
Apa yang terjadi, membuat gempar setiap orang yang berada di tempat ini. Pasalnya, baik raja elf, pendeta suci, dan penatua Zulana, sedang bersujud atas kehadiran 'Tree of Life' yang hadir dalam sosok humanoidnya.
Tidak pernah sekalipun 'Tree of Life' menampilkan diri dalam bentuk yang berbeda. Sepeninggalan sejarah, bahkan pengalaman seumur hidup ras elf, 'Tree of Life' selalu berbentuk pohon besar.
Setiap anggota elf yang dapat berkomunikasi langsung dengan 'Tree of Life' hanyalah orang-orang terpilih saja. Termasuk pendeta suci, hanya ada beberapa raja dan penatua yang dapat berbicara dengan 'Tree of Life' dalam bentuk oracle sebagai cara mereka berkomunikasi.
Saat ini, ketika 'Tree of Life' menunjukan sosok humanoidnya dan berbicara langsung kepada Impian, sudah membuat setiap orang yang hadir gempar. Apalagi saat sosok humanoid dari 'Tree of Life' berbicara untuk pertamakalinya, apa yang mereka dengar adalah kata-kata terimakasih dan panggilan 'kakak' kepada Impian.
Impian diam saja dan menerima pelukan syukur dari gadis tersebut.
"ya, ya, sama-sama... bisakah kamu jelaskan apa yang sedang terjadi?"
Impian tidak mempermasalahkan hal yang terjadi saat ini. Ketika setiap orang tercengan akan apa yang terjadi dan kata yang keluar dari sosok gadis remaja tersebut, Impian hanya merasa bahwa kata yang terucap dari gadis itu merupakan kata syukur yang diucapkan oleh remaja seumurannya.
Beberapa gadis remaja yang ingin berterimakasih terhadap seseorang memang suka memeluk untuk mengungkapkannya. Panggilan 'kakak' terhadap seseorang, akan keluar untuk mereka yang telah dibantu.
Maka dari itu, Impian hanya merasa bahwa sikap gadis tersebut sangat baik. Berbeda dengan setiap orang yang ada disini, menganggap bahwa sebutan 'kakak' adalah istilah yang tidak biasa bahkan ketika itu di ucapkan oleh sosok humanoid 'Tree of Life'.
"kakak memberikan makanan dari aliran danau kepadaku. Aku telah bertumbuh dengan sangat cepat karenanya. Aku sangat senang sekali!"
Suara yang keluar dari gadis remaja tersebut mirip dengan suara yang terdengar dari Origin ketika Impian berdebat saat itu. Suaranya sedikit bergetar dengan nada yang tumpang tindih dengan beberapa orang yang berbicara.
Hanya saja, perbedaan itu dapat di dengar saat kedua mahkluk ini berbicara. Suara yang di dengar dari gadis remaja ini sangat halus dan terdengar lebih feminim, berbeda dengan suara Origin yang lebih mencekam dan terdengar gentle.
"jadi kamu telah tumbuh? bagus untukmu"
Mendengar suara gembira dari gadis remaja tersebut, Impian hanya bisa menduga bahwa gadis remaja ini sedang gembira. Sehingga Impian membalasnya dengan senyum cerah, tepat seperti seorang sedang berkomunikasi dan memperlakukan lawan bicaranya seorang anak kecil.
"ya, ya! bantuan Diaval sangat lambat, aku lebih senang dengan apa yang kakak lakukan ketimbang dia!"
"Diaval? siapa itu?"
"ah, apa kakak ingin menemuinya? aku bisa membawa kakak ketempatku!"
Mendengar atas kata-kata gadis remaja tersebut, ada lagi sosok yang tidak diketahui muncul. Selain itu, gadis remaja tersebut menyebutkan tentang tempatnya, yang dirasa oleh Impian, bahkan setiap orang disini merasa heran.
Sosok gadis remaja tersebut merupakan perwujudan dari 'Tree of Life' yang ada tepat di depan mereka. Pohon besar itu merupakan 'Tree of Life', berada disini, tepat di depan mereka.
Lalu dimana tempat yang gadis remaja ini maksud?
"ketempatmu? ah, ngomong-ngomong, bagaimana aku harus memanggilmu?"
Pertanyaan ini lupa ditanyakan oleh Impian. Sebutan untuk 'Tree of Life', adalah sebutan yang di sematkan oleh bangsa elf terhadap pohon besar yang menjulang tinggi ini.
Seperti hal-nya Origin, orang-orang yang memujanya dulu menyematkan nama-nama besar untuk menghormatinya. Nama besar tersebut, berbeda dengan nama asli yang dimiliki oleh Origin sendiri.
"apakah ayah tidak memberitahu-mu? ayah biasa memanggilku dengan nama Pine, Pinevell"
"a-ayah? ...apa yang kamu maksud Origin?"
"hmm!"
Kata-kata yang keluar dari gadis remaja tersebut, membuat Impian kaget. Sebutan ayah yang terucap darinya, hanya ada satu orang yang terlintas dipikiran Impian.
__ADS_1
Sosoknya sangat mirip dengan Origin, bahkan suara dan perasaan yang dipancarkan oleh gadis remaja ini, sangat mirip dengan Origin. Sehingga Impian dengan pede-nya menyebut Origin atas maksud dari kata-kata yang diucapkan gadis remaja tersebut.
Tidak hanya Impian, setiap orang yang berada disini terkejut atas kata-kata gadis itu. Bahkan IKILUA yang notaben-nya sebagai pemain, terkejut dengan hubungan antara Impian dan gadis remaja itu dari ucapan yang keluar.
Pasal-nya, kata-kata yang terucap atas 'kakak' dari ucapan gadis remaja ini, menegaskan hubungan keluarga antara Impian sendiri, bukan sebutan untuk 'orang yang lebih tua'. Lalu siapa dan bagaimana hubungan keluarga antar kedua-nya?
apa mungkin itu karena 'Avatar of Origin' ini?
Impian hanya bisa memikirkan apa yang menjadi penyebabnya. Impian hanyalah seorang pemain, dan pemain tidak memiliki hubungan kekeluargaan dengan seluruh NPC didalam game.
Semua perubahan terjadi kepada Impian setelah mendapatkan kelas 'Avatar of Origin' dan bahkan membuat ras-nya berubah menjadi High Human. Akan tetapi, tetap saja itu tidak ada hubungan untuk menjadi terikat keluarga atas wujud mereka berdua, baik Pine ataupun Origin yang memiliki wujud pohon.
Impian masihlah seorang manusia meski itu terdapat tambahan 'high' didepannya. Tidak berubah menjadi 'druid' atau semacamnya yang terikat dengan sosok pohon.
"Origin... aku tahu kamu dapat mendengar-ku bukan? tolong jelaskan hal ini...?"
Saat pertama kali Impian bertemu Origin, Origin-lah yang pertama kali berbicara terhadapnya. Pembucaraan dapat dilakukan tanpa terikat jarak antar sesama.
Saat Impian terombang-ambing dengan aliran energi stream danau, Origin juga sempat berbicara. Hal itu membuktikan, bahwa Origin masih mengamati Impian setiap saat dan dapat berbicara dengannya kapan-pun.
"pergilah ketempatnya seperti yang ia sebutkan sebelumnya. Kamu akan mengetahui itu, lalu tanyakan sendiri tentangnya, tidak perlu aku jelaskan semua"
"ayah!"
Suara Origin terdengar, meski kata-kata itu diproyeksikan langsung kepada Impian dan tidak dapat didengar oleh raja elf, pendeta suci, penatua, dan IKILUA. Hanya saja, Pine terdengar bahagia atas ucapannya seakan dia sendiri mendengar kata-kata Origin yang diucapkan kepada Impian sendiri.
"apa kamu bisa mendengarnya?"
Meski tidak dapat melihat ekspresi yang ditunjukannya dari perubahan bentuk mulut dan mata yang tidak ada, Impian dapat merasakan bahwa kata-kata yang terucap itu merupakan kebahagiaan. Impian tidak bisa mengabaikan kebahagian gadis remaja tersebut dan mengelus kepalanya.
"kalau begitu, bisa kamu ceritakan tentangmu ditempatmu? ah, apa mereka juga bisa ikut?"
Impian bertanya kepada Pine untuk membawa orang-orang yang berada disini juga.
Impian tidak bisa mengabaikan mereka begitu saja. Kehadiran raja elf, pendeta suci, dan penatua Zulana, merupakan tuan rumah atas tempat ini.
Apalagi, Impian sudah membawa IKILUA yang merupakan seorang teman untuk mengikutinya sedari awal. Tidak mungkin Impian akan mengabaikan mereka semua.
"tidak masalah! aku mengenal mereka bertiga, tetapi siapa pria ini?"
Pine menunjuk IKILUA yang berdiri disana.
"dia teman-ku, namanya IKILUA, kami sering bermain bersama"
"teman kakak? baiklah! dia juga bisa ikut!"
"terimakasih Pine"
"hehe"
Impian mengelus kepalanya yang bersikap seperti anak kecil.
"kalau begitu, aku akan membawa kalian-"
__ADS_1
"ups, tunggu Pine! ada sesuatu sebelum itu"
Impian berkata sesaat sebelum Pine menyatukan kedua tangannya yang ingin mengeluarkan sihir untuk memindah mereka ketempat lain.
Setelah mengucapkan itu, Impian beralih ke raja elf yang diam saja sedari tadi dan masih bersujud dengan kedua elf lainnya saat ini.
"Yang Mulia raja Ferendir, sepertinya Pine akan memindahkan kita ketempat lain. Sebaiknya anda beritahukan kepada orang-orang anda terlebih dahulu. Seorang raja yang tidak ada ditempatnya untuk sesaat secara tiba-tiba, akan membuat kegemparan terhadap orang-orang anda nantinya"
Impian tidak melupakan posisi raja elf sebagaimana mestinya. Ia masih memikirkan apa yang akan terjadi kepada kerajaan Onteral jika raja mereka tiba-tiba menghilang entah kemana.
"ah, tolong, tidak perlu menggunakan panggilan honorifik kepada saya. Anda dapat memanggil saya dengan Ferendir saja, sudah cukup untuk saya"
Impian bingung dengan perubahan sikap raja elf yang tiba-tiba. Terlihat raja elf seperti lebih menghormati Impian dan merendahkan dirinsendiri yang meski dirinya merupakan seorang raja. Jabatan tertinggi bagi rakyat Onteral sendiri.
"Terimakasih atas perhatian anda, saya akan menyampaikan kepada mereka. Saya memohon maaf Bunda Alam, ijinkan saya memberitahu orang-orang di istana"
Setelah mengucapkan terimakasihnya kepada Impian, raja elf memohon maaf dan meminta ijin kepada Pine.
"biar saya yang akan memberitahukannya Yang Mulia, agar Bunda Alam tidak menunggu, saya tidak perlu ikut"
"apa hanya memberitahu yang lain? aku bisa melakukannya sendiri, kenapa harus bersusah payah?"
Setelah Pine mengucapkan hal tersebut, disisi lain, dimana orang-orang istana sedang berkumpul, baik ratu maupun putri kerajaan, serta para penatua dan murid-murid mereka, mendengar suara Pine, yang mereka yakini sebagai suara 'Tree of Life' langsung dikepala mereka masing-masing.
Suara itu seperti berbisik kepada mereka satu persatu, menyatakan bahwa dirinya akan membawa raja, pendeta suci, dan salah satu penatua mereka, untuk mengunjungi tempatnya. Suara itu memberitahu akan kemana orang-orang tersebut akan tidak ada di istana untuk sementara.
Suara indah yang memasuki kepala mereka secara langsung, membuat setiap orang yang mendengarkan jatuh bersujud dan mendengarkan dengan seksama, agar tidak ada satu informasipun yang bisa mereka lewatkan. Setelah kata-kata itu diselesaikan, hal tersebut membuat gempar setiap orang yang ada.
Ditempat Impian sendiri, setelah Pine mengucapkan dirinya selesai memberitahu yang lain, ia menyatukan kedua lengannya seperti berdo'a dan mengaktifkan kekuatannya untuk memindahkan yang lain ketempatnya.
Lingkaran sihir besar sebanyak 10 buah tercipta setelah Pine mengaktifkannya. Lingkaran sihir tersebut memiliki luas yang berbeda-beda, hingga yang paling besar dapat disejajarkan dengan luasnya lapangan sepak bola.
Setelah sihir tersebut bekerja, tubuh Impian dan yang lainnya bersinar dan perlahan-lahan menghilang keketiadaan. Hingga akhirnya tubuh mereka terbentuk kembali dan merasa sadar bahwa mereka sudah tidak lagi berada ditempat yang sama.
Tempat tersebut hampir sama dengan yang ada disekitar danau Insania. Pohon besar sebagai tubuh Pine sendiri dan danau luas yang beradabtepat disebelahnya.
Hanya saja, hal lainnya yang ada ditempat tersebut berbeda. Tidak ada lagi bangunan-bangunan, bahkan istana kerajaan Onteral dapat dilihat, tumbuhan-tumbuhan dan rumput yang menjulang menghiasi tempat ini telah digantikan dengan tanaman-tanaman dan rumput yang memiliki bentuk anehnya.
Tempat ini lebih terlihat seperti fantasi yang sesungguhnya ketimbang sebelumnya. Tanaman-tanaman yang lebih mirip seperti dunia 'Alice of Wonderland' menghiasi tempat ini.
"KAMU MEMBAWA ORANG LAIN KETEMPAT INI GADIS KECIL...?"
Suara menggelegar tiba-tiba terdengar saat Impian dan yang lainnya baru saja tiba ditempat ini. Melihat sosok yang tiba-tiba berbicara, setiap anggota yang hadir merasa sok akan wujud sosok tersebut.
"mereka adalah orang-orangku, dan yang disini adalah kakakku! jadi kenapa jika aku membawa mereka kesini Diaval!?"
Gadis remaja tersebut telah berubah, sosoknya yang sebelumnya lebih mirip seperti Origin, telah memiliki bentuk tubuh yang mirip elf sempurna. Mata, hidung, dan mulut Pine telah terbentuk sepenuhnya. Pakaian yang dikenakannya juga telah ada, seperti pakaian putri remaja yang sangat cantik.
Dan tidak disangka-sangka, meski ukuran tubuhnya yang kecil dan lebih terlihat seperti remaja yang baru saja tumbuh, penampilan Pine sangat lucu dan cantik secara bersamaan. Sosoknya lebih mirip untuk digemari dibanding di puja oleh orang-orang.
Pine berbica secara menyalak kepada sosok besar dihadapannya. Sosok itu memiliki tinggi sekitar 7 meter dan panjang tubuh sepanjang 20 meter.
Dia adalah Diaval, sosok yang disebutkan oleh Pine saat sebelum Impian dan yang lain berpindah ketempat ini. Hal yang tidak diketahui oleh Impian dan yang lainnya, bahwa sosok yang disebut Diaval oleh Pine sebenarnya adalah seekor naga besar.
__ADS_1