INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 44 : ALASAN TOGAY


__ADS_3

Berbeda jauh dengan apa yang dapat di lihat saat masih di desa Keoropi, ibu kota kerjaan benar-benar megah.


Meski sudah banyak bangunan yang di bangun untuk menyeimbangkan jumlah pemain yang masuk pertama kali, sebuah desa tetaplah tidak bisa di bandingkan dengan ibu kota.


Satu hal yang membuat pandangan tidak dapat teralihkan dari setiap mata pemain yang datang untuk pertama kalinya di ibu kota. Sebuah bangunan berwarna putih dengan bentuk seperti setengah lingkaran, kemudian terletak tepat di bagian tengahnya, sebuah bangunan megah yang terlihat seperti tempat tinggal bagi orang yang memiliki posisi tertinggi untuk beristirahat terlihat menonjol jauh di sana.


"itu istana, tempat saintes berada"


Togay menjelaskan saat melihat mata Impian yang selalu tertuju dan memandangi bangunan besar dan paling mencolok itu.


"belum ada seorang pemainpun yang pernah kesana, sesekali saintes akan terlihat di ibu kota, tetapi belum ada yang menemuinya langsung di istana"


"apa sesulit itu?"


"yah, aku juga tidak tahu"


Sembari berbincang tentang bangunan dan orang dengan posisi tertinggi di kerajaan ini, Impian bersama Togay berjalan ke bangunan tepat di sebelah portal teleportasi kota. Karena kesanalah salah satu tempat dari tujuan yang mereka miliki di ibu kota.


Itu adalah bangunan tempat lembaga perurusan masalah gerbang teleportasi ibu kota kerajaan. Tempat yang dituju dari surat yang di buat oleh pastor Pe'rgi untuk diberikan.


Bangunan itu cukup besar jika di lihat dari depan. Terlihat bahwa bangunan tersebut memiliki empat lantai dari susunan jendela-jendela yang tersusun di bangunan itu.


"selamat siang, ada yang bisa saya bantu?"


Setelah Impian dan Togay memasuki bangunan tersebut, seorang wanita resepsionis yang berdiri di belakang meja resepsi-nya menyapa Impian dan Togay.


"aku mendapatkan surat rekomendasi untuk di tujukan kepada Natalie"


Tanpa basa-basi lagi, Impian langsung mengatakan maksud dan tujuannya ditempat ini sembari mengeluarkan surat berwarna putih dan menunjukannya kepada wanita resepsionis.


"ah, 'yang terpilih', saya akan mengantar anda langsung ke tempat nona Natalie berada, silahkan ikuti saya"


Sang resepsionis yang melihat surat itu terkejut dari raut wajah yang ditunjukannya setelah melihat cap di atas surat. Tidak berani untuk menghambat lebih lama untuk pemilik surat, wanita resepsionis dengan sigap mengatakan kepada Impian.


Wanita resepsionis berinisiatif langsung untuk mengantar Impian dan berkata untuk mengikutinya menemui Natalie langsung. Begitu wanita resepsionis meninggalkan meja dan memberi isyarat, Impian dan Togay mengikuti wanita itu dari belakang.


Togay [lihat pantatnya itu, bukankah dia cukup seksi?]


Impian [berhenti dengan perilaku cabulmu itu!]


Togay [yah, setidaknya aku tidak berbuat yang senonoh]


Kebiasaan Togay muncul kembali dan mengirimi pesan party kepada Impian.


Yah, meskipun dia tidak berbuat yang aneh-aneh secara langsung, tetapi delusi dari pemikirannya akan selalu keluar.


Pakaian wanita resepsionis itu seperti pakaian wanita kantoran pada umumnya, hanya saja pakaian itu cukup ketat, khususnya bagian yang dibicarakan Togay. Meski Impian memberitahunya untuk berhenti dari delusi yang tidak-tidak, Impian tidak mempermasalahkan itu lebih jauh karena delusi itu akan menjadi wajar setelah melihat belakang tubuh wanita itu.


Tempat yang dituju dan diantarkan oleh wanita resepsionis, berada di lantai paling atas dari gedung tersebut. Terlihat dari angka yang dipilih oleh wanita resepsionis dari perangkat yang tergolong canggih untuk peradaban saat ini.


Itu seperti lift yang dapat naik turun dengan daya penggerak dari alat sihir. Berbentuk lingkaran dari batu yang entah berjenis apa sebagai titik tumpu dan lingkaran sihir di atasnya.


Cukup canggih jika di bandingkan dengan peralatan modern karena penggunaan dari mana pada perangkat itu.


*tuk *tuk *tuk


Sesampainya mereka di depan pintu yang diduga sebagai ruangan Natalie, wanita resepsionis itu mengetuk pintu dari ruangan tersebut dan membukanya.


Ruangan itu memiliki dua daun pintu besar dan dibuka oleh wanita resepsionis. Setelah membuka kedua daun pintu tersebut, ruangan yang sangat besar dengan berbagai lemari buku berjejer di sudut-sudut ruangan.

__ADS_1


Terdapat sofa tamu di salah satu bagian ruangan dan meja kerjanya sendiri.


Di tempat meja kerja tersebut, ada seorang wanita berambut biru dengan usia pertengahan 30 sedang mencoret-coret lembaran kertas.


"silahkan tunggu di tempat itu"


Setelah mengatakan hal tersebut, wanita resepsionis tersebut meninggalkan ruangan, dia juga meninggalkan Impian dan Togay di sana.


Suasana terasa canggung dengan perlakuan yang di dapatkan.


Seperti masa bodo dengan hal itu, Impian melangkah ke arah sofa yang ada dan duduk di atasnya.


Melihat hal itu, Togay mengikuti Impian, kemudian duduk di sebelahnya.


Togay [apa yang kau lakukan?]


Togay mempertanyakannya melalui chat party atas perilaku Impian.


Impian [kita hanya menunggu dengan urusan yang masih di lakukannya]


"ugh..."


Togay membalas dengan hanya mengernyit atas tanggapan yang di lontarkan Impian melalui chat party.


Impian [hey togay, aku ingin bertanya padamu]


Togay [apa itu?]


Impian [sudahi dengan cerita apalah itu, apa tujuanmu yang sebenarnya?]


Togay [apa maksudmu?]


Seorang pedagang akan selalu memiliki insting untung mencari keuntungan dan pendapatan. Tidak terkecuali untuk pemain.


Togay yang memiliki akun utama sebagai pedagang dan sudah cukup terkenal, dimana sebelumnya IKILUA memanggil dirinya dengan nama panggilan yang telah tersematkan kepadanya.


Akan aneh di mana saat peluang besar atas kejadian saat ini di dalam game sedang terjadi, 'ia bisa menahan diri untuk tetap di sisi Impian.


Meski dengan alasan tidak masuk akalnya telah di lontarkan, Impian mempertanyakan hal tersebut langsung kepadanya.


Togay [yah, meski aku di didik dari kecil dalam urusan bisnis, apa aku harus tetap seperti itu meskipun di dalam game?]


Impian [apapun, insting seseorang yang telah di didik dan menjalaninya tidak akan terlepas begitu saja]


Togay [kamu benar]


Impian [meski kamu tidak menginginkan kehidupan itu, kamu akan terbiasa dengannya, jadi apa tujuanmu]


Togay [sudah kubilang berkali-kali, cerita yang menarik]


Impian [ya, ya, aku akan diam jika kamu tidak ingin menjelaskan lebih lanjut]


Beberapa keheningan tercipta sesaat, hingga chat party muncul kembali dari Togay.


Togay [saat aku kecil, aku menyukai berbagai cerita]


Impian "...."


Togay [aku hanya bisa melihat pemain-pemain hebat dari forum, tetapi tidak kutemui secara langsung]

__ADS_1


Togay [aku cukup payah untuk bertarung]


Togay [saat aku mendekati mereka, aku hanya di anggap beban]


Togay [aku membuat karakter permainan dengan pekerjaan pedagang, karena itu yang aku kuasai di dunia nyata]


Togay [setidaknya, di sini, di dalam permainan, aku bisa bersenang-senang dan meninggalkan pekerjaan bisnis yang di kelola keluargaku]


Togay [meski di dunia nyata aku seorang pebisnis, entah mengapa, di dalam game aku juga melakukan hal yang sama]


Togay [aku hanya lelah dan akhirnya membuat karakter baru]


Togay [saat pertama kali melihatmu, aku tidak berpikir apa-apa]


Togay [setelah melihat dewi, aku berpikir untuk bersenang-senang kembali setelahnya]


Togay [tapi cara bermainmu aneh, berbeda dengan yang lainnya]


Togay [aku berpikir untuk melihatmu lebih dekat]


Togay [tidak seperti pemain hebat lainnya, di saat kamu masih memiliki level rendah, aku bisa mengimbangimu dan tidak terlihat beban]


Togay [maka dari itu, aku tidak ingin melewati hal yang membuatku kagum saat ini]


Togay [semakin tinggi levelmu, akan semakin sulit aku melihat, bahkan mungkin kau akan menganggapku beban seperti yang lain]


Togay [maka dari itu, jika sekarang aku pergi, aku tidak bisa melihat dari dekat lagi kedepannya. Melihat hal yang menurutku menarik untuk diikuti. Aku tidak ingin meninggalkan hal itu begitu saja]


Satu persatu berbagai chat balasan dari Togay terlihat.


Ia menjelaskan dan mengutarakan sepenuhnya apa yang di lakukannya saat ini. Menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Impian.


Impian [ya, ya, cukup, aku tidak perlu curhatanmu, aku hanya bertanya]


"urgh..."


Seharusnya suasana yang tercipta atas apa yang di utarakan Togay saat ini sangat menyentuh perasaan.


Tetapi balasan yang di terima dari Impian secara langsung membuat Togay tidak dapat berkata-kata lagi.


*tuk


Suara pulpen yang di letakan di atas meja terdengar dari arah meja kerja di ruangan itu.


Impian dan Togay secara reflek melihat ke arah suara itu.


"hah~ dasar Tiana... jadi apa yang membuat kalian disini?"


Sembari beranjak dari kursi kerjanya, wanita tersebut berjalan menuju sofa dan bertanya kepada Impian dan Togay.


"ah, duduk saja"


Saat Impian dan Togay ingin berdiri untuk menghormati wanita tersebut, 'ia berkata dan ikut duduk di sofa lain yang ada.


"saya di suruh pastor Pe'rgi untuk memberikan surat ini kepada anda"


Impian menyerahkan surat rekomendasi berwarna putih kepada wanita berambut biru itu.


Wanita itu menerimanya dan membuka segel pada surat tersebut, kemudian membaca isi di dalamnya.

__ADS_1


"THE CHOSEN ONE, ya..."


__ADS_2