
Setelah intruksi di berikan, tim tidak bersiap lagi dan dapat berangkat kapan saja. Persiapan sudah di lakukan sejak keberangkatan dari ibu kota.
Tim akan siap untuk langsung berangkat jika info dari garis depan telah di pastikan. Tujuan telah jelas dan titik misi telah di tentukan.
"temanmu tidak bisa ikut"
Penatua Feanor memberitahu kepada Impian.
"kita akan bergerak dengan jumlah seminimum mungkin dengan orang-orang yang memiliki kemampuan tinggi. Kita akan bergerak cepat dan langsung menerobos, tidak membuang waktu"
"Mer-"
"kalau begitu kita berpisah disini. Kami akan mengikuti pertarungan dengan kelompok penyerang lain"
"benar apa yang di ucapkan penatua Feanor, kami hanya akan mengganggu, lagipula kita sudah mendapatkan izin dari pusat komando"
Impian ingin memprotes, tetapi IKILUA dan Alice langsung berbicara memotong.
Mereka mengerti, kemampuan mereka yang termasuk salah satu pemain masih jauh jika dibandingkan para NPC ternama ini. Jika mereka masih 'kekeuh' ingin ikut, mereka hanya akan menjadi pengganggu jalannya misi yang ada.
Mengerti akan hal itu, Impian berangkat bersama penatua Feanor yang memimpin.
Rute perjalanan yang diambil berbeda dengan IKILUA, Alice, Togay, dan dua saudara elf. Tujuan kelompok Impian adalah langsung ketempat titik permasalahan berpusat, sedangkan yang lainnya menuju tempat Ararik berada.
Kelompok IKILUA dan yang lainnya telah menghilang mengambil rute lain. Yang tersisa ditempat ini sekarang hanya Impian dan anggota kuat elf lainnya dari ibu kota.
"kami akan menuju tempat dengan kecepatan maksimal. Lari sebaik yang kamu bisa, kita akan mengikuti kecepatanmu"
Penatua Feanor berkata kepada Impian. Perbedaan statistik mereka berbeda, karena Impian yang bahkan belum mencapai lvl 100, penatua Feanor menduga bahwa kecepatan lari Impian akan lebih lambat dari yang lain.
Prioritas mereka adalah mencapai tempat tujuan secepat mungkin dan tempat itu berada paling jauh dari tempat-tempat yang di duga sebagai tempat persembunyian dark elf. Maka dari itu, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tempat itu tidak singkat.
__ADS_1
Kecepatan dibutuhkan dan jika mereka yang merupakan ksatria elf terpilih serta telah memiliki stat tinggi karena level yang tinggi, akan meninggalkan Impian yang merupakan kunci dari misi ini jika berlari dengan kemampuan penuh. Maka dari itu, penatua Feanor menyarankan Impian untuk bergerak dengan kecepatan maksimalnya yang akan kemudian di ikuti oleh yang lainnya.
Impian mengerti dengan perintah penatua Feanor dan memaksimalkan langkah larinya dengan memanfaatkan mana pada kedua kakinya. Saat mengambil langkah lebar, Impian berlari dengan sepenuh kemampuannya.
*Dash!
Seluruh elf yang melihat Impian mengambil langkah untuk berlari terkejut. Kecepatan yang ditunjukan Impian tidak diduga dapat seperti itu.
"Seseorang yang dekat dengan dewi memang tidak bisa dianggap enteng"
Dengan kata-kata itu, mereka tidak lagi mengendorkan kemampuan mereka dan menyeimbangi kecepatan lari Impian.
...----------------...
Kelompok Impian berlari lurus kedepan. Mengninggalkan dan menghindari setiap monster yang mereka temui di dalam hutan, perjalanan menuju tempat tujuan.
Teleri akan mengarahkan mereka dengan instruksi-instruksi yang diberikan setiap saat. Dengan kemampuan pelacaknya yang tinggi, mereka menghindari monster maupun dark elf yang sesekali dapat dilihat olehnya.
Selagi kelompok Ararik menjadi pusat perhatian musuh, mereka tidak boleh tertangkap basah melakukan pergerakan yang tidak perlu.
"kita sampai, Alaneia berada didepan"
Teleri memberitahu kepada anggota kelompok yang lain.
Kecepatan gerak mereka dari kota Cilvsi hingga ketempat ini sangat cepat. Tidak butuh waktu yang sangat lama dari yang diperkirakan.
Kelompok menempuh perjalanan dengan berlari penuh kira-kira memakan waktu 2 jam 15 menit. Itu setara dengan kecepatan mobil yang bergerak dijalan raya.
Padahal mereka beberapa kali menempuh jarak sedikit memutar untuk menghindari invasi dari makhluk-makhluk hutan dan mereka juga bergerak dengan medan yang dipenuhi pohon dan semak belukar. Tetap saja, waktu yang ditempuh kelompok sangat cepat.
Melihat kelompok Impian datang, Ksatria kelopak bunga Cilvsi Alaneia tercengang.
__ADS_1
Karena dikabarkannya bahwa anggota yang menjadi kunci dari misi adalah seorang dari dunia lain, pemain, dan belum mencapai level tinggi rata-rata dari pemain, Alaneia mengira bahwa waktu yang mereka butuhkan untuk sampai ketempat ini tidak akan secepat ini.
"laporkan keadaan yang ada"
Sesampainya ditempat Alaneia berkumpul, penatua Feanor langsung memberikan instruksi. Di tempat ini, dimana Alaneia berada, terdapat dua orang elf lagi disampingnya. Alaneia tidak bergerak seorang diri, ada anggota lainnya bersama dirinya.
Dipimpin oleh Alaneia, kelompoknya memindai tempat dibelakang mereka yang terlihat seperti sarang burung besar dan terlihat seperti gua dengan pintu masuk kecil seperti itu.
Tempat itu merupakan tempat yang dicurigai sebagai tempat persembunyian dark elf dan dicurigai bahwa benda yang membuat kekacauan ini terjadi akibat campur tangan pihak ketiga.
Tersusun dengan berbagai ranting dan batang-batang pohon yang menumpuk sehingga berbuntuk seperti sarang burung terbalik. Pintu masuk seperti goa yang hanya terlihat satu dibagian depan.
Tempat itu tersamarkan jika dilihat dari jauh. Kamu harus mendekat lebih untuk mencurigainya bahwa itu bukanlah sarang monster, tetapi tempat yang dibuat dengan sihir druid oleh manusia atau elf.
"tidak terlihat banyak monster ataupun dark elf ditempat ini, tetapi dari mana yang melekat padanya, sepertinya mereka sangat kuat jika dibandingkan dengan yang ada di titik lain. Beberada orang berkerudung hitam yang telah kami pastikan bahwa mereka bukanlah dark elf keluar masuk tempat itu. Parameter mana hitam lekat juga menunjukan reaksi berlebih semakin kami mendekati tempat itu. Kami telah memasuki tempat itu dan berhasil lolos dengan aman. Telah dipastikan bahwa benda tersebut berada didalam. Empat orang dari kami mengamati tempat tersebut dan mengelilinginya, tidak ada pergerakan mereka memindahkan benda itu dari dalam"
Alaneia menjelaskan seluruh hal yang telah dia temukan kepada kelompok.
"jadi penjaga lebih sedikit tetapi lebih kuat. orang-orang yang memakai kerudung hitam dicurigai sebagai kelompok ketiga yang ikut campur dan belum diketahui pasti kemampuannya. Tidak ada pergerakan lebih lanjut dan benda tersebut masih didalam?"
"benar penatua"
Penatua Feanor bertanya untuk memastikan informasi yang diberikan.
"tidak ada strategi khusus, seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya, kita akan menerobos lirus kedepan memasuki tempat itu. Prioritas kita adalah membawa tuan Impian menuju tempat benda itu berada. Galadriel dan Istina akan selalu menempel pada tuan Impian untuk melindunginya, yang lain termasuk aku akan membuka jalan. Alaneia, kamu ikut kami untuk membuka jalan, kamu laporkan pada pusat komando di Cilvsi, kamu akan menjaga disini dan amati pergerakan musuh. Laporkan jika ada hal yang sangat mencurigakan, gunakan suar berwarna merah untuk memberitahu bahaya yang besar jika ada musuh lain mendekat tempat ini"
""Mengerti""
"kita bergerak!"
Dengan ucapan dari penatua Feanor, kelompok bergerak lurus menerjang tempat itu tanpa embel-embel lain.
__ADS_1