
Didalam sebuah ruangan, dengan orang - orang yang memiliki posisi jabatan tinggi, bahkan dapat di bilang beberapa orang menduduki jabatan tertinggi itu. Mereka semua duduk di meja bundar itu.
Pangeran pertama kekaisaran Torua, Raja dari kerajaan Moscard, Raja dari kerajaan Onteral, dan pemimpin tertinggi kerajaan suci Lorena yang di sebut sebagai Saintess. Semuanya duduk di kursi masing - masing dari meja bundar yang berada di tengah.
"aku sudah memberikan keputusan bulat atas perwakilan kerajaan-ku. Jika bukan dirinya yang memegang kekuasaan atas tanah ini, maka kami menolak menyetujui bentuk apapun dari proposal yang di berikan"
Sang raja elf, Ferendir Austuna Wisteria mendeklarasikan keputusannya kepada anggota yang hadir.
"raja elf Ferendir, bukankah berlebihan jika menyerahkan kepada seseorang yang baru anda kenal, bahkan anda baru menemuinya beberapa saat yang lalu"
Pangeran pertama kekaisaran Torua mempertanyakan pernyataan atas apa yang baru saja di sebutkan oleh raja elf tersebut.
"aku sudah melepas kota-ku, wilayah kekuasaan dari kerajaanku. Berhenti bersikap semaumu raja elf!"
Bahkan raja dari Moscard menentang atas pernyataan raja elf yang di anggap tidak masuk akal.
"raja Boremo Tertualo dari Moscard, kami telah menyetujui pelepasan kota ini. Bukan berarti kami dapat melupakan apa yang pernah di alami warga kerajaan kami, jika kamu menginginkan orangmu memegang atas wilayah ini, sampai mati-pun kami akan menentangnya"
"apa kamu bilang!?"
"berhenti raja Boremo, apa kamu ingin merusak kesepakatan yang telah terjalin?"
Berteriak dan berdirinya raja Boremo Tertualo dari kerajaan Moscard atas kata - kata raja elf Ferendir Austuna Westeria dari kerajaan Onteral, membuat suasana kembali memanas. Pangeran pertama kekaisaran mencoba menenangkan raja Boremo Tertualo dan berusaha menengkan keadaan.
"krrgghh"
"raja Ferendir, itu belum menjawab pertanyaan yang telah aku ajukan kepadamu"
Sekali lagi, pangeran pertama menekan raja elf Ferendir. Tetapi cara penyampaian pangeran pertama kekaisaran lebih halus ketimbang raja Boremo.
"kami mempercayai orang itu. Kurasa itu sudah menjawab lebih dari pertanyaan itu"
"dengan orang yang baru saja anda temui?"
"benar"
"bukankah itu sudah gila!? keputasan penting seperti ini hanya di putuskan dengan mudah seperti itu!?"
__ADS_1
Sekali lagi, raja Boremo berteriak dan mengamuk atas kata - kata tidak masuk akal raja elf. Mendengar raja mereka yang di teriaki dengan kata gila, para pengikut raja elf yang berada di belakang tersentak dan memegang senjata mereka.
"beraninya anda menghina raja kami!"
*Clang! Clang! Clang!
Pengikut raja Ferendir yang mulai bertindak membuat efek mencekam dengan pengikut raja Boremo dan pangeran pertama kekaisaran yang juga memegang senjata mereka. Mereka bersiap akan jatuhnya perselisihan lebih jauh.
"hentikan! kembali keposisi kalian! anda juga raja Boremo, atur bawahanmu"
Mendengar perintah dari pangeran pertama, yang menjadi pendukung dirinya di pertemuan ini, wajahnya terlihat tertekan. Raja Boremo sulit memutuskan untuk mundur dari pernyataan tidak masuk akal raja Ferendir.
"raja Boremo Tertualo!"
Sekali lagi, pangeran pertama memperingatinya.
"..kembali keposisi kalian"
Atas perintah raja Boremo kepada bawahannya, posisi siaga para bawahan kembali ke tempat semula.
Tetapi bawahan raja Ferendir masih tetap memegang gagang pedang mereka. Siap kapan-pun mencabut pedang mereka dengan satu kata atas perintah raja mereka.
Pangeran pertama sedikit emosi atas perilaku raja Ferendir yang tidak memerintah bawahannya kembali ke dalam posisi mereka. Melihat bahwa raja Ferendir masih diam saja.
"pangeran pertama Samuel Kapitan Jenova, kekaisaran Torua. Tindakan mereka yang seperti itu adalah bentuk dari sikap atas raja mereka yang telah dihina oleh orang lain. Apa hak-ku menghentikan sikap setia mereka"
Pernyataan raja elf, Ferendir Austuna Westeria dari kerajaan Onteral, tidak dapat bahkan di bantah sedikit-pun oleh paneran pertama kekaisaran Torua. Atas kata - kata raja Ferendir, pangeran pertama jatuh dalam dilema keputusan antar dua kebanggaan pemimpin.
Jika pangerang pertama membela keputusan raja Ferendir yang tidak ingin mundur dan pernyataan kebenaran dari kata - kata itu, maka sosoknya sebagai pembela raja Boremo dan posisi keberadaan raja Boremo sendiri akan jatuh.
Begitu pula sebaliknya, jika pangeran pertama membela raja Boremo di situasi saat ini, maka kemungkinan perang sekali lagi akan jatuh.
"raja Boremo Tertualo dari Moscard"
Saat suasana yang mulai memanas di dalam ruangan, suara halus terdengar dari sosok cantik yang selama ini diam. Mendengar kata - kata yang baru saja keluar, setiap anggota yang menghadiri pertemuan ini melihat ke arahnya.
"seberapa tinggi-pun posisi yang di miliki, menghina pemimpin yang di percayai oleh banyak orang di belakangnya, merupakan suatu tindakan yang menghina atas diri sendiri. Keputusan ada di tanganmu, jika ingin menghancurkan kesepakatan yang telah di setujui sebelumnya, Lorena tidak akan ikut campur lagi, dan melepas tangan selama - lamanya"
__ADS_1
Kata - kata yang keluar dari mulut Sang Saintess membuat setiap orang yang hadir tercengang.
Ada banyak arti yang terkandung dari setiap ucapannya, tetapi apa yang di ucapkan pada kalimat terakhir, setiap orang memiliki kesimpulan yang sama. Lorena tidak akan ikut campur sedikitpun dalam masalah mereka dan kembali dalam posisi netral mereka.
Sayangnya, bukti dari orang - orang yang menjadi bandit dan mengancam warga kerajaan Lorena merupakan salah seorang prajurit dari Moscard. Kerajaan suci Lorena masih tidak mempermasalahkan dan meminta pertanggung jawaban dari kerajaan Moscard.
Sesuatu yang telah memberatkan kerajaan Moscard. Artinya Kerajaan suci Lorena akan menekan kerajaan Moscard saat perang kembali pecah. Seberapa besar-pun kekaisaran mendukung kerajaan Moscard, mereka tidak akan ikut campur atas masalah kerajaan Moscard pada kerajaan suci Lorena.
Kerajaan Onteral yang telah membentuk aliansi akan di untungkan dalam hal ini. Kekuatan mereka yang telah bertambah saat membentuk aliansi dan tekanan dari kerajaan suci Lorena, artinya kerajaan Moscard akan di tekan dari dua arah.
Apapun keputusannya, kerajaan Moscard akan sangat tidak di untungkan jika perang sekali lagi pecah.
"...aku menarik kata - kata-ku yang sebelumnya. Maafkan atas tindakan kasarku"
Dengan gigi yang terkatup, raja Boremo mengucapkan kata - kata tersebut kepada raja Ferendir. Atas kata - kata yang telah terucap tersebut, tangan raja Ferendir terangkat dan mengisyaratkan untuk bawahannya kembali ke posisi mereka.
Kembali mencairnya suasana yang telah memanas, pangeran pertama memperlihatkan wajah lega-nya di sela - sela yang terjadi.
"kalau begitu, aku akan melanjutkan kembali. Raja Ferendir, dasar apa yang membuat kepercayaan itu muncul dari anda?"
"hal yang menjadi kepercayaan dari kami, ras elf penghuni pohon kehidupan, dan hal itu merupakan masalah sensitif bagi kami jika memerlukan penjelasan lebih jauh. Jika ingin memilih pemilik wilayah, maka akan lebih baik dari orang luar. Tidak akan kami setujui jika pemilik adalah orang yang berasal dari kerajaan Moscard, dan begitu pula sebaliknya, anda tidak akan menyetujui pemilik wilayah dari kerajaan kami. Orang itu merupakan penghuni dunia lain meski menjadi bawahan dari Saintess, jika ingin memilih, maka orang itu merupakan orang yang paling tepat"
Kata - kata penjelasan dan apa yang selama ini di pikirkan oleh raja Ferendir telah tertuah. Banyak pemikiran tercipta atas kata - kata tersebut.
Setiap anggota bahkan jatuh kedalam pemikiran mereka atas kata - kata raja Ferendir. Bahkan suara air liur yang tertelan di tenggorokan dapat di dengar saat ini.
Perwakilan dari Kerajaan suci Lorena sendiri, Sang Saintess Iskanav Asterick hanya diam dan tidak menanggapi apapun atas pernyataan raja Ferendir tersebut. Jika apa yang di usulkan raja Ferendir di setujui, maka kerajaan suci Lorena tentu saja akan mendapat keuntungan.
Salah satu bawahan Sang Saintess, seseorang yang mengabdi untuk Lorena, menjadi pemilik wilayah ini, meski hanya nama saja, tetapi itu dapat memberikan ke untungan penuh kepada kerajaan suci Lorena.
*Creaakkk
Atas keheningan yang masih berlanjut, suara pintu terbuka tiba - tiba terdengar. Jika seseorang mengganggu pertemuan antar pemimpin yang sedang di laksanakan, hukuman besar akan otomatis di dapatkan oleh orang tersebut.
"sepertinya orang yang sedang kita bicarakan telah datang"
Kata - kata itu terucap setelah melihat sosok pria yang melewati pintu tersebut. Impian memasuki ruangan dari pertemuan antar pemimpin kerajaan dan datang untuk mengikuti pembahasan yang terjadi.
__ADS_1