INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 114 : MEMASUKI SARANG


__ADS_3

Pertarungan yang terjadi di bagian utara benua telah berlangsung sangat lama. Pertempuran antara dua dunia besar yang memperebutkan wilayah baru dari dunia yang baru ditemukan, yaitu benua utama.


Pertempuran berlangsung alot dan tidak ada kemajuan lebih jauh yang terlihat. Semua itu disebabkan oleh perisai pelindung yang tercipta, mempertahankan wilayah pusat dari dunia itu di tengah benua.


Pasukan dari dua dunia yang telah memasuki dunia utama tidak dapat berbuat lebih jauh untuk menginvansi dunia utama yang mereka temukan.


Mereka menduga bahwa perisai pelindung yang melindungi benua tengah diciptakan oleh makhluk yang memiliki kekuatan setara seperti mereka. Jika tidak, maka tidak mungkin perisai pelindung dapat sekuat itu dan tidak bisa ditembus oleh mereka.


Dunia Chaos yang telah mencoba beberapa kali dengan mengirim beberapa antek-antek mereka untuk menggali informasi di benua tengah. Hasilnya? mereka menemukan beberapa individu yang dicurigai memiliki kekuatan untuk menciptakan perisai pelindung itu.


Salah satunya adalah makhluk yang dipuja sebagai dewa pelindung salah satu ras dibenua tengah. Pohon besar yang menjadi simbol dari makhluk kuat itu.


Mereka menggali informasi mengenai sejarah dan peristiwa yang dimiliki ras tersebut.


Mengetahui bahwa sejarah yang dimiliki ras itu memiliki perseteruan diantara warganya, mereka mencoba memanfaatkan hal itu. Ras yang disebut sebagai ras dark elf, yang tidak memiliki pelindung dari makhluk yang memiliki kekuatan setara dengan mereka.


Rencana di bentuk dan pengiriman antek-antek dari bawahan mereka dikirim. Mendekati ras dark elf dan memanfaatkan perselisihan yang mereka miliki dengan ras dari musuh mereka.


Hasilnya adalah seperti yang sudah terjadi saat ini. Antek-antek dari dunia Chaos telah berhasil memanipulasi ras dark elf untuk membuat mereka melancarkan serangan kepada ras yang memiliki pelindung makhluk kuat itu.


"ada pergerakan di luar! mereka telah mengetahui tempat ini!"


"sial! padahal persiapan sedikit lagi selesai!"


Didalam sarang dari persembunyian dark elf, empat dari orang-orang yang mengenakan pakaian jubah berkerudung hitam dan menutupi seluruh tampilan mereka berdiskusi atas penyerangan tepat didepan sarang.


Terdapat banyak orang di dalam sarang, termasuk empat orang yang mengenakan pakaian serba hitam, beberapa dark elf juga dapat terlihat berdiri diam, tersebar mengelilingi ke empat orang tersebut. Para dark elf hanya berdiri seperti membeku tanpa cahaya kehidupan di mata mereka.


Meski sarang utama mereka sedang digempur, hanya keempat orang berpakaian serba hitam yang panik. Sedangkan para dark elf lainnya hanya berdiri diam seperti robot. Hanya berdiri tetapi seperti tak bernyawa dari sorotan mata mereka.


"bagaimana mereka bisa menemukan tempat ini. Padahal kita telah mengatur untuk berada di tempat terjauh. Susah payah kita menaruh lingkaran-lingkaran sihir pengorbanan untuk memanggil makhluk Chaos agar menghambat mereka, bahkan kita telah menyebar pion-pion kita di seluruh hutan!"


Salah satu dari ke empat orang berjubah hitam menggeram dan mengeluh.

__ADS_1


"benar, bagaimana mereka mengetahui tempat ini dan langsung menuju kesini. Kita telah menempatkan dari yang terbaik, baik itu monster ataupun dark elf ditempat ini. Bagaimana mereka dapat memastikan posisi kita disini!?"


"lapor, mereka mencoba langsung menerobos masuk"


Seorang dark elf memasuki gua sarang dan melapor kepada empat orang berjubah. Meski dia berbicara dan bertindak seperti bawahan yang gesit, matanya sama seperti semua dark elf ditempat ini, mata tak bercahaya seperti tanpa nyawa.


"sial! apa yang para cecunguk itu lakukan! kenapa mereka tidak bisa menahan mereka!"


"kerahkan seluruh orang untuk menghabisi para penyusup!"


...----------------...


Setelah mengambil langkah untuk menyerbu secara langsung, Impian dan para ksatria lain yang ingin menggempur sarang utama dark elf bertarung secara langsung dengan yang berjaga disekitar sarang.


Melihat pergerakan dari ksatria-ksatria tertinggi kerajaan Onteral, Impian memandang dengan tercengang. Mereka, para ksatria termasuk penatuan Feanor yang memimpin, bergerak tanpa bersuara.


Tidak ada kata-kata atau sedikitpun ucapan dalam pertukaran isyarat dari mereka. Semua terfokus untuk menyerang dan seakan terbiasa untuk berkordunasi satu dengan yang lainnya.


Dalam hati, Impian terpana dengan pergerakan mereka. Mereka seperti merusuh dan menghabisi setiap lawan yang datang untuk menghalangi.


Kapan lagi seorang pemain biasa dapat melihat bahkan dari samping NPC-NPC kuat seperti mereka. Pergerakan yang kompleks dan penggunaan mana dengan Inti mana yang rumit, tercipta dari gerakan-gerakan dan jurus yang ditunjukan para elf ini.


Contohnya saja Astaresee sebagai ranting pertama Borneo, dia menggunakan dua pedang dengan pedang yang lebih paanjang di tangan kanan dan pedang yang lebih pendek di tangan kiri. Kecepatan yang didukung oleh mana di kedua kakinya membuat dia bergerak lincah seakan jurus langkah telah di aktifkan dan mana yang mendukung di kedua tangannya yang memegang pedang, mempercepat gerakan menebas dan menusuk musuh di hadapannya.


Inti mana yang digunakan dari skil-nya, sepertinya aku pernah melihat hal itu?


Inti mana yang dikombinasikan dari skil-nya terlihat rumit. Impian pernah melihat dan merasakan Inti mana itu, sayangnya Inti mana tersebut belum dimiliki Impian saat ini.


Meski mencoba memahami dan mempelajari pergerakannya, Impian belum bisa mengimplementasikannya sendiri, tetapi itu akan menjadi gudang pengetahuan untuk Impian pelajari nanti.


Setiap gerakan dari orang-orang ini membuat Impian bersemangat untuk mempelajari dan menjadikan hal tersebut miliknya dan membuat versinya sendiri. Rasa frustasi karena tidak mendapatkan apa-apa di tempat Pine dan Diaval, menjadikan tempat pertarungan ini surga pengetahuan dirinya.


*KYYYYIIIIIIEEEEEKKKKKHHHH

__ADS_1


*GGGRRRRUUUUAAAAAGGGGHHH


Semakin lama waktu berjalan, semakin banyak monster-monster itu berdatangan. Bahkan satu dark elf yang mengenakan senjata tombok masih berdiri berhadapan dengan mereka.


Satu-persatu monster yang membantu dark elf muncul semakin banyak dan menyerang rombongan Impian yang mencoba memasuki sarang.


Nowe telah memanggil dua hewan panggilannya sedari tadi dan menjadikan kedua makhluk itu sebagai tanker yang menjaga dari samping. Satu yang berbentuk seperti Treant besar dan satu yang menyerupai katak coklat dengan kedua tangannya mirip perisai pohon dan semak belukar.


Saat kedua mahkluk itu menahan monster-monster yang terbang begitu saja ke tim, Penatua Feanor dan Astaresee menghabisi mereka. Alanea akan memberikan dukungan dengan busur besar yang dipegangnya dalam serangan penghabisan dua elf itu.


Istina dan Galadriel berada di depan dan membuka jalan. Meski begitu, mereka berdua tidak akan melangkah terlalu jauh dari Impian.


Peran mereka adalah melindungi Impian hingga ke pusat sarang dan menemukan benda yang mereka cari untuk ditangani Impian. Sehingga jalannya penerobosan hampir tidak terhalang jika seorang dark elf yang menggunakan tombak itu tidak berdiri menghalangi.


Pertarungan dua lawan satu itu sangat sulit, dimana tujuan tim bukan untuk bertarung dan hanya mencoba menerobos. Sayangnya dark elf itu sangat ahli dan bertarung seakan daging samsak yang tidak takut akan luka pada dirinya sendiri.


"orang ini bergerak tidak wajar"


Galadriel berbicara, dan itu adalah kata-kata pertama yang terucap dari seluruh tim hingga kini.


Mendengar ucapan Galadriel, seluruh anggota mengangguk menanggapi. Seakan memberitahu bahwa mereka mengerti dari ucapan singkat Galadriel.


Penatua Feanor maju dan meninggalkan posisinya menuju kedepan tempat dark elf itu bertarung. Istina yang di depan dan sedang menghadapi dark elf tersebut bersama Galadriel, mundur kebelakang untuk mengisi posisi penatua Feanor yang kosong.


Pergantian posisi terjadi dan saat ini, Galadriel menghadapi dark elf tersebut bersama penatua Feanor.


Galadriel tidak menyerang secara brutal dark elf tersebut, tetapi dengan gerakan anehnya dia mencoba membatasi pergerakan dark elf tersebut. Penatua Feanor yang memakai sarung tangan seperti artefak, memukul sesekali dark elf tersebut saat Galadriel membatasi pergerakan dark elf tersebut.


*Puk!


Satu pukulan pada bagian paha kanan, saat peluang tercipta sekali lagi, pukulan pada bagian uluh hati, kemudian pukulan pelipis kiri pada serangan berikutnya, dan terakhir saat peluang lainnya tercipta, pukulan pada dada kiri dark elf tersebut.


Setelah semua pukulan itu dilancarkan oleh penatua Feanor, tubuh dark elf tersebut kejang-kejang dan meringkuk ditanah.

__ADS_1


"tinggalkan, itu hanya akan bertahan beberapa jam saja"


Kelompok mengangguk dan kembali berlari kedepan untuk memasuki pintu masuk sarang. Tidak ada lagi hambatan terlihat selain dari dark elf yang memakai tobak itu.


__ADS_2