
"oh! calon kesatria suci Saintess baru?"
"bukankah dia masih lemah?"
"kamu melihat sendiri waktu dia bertarung melawan tuan Saron benar?"
"ya, itu pergerakan yang bagus di tunjukan olehmu"
"tapi dia tetap saja masih lemah"
Mereka adalah ke empat orang yang mendampingi Saintess sebelumnya. Mereka termasuk dalam satuan Kesatria Suci Saintess.
Impian saat ini di perkenalkan kepada anggota-anggota Kesatria Suci Saintess lainnya oleh Saron.
Meski mereka melihat kemampuan Impian secara langsung sebelumnya, tetapi masih ada salah satu dari mereka yang tidak menerima Impian bergabung dengan mereka.
Pergerakan yang di tunjukan Impian memang luar biasa, tetapi serangan Impian tidak memberikan dampak yang besar karena levelnya yang masih kecil.
Laila Corrwel
Kesatria Suci Saintess
High Priest of Lorena
Lvl 341
......................
Harnm Joredal
Kesatria Suci Saintess
Light of Spear Lorena
Lvl 364
......................
Karl Denister
Kesatria Suci Saintess
Paladin Armor of Lorena
Lvl 361
......................
Johan Terital
Kesatria Suci Saintess
White Knight of Lorena
Lvl 358
Siapa mereka, kelas mereka, dan level mereka dapat terlihat di mata Impian.
Meski Impian menggunakan inspeksi dengan skill [The One Whos's See The Truth], keempat kesatria suci Saintess mengetahui hal tersebut.
Hanya saja, mereka membiarkan Impian melihatnya entah itu untuk perkenalan diri atau menunjukan seberapa besar perbedaan kemampuan mereka dengan Impian.
"lalu siapa ini satu lagi?"
Karl bertanya setelah melihat Togay yang bersama Impian.
"dia pengikut bocah ini"
Saron yang memperkenalkan Togay bukannya Impian sendiri.
"se-selamat siang tuan!"
"tapi ada satu wanita disini~"
"ah! selamat siang nyonya"
"tapi aku belum menikah~"
"selamat siang nona!"
*tuk
"ack!"
"berhenti bercandanya!"
"hehe"
"ada tujuh dari kami, saat ini dua orang lagi sedang melaksanakan tugas yang mulia Saintess. aku akan memperkenalkan mereka lain kali"
Saron menjelaskan kepada Impian setelah candaan singkat dari Laila kepada Togay.
"mereka sedang beristirahat saat ini, jadi aku bisa memperkenalkanmu"
Saat ini, semua kesatria suci yang berada di ruangan ini telah menyelesaikan tugas mereka Sang Saintess.
Saintess yang memberikan tur langsung kepada Gerald seorang tamu kerajaan, tidak di perbolehkan untuk berjalan sendiri.
Maka dari itu, kesatria suci menjaga Saintess di sisinya. Setelah pertunjukan yang di lakukan Impian, Saintess kembali ke istana dan mengakhiri tur-nya bersama Gerald.
Kesatria suci yang berada di ruangan ini, sedang di bebas tugaskan dari pekerjaannya. Mereka hanya bersantai saat ini.
__ADS_1
Hanya tiga dari empat kesatria suci di ruangan ini yang berbicara kepada Impian. Karl Denister yang masih belum menganggap Impian pantas untuk menyandang gelar kesatria suci, tidak ikut mengobrol dengan Impian.
Setiap hal yang ada di dalam ruangan tersebut, di tunjukan dan di jelaskan kepada Impian.
Setelah perkenalan singkat dan beberapa percakapan dengan keempat kesatria suci lainnya, Impian di bawa kembali oleh Saron menuju tempat lain.
Tempat ini seperti gua dengan beberapa prajurit dan tempat manajemen di sana-sini. Cukup besar jika hanya di sebut gua biasa.
"tempat apa ini?"
Di tengah Saron mengurus beberapa dokumen kepada beberapa prajurit yang menjaga tempat ini, Impian bertanya.
"dungeon, tempat khusus anggota pasukan kerajaan menaikan level mereka"
"oh, jadi paman membawaku untuk meningkatkan levelku di sini?"
"benar, levelmu masih rendah, aku akan melatihmu di dalam sana"
"bagaimana dengannya?"
Impian menunjuk ke arah Togay dan bertanya.
"tidak masalah, dia pengikutmu, kamu dapat membawanya"
Setelah mendengar itu, wajah Togay cerah. Meski di sebut sebagai pengikut, jika 'ia dapat memasuki dungeon bersama Saron, Togay berpikir bahwa ada kemungkinan 'ia juga akan di ajar olehnya.
Apa yang di ketahui Togay, bahwa Saron sebagai salah satu kesatria suci Saintess, merupakan kesatria yang menggunakan perisai sebagai salah satu senjatanya. Togay yang bertujuan sebagai tank dan akan sering menggunakan perisai kedepannya, orang seperti Saron merupakan orang yang tepat untuk mengajar.
[Anda merupakan pemain pertama yang menemukan dungeon knight training]
[Setiap jarahan akan di kalikan dua selama 7 hari kedepan]
[Anda menemukan portal teleportasi]
[Portal dungeon Knight Training telah di tambahkan dalam buku peneliti]
[WISDOM bertambah 1]
[Gunakan portal untuk mengetahui struktur rancangannya]
Setelah Impian sampai di depan pintu dungeon yang terlihat seperti lubang cacing berwarna merah, berbagai pesan sistem di terima Impian.
Dua notifikasi yang muncul merupakan notifikasi dari penemuan dungeon untuk setiap pemain.
Pemain yang menemukan dungeon pertama kali akan di berikan bonus khusus dari sistem. Penjelasan itu juga sudah menjadi pengetahuan umum untuk game ber-genre mmorpg.
Sedangkan notifikasi lainnya, merupakan notifikasi dari pekerjaan Impian saat ini.
"apa kamu juga mendapatkan notifikasi?"
Togay bertanya, yang mengkonfirmasi bahwa 'ia juga mendapatkan notifikasi penemu dungeon pertama bagi pemain.
"yah, itu sudah menjadi sistem permainan"
Meski pertanyaan Impian memang dapat di ambil secara logika, tetapi dari jawaban Togay, sistem permainan kadang memang suka menyimpang.
"apa yang kalian gumamkan? cepat masuk"
Saron yang melihat Impian dan Togay berbicara sendiri, berteriak ke arah mereka.
""yes sir!""
Setelah melewati portal dungeon, lingkungan yang ada berubah seketika.
Banyak pepohonan tumbuh di sana-sini, rerumputan dan alang-alang bahkan menutupi struktur tanah yang ada.
Tempat di dalam dungeon hampir seperti hutan.
Di belakang Impian, dapat terlihat lubang cacing berwarna merah. Portal dungeon melayang di tengah udara.
"100 meter dari tempat ini merupakan tempat aman, ambil ini dan gunakan jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi, jangan ragu untuk menggunakannya"
Benda yang di berikan Saron seperti kristal berbentuk persegi panjang dengan ukiran-ukiran sihir.
Impian dan Togay mengambil benda tersebut.
[Device of Return]
[Alat yang di gunakan untuk kembali ke tempat save point yang telah di tentukan.
Cooldown : Sekali pakai]
"baiklah, sebelum kita pergi lebih jauh, kita akan berdiskusi lebih dulu"
Melihat Saron langsung duduk, Impian dan Togay mengikuti.
"pertama kamu"
Setelah itu, Saron langsung ngomong dan menunjuk Impian.
"aku tidak akan berkomentar untuk gerakanmu, tetapi kemampuanmu memanfaatkan mana, benar-benar payah"
Impian terkejut atas kata-kata Saron.
Tentu saja, Impian yang memiliki skill dari kelas Avatar sangat mampu untuk mengendalikan dan memanfaatkan mana sesuai keinginannya.
Dengan kata yang telah terucap dari mulut Saron, membuat Impian mempertanyakan maksud dari kata-katanya.
Sebelum Impian untuk sempat menanggapi, telapak tangan Saron terangkat.
"kamu menggunakan mana untuk memperkuat dan menambah kecepatan tubuhmu, apa aku benar?"
__ADS_1
"itu benar..., apa itu salah?"
"jika cara penggunaan seperti yang kamu lakukan, maka itu salah"
Impian bingung atas kata-kata Saron. Penyaluran mana yang di lakukan dengan skill Avatar menerutnya sudah benar-benar sesuai. Lalu dimana letak kesalahannya.
"kamu mengalirkan mana dari awal hingga akhir, tanpa terputus sama sekali. Jika penyihir melihat dirimu menggunakan cara seperti itu, mereka pasti marah"
"..."
"kamu membuang-buang mana pada dirimu. Apa yang akan terjadi jika pertarungan berlangsung lama dan kamu kehabisan mana lebih awal?"
"ah... jadi maksud paman penggunaan secara berlebihan"
"penyihir dan petarung berbeda dalam memanfaatkan mana mereka, tetapi kamu bertarung seakan sebagai petarung dan penyihir secara bersamaan. Aku kagum dengan berbagai trik-mu bertarung, tetapi kamu membuka trik-mu yang lain seutuhnya dari awal"
"ya..."
"gunakan penguatan dan kecepatan mana di saat yang tepat, kamu juga bisa menggunakan cara itu untuk menipu lawanmu yang telah terbiasa dengan pergerakan awalmu. Jangan gunakan kemampuan mana-mu dari awal, tetapi lakukan saat menyerang atau menghindar, dengan itu mana yang kamu miliki tidak beekurang dengan cepat. Kita lakukan latihan di tempat ini"
"baik"
Impian tidak memiliki keterampilan aura pelapisan senjata maupun tubuh, Impian juga tidak memiliki skill ataupun sihir penguat dan penambah kecepatan gerak, semua yang di lakukan Impian murni dari memanfaatkan mana yang ada pada dirinya secara langsung.
Skill ataupun sihir dari yang lainnya bekerja dengan sekali aktivasi.
Maksudnya adalah pengaktifan yang di lakukan hanya sekali jalan. Mana akan di gunakan dan skill atau sihir akan bekerja tanpa perlu sokongan dari mana secara terus menerus.
Setelah di aktifkan, skill atau sihir akan bekerja dan bertahan dalam waktu.
Sedangkan apa yang di lakukan Impian, kemampuan pelapisan mana bekerja dengan mengalirkan mana secara terus menerus. Artinya Impian tidak mengubahnya, tetapi mengaktifkan.
Jika mana terputus dari aktivasi, kemampuan yang ada akan hilang dan tidak bekerja.
Berbeda dengan skill atau sihir yang mengubah dan tanpa perlu aliran mana lagi.
Dengan apa yang di lakukan Impian, mana akan terus menerus terkuras dan itulah apa yang Saron tegur kepada Impian.
"kemudian, kamu"
"ah, dia sangat payah, maka dari itu aku mengajaknya dan berharap paman akan sedikit mengajarkan kemampuan paman kepadanya"
"ugh..."
Bahkan sebelum Togay dapat menjawab dan menyuarakan pendapatnya kepada Saron, Impian memotong dan menjelaskan langsung.
"hmm, kalau begitu tunjukan kemampuanmu terlebih dahulu, aku akan memberikan saran terbaik yang aku tahu"
"ya pak!"
"kita akan pergi mencari monster di sekitar"
Setelah mendengar perintah dari Saron, Impian dan Togay menyiapkan senjata mereka masing-masing dan mengikuti dari belakang.
"tidak perlu menggunakan kemampuanmu, belajarlah untuk mencari jejak di sekitar"
Sesaat Impian ingin mengaktifkan [The One Who's See The Truth] untuk mencari monster di sekitar, Saron menghentikan Impian dan menyuruh untuk mencari jejak monster tanpa menggunakan skill.
"lihat kotoran yang ada, kita sudah memasuki wilayah monster"
Setelah berjalan cukup jauh dari portal dungeon, Saron beberapa kali mengajarkan kepada Impian dan Togay tentang bukti-bukti pergerakan monster yang dapat di temukan di sekitar.
"lihat pohon yang di sana, bekas yang ada masih baru. Kemungkinan monster tidak jauh dari sini"
Tidak jauh setelah tanda yang di beritahu Saron sebelumnya, enam monster seperti trenggiling sedang menyantap daging buruan mereka.
*Wuss!
*Tak!
Batu yang terlempar mengenai punggung Trenggiling yang tampak keras.
"kenapa kamu melakukan itu paman!"
Impian memprotes apa yang telah di lakukan Saron.
Perilaku pemburu yang benar menurut Impian ketika menemukan mangsanya adalah menyerang diam-diam saat buruan tidak siap.
Tetapi apa yang di lakukan Saron, seakan memprovokasi buruan mereka dan bertarung terang-terangan.
"selain meningkatkan levelmu, kita di sini untuk melatih kalian berdua. Bersiaplah, mereka datang!"
Monster trenggiling terganggu dan menghadap ke arah rombongan Impian satu persatu.
Armadilo Sharp Scales
Lvl 42
HP : 240429/240429
Satu dengan level tertinggi di antara enam trenggiling yang ada memiliki level 42 dan HP lebih dari 200 ribu.
Akan cukup mudah jika Impian menghadapi satu lawan satu meski level mereka cukup jauh, tetapi untuk Togay, itu sudah lain cerita.
"kamu cukup hadapi satu saat ini, aku akan mencoba memancing dan menghadapi sisanya!"
Impian berteriak kepada Togay dan memberi instruksi sambil berlari menuju monster-monster tersebut.
"sial!"
Togay yang mendengar hal itu, mengangkat perisai yang dia miliki dan maju kedepan.
__ADS_1