus untuk kesehatanmu. Sekarang fokuslah apada kesehatanmu. Aku akan membuktikan kalau aku tidak pernah berselingkuh di belakangmu."


...POV Ayana....


Aku begitu marah saat menerima paket tadi. Dengan siapa dia berhubungan? Tapi melihat reaksinya, seperti tak ada kebohongan saat dia berkata dia tidak memiliki hubungan dengan wanita manapun.


Aku mulai meragukan suamiku. Tapi, aku juga terlalu percaya diri beberapa waktu lalu. Ah~~~, aku begitu lelah sekarang.


Em, lebih baik aku fokus pada kesehatanku dan mengabaikan yang lainnya. Em... Ratih, iya Ratih.


Aku mulai menaruh curiga pada suamiku semenjak tadi. Aku akan bertanya pada Ratih, setidaknya dia bisa memberikan sedikit informasi padaku.

__ADS_1


Melalui sambungan telepon seluler.


" Hallo Ratih?"


"Iya Hallo Bu." Jawab Ratih dengan sopan.


"Apa kabarmu?"


"Aku baik Bu." Jawab Ratih dengan sopan.


"Ratih, jangan panggil aku dengan sebutan ibu. Kita kan teman."


" Iya, baiklah Ay. Tapi kalau ketahuan sama suamimu bisa di pecat aku karena tidak sopan terhadap istri atasan."


"Tidak, jangan berlebihan seperti itu. Emmm ..." Ayana menggumam sesaat seolah ragu.


" Ada apa Ay?" Kau terdengar ragu untuk bertanya.


"Emmm, aku sebenarnya.... Aku ingin bertanya sebagai temanmu."


"Apa itu? bertanyalah."


"Apa terkadang suamiku mempunyai tamu yang tak berjanji?"


"Hahaha! Ay, kau mulai curiga pada suamimu ya? Tenang sajalah, sebagai bawahan dan juga temanmu, aku menjawab dengan jujur. Kalau di kantor sih aman. Tapi... kalau di luaran aku mana tau Ay." Kata Ratih.


"Suamimu itu kan sangat menjaga kredibilitasnya sebagai atasan dan dia juga kompeten dalam pekerjaannya. Aku rasa kalaupun ada, pasti dia akan sangat hati-hati." Imbuh Ratih.


Ayana terdiam sesat. " Ratih, Kabari aku jika ada sesuatu ya?" Ucapnya.


" Tentu Ay, sebagai temanmu aku tidak mau temanku terluka." Jawab Ratih yang kemudian mengakhiri panggilan suara.


Benar juga apa yang Ratih bicarakan. Kalaupun ada, pasti Jackie akan sangat hati-hati. Dia akan menyembunyikannya rapat-rapat. Tapi ini? seolah begitu terbuka dan ingin aku segera mengetahuinya.


Siapa wanita ini?


...POV Author....


Di kantor Jackie.


"Fajar, tolong periksa laporan keuangan akhir bulan ini." Titah Jackie setelah rapat usai. Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke ruangan Jackie.


"Baik Pak, Tapi bapak biasanya memeriksanya sendiri?" Ujar Fajar terheran.


Jackie tak menjawabnya dan pergi begitu saja.


"Aku harus menemuinya. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi." Gumam Jackie yang melangkahkan kakinya menuju ke suatu tempat.


?

__ADS_1


__ADS_2