Hot Duda: Cinta Untuk Rangga

Hot Duda: Cinta Untuk Rangga
Badstory


__ADS_3

Raymond mengangguk. "I know. But...."


"Kenapa? Apa yang menyebabkan lu sampai jadi seperti ini? Maaf, tapi menurut gue ini sudah di luar batas wajar. Lu bukan cuma hyper *eks, tapi ini sudah semacam penyakit."


Apa aku benar?


"Gue pingin lu sembuh."


"Tidak semudah itu."

__ADS_1


"Lu bisa asal ada kemauan. Please, lu coba dulu, Ray."


"Ini nggak sesederhana yang lu pikir, Ngga. Gue... gue sejak kecil...."


Aku mencondongkan tubuhku sedikit ke depan, lebih mendekat ke Raymond yang duduk di depanku. "Lu sahabat gue, Ray. Gue tulus peduli. Gue mau tahu, lu kenapa bisa sampai begini? Siapa tahu kita bisa sama-sama cari solusinya, ya kan?"


"Susah, Ngga. Gue mengalami hal ini sejak gue masih kecil. Lu tahu, kan, kedua orang tua gue sibuknya seperti apa? Mana sempat mereka ngurusin gue, ada waktu untuk gue. Minimal peduli. Tanya, apa yang gue alami sehari-hari sewaktu mereka ninggalin gue seharian, dari pagi sampai malam. Tapi kenyataannya, kita tinggal satu rumah tapi hampir nggak pernah ketemu. Bayangkan, mereka pergi pagi, kadang gue juga belum bangun. Pas mereka pulang, gue udah tidur. Dan sekarang, mereka malah semakin mojokin gue. Menyalahkan gue soal kepribadian gue yang hyper *eks."


"Apa yang terjadi semasa lu kecil?"

__ADS_1


Raymond menengadah, *esahan panjang lolos dari bibirnya yang ditekan oleh barisan gigi-giginya yang putih. "Secara materi, gue besar dari uang yang dihasilkan oleh bokap and nyokap gue, uang yang mereka cari siang malam, sampai mereka sedikit pun nggak punya waktu untuk anak-anak mereka sendiri. Tapi secara teknis, gue besar sendiri, dari umur dua tahun. Barangkali dari bayi."


"Maksud lu, gimana?"


Dia tertawa sumbang. "Yeah. Dulu kan di rumah gue ada Oom Sammy. Sejak SMA, Oom Sammy diajak tinggal bareng di rumah oleh bokap gue. Waktu itu gue baru lahir. Setelah tamat SMA, Oom Sammy kuliah sabtu-minggu. Jadi, setiap hari gue cuma berdua dengan Oom Sammy di rumah. Gue nggak tahu kenapa dan nggak tahu bagaimana awalnya, tapi yang gue ingat, Oom Sammy itu setiap hari mengundang pacarnya ke rumah. Lu udah bisa menebak, kan, bagaimana kelanjutannya?"


Aku mengangguk.


"Oom Sammy, cowok remaja yang berduaan di dalam rumah dengan gadis remaja, omong kosong kalau nggak ngapa-ngapain. Walaupun gue lupa-lupa ingat, tapi gue yakin, gue sering melihat mereka bercinta di depan mata kepala gue. Ya... namanya juga dia sambil jagain gue, kan? Dan itu berlangsung setiap hari selama bertahun-tahun. Bahkan dengan gadis yang berbeda-beda. Muda, cantik, dan menggairahkan. Nah, pas gue remaja, Oom Sammy bekerja sebagai satpam komplek. Memang dia putus kuliah, bukan karena uang, memang dia yang nggak betah, dia tidak tertarik melanjutkan pendidikannya. Alhasil, cuma bisa jadi satpam komplek. Well, malam hari Oom Sammy sibuk bekerja jaga komplek, siang harinya dia santai di rumah, masih dengan kebiasaan yang lama."

__ADS_1


Hmm....


__ADS_2