INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 150 : BERTARUNG DENGAN SIHIR


__ADS_3

Skil [The Great One Who Order The Life] yang mampu membuat jiwa dan raga Impian berpisah. Dengan begitu, saat tubuh Impian sedang dipulihkan dirinya masih dapat bertarung dalam mode ini.


Ada beberapa keuntungan dan baru dipelajari oleh Impian sendiri dalam bentuk roh. Keanehan itu pertama muncul saat berada di tempat Asmodius, Impian tidak bisa dilukai maupun melukai dalam bentuk serangan fisik, tetapi berbeda cerita saat Asmodius menyerang menggunakan sihir dan mana.


Berkonsultasi dengan Origin, bentuk roh merupakan bentuk astral dan dapat terpengaruh oleh mana. Meski efek peningkatan dari seluruh peralatannya tidak berpengaruh pada tubuh roh-nya, stat, title, dan kelas Impian sudah cukup tinggi untuk menyerang monster-monster yang ada.


Maka dari itu, Impian memanfaatkan mode saat ini untuk kembali menyerang saat tubuh fisik-nya sedang dipulihkan. Apalagi, dengan pemanfaatan tubuh roh-nya, Impian hampir tidak terlihat sama sekali oleh sekelilingnya.


[Jumlah Monster Yang Dieliminasi : 149]


[Jumlah Monster Yang Dieliminasi : 150]


[Jumlah Monster Yang Dieliminasi : 151]


[Jumlah Monster Yang Dieliminasi : 152]


[Jumlah Monster Yang Dieliminasi : 153]


Hasil penghitungan [Kristal Perekam Kebenaran] terus menampilkan habis monster yang dieliminasi oleh Impian. Monster yang dikalahkan Impian tidak secepat seperti sebelumnya, hanya saja dengan mode-nya saat ini yang tidak terlihat oleh monster, Impian menyerang dengan bebasnya perlu takut menjadi sasaran serang monster yang ada.


"Thorn Bind!"


Akar-akar pohon yang berduri mencuat dari tanah dan menjerat monster beruang merah. Level-nya tertera diatas kepala beruang merah sebagai 186, meski begitu monster tersebut kesulitan bergerak dan terlihat susah payah hanya untuk melepaskan diri.


Beberapa detik saja sudah cukup untuk Impian kembali melancarkan serangan sihirnya.


"wind cutter!"


"needle rock!"


"rock blast!"


Sihir serangan menerpa monster beruang merah. Tiga sihir langsung dilancarkan oleh Impian secara bergantian dan perlahan-lahan membuat jumlah kesehatan monster beruang merah turun drastis hingga menyentuh angka 0.


[Jumlah Monster Yang Dieliminasi : 154]


Monster beruang merah jatuh, kemudian berubah menjadi pecahan cahaya, hingga akhirnya menghilang ke-ketiadaan. Stat INT Impian yang mempengaruhi MGC DMG sudah lebih dari 1000 poin dan MGC DMG Impian sendiri telah melewati 150 ribu angka, dengan beberapa serangan sihir saja, monster beruang merah yang hanya memiliki poin kesehatan sebesar 400 ribuan, tereliminasi oleh Impian.


"wuahahah storm rock!"


Tidak hanya menargetkan monster yang sendirian serta tidak di incar oleh siapa-pun, Impian juga mengincar monster-monster yang sedang dihadapi oleh yang lainnya.

__ADS_1


Kali ini dirinya menggunakan sihir area yang memiliki elemen batu. Satu batu besar muncul dari tanah, kemudian terpecah dan tersebar menyerang monster-monster disekitarnya.


[Jumlah Monster Yang Dieliminasi : 155]


[Jumlah Monster Yang Dieliminasi : 156]


[Jumlah Monster Yang Dieliminasi : 157]


Mengenai monster yang sedang dihadapi oleh yang lainnya. Beberapa serangan itu mendapatkan last hit dari monster yang tereliminasi.


Jika dalam game lain, hal itu menyebabkan pencurian pembunuhan dan pemain-pemain yang buruannya tercuri, pasti akan marah besar kepada Impian. Untung saja, INK START FANTASI menerapkan sistem kontribusi dalam mengeliminasi musuh, sehingga pencurian pembunuhan monster buruan tidak ada dalam kamus INK START FANTASI.


Sistem tersebut juga memberikan keuntungan baik bagi pemain support maupun pemain penyembuh. Kedua tipe pemain ini memiliki daya serangan yang sangat minim, sehingga mereka akan kesulitan untuk bersaing dengan pemain yang memiliki base damage lebih besar.


Meski tidak ada sistem dalam penerapan pencurian pembunuhan buruan, berbeda dengan situasi saat ini bagi Impian. [Kristal Perekam Kebenaran] hanya mencatat monster yang telah dieliminasi oleh Impian.


Dengan situasi [Kristal Perekam Kebenaran] yang hanya mencatat pengeliminasian yang dilakukan Impian, dirinya membutuhkan serangan terakhir tersebut. Sehingga sistem akan mencatat jumlah monster yang dieliminasi oleh Impian bertambah.


Dengan penuh semangat, Impian melemparkan sihir-sihir ciptaannya sendiri. Hanya itu jenis-jenis sihir yang bisa Impian lakukan.


Sihir-sihir sederhana yang tanpa kombinasi penuh dari Inti mana yang dimilikinya. Lagipula, sihir-sihir yang Impian pelajari dan lihat dari orang lain, memerlukan kombinasi dari Inti mana yang tidak dimiliki Impian.


Namun begitu, Impian masih dapat mengeliminasi beberapa monster dan menambah hitungan dari [Kristal Perekam Kebenaran].


Dirinya yang bahkan dapat bergerak bebas diudara, memanfaatkan hal itu. Sembari mengamati dengan skil [The Great One Who's See The Truth] yang mencakup wilayah sangat luas, target mana saja yang harus Impian serang terlebih dahulu.


[Seluruh skil telah tereset]


Satu kalimat yang muncul dari sistem mengalihkan Impian yang sedang asik dengan serangan-serangan sihirnya. Padahal baru sekitar 10 menit waktu berlalu, tetapi kedua pendeta yang memulihkan kemampuan Impian sudah menyelesaikannya.


Melihat hal itu, Impian kembali ke tubuh fisik-nya.


"saya tidak menyangka bahwa tubuh anda juga sangat spesial tuan Impian"


"ya, waktu penyembuhan berjalan jauh lebih singkat dari seharusnya"


Ketika Impian membuka matanya, kedua pendeta Lorena mengungkapkan kekaguman mereka. Tidak hanya itu, kemampuan penyembuhan pendeta Lorena yang melakukan pemulihan termasuk mereset skil seharusnya kelelahan setelah melakukannya, tetapi apa yang ditunjukan mereka berdua tidak terlihat sedikit-pun rasa lelah, justru mereka berdua terlihat lebih bersemangat.


Penyembuhan yang dialami Impian memang lebih cepat, selain karena beberapa title yang dimilikinya, ada blessing dari sang dewi Lorena yang melekat ditubuhnya. Selain itu, kelas Impian juga bukan main-main, khususnya kelas Avatarnya, meningkatkan pemulihan diri jauh lebih cepat, apalagi dibantu pemulihan dari eksternal.


"haha, ya, terimakasih atas bantuan kalian berdua. Mohon kerjasama kedepannya"

__ADS_1


""serahkan pada kami!""


Keempat pendeta Lorena berkata serempak menanggapi kata-kata Impian.


"oh, ya. Kakek-kakek penatua, aku melihat sesuatu dari arah timur laut sejauh 1,5 km dari sini saat dalam bentuk roh. Aku tidak tahu apa itu, tetapi ada konsentrasi mana Ether disana. Jika dilihat dari keadaan saat ini, aku mencurigai mereka-lah yang mengirim monster-monster hutan ini"


Mendengar itu, kedua mata penatua melebar. Kata-kata Impian adalah informasi berharga yang dibutuhkan saat ini.


Keadaan yang berubah saat ini dan kekacauan yang sedang terjadi, tidak mungkin pasukan yang berkumpul akan diam saja dan menerima hanya menghadapi monster-monster hutan yang datang dalam jumlah besar. Hanya saja, memang ada tim yang telah di utus dan mencari penyebab permasalahan yang ada, tetapi dengan tidak diketahui asal masalah dan penyebabnya, mereka membutuhkan waktu dalam penyelidikan.


Informasi yang dikatakan Impian menjadi berharga, karena tempat yang tim penyelidik cari akan menghemat waktu mereka. Bahkan, kemungkinan situasi dari serbuan monster hutan bisa dihentikan.


"biar aku yang memberi laporan kepada pusat, aku serahkan penjagaan tuan Impian kepadamu, Tirkvick"


Salah satu penatua berbicara kepada penatua satunya lagi yang mengindentifikasikan namanya sebagai Tirkvik.


"kakek penatua, jika ingin menyerang kenapa tidak langsung saja? kurasa dengan kalian berdua dan IKI, sudah cukup untuk menangkap mereka. Aku melihat jumlah mereka hanya tiga orang dan level mereka tidak terlalu tinggi. Kalian saja sudah cukup"


Tidak ada jawaban dari kedua penatua tersebut-


"jika peristiwa ini sama dengan apa yang terjadi sewaktu aku mengawal Saintess, mereka tidak akan bertahan lama ditempat itu. Tidak perlu menghawatirkan aku disini, kalian sudah melihat sendiri kemampuan-ku bukan? tidak akan ada masalah yang didapat dari monster-monster ini kepadaku. ah, jika kalian memikirkan kemampuan IKILUA, tenang saja, dia adalah murid Diaval. Dia tidak akan menghambat kalian berdua"


"apa kamu yakin?"


IKILUA yang mendengarkan penjelasan Impian bertanya.


"ya, aku melihat dengan mata ini"


"kalau begitu jangan buang-buang waktu, mari kita pergi?"


"baiklah"


Kedua penatua mengajak IKILUA untuk pergi bersamanya. Berbeda dengan IKILUA, para penatua elf begitu mempercayai Impian dan tidak ada keraguan sedikitpun dimata mereka.


Dengan begitu, ketiga orang tersebut pergi meninggalkan Impian dan para pendeta Lorena.


"baiklah, aku akan kembali berburu lagi. Kedepannya akan seperti sebelumnya paman. Tolong bantuannya"


""anda bisa menyerahkan pada kami!""


Dengan begitu, Impian kembali melanjutkan menyerang segerombolan monster yang masih ada.

__ADS_1


__ADS_2