
[ORC BATTLER (ELIT) di kalahkan]
[seluruh poin status bertambah 1]
[HP, MP, STAMINA, dan COOLDOWN SKILL direset ulang]
Seluruh HP, MP dan STAMINA terisi kembali, sedangkan COOLDOWN SKILL direset ulang setelah orc di kalahkan. Hanya saja kali ini poin yang bertambah hanya satu, berbeda dengan lantai sepuluh sebelumnya ketika Impian mengalahkan king goblin yang bertambah 3 poin setiap atribut yang di miliki Impian.
"kenapa hanya bertambah satu? sebelumnya 3?"
Impian kembali mengambil perisai serta armor yang di buang sebelumnya dan memasukan kedalam inventarisnya. Menuju ke arah Amelia dan Kiara berada, Impian bertanya tentang hadiah dari menyelesaikan lantai sebelas menara persidangan.
"tentu saja! yang kamu kalahkan monster biasa, berbeda dengan lantai sepuluh yang di jaga bos goblin. Beda dengan goblin biasa"
"hadiahnya juga akan berbeda, tergantung tipe monster yang kamu kalahkan"
Amelia dan Kiara silih berganti menjelaskan kepada Impian atas pertanyaannya akan hadiah yang di dapat di lantai sebelas.
"kamu berbeda sekali dengan gambar yang di tunjukan di lantai patung, apanya yang 'menggunakan kekuatan suci dengan penuh belas kasih'..."
"apa kamu bilang!?"
"hihi Yugo yang membuat cerita itu, tapi Amelia memang lebih perhatian saat peperangan berlangsung"
"benarkah...?"
"dasar bocah sialan!"
-----
Impian melanjutkan menanjak menara persidangan ke lantai berikutnya. Mulai dari lantai 12, setiap monster yang ada hanya memiliki satu monster yang menjaga lantai.
Orc yang semakin kuat dengan beragam senjata berbeda satu persatu di kalahkan Impian. Hingga tiba pada lantai 15 di mana orc berkulit merah yang berbeda dengan orc lainnya muncul. Setelah di kalahkan Impian mendapatkan tambahan 3 poin peningkatan seluruh status miliknya.
Monster dengan tipe lain mencul sebagai penjaga lantai lantai selanjutnya. Monster yang terlihat seperti kadal membawa pedang dan perisai di masing-masing lengannya.
LIZARDMAN SWAMP (ELIT)
LVL 5
HP : 31240/31240
"monster tipe lain? kukira akan berbeda setiap sepuluh lantai?"
__ADS_1
"sebelumnya hanya tutorial, menara persidangan akan memberi penjaga yang berbeda setiap lima lantai"
"yup, dan setiap penjaga akan memiliki jurus-jurus mereka sendiri"
"dia datang, bersiaplah bocah!"
Pedang bercahaya datang dari monster Lizard mengarah ke tempat Impian berdiri. Menghindari kesamping atas serangan lizardman dengan pedangnya. Saat lizard melihat serangannya di hindari oleh Impian, lizardman tidak berhenti dan melancarkan serangan kedua dengan ekornya.
Lagi-lagi Impian menghindari serangan yang di lancarkan oleh lizardman.
"ada api!?"
"itu skill yang di milikinya"
Ekor yang melayang memberikan dampak pada sekitar lantai, api yang menyala-nyala tercipta dari sabetan ekor lizardman. Impian yang melihat itu bertanya kepada Amelia yang menyatakan bahwa itu adalah salah satu skill yang di miliki lizardman tersebut.
Pertarungan cukup sulit dengan serangan-serangan dari lizardman yang tidak hanya menyerang dengan serangan biasa. Cukup lama pertarungan berlangsung, Impian terlebih dahulu membiasakan diri dengan tipe serangan yang di miliki lizardman.
[LIZARDMAN SWAMP (ELIT) di kalahkan]
[seluruh poin status bertambah 1]
[HP, MP, STAMINA, dan COOLDOWN SKILL direset ulang]
"apa tidak ada monster yang tidak membawa senjata?"
Gada, tongkat sihir, pedang, cakar besi, dan sekarang tident. Semua monster pada setiap lantai menara persidangan membawa senjata mereka masing-masing tanpa terkecuali.
"apa? ingin mengeluh? bahkan setelah kekuatan mereka telah di turunkan agar seimbang dengan kalian!?"
"cih"
Impian terus menanjak dari setiap lantai yang ada hingga mencapai lantai 50 saat ini. Poin stastistik dari status yang dimiliki Impian telah meningkat cukup pesat.
Tidak hanya serangan yang di keluarkan lebih tinggi dan kecepatan telah bertambah di bandingkan pemain yang berada di levelnya saat ini. Meski begitu, Impian terlihat cukup kesulitan menghadapi monster yang menempati lantai 50 ini.
Monster tersebut berbentuk seperti pohon besar yang berdiri dengan kedua kaki batangnya. Kecepatan gerak monster ini sangat-sangat lambat untuk berpindah dari satu tempat ketempat lainnya. Hanya saja kecepatan serangan tangan yang dimiliki seperti kecepatan peluru yang mencambuk setiap arah di sekitar tubuhnya tersebut.
Lantai dari menara persidangan sudah tidak lagi sebatas ruangan persegi dengan lantai yang dilapisi keramik di sana-sini. Lantai 50 memiliki rumput yang tumbuh dan alang-alang yang merabat di sekitar dingding dan batu yang membatasi ruangan.
Sihir Amelia sudah tidak memberikan dampak besar pada monster-monster penjaga lantai mulai dari lantai 40. Semua pertarungan mengharuskan Impian sendiri untuk memberikan dampak besar serangan kepada penjaga lantai.
Berganti dari pedang dan busur yang di milikinya, Impian menyerang dengan jarak jauh maupun jarak dekat terhadap monster-monster penjaga lantai. Dengan kecepatan gerak dari monster pohon yang sangat lambat, Impian mencoba serangan jarak jauh menggunakan busur dan anak panahnya, tetapi serangan akar yang muncul dari bawah tanah akan datang dan menjerat Impian.
__ADS_1
Impian harus bergerak kesana kemari dan menyerang menggunakan panahnya untuk menghindari serangan akar, hanya saja tempat lantai ini di batasi dan monster pohon akan mendekat tubuh Impian dengan waktu perlahan.
Impian akan mengganti busurnya dengan pedang Kesatria Suci untuk menghindari serangan tangan dari monster pohon dan menjauh darinya. Sesekali menyerang dengan pedangnya sembari menghindari dengan cara akrobatik cambukan tangan yang sangat cepat dari monster pohon.
Amelia dan Kiara akan bergerak berlawanan dengan Impian dan menyerang monster pohon dari jarak jauh. Untungnya dengan serangan yang lebih besar yang di hasilkan oleh Impian, monster pohon berfokus pada Impian ketimbang Amelia dan Kiara.
Pertarungan terus berlangsung seperti itu, memanfaatkan batu-batu yang ada di sekitar lantai saat ini, Impian bergerak lincah kesana kemari dengan busur dan anak panahnya.
[ELDER TREANT (LORD) di kalahkan]
[seluruh poin status bertambah 5]
[HP, MP, STAMINA, dan COOLDOWN SKILL direset ulang]
"huh~ aku sedikit malu dengan ini..."
Setelah mengalahkan onster pohon, Amelia berbicara sendiri.
Impian "kenapa?"
Kiara "dia frustasi"
Impian "karena?"
Amelia "seharusnya tugas kami mengajari orang-orang yang memasuki menara cara bertarung, saat ini kami hanya melihat saja"
Kiara "kamu melakukan semua sendiri dengan lebih baik"
Amelia "bahkan kamu bertarung dengan caramu sendiri, melepas perisai dan armor yang di berikan"
Impian "aku tidak terbiasa bertarung dengan perisai dan armor penuh pada tubuh"
Kiara "semua senjata dan armor yang di berikan akan tumbuh seiring kamu menaiki lantai kamu tahu?"
Impian "ah! itu sebabnya pedang ini memberikan damage lebih besar ketimbang sebelumnya!"
Amelia "tentu saja, tapi meski begitu kamu bertarung cukup baik dan kami hanya melihat saja"
Impian "tapi kalian membantu mengalahkan penjaga lantai, benar?"
Amelia "apa bedanya! kami tetap tidak mengajarkan kamu apa-apa"
Amelia tetap terlihat frustasi dengan apa yang seharusnya menjadi tugasnya tidak berjalan dengan baik seperti seharusnya.
__ADS_1
Impian "kenapa kalian tidak mengajariku tentang sihir?"