INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 116 : MENEMBUS DINDING


__ADS_3

Astaresee dan Istina bersiap untuk melancarkan serangan tusukan ke arah dinding seperti saat Asteresee melancarkan serangan ke arah monster kumbang. Kuda-kuda mereka telah siap dan pedang yang di pegang oleh keduanya bersinar terang dari tangan hingga keujung pedang.


Awalnya, rencana akan dilakukan oleh Asteresee dan Teleri. Sebab yang dilihat Impian pada awalnya adalah skil yang dilakukan oleh Asteresee dan Teleri.


Namun pada akhirnya, Istina mengajukan diri dan melakukan bersama Asteresee. Mengerti akan kemampuan Istina yang lebih baik ketimbang Teleri, tim akhirnya memutuskan agar mereka berdua yang melakukannya.


Selain mereka berdua adalah pemegang posisi ksatria pertama dan ketiga dari Ranting Borneo yang telah mendapatkan tempat tertinggi dari posisi ksatria Borneo, kemampuan mereka dalam menggunakan pedang lebih baik ketimbang Teleri yang menggunakan rapier dan memiliki keterampilan yang terfokus dalam pelacakan dan sembunyi-sembunyi.


*Shing! Shing! Shing! Shing!


Kedua serangan itu dilancarkan bersamaan dan dalam satu tempo, melodi yang sempurna. Menembus langsung kearah dinding sarang dengan arah miring sebanyak empat kali, sehingga membentuk sudut piramida di dalam dinding.


"tunggu!"


Penatua Feanor yang telah bersiap sedari tadi, akan mulai melancarkan serangan lanjutan setelah Asteresee dan Istina menembus dinding dengan tusukan mereka, menahan gerakannya karena dihentikan oleh teriakan Impian.


Tidak membuang waktu, Impian menapakan tangannya ke dinding dari lubang yang tercipta akibat tusukan Asteresee dan Istina.


"Dinding dilapisi dengan mana dan akan segera beregenerasi begitu terkena dampak, aku menginfuskan mana dari lubang yang telah terbentuk dan menyebarkannya untuk mengganggu mana yang akan meregenerasi dinding"


Impian menjelaskan kepada mereka sebelum terkena 'omel' lebih jauh. Tidak butuh waktu lama dalam melakukannya, hanya butuh beberapa detik hingga mana yang di 'infuskan' oleh Impian menyebar dan mengganggu mana yang mengalir di dalam dinding.


"sekarang kakek!"


Mendengar kata-kata Impian, penatua Feanor menghempaskan kedua telapaknya yang memiliki bayangan telapak tangan monster kearah dinding.


"bersiap melakukan tusukan lainnya!"


Impian berteriak kembali untuk memberitahu Asteresee dan Istina untuk melakukan serangan tusukan kembali kearah dinding.


*Boom!


*Duaaaarrrrr!


Dinding hancur dan menjadi puing-puing akibat pukulan penatua Feanor. Benturan itu, selain menghancurkan dinding disekitar pukulan, juga membuat dinding-dinding lain yang terhubung bergetar dengan sangat kuat.


Sayangnya, meski beberapa bagian yang besar telah hancur, serangan gabungan itu tidak menembus dinding ke arah sebaliknya. Dinding itu dapat terlihat setelah serangan yang menghancurkan, sangat tebal untuk dapat ditembus.


"sudah ku bi-"


"selanjutnya!"


Alanea yang berkomentar sedikit kesal karena penjelasan sebelumnya seperti diabaikan saat ini, melihat dinding yang tidak tertembus dan melihat apa yang mereka lakukan terlihat hanya membuang-buang tenaga, terpotong dari teriakan Impian.


Tepat ketika Impian berteriak untuk mengintruksikan Asteresee dan Istina melakukan tusukan lagi, Asteresee dan Istina langsung menusuk dinding tanpa mengeluh. Sekali lagi, dinding tertembus tusukan mereka berdua dan Impian kembali menginfuskan mananya ke dalam dinding.


"kakek!"

__ADS_1


"ini dia!"


*Kaboom!


*Duarrrrr!


Dinding kembali hancur lagi dan terlihat cahaya datang dari arah sebaliknya. Lubang yang ada akibat kehancuran itu.


"Bersiap dari serangan!"


Tidak membiarkan tim beristirahat, Impian kembali berteriak kearah mereka. Baru saja ketiga orang telah melakukan keahlian besar mereka, Impian berteriak untuk bersiap dari serangan yang dipikirnya akan datang dari lubang dinding yang mereka hancurkan.


Biasanya untuk pertahanan akan dilakukan oleh hewan panggilan Nowe sejak mereka menggempur dan memasuki sarang. Sayangnya Nowe dan kedua hewan panggilannya, bersama dengan Teleri sedang menahan serbuan musuh yang mencoba memasuki sarang.


Galadriel yang satu-satunya masih di sisi sini dan tidak melakukan hal apapun, berlari ke depan tepat dimana lubang dinding yang telah dihancurkan ada. Dengan perisai dan tombak panjangnya, ia berlari dalam gaya menahan serangan.


Alanea yang ingin kembali berkomentar karena tidak mempercayai kata-kata Impian yang seakan tau segalanya, melihat pedang besar muncul dari balik lubang. Seorang dark elf yang memakai pedang besarnya menyerang dengan gaya menusuk kearah sini dari balik dinding dan langsung dihalau oleh perisai yang di pegang di tangan kiri Galadriel dan membelokan pedang besar itu dengan tombaknya.


Lubang yang tercipta dari serangan mereka bertiga tidak begitu besar. Itu hanya cukup untuk dua orang melewatinya.


Hanya saja, serangan mereka yang menghancurkan dinding, sangat keras. Tidak mungkin yang berada di balik dinding tidak mengetahuinya.


Impian yang selalu mengaktifkan skil-nya dan melihat peta, mengetahui bahwa terdapat beberapa orang di balik dinding. Akibatnya, serangan muncul dari satu dark elf yang menyerbu begitu saja begitu dinding hancur dan membentuk lubang yang dapat dilewati oleh dua orang.


Untungnya hanya ada satu dark elf yang langsung menyerbu dan dihalau oleh Galadriel. Begitu pedang besar yang dibelokan oleh tombak Galadriel setelah tertahan perisainya, Galadriel membalas dengan menusukan tombaknya kearah dark elf.


*Suk!


*Suk! Suk! Suk! Suk!


Empat anak panah melesat di samping Galadriel kearah tubuh dark elf tersebut. Tepat saat dark elf itu terfokus dari tombak Galadriel dan menghindarinya, empat anak panah melesat dengan berbagai tujuan yang berbeda menyerang dark elf.


Meski Alanea yang sedari tadi terus mengoceh dan terlihat tidak senang, dalam keadaan saat ini, dirinya yang merupakan pemegang salah satu kelopak bunga Cilvsi menunjukan keahliannya. Seorang ksatria yang tahu harus berbuat apa saat situasi dibutuhkan.


*Zrash! Jleb! Jleb!


Satu anak panah hanya menyerempet lengan dark elf, satu anak panah hanya menyerempet angin, tetapi dua anak panah berhasil menembus kaki dan paha dark elf tersebut. Dengan kakinya yang tertusuk anak panah, postur tubuh dark elf menekuk kebawah.


*Pak! Pak! Pak!


Penatua Feanor langsung menyerang dan dengan keahliannya seperti sebelumnya, melumpuhkan dark elf itu. Setelah terkena beberapa pukulan langsung penatua Feanor, tubuh dark elf itu tersungkur tidak sadarkan diri.


"masih ada tiga di depan! Ketiganya monster, dua setinggi 2 meter dan satu setinggi 5 meter! jangan lengah!"


Impian memperingatkan mereka agar tidak lengah setelah mengalahkan dark elf yang menyerbu lamgsung.


"Nowe! Teleri! pindah untuk bertahan dibalik dinding! Nowe, berikan berkah kepada Galadriel! Galadriel, maju!"

__ADS_1


Penatua Feanor memberi instruksi begitu mendengar peringatan Impian.


Simbol perisai kayu dengan bentuk yang sangat cantik dan elegan muncul di tubuh Galadriel. Itu adalah skil buff dari Nowe yang di 'casting' setelah diberi perintah oleh penatua Feanor.


Galadriel yang telah mendapatkan buff pertahanan tambahan dari Nowe, maju terlebih dahulu menembus lobang dinding. Dirinya yang menggunakan perisai akan lebih baik untuk berdiri paling depan di antara yang lainnya.


Asteresee dan Istina mengikuti di belakang Galadriel, disusul penatua Feanor, Alanea, dan terakhir Impian. Nowe dan kedua hewan panggilannya bersama dengan Teleri, mundur perlahan kearah lubang dinding dan menahan musuh yang memasuki sarang.


*Buk! Dash!


Setelah melewati lubang dinding dan sampai di sisi sebaliknya, satu serigala yang berukuran 2 meter langsung menyerang Galadriel. Dengan buff tambahan dari Nowe, satu serigala yang menyerang dengan tanduknya ditahan dengan perisai Galadriel dan terhempas dari dorongan Galadriel.


"Grrrrrrrrr"


"Grrrrrrr"


"Awwwooooooooooo"


Dua serigala itu menggeram di depan Impian dan yang lainnya, sedangkan satu serigal yang paling besar melolong keras. Lolongan keras itu bergema di setiap sela ruangan dan membuat pusing bagi yang mendengarnya.


"Berkah Alam Masal! [Kesejukan Hutan Tropis]!"


Istina berteriak dan menggunakan skil-nya. Efek negatif dari lolongan serigala besar itu menghilang dan tidak dirasakan lagi oleh semua orang.


Impian yang hanya melihat dan mengamati serigala-serigala itu karena tidak terpengaruh sedikitpun dari lolongan itu, melihat status ketiga serigala.


...Guardian Wolf Glaide (Tercemar)...


...Level 390...


...HP : 351.000.000/351.000.000...


...Guardian Wolf Glaide (Tercemar)...


...Level 389...


...HP : 350.500.000/350.500.000...


Kedua serigala memiliki level yang hampir mencapai 400. Meski kesehatan mereka lebih rendah dari monster kumbang sebelumnya, tetap saja jumlah kesehatan mereka sangat tinggi.


...Ancestor Wolf Glaide (Tercemar)...


...Level 420...


...HP : 850.000.000/850.000.000...


Yang terbesar dari mereka bertiga, telah memiliki level menembus 400 dan memiliki jumlah kesehatan lebih dari dua kali lipat serigala yang lainnya.

__ADS_1


Semakin dalam mereka memasuki sarang, semakin tinggi musuh yang menghadang mereka. Monster pertama yang Impian lihat dan memiliki level di atas 400.


__ADS_2