INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 140 : TIBANYA PASUKAN


__ADS_3

Tubuh Impian di angkut ke garda belakang oleh penatua Feanor dengan panggilan spiritnya untuk disembuhkan.


Awalnya penyihir alam elf yang melakukan, dengan mengangkut Impian menggunakan sihir akar-akar yang menjulur, sayangnya setiap akar yang mengenai tubuh Impian termakan oleh korosi mana Ether.


"kakek, tubuhmu berkeringat deras... tidak masalah, tubuhku akan pulih perlahan-lahan"


"nak, kamu harus menyadari siapa dirimu. Selain dirumu adalah utusan kerajaan Lorena dan merupakan tamu kehormatan yang diundang oleh sang raja sendiri, tetapi yang mengutusmu langsung ke tempat ini adalah bunda alam kami. Keselamatan dan kesehatanmu menjadi prioritas utama kami"


Meski apa yang terdengar dari ucapan penatua Feanor semuanya tentang politik, tindakan dan perlakuannya sudah cukup untuk membuat Impian terharu. Meski hanya memegang Impian dengan tubuh spiritnya dan tidak berkontak langsung dengan tubuh fisik, timbal balik dari kerusakan yang di dapat masih bekerja.


Energi dan mana Ether yang merusak masih melukai penatua Feanor meski tidak secara langsung. Akan tetapi, penatua Feanor masih membawa Impian tanpa keluhan sedikitpun.


Impian juga mengerti bahwa keberadaannya saat ini bukanlah sesuatu yang bisa di anggap remeh hingga orang-orang penting elf bisa mengabaikannya. Selain menjadi utusan dari kerajaan tetangga yang dapat merusak hubungan atau tidaknya tergantung mereka memperlakukan Impian, tetapi juga keberadaan Impian saat ini juga merupakan utusan dari dewi pelindung mereka sendiri.


Jika tidak memperlakukan Impian dengan penuh, tidak hanya mereka tidak menghormati kerajaan tetangga mereka, tetapi mereka juga bisa disalahkan karena tidak menghormati dewi pelindung mereka. Itulah sebabnya, penatua Feanor berkali-kali, tidak hanya selalu mendengarkan pendapat Impian, tetapi juga selalu menjaga dan menghawatirkan kesehatan Impian.


Karena keberadaan Impian saat ini adalah keberadaan sebagai tamu kerajaan yang diundang oleh rajanya sendiri dan utusan dewi pelindung mereka.


Sesampainya di tenda pemulihan, Impian langsung ditangani oleh penyembuh-penyembuh elf. Tidak lama dari itu, Nowe juga datang dan melakukan penyembuhan terhadap Impian.


"kalian tidak terus bertarung melawan monster-monster itu?"


"aku menghawatirkanmu"


"aku hanya penasaran dengan kutukan yang melekat padamu"


Alice dan Togay berada di tempat ini, mengikuti Impian yang dibawa oleh penatua Feanor. Sedangkan IKILUA, Oliver, dan Janeth masih berada di tempat pertempuran dan memutuskan tetap berada disana.


Penatua Feanor sendiri telah ditangani oleh para penyembuh elf bersama dengan Asteresee di sebelahnya. Muka mereka berdua terlihat pucat dan berkeringat deras, kelelahan dan rasa sakit dapat dilihat dengan jelas saat kita memandang mereka.


Penatua Feanor yang selalu mengeluarkan bentuk penuh spiritnya memang jelas akan mengalami kelelahan, akan tetapi dirinya yang membawa Impian secara langsung juga mengalami cedera itu sendiri. Asteresee sendiri yang telah melepas segel ksatrianya juga dalam situasi sangat kelelahan, mereka berdua diobati oleh para penyembuh elf.


"bukankah kamu orang yang ada di streaming?"


Seorang pasien dari salah satu pemain di seberang Impian yang sedang dirawat bertanya.


Tenda yang didirikan untuk merawat pasien dari pertempuran sangat mendadak, sehingga tidak ada waktu untuk mendirikan bangunan perawatan se-proper mungkin. Itulah sebabnya Impian yang merupakan orang penting oleh elf dan penatua Feanor juga Asteresee yang memiliki jabatan tinggi berada di satu tempat dengan orang-orang biasa yang sedang dirawat.


Pemain itu yang sedang dirawat dan melihat steaming langsung Impian dan melihat rombongan Impian saat ini langsung bertanya.


"ah, aku lupa mematikan live-ku"


Saat melihat layar siaran langsungnya sendiri, Impian tercengang. Bukan karena memperlihatkan dirinya yang sedang dirawat dan mempertontonkan keadaan saat ini, tetapi jumlah penonton yang masih menyaksikan siaran langsungnya.


Total penonton yang masih menonton siaran langsungnya saat ini telah mencapai angka 1,3 juta penonton. Hal yang gila bagi seorang streamer yang bahkan untuk live pertama mereka.


Memang benar bahwa pemain INK START FANTASI diseluruh dunia sudah mencapai puluhan juta pengguna dan siaran langsung Impian berlangsung diseluruh dunia, tetapi mereka saat ini masih menyaksikan siaran langsung Impian meski sudah keluar dari garis pertempuran langsung.


"kau berbohong, pasukan kerajaan elf tidak kunjung datang"


Kata-kata dari pemain yang sedang dirawat diseberang Impian terdengar. Tidak hanya perasaan seperti kekesalan yang terasa bahkan dalam pandangannya, tetapi tuntutan penjelasan juga diminta dari pancaran pandangan matanya.


Apa yang dikatakan Impian saat siaran langsung, adalah akan kedatangannya pasukan elf yang telah dikerahkan ketempat ini, sehingga pemain itu yang meski tidak memiliki kemampuan tinggi dan level yang memadai berani datang ketempat ini. Pasukan elf akan mengurus segalanya dan para pemain yang hadir dapat membantu atau bahkan memberikan serangan tambahan meski tidak seberapa.


Akan tetapi, pasukan elf yang Impian bicarakan tidak kunjung tiba. Yang ada di tempat pertempuran hanyalah pasukan kota dan sedang bertarung bersama para pemain.


Pertempuran awal melawan monster memang berjalan mulus. Pemain dapat menghadapi monster yang ada dengan perbandingan 1 lawan 10 atau 15 orang.


Mereka bertarung dengan memanfaatkan jumlah yang ada. Tidak hanya itu, saat satu atau dua orang terluka, mereka akan langsung mengganti petarung dan menghadapi monster dalam jumlah yang tetap.

__ADS_1


Saat ini, portal-portal baru terbuka dan monster-monster yang keluar meski hanya satu-persatu, jumlah mereka menjadi bertambah secara masif. Pasukan menjadi kesulitan menghadapi monster meski pemain-pemain baru berdatangan ketempat ini.


Level pada monster telah melewati angka 400, sedangkan pasukan baru yang muncul adalah para pemain yang baru melewati level 100. Perbandingan kemunculan dari kedua belah pihak sangat berbeda jauh.


Maka dari itu, orang-orang yang dikirim ketenda penyembuhan pada barisan belakang semakin banyak. Salah satu dari mereka adalah pemain ini, yang sedang dirawat dan mempertanyakan Impian serta meminta penjelasan langsung darinya.


"hmm? apa yang kamu bicarakan? jika kamu melihat 4km kearah timur, kamu akan menemukan mereka saat ini"


"omong kosong apa yang kamu bicarakan! ..*uhuk.. Memang siapa yang bisa melihat sejauh itu!? ..*uhuk *uhuk.."


"hey, chill kawan, chill.. perhatikan kondisimu saat ini"


Pemain tersebut yang mendengar jawaban dari Impian berteriak dan bertanya-tanya bahkan hingga terbatuk-batuk ditengah kalimatnya. Jawaban Impian yang terdengar absurd, membuat pemain tersebut semakin marah. Togay yang berada disamping Impian dan mendengarkan pembicaraan menenangkan pemain tersebut yang marah-marah hingga tebatuk-batuk meski dalam kondisi pemulihan.


"tenang!? aku bertanya dengan serius tapi dijawab dengan tidak masuk akal! ..*uhuk!.. kamu pikir aku sebuah lelucon!?"


"..tapi aku menjawab dengan benar, dimana salahnya?"


"kamu..!"


"Hahahaha tenang kawan, tetapi serius, jawabanmu memang terdengar absurd Impian. Mereka yang tidak tahu apa-apa tentang dirumu akan merasa terhina jika mendengar jawaban seperti itu darimu"


Pasien pemain itu yang awalnya memelototi Impian, kali ini juga memelototi Togay yang malah tertawa ditengah kemarahannya.


"tenanglah kawan, dia jarang berbohong. Itu skil yang dimilikinya, seperti radar yang dapat melihat sangat jauh. Jika kamu tidak percaya, maka keluarlah dan lihat sendiri. Benar dewi Alice?"


Pemain tersebut ingin mengatakan sesuatu dan kembali berteriak dengan mulutnya yang telah terbuka, hanya saja tidak ada satu katapun yang keluar darinya. Dirinya melihat jawaban dari perempuan yang ditanya oleh Togay disamping mereka.


Hanya menjawab dengan senyuman manis nan indah yang keluar dari perempuan cantik dihadapannya untuk meluluhkan hatinya yang sedang panas. Senyuman manis dari sesosok makhluk cantik memang meredakan emosi yang ada dan membuat hati menjadi tentram.


Jawaban yang diberikan dari senyuman manis wanita cantik adalah kebenaran!


*gedubrak!


Ditengah pembicaraan mereka, tiba-tiba suara benda rusak dan suara terjatuh terdengar.


"Huahaha apa yang kamu lakukan Impian!"


"jangan merusak benda-benda disini"


"sial! ini karena kutukan yang masih melekat padaku!"


Impian yang masih terkena kutukan dan energi yang menyelimutinya mengkorosi tempat tidur. Membuat tempat tidur yang ditempatinya rusak dan membuat dirinya ambruk begitu saja yang menyebabkan suara keras karena terjatuh.


Tawa dari kedua orang disampingnya mencairkan suasana dari ketengangan pemain dihadapan mereka.


"kalau begitu aku akan mengakhiri strem kali ini. Begitulah, aku sedang berada dalam perawatan karena kutukan yang aku terima. Sampai jumpa lagi"


...----------------...


Beberapa menit sebelumnya, gerbang teleportasi kota Cilvsi, kerjaan Onteral. Portal teleportasi yang bekerja terus-menerus telah membuat kota ini menjadi sesak.


Didepannya, berkumpul sejumlah pasukan besar yang terdiri dari para prajurit dan ksatria elf yang telah dikerahkan oleh kerajaan Onteral. Mereka berbaris rapi dan langsung bergerak menuju luar kota untuk berkumpul dengan seluruh pasukan yang telah tiba sebelumnya.


"akhirnya kita sampai! harus mengantre hanya untuk memakai gerbang teleportasi kota, seberapa banyak orang yang menggunakannya!"


Seorang pemain yang baru saja tiba bersama kelompoknya membuat kebisingan dengan memprotes seberapa lama mereka harus menunggu giliran mereka menggunakan gerbang teleportasi kota. Akibat siaran langsung Impian, gerbang teleportasi kota bekerja terus-menerus dan membuat siapapun yang ingin melewatinya harus mengantre gilirannya tiba agar tidak bentrok dengan pengguna lain.


"diamlah kawan, tidak hanya pemain yang menggunakannya, lihat pasukan besar di depan kita. Apa kamu ingin melawan mereka?"

__ADS_1


Pemain yang memprotes diawal langsung terdiam setelah melihat apa yang ditunjuk oleh temannya. Banyak pasukan yang baru saja tiba sebelum kelompoknya dari gerbang teleportasi kota sedang berbaris dan bersiap keluar gerbang kota.


Mereka akhirnya menyadari mengapa kelompok mereka harus menunggu lama giliran mereka tiba untuk menggunakan gerbang teleportasi kota. Mereka tidak hanya bersaing untuk menggunakan gerbang teleportasi kota antar sesama pemain lain, tetapi para pasukan NPC juga menggunakannya dengan jumlah orang yang memakai sangat besar.


"pindah dari sana! batch baru akan segera tiba!"


Para pemain yang mengutuk atau memprotes atau bahkan terpana dengan para prajurit yang sedang berbaris dihadapan mereka dan masih berdiri ditempatnya terkena omelan oleh NPC pengurua gerbang teleportasi kota untuk segera pindah dari tempat mereka. Karena kerja gerbang teleportasi kota sangat sibuk, hanya dalam beberapa detik saja sudah ada kelompok lain yang akan datang.


Gerbang teleportasi kota tidak bisa bekerja jika masih ada orang yang berdiri ditempat perpindahan, hal itulah yang membuat para NPC berteriak kepada kelompok itu.


Cahaya menyinari tempat perpindahan gerbang teleportasi kota setelah kelompok yang dimarahi berpindah tempat. Perlahan-lahan sekelompok besar lainnya muncul dari cahaya teleportasi kota.


"apa!? lihat itu!"


"bukan hanya pasukan elf saja yang dikirim!?"


"seberapa besar mereka mengirim pasukan? bahkan pasukan kerajaan lain ikut datang"


Sekelompok besar lainnya adalah prajurit ras beastman yang muncul dari gerbang teleportasi kota. Lagi dan lagi saat gerbang teleportasi kota bekerja, sekelompok besar prajurit beastman muncul dari sana.


"tuan Bastore, tuan Tannivh mengatakan untuk segera berkumpul diluar kota"


"kami mengerti"


"Hoo... seberapa besar pasukan yang akan datang memangnya?"


"berhenti memperlama Gerald, kita disini untuk membantu, bukan memperkeruh"


"..aku akan mengikuti perintahmu karena kamu adalah komandan saat ini. Tidak menyenangkan!"


Gerald yang memiliki posisi sebagai salah satu Wildmanor mendengarkan perintah orang dihadapannya meski memiliki posisi tinggi di kalangan ras beatman. Dari cara dirinya berbicara dengan orang itu, sepertinya mereka memang telah saling mengenal dan tidak terikat jabatan sebelumnya.


"heh, dia memang tidak pernah berubah, selalu bersikap bebas. Jangan membuat masalah lebih jauh bagi Bastore"


"ya, ya, lagipula tidak ada yang ingin melihat tingkah membisankanmu itu Teirin"


"kau ingin berkelahi peringkat empat? hmm?"


"hanya karna kamu menempati manor ketiga bukan berarti kamu lebih kuat! Kamu pikir aku takut padamu? majulah!"


"hentikan kalian berdua, kita segera berangkat keluar kota"


Bastore mengatakan dengan tenang, tetapi hal itu diikuti dengan tekanan kuat dari aura yang keluar di tubuhnya. Hal itu saja sudah membuat orang biasa yang berada disekitarnya merasa takut akan keberadaannya.


"baik, baik, komandan"


"kita akan melanjutkan ini setelah misi selesai"


"akan aku tunggu dirimu datang"


"apa kalian masih akan bertengkar?"


"sudah pimpin saja jalannya!"


"hmph!"


Bahkan setiap pemain yang mengeluh akan penundaan mereka melewati gerbang teleportasi kota dan dimarahi untuk segera pindah begitu mereka tiba menjadi diam seribu bahasa. Mereka tahu, bahwa orang-orang dihadapan mereka yang sedang bertengkar adalah ksatria tertinggi kerajaan beastman yang memiliki gelar dan posisi di wildmanor.


Mereka tidak ingin menjadi bulan-bulanan karena mengganggu orang-orang dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2