INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 164 : AKU BUKANLAH PAHLAWAN KALIAN


__ADS_3

Melakukan tindakan atau kegiatan yang memiliki dampak besar, apalagi menyangkut akan keyakinan dan budaya orang dalam jumlah yang besar, tidak mungkin tanpa harapan imbalan apapun.


Dunia INK START FANTASI adalah dunia dimana setting latar tempat memiliki masa yang sulit. Selain harus berjuang bahkan untuk hidup, perang dapat kapan saja pecah, karena setting tempat masihlah dalam bentuk kerajaan.


Apalagi dalam situasi perang besar seperti saat ini. Maka dari itu, apa yang dilakukan Impian, yang bertindak tanpa harapan mendapatkan balasan, terbilang sangat langka.


Tidak hanya latar tempat Impian yang sudah berada dalam masa damai, kehidupan sehari-hari-nya bahkan terbilang sangat nyaman jika dibandingkan dengan kehidupan penduduk dunia ini, dunia INK START FANTASI. Lagipula, kehidupannya sebagai warga negara Indonesia, sudah terbiasa akan menolong kesesama tanpa harapan imbalan sedikit-pun.


Itulah yang menyebabkan, baik itu elf dari ksatria Ranting Borneo dan ketiga jiwa dark elf di depan Impian tercengang akan tindakan tulus Impian.


Perbuatannya sangat besar, dimana kehidupan ras elf, baik itu elf sendiri maupun para dark elf, untuk bisa kembali ke alam setelah kematian mereka. Membantu jiwa-jiwa dark elf yang terpanggil untuk kembali ke bumi yang bahkan bukan untuk satu-dua orang saja, itu sudah merupakan perbuatan yang sangat besar.


Maka dari itu, ketiga jiwa dark elf dihadapan Impian, rela menyerahkan diri mereka tanpa bisa kembali ke bumi seperti yang lainnya hanya untuk membalas kebaikan Impian sendiri. Lagipula, sikap dari setiap pemain yang menginginkan kekuatan, tidak terpancar dari sikap Impian saat ini.


Jiwa yang diserap oleh Impian, akan berubah menjadi peningkatan stat atas dirinya sendiri, akan tetapi, Impian menolak hal itu terang-terangan dan itu tidak mencerminkan perilaku atas seorang pemain.


Sikap itu, membuat baik ketiga jiwa dark elf dan para ksatria Ranting Borneo tercengang.


Sementara itu, beberapa orb berwarna merah dan biru datang dan mengelilingi Impian. Orb-orb berwarna beda ini, adalah jiwa-jiwa yang dimiliki oleh prajurit beastman dan manusia yang gugur dalam pertempuran.


Dikarenakan mereka yang terlihat ingin berkomunikasi dengan Impian, Impian melambaikan tangannya untuk merubah mereka agar memilliki bentuk roh seperti para darl elf.


"salam kenal tuan ksatria, saya adalah Bergal, saya yang akan mewakili teman-teman beastman saya untuk berbicara"


"salam ksatria Impian, saya adalah Turhaya dari Vestia, saya yang akan mewakili orang-orang Vestia untuk berbicara"


Ya, kedua orang ini adalah prajurit beastman dan prajurit Vestia yang telah gugur. Mereka memperkenalkan diri mereka atas masing-masing perwakilannya.


"tuan Turhaya, tolong berikan kesempatan kami berbicara terlebih dahulu"


"silahkan"


Bergal berbicara setelahnya, kemudian mendapatkan persetujuannya.


"tuan Impian, kami mendengar pembicaraan anda dengan para dark elf. Awalnya kami tidak mengerti akan persoalan jiwa yang bahkan ada ditubuh anda. Namun akhirnya kami mengerti akan hal itu. Sebagai ras beastman, ras yang menjunjung tinggi nilai pertarungan, kami bangga akan kematian yang terhormat dalam pertempuran. Setelah mendengarkan pembicaraan anda, berikan kesempatan untuk kami untuk menjadi kekuatanmu. Anda adalah ksatria yang membuat perang kali ini menjadi mungkin bagi kita dengan mengumpulkan kami semua disini. Anda telah membuktikan diri anda dan menjadi layak karenanya. Kami memohon, jadikan kami kekuatan anda, sebuah kehormatan bagi kami bahkan dapat bertempur dan berguna setelah kematian kami"


"sama disini. Kami berbeda dengan para elf yang memiliki tujuan akhir untuk kembali ke bumi. Anda yang memerangi makhluk-makhluk yang membawa kerusakan itu, Akan lebih baik untuk kami, jika kami masih dapat bermanfaat, bahkan dalam kematian kami. Setidaknya kami masih masih merasa dapat melindungi keluarga dan keturunan kami. Terimalah jiwa kami, tuan ksatria"


Impian terdiam mendengar ucapan mereka berdua. Mendapatkan tambahan kekuatan memang sangat menggiurkan, apalagi atas persetujuan pihak sebaliknya.


Tapi jiwa-jiwa itu, mereka yang meminta kepada Impian, adalah jiwa seorang humanoid, 'jiwa manusia', yang berbeda dengan jiwa para monster. Menyerap jiwa mereka, meskipun itu adalah permintaan mereka sendiri, membuat Impian berkutat dalam pemikiran.


Ini memang dunia game, tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata, tetapi tingkah laku mereka yang mirip dengan manusia pada umumnya, membuat Impian berpikir keras. Itu adalah jiwa manusia, kegiatan tabu atas tindakan yang bersangkutan dengan jiwa.


Bukan hanya itu, hal yang memberatkan Impian, adalah masalah mengenai perkataan mereka selanjutnya-


"aku bukanlah pahlawan seperti yang kalian minta. Bertarung atau tidaknya aku, bukan kalian yang menentukan. Mengharapkan, bahkan memintaku untuk menumpas musuh kalian? itu bukan urusanku. Aku akan bertarung jika mereka merugikan orang-orang terdekatku, bahkan jika itu orang-orang kenalan kalian sendiri. Jangan mengharapkan, apalagi memintaku menjadi pahlawan kalian"


Mereka terdiam mendengar ucapan Impian. Harapan menjadi seorang hero adalah apa yang mereka katakan, setidaknya itu menurut Impian.


Impian bermain INK START FANTASI bukan karena memiliki tujuan, apalagi menjadi seperti hero yang mereka harapkan, dirinya hanya ingin memenuhi ego-nya. Kehidupan di ruang lingkup keluarga yang dikelilingi oleh orang-orang berbakat dalam ilmu bela diri, membuat Impian frustasi dengan tubuhnya sendiri.


Dunia game adalah kesempatannya untuk dapat bergerak bebas. Dirinya juga tidak memiliki ambisi besar bahkan sampai ingin menjadi yang terkuat.


Pencarian kekuatan hanya didasarkan pada insting seorang pemain. Permainan akan selalu mencari tambahan dalam kemampuan yang bisa dicari oleh pemain dan Impian yang mengambil roll petarung, akan merasa senang jika mendapatkan kekuatan yang ada, tetapi tidak dengan tambahan yang dibayangi oleh tanggung jawab.


Permintaan mereka yang mengharapkan Impian untuk menggunakannya dalam melawan musuh yang dianggap buruk oleh dunia mereka, dirasa berat oleh dirinya. Itulah sebabnya Impian menolak dengan tegas harapan yang mereka bebankan kepada Impian.


"BUAHAHAHAHAHAHA"

__ADS_1


Keheningan sesaat itu pecah, saat tawa lepas yang menggelegat keluar dari mulut Bergal.


"ah, maaf tuan Impian, sepertinya anda cukup salah paham dengan kata-kata-ku. Saya, khusus-nya kami para beastman, tidak mengharapkan hal yang besar pada anda. Kami hanya melihat sendiri dengan mata kami, bahwa anda tidak menggunakan kekuatan anda secara sembarang dan menumpas mereka yang tidak bersalah. Dari sana, kami percaya bahwa anda tidak akan menggunakan kekuatan anda dalam hal yang tidak baik menurut kami. Dengan itu, kami merasa percaya kepada anda. Itulah hal yang kami maksud sebelumnya. Kami menjadi percaya, setidaknya, jiwa kami masih dapat bertarung bukan untuk hal sembarang. Jadi, tolong terimalah jiwa kami. Para beastman akan lebih bangga, bahkan masih dapat bertarung setelah kematian kami"


Bergal, sang beastman yang mengatakan kata-kata itu, berlutut setelahnya. Kemudian satu-persatu jiwa beastman lain yang dalam bentuk humanoid mereka karena Impian, ikut berlutut di hadapan Impian.


Melihat hal para beastman yang berlutut, Turhaya dan setiap prajurit kerajaan Vestia juga ikut berlutut dihadapan Impian-


"saya meminta maaf sebelumnya, kami, tidak, saya, memang mengharapkan tuan Impian untuk menjadi pahlawan yang menumpas makhluk-makhluk jahat dunia lain itu, tetapi seperti yang tuan Bergal katakan, anda telah memperlihatkan apa yang anda lakukan. Saya tidak akan memaksa anda untuk bertindak seperti pahlawan harapan kami, setidaknya kami percaya bahwa anda tidak akan memakai kekuatan anda untuk hal-hal yang tidak benar dan merugikan dunia ini. Tolong terimalah jiwa kami, sebagai seorang ksatria, kami bangga untuk menjadi kekuatan orang yang kami percaya benar"


""kami mohon!""


Mereka semua berteriak dalam pose berlutut mereka secara serempak. Teriakan itu sebenarnya sangat besar bahkan dapat menggemparkan seluruh area dan dapat terdengar hingga kesetiap telinga orang-orang yang hadir disini.


Sayangnya, mereka, para prajurit yang masih hidup dan sedang melaksanakan dan memandang acara serah yang dilakukan para elf, tidak dapat mendengar teriakan keras itu, bahkan apa yang sedang terjadi di hadapan Impian saat ini tidak terlihat sedikit-pun oleh mereka. Hanya ada sembilan orang dari seluruh orang yang ada yang melihat dan mendengar apa yang sedang terjadi.


Empat diantaranya adalah ksatria Ranting Borneo yang ada didekat Impian, karena kepekaan mereka terhadap jiwa lebih tinggi dan saat orb-orb jiwa diubah dalam bentuk tubuh asli mereka sebelumnya oleh Impian, mereka melihat dan mendengar apa yang terjadi. Dua lainnya adalah para penatua elf, termasuk disalah satunya adalah penatua Feanor yang memang memiliki kemampuan spirit tingkat tinggi.


Mereka merinding dan bergetar melihat pemandangan yang sedang berlangsung di hadapan Impian. Peristiwa dan suara yang menggelegar dari para jiwa yang meminta pada Impian, merupakan peristiwa yang tidak biasa.


"heh~ orang itu..."


"ada apa Ki?"


"kalian tidak melihatnya?"


"guguran bunga dari pohon para elf dan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh kembali? ya, itu memang indah.."


Jackfruit yang menjawab pertanyaan dari IKILUA yang salah dimaksudnya.


"apa kau juga tidak bisa melihatnya Michel?"


"jika apa yang kamu maksud berbeda dengan yang dimaksud orang ini, maka itu tidak"


Murid langsung dari guru yang memiliki level bahkan setingkat dewa, kepekaan terhadap roh menjadi lebih tinggi, sehingga dirinya mampu melihat apa yang sedang terjadi di hadapan Impian.


"...aku menerima permintaan kalian. Mau-kah kalian membantu dan menjadi kekuatan-ku?"


Kembali kesisi Impian. Awalnya keheningan panjang dari Impian setelah melihat apa yang mereka katakan dan apa yang terjadi.


Permintaan mereka telah bulat dan tidak ada pemaksaan lengkap akan harapan pahlawan yang dibebankan. Akhirnya Impian memutuskan dan menerima jiwa mereka yang akan membentuk tambahan kekuatan bagi Impian.


""Saya Menerimanya""


Wujud mereka yang hampir transparan karena perubahan sesaat dari jiwa yang berbentuk orb perlahan-lahan menghilang. Berubah menjadi butiran cahaya yang terbang menuju tubuh Impian.


[Jiwa Beastman Didapat]


[Jiwa Terserap Atas Kehendaknya Sendiri]


[Jiwa Merupakan Keberadaan Elit]


[Jiwa Akan Menjadi Kekuatan Dan Pelindung Anda]


....


....


....

__ADS_1


[Jiwa Manusia Didapat]


[Jiwa Terserap Atas Kehendaknya Sendiri]


[Jiwa Merupakan Keberadaan Elit]


[Jiwa Akan Menjadi Kekuatan Dan Pelindung Anda]


....


....


....


Seluruh jiwa baik dari beastman dan prajurit Vestia terserap ketubuh Impian. Saat jiwa prajurit Vestia mulai terserap dan notifikasi didapat, Impian sempat bergetar, karena notifikasi itu menyebutkan tentang jiwa 'manusia', sesuatu yang masih dianggap salah oleh Impian dengan hal yang berbau jiwa manusia.


Meskipun ini hanyalah game dan tidak ada hubungannya sedikitpun pada kehidupan sebenarnya, nilai-nilai yang sudah dipegang oleh Impian bertolak belakang dengan situasi saat ini.


"notifikasi yang didapat berbeda dengan sebelumnya?"


"tentu saja! jiwa-jiwa yang kau ambil bukanlah jiwa yang kau ambil dengan paksa, tetapi penyerahan mereka sepenuhnya. Lihatlah dirimu sendiri bocah!"


Notifikasi dari sistem berbeda saat Impian menyerap jiwa monster dan dirinya bertanya-tanya akan hal itu. Origin-pun menjawab pertanyaan Impian dan mendapatkan penjelasan dari itu.


Saat Impian melihat dirinya sendiri, aura tipis terbentuk diseluruh tubuhnya. Jiwa-jiwa yang diserap itu membentuk seperti jubah tipis berwarna putih dan menyelimuti Impian.


"oh, apa ini?"


Jiwa-jiwa itu masih dalam proses penyerapan pada tubuh Impian. Jumlah jiwa yang gugur dari pihak beastman dan prajurit Vestia tidak satu-dua, itu yang menyebabkan proses penyerapan membutuhkan waktu, tetapi perlahan-lahan, jiwa-jiwa yang terserap itu membentuk sebuah jubah utuh berwarna putih pada tubuhnya.


[Kemampuan Baru Telah Ditambahkan]


[Jubah Jiwa]


[Jubah Jiwa Saat Ini Telah Tercatat Tahap Pertama]


Begitupula dengan pemberitahuan sistem, muncul dihadapan Impian.


Jadi ini termasuk dalam kemampuan ya... kita periksa nanti saja, saat ini..


"kalian sudah berkumpul. Baiklah, akan aku bantu kalian"


Kumpulan orb berwarna coklat yang merupakan jiwa para dark elf telah berkumpul. Sepertinya mereka telah mengumpulkan jiwa-jiwa kerabat mereka telah telah gugur diseluruh medan perang.


Akan tetapi, begitu Impian mengangkat tangannya untuk membantu jiwa mereka melebur kedalam bumi, orb-orb dark elf bergerak menjauhi Impian.


"apa lagi?"


Impian benar-benar tidak mengerti dengan sikap jiwa para dark elf. Awalnya mereka terlihat senang dan bersemangat saat Impian ingin membantu mereka, tetapi begitu Impian ingin melakukan proses awal-nya, mereka menjauh dan terlihat tidak ingin melakukan.


"bisakah aku yang berbicara tuan?"


Salah satu dark elf dari ketiga dark elf yang masih dalam wujud penuh tubuh-nya berbicara.


"katakan"


"apa yang mereka rasakan sama dengan apa yang aku rasakan. Bahkan setelah melihat jiwa para beastman dan manusia sebelumnya, kami telah memutuskan. Memang benar bahwa anda tidak menginginkan balas budi dan berniat menoknya, dalam hati-ku bahkan hingga saat ini, pemikiran balas budi masih terlintas, tetapi kami, setelah melihat apa yang terjadi, keinginan itu menjadi lebih besar ketimbang hanya kembali ke alam. Biarkan kami juga menjadi bagian dari kekuatanmu!"


Dark elf itu mengatakan dan berlutut di depan Impian, begitu pula dengan kedua dark elf lainnya yang ada disampingnya. Begitu dark elf itu melakukan hal itu setelah menyelesaikan kalimatnya, seluruh orb yang merupakan jiwa para dark elf kembali mendekat.

__ADS_1


"..."


"jika apa yang dipikirkan tuan ksatria menjadi beban atau permintaan seperti pahlawan, tolong singkirkan hal tersebut. Kerabat, bahkan ras kami ditanah ini telah dipermainkan sepenuhnya oleh orang-orang itu. Tuan ksatria bukanlah bagian dari mereka dan berada di sisi berseberangan dari mereka. Dalam kematian kami yang melihat pertempuran saat masih dalam berbentuk jiwa, kami melihat anda tidak hanya menyelamatkan beberapa saudara kami, tetapi juga menjadi orang yang paling berperan dalam memerangi kelompok itu. Rasa balas dendam kami lebih besar untuk kembali dalam damai ke alam setelah kematian kami. Dimasa depan, jika anda masih menjadi seperti anda saat ini, anda akan bentrok kembali dengan mereka yang mengakibatkan keluarga kami menjadi seperti ini. Meski hanya tindakan kecil, setidaknya kami merasa jika menjadi kekuatan anda, kami berperan dalam balas dendam kami. Tolong, terimalah kami!"


__ADS_2