
Pertempuran pecah antara pasukan elf dan pemain melawan makhluk dari dunia Chaos yang keluar lewat lubang cacing.
Kelompok Ranting Borneo yang dibantu oleh beberapa dark elf dan monster guardian hutan pada awalnya kesulitan karena kalah jumlah. Sekarang harapan telah muncul begitu pasukan elf dan pemain dari kota Cilvsi datang dan bergabung dalam pertempuran.
Dengan datangnya pasukan dalam jumlah besar, arus pertarungan berbalik. Pasukan elf sekarang menang jumlah melawan makhluk yang keluar dari lubang cacing.
Satu makhluk akan menghadapi 3-5 orang dari pasukan elf. Sebegitu banyaknya orang yang hadir hingga makhluk yang keluar dari lubang cacing dihadapi oleh banyak orang.
*Trang!
*Wush!
*Boom!
Meski begitu, makhluk Chaos tidak mudah tumbang saat dikeroyok dengan banyak orang. Level monster-monster itu begitu tinggi dengan rata-rata 400 level yang dimiliki.
Setiap pertempuran, seakan para pemain bertarung melawan bos lapangan yang ada. Meski dikeroyok sekalipun, pertempuran masih berlangsung sengit disetiap bagian.
*Boooommmm!
*Duuuuuaaaarrrrr!
"Wuaaarrrrggghhhh!"
"hati-hati!"
Disisi jari Asmodius sendiri, Astaresee bertempur sengit. Meski sosok Asmodius sendiri masih berupa jari, serangan yang dilancarkannya begitu ganas, sehingga setiap serangan sihir yang dilancarkan akan memberi damage besar pada setiap orang yang mencoba ikut campur dalam pertarungan Astaresee melawan jari Asmodius.
*Trang!
*Wung!
*Bush!
*Buuummmm!
"hebat... itukah kemampuan asli dari Ranting Borneo?"
"elf itu begitu hebat!"
"tentu saja! tuan Astaresee adalah pemegang posisi nomer satu di Ranting Borneo"
Asmodeus yang tampil meski hanya sebuah jari, dirinya tidak pergi kemana-mana dan hanya tetap ditempat lubang cacingnya berada. Serangan yang dilancarkan hanya berupa sihir-sihir yang mengandung mana Ether didalamnya, akan tetapi serangan tersebut sangat ganas sehingga beberapa orang yang tidak sengaja terkena proyektil nyasar dari serangan sihir Asmodeus akan terluka parah.
Astaresee masih dapat bertahan dengan membelokan ataupun menghancurkan sihir, bahkan sesekali dirinya menyerang balik jari Asmodius yang tetap ditempatnya. Dengan pergerakan seperti itu, wajar saja jika setiap orang yang melihatnya begitu mengagumi pertarungan Astaresee melawan jari Asmodius.
*Tring!
*Sing!
*Jleb!
"jangan hanya bicara! kita ditengah pertarungan!"
"tolong bantu bagian sini!"
*Bak!
__ADS_1
*Buk!
"kami kekurangan tanker!"
*Jrasssshhhh!!!
"satu tumbang! kami akan membantu yang lainnya!"
*BBBOOOOOMMMMM!!!
"Mage! jangan gunakan sihir area luas ditempat seperti ini!!!"
"Sial! dasar noob brengsek!"
"apa yang mereka pikirkan!"
Para pemain sendiri kerepotan dengan jalannya pertempuran. Mereka terbiasa hanya bertarung dengan jumlah yang sedikit.
Tidak hanya itu, area yang terbatas direruntuhan sarang dark elf dengan jumlah orang yang besar disekitar mereka, ketidak terbiasaan itu menjadi salah satu kekacauan yang ada. Beberapa pemain yang sudah pro, tidak dapat mengajarkan mereka yang belum terbiasa, tidak hanya itu, dengan banyaknya musuh kuat berlevel jauh lebih tinggi, tidak akan ada waktu untuk memberitahu pemain-pemain awam dalam pertempuran berskala besar.
"Togay!"
"kemana saja kamu? mana Alice dan IKILUA?"
Ditengah-tengah pertempuran yang sedang berlangsung, tiga orang melakukan pertemuan kembali dari perpisahan mereka sebelumnya. Dua orang yang memanggil Togay adalah elf bersaudara yang ikut bersama beberapa saat lalu.
"Oliver, Janeth! akhirnya kalian sampai disini"
"akhirnya? apa kamu berada disini lebih awal?"
"apa yang terjadi? kenapa kalian menghilang tiba-tiba?"
Lagipula, setiap pemain yang ikut ditempatkan dalam posisi belakang oleh pasukan elf. Setibanya mereka disini dan akhirnya bertemu dengan Togay, tidak mengetahui bahwa Togay awalnya memang sudah disini lebih dulu.
"apa kalian tidak mendapatkan quest saat menuju tempat ini? aku dipanggil kesini oleh Impian, itu yang menyebabkan kami menghilang tiba-tiba"
"ya, kami dapat, isi quest-nya adalah menghentikan makhluk itu keluar sepenuhnya"
Janeth menunjuk jari Asmodius yang keluar dari lubang cacing dan sedang dihadapi oleh Astaresee. Dari pernyataannya, sepertinya seluruh pemain yang berada ditempat ini mendapatkan quest untuk mencegah Asmodius keluar sepenuhnya.
"...tunggu! kalian dipanggil oleh Impian? bagaimana bisa?"
"itu salah satu kemampuannya. Untuk masalah disini, aku juga kurang tahu pastinya, tetapi ada beberapa orang melakukan ritual pengorbanan untuk memamnggil makhluk itu dengan mana Ether. Kalian lihat disana? Itu benda yang digunakan untuk memanggil makhluk itu, Impian sedang mencoba menggagalkannya"
Diberitahu oleh Togay, Oliver dan Janet memandang apa yang ditunjuk Togay. Ditempat itu, hanya ada gumpalan asap hitam dan tidak ada pemandangan lainnya.
"Impian disana?"
"ya, jadi tugas kami saat ini adalah melindunginya agar tidak terganggu oleh monster-minster ini"
*gulp
Mendengar itu, Oliver dan Janeth menelan ludah mereka. Meski apa yang terlihat hanyalah gumpalan hitam, tetapi apa yang dikatakan Togay bahwa Impian berada disana dan menjadi kunci kesuksesan misi ini merupakan sesuatu yang membuat mereka terpana.
Siapa sebenarnya dia?
Lagi-lagi menjadi pusat dari semua kejadian yang ada.
__ADS_1
Bahkan seluruh elf sedang melindunginya.
Sukses tidaknya misi ini, tergantung padanya seorang?
Berbagai pemikiran terlintas dibenak Oliver dan Janeth. Dari apa yang tertera pada quest saja, kejadian saat ini merupakan peristiwa besar.
Apalagi hampir seluruh pasukan elf kota Cilvsi ikut dalam kejadian ini. Mereka semua bertugas hanya untuk melindunginya?
Bahkan kelompok Ranting Borneo?
"hey, jangan bengong saja! apa kalian akan meninggalkan poin kontribusi yang bisa didapat?"
Teriakan Togay membangunkan mereka berdua dari lamunannya. Benar apa yang dikatakan Togay, meski tugas yang ada untuk mereka melindungi Impian, mereka hanyalah pemain, ikut dalam event ini hanyalah untuk mencari poin kontribusi yang ada.
Berhasil tidaknya misi yang ada, itu menjadi masalah nanti. Pemain cukup mencari apa yang mereka bisa dapat. Tidak perlu memikirkan yang lainnya.
"hai kalian bertiga, jangan meninggalkan aku. Aku juga akan bergabung"
"Dewi Alice!" ""Alice""
"apa IKILUA sudah baik?"
"aku meninggalkannya bersama penyembuh elf, aku juga tidak ingin ketinggalan poin yang bisa didapat"
"Hahaha, dengan datangnya dewi Alice, kemampuanku bertambah 1000x lipat!"
Mendengar itu, wajah Oliver dan Janeth menjadi jijik. Kelebaian seorang Togay tidak dapat mereka berdua terima begitu saja.
Dengan datangnya Alice, mereka berempat membentuk party dadakan dan menghadapi satu monster yang ada. Mereka ikut bergabung dalam pertempuran seperti hal yang lainnya.
"Astaresee melepaskan segel terlalu lama... apa dirinya tidak apa-apa?"
Disisi lain, Istina yang sedang bertarung disisi penatua Feanor terlihat khawatir memandang Astaresee yang bertarung melawan jari Asmodeus.
Untuk menghadapi Asmodeus yang begitu kuat meski hanya sesosok jari, Astaresse melepaskan segel kekuatan penuhnya hanya agar dapat bertarung seimbang. Jika sesuatu yang disegel dan dilepaskan, itu akan selalu karena terdapat konsekuensinya.
Hal itu lah yang membuat Istina memandang khawatir Astaresee yang telah bertarung cukup lama.
"Dirinya sendiri yang telah memutuskan. Aku juga berharap tuan Impian cepat selesai disana"
"..."
"jangan berfikir untuk ikut melepas segelmu. Simpan untuk kejadian yang terburuk. Hanya tinggal kamu dan Galadriel yang tersisa untuk melepas segel"
Melihat Istina yang khawatir, penatua Feanor memperingatkannya untuk tidak ikut mengambil pilihan seperti Astaresee. Ksatria Ranting Borneo yang ikut serta hanya mereka bertiga.
Astaresee telah melepas segel dan jika Impian gagal sedangkan Asmadeus muncul sepenuhnya, harapan mereka tinggal Istina dan Galadriel saja. Astaresee yang membuka segel diawal akan kelelahan dan tidak dapat mempertahankan keadaannya seperti saat ini, Istina dan Galadriel dimaksudkan oleh penatua Feanor sebagai rencana cadangan jika keadaan berubah menjadi lebih buruk.
Kemampuan pelepasan segel yang dilakukan Astaresee adalah kemampuan pemberian Pine. Hal itu seperti berkah bagi mereka, orang-orang yang terpilih saja.
Itulah sebabnya anggota ksatria Ranting Borneo adalah ksatria terkuat dikerajaan Onteral. Hanya mereka yang mengemban posisi sebagai ksatria Ranting Borneo yang memiliki kemampuan pelepasan segel.
Penatua Feanor sendiri yang terlihat kuat dan memiliki gelar Emperor spirit dimasa lalu masih menggantungkan diri kepada Istina dan Galadriel untuk situasi terburuk saat ini. Memang sebesar itulah perubahan kekuatan yang didapat setelah melakukan pelepasan segel.
Hanya ksatria Ranting Borneo yang merupakan orang-orang terpilih saja yang bisa melakukan kemampuan itu. Penatua Feanor yang bukan merupakan bagian dari ksatria Ranting Borneo tidak dapat melakukannya.
"...Aku mengerti"
__ADS_1
Sehingga apa yang bisa mereka lakukan saat ini, hanyalah bertarung melawan monster-monster ini untuk melindungi tempat posisi Impian berada. Mereka hanya menunggu, apakah Impian berhasil melakukannya atau tidak.
Berharap bahwa Impian segera dengan cepat menyelesaikan apa yang dirinya lakukan...