
Tanggal satu Januari telah tiba!
Awal tahun baru untuk awal mula dari perjalanan hidup yang baru dimulai!
Selamat tahun baru guys!
...----------------...
Kedua serigala yang paling kecil, melihat mangsa mereka yang tidak terpengaruh lolongan serigala terbesar melesat maju dan langsung menyerang kelompok. Astaresee dan Penatua Feanor langsung maju menabrak dua serigala yang maju.
Istina dan Galadriel ikut maju beberapa langkah dan hanya bersiap. Mereka mencoba mengamati tindakan dari serigala terbesar yang masih belum melakukan tindakan apapun.
"mereka adalah penjaga hutan, jangan membunuh mereka. Kemungkinan besar mereka telah di cuci otaknya. Hanya lumpuhkan mereka dan pukul dengan keras"
Penatua Feanor berteriak, entah itu untuk memberi tahu yang lainnya atau memberitahu Astaresee yang sedang menghadapi serigala lainnya.
Sekali lagi, Impian tidak ikut bertindak. Pertarungan dengan kecepatan tinggi dan intens seperti ini antara dua kekuatan yang jauh diatas dirinya, pemikiran bahwa dirinya hanya akan mengganggu selalu terlintas. Apalagi pertarungan ini sangat sulit, karena para elf menahan diri dan menghindari agar serigala tidak terbunuh.
*Trang!
*Bruk!
*Cras!
Meski tempat ini sangat terbatas bagi dua serigala untuk bergerak ketimbang tempat habitat aslinya, akan tetapi pergerakan mereka masih tetap lincah. Dengan ruangan yang terbatas, tidak menghambat dua serigala itu.
Hanya saja, meski kedua serigala bergerak sangat lincah dari mata penglihatan Impian, kedua elf yang menghadapinya masih dapat bersaing dalam hal kecepatan. Bahkan meski tubuh mereka lebih kecil dari dua serigala itu, mereka lebih unggul beberapa langkah.
Yap, perbedaan level baik dalam statistik dan ras yang memiliki keunggulan dalam bergerak tidak berbohong. Dua serigala terpojok dalam pertarungan.
*Awwwwooooooo
Akhirnya serigala yang paling besar bergerak melihat dua bawahannya tidak mampu menghabisi musuh di depannya.
*Dash! Dash!
Melihat serigala yang paling besar mulai bergerak, Istina dan Galadriel maju kedepan untuk menghadapinya.
*Wush! Wush!
Anak panah-anak panah dari busur Alanea juga dilepaskan mengarah pada serigala besar yang mulai bergerak.
*Bang!
*Suk! Suk!
Benturan antara perisai mana Galadriel dan cakar tajam serigala besar berbenturan. Efek gelombang benturan itu berhembus kencang ke sekitar. Galadriel terpukulundur!
__ADS_1
Serigala besar yang memiliki tubuh besar dan level yang sangat tinggil, lebih unggul dalam segi kekuatan. Hal tersebut tidak bisa dihindari dengan ras Galadriel yang memiliki kelebihan dan terfokus dalam penguasaan mana dan kelincahan meskipun Galadriel memegang perisai sekalipun.
Dua anak panah yang dilesatkan oleh Alanea juga menusuk tepat di kaki kiri depan serigala besar. Akan tetapi, serigala besar seakan tidak mempermasalahkan anak panah yang menembus bagian tubuhnya.
Angka merah hasil dari kerusakan anak panah Alanea muncul di tubuh serigala besar dan mengurangi kesehatannya. Hanya saja, angka itu tidak begitu tinggi dan seakan tidak mempengaruhi serigala besar.
Istina melompat dari belakang Galadriel dan menusukan pedang beecahaya ditangannya ke arah serigala besar. Panjang dari pedang yang telah terselimuti cahaya mana itu menjadi lebih berkembang, tapi sayangnya serigala besar menghindari serangan itu dan hanya berhasil menggores sebagian kecil tubuhnya saja.
-19860000
Meski hanya menggores sebagian kecil dari tubuh serigala besar saja, angka merah yang muncul sudah menggambarkan bahwa serangan itu bukanlah serangan biasa.
Kaki kiri depan serigala besar mengayun dan mengarah ke Istina yang masih berada di udara. Seakan tidak mempermasalahkan hal itu, Istina tidak berada dalam pose untuk menahan sabetan kaki kiri depan serigala besar.
*Buk!
Galadriel muncul dan mendorong kaki kiri depan serigala besar. Menghalau, membelokan serangan yang tertuju ke arah Istina, dan memberikan kerusakan karena dorongan dari Galadriel dengan perisainya.
*Suk! Suk!
Tidak berhenti dengan hanya menghalau dan mendorong kaki kiri depan serigala besar itu, Galadriel juga menusukan tombak yang dipegang di tangan kanannya kearah serigala besar.
*Awwwooooo!
Teriakan kesakitan dari serigala besar terdengar saat terkena tusukan tombak Galadriel. Serigala besar mengambil langkah mundur untuk memberi ruang dan mennyerang balik para elf yang mengepungnya.
Sayangnya, Istina dan rentetan panah Alanea tidak memberikan ruang bernafas serigala besar. Bersama dengan Galadriel, ketiganya terus memojokan serigala besar dengan serangan terus-menerus tanpa henti.
Memperlihatkan kehebatan mereka yang memegang ksatria hebat dalam posisinya masing-masing. Gempuran itu melaju tanpa henti, seakan tidak ada celah untuk serigala besar menyerang balik atau menghentikan serangan ketiganya.
Meski begitu, gempuran tanpa henti yang terlihat tidak akan terputus, masih tidak menghentikan serigala besar yang memiliki total kesehatan sangat tinggi. Bahkan terlihat bahwa serigala besar tidak bermasalah dari pukulan demi pukulan yang dilancarkan ketiga elf.
Jika begini, mereka akan mendapatkan masalah kedepannya
Impian yang hanya mengamati dan tidak ikut dalam menyerang karena berfikir hanya akan mengganggu, berpikir dalam hati mengamati pertarungan ketiga elf melawan serigala besar.
Apa yang ditunjukan oleh serigala besar sama dengan yang ditunjukan oleh lawan-lawan sebelumnya baik itu di luar sarang ataupun di dalam sarang. Mereka semua terlihat seperti tidak menghiraukan kerusakan apapun di tubuh mereka.
Seperti zombi yang terus berdiri dan melawan apa yang ada di depan mereka. Berbeda dengan makhluk hidup yang akan terpengaruh dengan tubuh mereka yang semakin terluka.
-24801990
-1823900
-1800800
-1817000
__ADS_1
-18920500
Tusukan tombak Galadriel melesat dan tertancap di tubuh serigala besar, di ikuti dengan anak panah - anak panah Alanea, kemudian Galadriel kembali menyerang menggunakan tebasan tombaknya. Istina yang akan ikut menyerang dan akan menebaskan pedang bercahayanya, terkejut dengan tubuh Galadriel yang datang dan mendorong tubuhnya.
Kecemasan Impian sebelumnya sudah mulai terlihat saat ini. Serigala besar yang tidak memperdulikan luka-luka akibat serangan ketiga elf, menyerang balik dan membuat Galadriel terpental sehingga menabrak tubuh Istina.
Kombo mereka bertiga terputus!
Melihat dua orang yang menyerangnya memiliki posisi yang buruk, serigala besar melompat dan mengayunkan cakar besar kaki kanannya. Menyerang Istina dan Galadriel yang tertumpuk dan dalam posisi yang buruk.
*Brak!
Impian yang melihat itu, menggunakan sihir buminya dan memunculkan balok tanah besar untuk menghalau cakar besar serigala. Sayangnya, balok tanah itu tidak cukup kuat dan tertembus seperti sepotong tahu oleh cakar besar serigala.
*Sring!
Astaresee datang tepat waktu dan menghalang dengan menyilangkan dua pedangnya menghalau cakar besar serigala. Serangan cakar besar serigala tertahan dan menyebabkan tanah di bawah pijakan kaki Astaresee terkoyak yang memperlihatkan seberapa berat serangan cakar besar serigala.
"Uhuk!"
Darah segar juga keluar dari mulut Astaresee karena menahan cakar besar serigala secara langsung. Meskipun Astaresee yang memegang posisi pertama dari ksatria tertinggi di Ibu kota Borneo, kemampuan ketahanan tubuh yang dimiliki tidak terlalu besar dan memperlihatkan kekalahan dalam segi pertahanan melawan serangan serigala besar.
Istina dan Galadriel tidak diam saja, mereka langsung berdiri dan menyerang kaki kanan serigala yang tertahan Asataresee. Dengan pedang dan tombak dari senjata yang di pegang masing-masing, menghunus ke kaki seriga besar.
*Sing!
Dengan satu irama, serangan itu beegerak secara bersamaan menggempur kaki kanan serigala.
*Zrash!
*Awoooo!
Kaki kanan serigala itu terkoyak dan menyebabkan erangan keras lainnya dari serigala besar.
Seakan tidak ingin berhenti di situ, terlihat sesosok elf berada di udara dan gambaran makhluk seperti monster besar di belakangnya. Penatua Feanor! telah bergerak dan melakukan posisi keadaan untuk menyerang!
Itu adalah spirit elemental yang dikabarkan!?
Melihat hal itu, Impian teringat dengan kabar dari kalangan pemain yang beredar di forum mengenai salah satu kemampuan ras elf. Spirit elemental yang terkontrak oleh mereka, memiliki bentuk menyerupai monster dan memberikan kemampuan tambahan bagi si pengontrak.
Apa yang di tunjukan dari gambaran makhluk di belakang penatua Feanor adalah apa yang di curigai Impian sebagai spirit elementalnya dan hal itu juga yang menjelaskan dengan bayangan monster besar di balik serangan tangan penatua Feanor sebelumnya.
Melihat Astaresee dan penatua Feanor yang telah ikut ambil bagian dalam menyerang serigala besar, berarti dua serigala kecil yang mereka berdua hadapi telah di lepas. Impian melihat kesekitar dan tubuh kedua serigala kecil telah tergeletak di tanah 'tak sadarkan diri.
Dari gerakan dada kedua serigala itu, menggambarkan bahwa kedua serigala masih bernafas dan hidup. Mereka hanya tidak sadarkan diri dan telah di atasi oleh penatua Feanor dan Astaresee.
*BOOOMM!
__ADS_1
*KUUOOOAAARRRRRGGGGHHHH
Teriakan serigala besar mengagetkan Impian dari melihat dua serigala yang tergeletak di tanah. Saat melihat serigala besar yang berteriak kesakitan itu, telapak tangan dari spirit elemental penatua Feanor telah memukul tubuh serigala besar tertimbun di tanah.