
Ibu kota Onteral, pusat dari kota kerajaan Onteral, dimana kediaman anggota kerajaan berada dan Pohon Kehidupan elf terletak. Para elf yang ikut bertempur dan berasal dari ibu kota juga kembali. Mereka disambut oleh warga dan raja elf sendiri.
Tidak berselang lama, acara penghargaan bagi mereka yang berperan penting dalam pertempuran diadakan dan di pimpin oleh sang raja. Termasuk para pemain yang memiliki kontribusi tinggi, acara penghargaan itu dimeriahkan.
Hanya ada beberapa pemain yang diundang, pemain-pemain yang memiliki kontribusi 10 teratas. Sedangkan sisa dari pemain, hanya ikut memeriahkan dari samping atau kembali ke tempat mereka beroprasi di wilayahnya.
Kesepuluh pemain yang mendapat penghargaan dari raja dan mendapatkan kontribusi tertinggi tidak termasuk Impian dan IKILUA. Mereka berdua dikesampingkan dan tidak berada di acara penghargaan itu.
Dikarenakan sang raja sendiri yang memimpin acara penghargaan itu, tentu saja banyak reporter dan wartawan dari berbagai media game meliput. Ketenaran dari kesepuluh pemain ini menjadi naik hanya dalam beberapa hari.
...----------------...
"sihirnya memang memiliki daya hancur yang cukup, tapi tidak memiliki fariasi"
Di dalam sebuah ruangan, Impian mencurahkan semua informasi yang dimilikinya saat dalam pertempuran.
Saat ini adalah laporan secara menyeluruh atas setiap kejadian yang ada dalam pertempuran. Dihadiri oleh Ararik yang mengepalai pasukan garis depan dalam penyerangan awal di kota Cilvsi, penatua Ferendir yang mengomandoi penyerangan diam-diam bersama Impian, Tannivh kepala komando serangan penuh, dan penatua Zulana dari pihak elf.
Tidak hanya ada anggota elf saja di ruangan ini, tetapi masing-masing pemimpin dan wakilnya dari masing-masing tiap kerajaan yang ikut serta dalam pertempuran juga hadir.
Bastore dan Teirin dari pihak beastman, dari pihak dwarf terdapat Ambroda sebagai pemimpinnya dan Doranda sebagai wakilnya, pihak dari pendeta Lorena diwakili oleh Abilon dan Aderai. Mereka adalah orang-orang dengan nama besar yang sudah terkenal di kerajaan mereka sendiri.
Melihat dari perwakilan kerajaan yang memiliki penampilan berumur seperti pemimpin pada umumnya dan memang pantas untuk penampilan mereka, satu perwakilan yang di kepalai oleh perwakilan dari kerajaan Vestia hadir dan memiliki penampilan yang masih muda. Hervikof, adalah nama dari pemuda itu yang mewakili atas pihak kerajaannya dari Vestia.
Jika orang awam melihat hal ini, mereka akan meragukan hal tersebut karena penampilan mudanya. Keraguan atas penampilan dengan umur yang terlihat masih muda, akan selalu terarah padanya karena ketidak percayaan mereka atas pengalaman yang dimiliki untuk menjadi pemimpin.
Dalam ruangan ini, yang dihadiri oleh pemimpin-pemimpin ini, tidak ada sedikitpun keraguan dari mereka terhadap pemimpin muda dari kerajaan Vestia tersebut. Mereka telah mengenal pemuda ini dan mengakui keahliannya dalam memimpin.
__ADS_1
Berbeda dengan penampilan mudanya, wakilnya sendiri terlihat memiliki penampilan umur yang lebih tua. Berbanding terbalik dengan Hervikof yang masih muda dan terlihat jarak umur dari keduanya sangat jauh.
Master of Two Dance Sword from Vestia, dengan nama Reigolus. Dia hanya menempati posisi sebagai wakil dari pemuda ini. Bisa dibayangkan bahwa seberapa hebat talenta pemuda itu hingga bisa menduduki posisi sebagai pemimpin.
Lalu yang terakhir adalah Dowen dan anggota dark lainnya yang tersisa. Mereka juga dibawa untuk memberikan kesaksian atas orang-orang berjubah hitam yang membawa bencana bagi penduduk dark elf dan membawa kekacauan perang lalu.
Para dark elf menceritakan bagaimana mereka bisa dimanipulasi dan bagaimana orang-orang berjubah hitam itu datang serta persiapan mereka membawa kekacauan. Tidak ada yang ditutup-tutupi atas cerita mereka dan mencurahkan semua hal yang mereka ketahui akan apa yang menimpa mereka serta sukunya.
Setelah itu, pemimpin ksatria Ararik telah memberikan laporannya, diikuti oleh penatua Ferendir akan laporan mengenai peristiwa saat penyerbuan awal kesarang dark elf, dan yang terakhir memberi laporan saat ini adalah Impian.
"Kemungkinan, makhluk itu memiliki fokus pada kekuatan fisik, karena mata ini-"
Impian menunjuk matanya yang memiliki kemampuan overpower dan diketahui oleh sebagian elf yang memiliki posisi tinggi.
"..tidak dapat mengikuti ketika dirinya bergerak"
Teirin menimpali Impian.
"bukan kami tidak mengakui kekuatanmu, tapi apa yang dikatakan lady Teirin ada benarnya. Jika anda tidak bisa melihat pergerakan makhluk itu, bukankah itu hanya karena perbedaan level kalian terlalu besar, tuan Impian?"
Hervikof menambahkan komentar dari Teirin.
"huh~ wajar jika tuan Hervikof tidak mempercayainya, tapi apa ini Teirin? Bukankah kau sudah mendengar sendiri apa yang bisa dilakukan bocah ini dari Gerald? Bahkan Gondolf menjadi terlalu berisik setelah melihat pertarungan Gerald dan bocah ini"
Ambroda memotong pembicaraan mereka.
"itu berbeda, pria berjanggut. Apa yang dikatakan Impian akan makhluk itu tiga kali lipat lebih tinggi dari level kita. Artinya 10 kali lebih tinggi dari level bocah ini. Alasan seperti itu saja sudah cukup kenapa dia tidak bisa melihat pergerakan makhluk itu"
__ADS_1
Entah mengapa, menjadi pertengkaran antara mereka bertiga, memperdebatkan kemampuan Impian sendiri. Mendengar hal itu, Impian diam saja, karena apa yang dikatakan Teirin memang ada benarnya.
Makhluk itu memiliki kemampuan yang setara dengan dewa-dewi yang dipuja oleh orang-orang yang ada disini. Melihat pergerakan dari makhluk yang memiliki kemampuan sehebat itu? Hanya ada kesombongan atas perilaku tersebut.
Berkat mata Impian, atas skill [The Great One Who's See The Truth] Impian selalu dapat melihat pergerakan bahkan arah serangan dari dia yang memiliki level jauh diatasnya. Hanya saja, Impian belum pernah melawan makhluk kuat seperti yang ada di dunia Chaos.
Jadi, Impian tidak bisa membantah pernyataan Teirin, apa lagi untuk membalasnya.
"tolong tenang, bisakah kita?"
Penatua Feanor yang mewakili elf karena raja-nya sendiri tidak bisa datang untuk melakukan upacara penghargaan, berbicara menenangkan mereka. Sebagai tuan rumah di tempat ini, kata-katanya begitu ampuh untuk menghentikan pertengkaran yang ada dan membuat mereka akhirnya untuk diam.
"dari kalian semua, kami para elf lebih mengetahui kemampuan tuan Impian. Kita memang telah mengetahui seberapa kuat makhluk-makhluk itu dari bukunsejarah, bahkan teman kita, para dwarf lebih mengetahuinya karena letak kediaman mereka yang lebih dekat di utara. Yang perlu kita ketahui saat ini adalah ciri dan kemampuannya. Hanya tuan Impian yang telah melihatnya sendiri-"
...----------------...
Pertemuan memberi laporan dan pembahasan cukup panjang. Hampir empat jam waktu berlalu hanya untuk memberi laporan dan membahasnya.
"aku ingin menjadi salah satu ksatriamu"
Dowen berbicara kepada Impian. Saat ini Dowen meminta waktu untuk berbicara kepada Impian dan entah mengapa, arah pembicaraan menjadi permintaan Dowen yang ingin melayaninya.
Para dark elf yang selamat telah diarahkan untuk berada di bawah sayap raja elf. Meski mereka tetap tidak meyakini pohon kehidupan yang sama dengan elf Onteral, tetapi raja mengizinkan mereka untuk hidup diwilayahnya.
Dark elf sendiri berkata ingin membalas budi dan membayar perbuatan kaum mereka yang beberapa terakhir ini selalu menyerang elf meski sebenarnya bukan atas kehendak mereka sendiri. Maka dari itu, dark elf yang selamat sekarang hidup dibawah naungan kerajaan Onteral.
Impian telah memberitahu mereka sebelumnya mengenai jiwa-jiwa elf yang gugur dan saat ini berada di tubuhnya. Karena itu permintaan setiap individu dark elf yang telah gugur sendiri, mereka tidak mempermasalahkannya.
__ADS_1
Setelah itu semua dan pertemuan membahas laporan perang telah usai, Dowen meminta berbicara kepada Impian. Arah pembicaraan berubah menjadi permintaan yang tidak masuk akal bagi Impian.