INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 46 : MENGANTAR SURAT COKLAT


__ADS_3

Dapat di lihat banyak sekali orang yang mengerubuni tempat tersebut. Banyaknya pemain yang mondar-mandir di dalam ruangan dapat terlihat di mata Impian.


"mereka yang mencoba mengambil kelass di sini. Pemain harus melewati uji coba dari penguji kelas mereka"


"jadi pemain tidak bisa mendapatkannya secara langsung?"


"ya, ada beberapa pelatihan yang harus di ikuti, jika mereka lulus, mereka akan mendapatkan kelas mereka"


"oh"


Dari apa yang di jelaskan oleh Togay, tidak mengherankan jika masih banyak pemain yang di temukan di tempat ini.


Pemain tidak akan bisa menaikan level mereka jika masih belum mendapatkan kelas pada karakternya.


Mereka akan selalu 'stuck' di level 10 sebelum mendapatkan kelas. Sebab itulah kelas sangat penting bagi pemain dan bisa di maklumi jika banyak pemain yang mondar-mandir di loby utama.


Kemungkinan besar, mereka masih belajar dan mencoba melewati ujian dari kelas yang mereka inginkan.


"apa kamu tahu? pemain kedua yang mendapatkan legacy dunia?"


"ah! dari pengumuman dunia yang sebelumnya"


"benar, benar. aku iri dengannya..."


"kudengar mereka adalah pemain top yang tidak mencantumkan namanya pada leader board"


"kita masih jauh untuk mencapai hal tersebut"


"aku akan berusaha lebih keras untuk mendapatkan kelass-ku"


Dapat di dengar beberapa percakapan pemain yang ada di sana.


Dari Pengumuman dunia sebelumnya, muncul satu lagi pemain yang telah mendapatkan legacy dunia. Apa itu, apa kegunaannya, dan bagaimana cara mendapatkannya masih tidak di ketahui oleh para pemain.


Kedua pemain tersebut yang mendapatkan legacy masih belum di ketahui identitasnya.


"urgh.."


"kau kenapa?"


Impian yang mendengar percakapan beberapa pemain yang ada merasa tidak nyaman karenanya, sebab, salah satu pemain yang mereka bicarakan sebenarnya adalah dirinya.


"aku ingin bertemu dengan tuan Dendilf!"


Salah satu NPC anak muda yang di kawal oleh beberapa orang di sampingnya berteriak di depan konter resepsionis.


"maaf tuan, tetapi anda harus membuat janji terlebih dahulu jika ingin menemui tuan Dendilf"


"apa kamu tidak tahu siapa aku!? aku adalah Jircknif Manelion, anak dari Viscount Earl Manelion! cepat beritahukan tuan Dendilf bahwa aku ingin menemuinya"


"maaf tuan, tetapi anda harus membuat janji terlebih dahulu"


"kamu..!"


Terjadi keributan di dalam loby utama, tepat di depan konter resepsionis.


Seorang anak muda yang merupakan NPC dan di duga sebagai seorang bangsawan membuat perhatian orang-orang yang ada disana tertuju terhadapnya.


"lagi-lagi seorang bangsawan yang membuat keributan"


Togay memberi komentar setelah melihat kejadian itu.


"apa sesering itu?"


"yah, beberapa hal dari tingkah bangsawan terjadi di sana sini. Seseorang yang memiliki jabatan tinggi memang selalu sombong benar?"

__ADS_1


"yah..."


"kalau begitu, kita berpisah disini, pergi kesana jika ingin mengantar surat yang kamu punya"


"baiklah, semoga beruntung"


"yea"


Impian bergi ke arah konter resepsionis lain, sedangkan Togay pergi ke arah tempat pengurusan pengambilan kelas yang di inginkannya.


"ada yang bisa saya bantu?"


"aku ingin mengantar surat ini, bisa kamu berikan?"


Sang resepsionis tersebut mengambil dan memeriksa surat berwarna coklat yang di serahkan oleh Impian.


"ah, maafkan saya, tetapi anda harus menyerahkan secara lansung surat ini. Mari saya antar anda keruangan tuan Dendilf berada"


Setelah melihat segel cap yang tertera pada surat, resepsionis tersebut mengatakan kepada Impian dan keluar dari konternya.


"tunggu!"


Seorang anak bangsawan yang masih berdebat dengan resepsionis lain sebelumnya, mendengar percakapan Impian dan berteriak ke arahnya.


"kenapa dia bisa menemui langsung, sedangkan aku tidak!?"


Resepsionis yang melayani anak bangsawan tersebut hanya bisa menghela nafas atas sikap orang tersebut.


"hey tunngu!"


Ia menarik Impian yang berjalan melewatinya.


"ya?"


"hey, ini tidak adil! kamu dapat menemui tuan Dendilf secara langsung, sedangkan aku tidak!"


"...kau tetap disini sampai aku menemui tuan Dendilf terlebih dahulu!"


Impian hanya diam menanggapi tingkah dari pemuda tersebut.


"maaf tuan, tapi tuan ini sudah memiliki urusan dengan tuan Dendilf"


"apanya yang urusan!, aku bahkan melihatnya bahwa ia baru saja datang!"


"sebaiknya kamu pergi bocah, jangan membuat masalah di tempat ini"


Seorang pria sekitar umur 40an datang dan menyela dari pembicaraan tersebut. Dengan aura intimidasi yang di pancarkan dan terlihat pakaian yang di kenakannya, sepertinya dia orang penting di sini.


"ah, taun Cervik!"


"tuan.."


Tidak hanya anak bangsawan tersebut yang tiba-tiba berubah sikap, tetapi para resepsionis juga memberi hormat kepadanya.


"jika kamu membuat masalah di tempat ini, jangan salahkan aku memberi tindakan tegas terhadapmu"


"tapi tuan... orang ini bahkan tidak menghormatiku di sini. Tentu saja aku harus mempermasalahkan hal ini"


Anak bangsawan itu tidak terlihat mundur atas kata-kata yang telah di ucapkan oleh Cervik dan malah membalikan keadaan dengan menyalahkan Impian dengan apa yang terjadi.


"dan kamu tidak menghormatiku di sini!? kamu pergi atau aku yang akan memaksa kamu pergi dengan kekuatan?"


"urgh... siapa kamu bocah? aku akan mengingat hal ini"


Anak bangsawan tersebut pergi bersama pengawalnya yang ada setelah mengancam Impian.

__ADS_1


Impian hanya mengangkat bahu atas ancaman tersebut.


"biarkan aku yang mengantarnya, kamu bisa kembali ke tugasmu"


"baik tuan"


Resepsionis itu kembali ke konter tempatnya asal.


"aku yang akan mengantarmu, silahkan ikuti aku"


Apa yang telah terjadi sebenarnya dan saat ini akhirnya siapa yang mengantar Impian telah berubah.


Impian mengikuti Cervik dan menuju ruangan yang di yakini sebagai Dendilf di dalamnya.


"Cervik, ada apa?"


Dia adalah Dendilf, perawakannya tidak berbeda jauh dengan Cervik. Umur mereka terlihat sama jika hanya mengamatinya secara langsung.


Mukanya di tumbuhi dengan rambut yang rapi di sekitar dagu dan rahangnya. Tubuhnya yang besar memancarkan aura veteran di sekitarnya.


"tuan Dendilf, aku mengantar orang ini"


"oh? ada apa?"


Setelah di jelaskan oleh Cervik, Dendilf melihat ke arah Impian dan menanyakan urusannya.


"tidak banyak, pastor Pe'rgi menyuruhku mengantar surat ini kepada anda"


Impian menyerahkan surat coklat dengan segel cap di atasnya kepada Dendilf.


"ho... tidak hanya penerus, tetapi juga 'chosen one'..."


Setelah menerima surat tersebut, Dendilf berseru dan mengungkapkan siapa Impian secara langsung tanpa membuka surat tersebut.


Tidak hanya itu, Cervik yang masih berada di sana, terperangah dengan apa yang di ucapkan oleh Dendilf secara langsung.


Kebenaran tentang seseorang yang telah memasuki menara persidangan dan telah menjadi salah satu 'Chosen One'.


"aku tidak bisa mengurus hal ini secara langsung, apa kamu tahu di mana tuan Saron berada?"


Setelah mengucapkan itu, Dendilf bertanya kepada Cervik.


"Kudengar ia berada di pusat lapangan latihan tentara bersama saintess"


"kita pergi kesana 'nak, ayo!"


Setelah mendengar hal tersebut, Cervik langsung pergi mempersiapkan dan menginformasikan kepada kusir yang akan membawa kereta kuda.


Tidak lama setelah itu, Dendilf mempersiapkan apa yang perlu di bawanya dan langsung pergi dari tempat itu. Impian mengikuti dari belakang kemana Dendilf pergi


muter-muter terus... masalah ke pengurusan memang ribet...


Impian mengeluh di dalam hati dan mengikuti Dendilf pergi dari sana.


"ayo naik"


Dendilf menyuruh Impian untuk menaiki kereta kuda yang mewah bersamanya.


Di ujung gang, seorang anak bangsawan bersama pengawalnya melihat Impian masuk ke dalam kereta kuda mewah bersama Dendilf.


"sialan.... siapa dia!? cari tahu informasi mengenainya dan aku ingin kalian bertindak cepat!"


"baik tuan"


Pengawal mereka mengangguk dan mengkonfirmasi tugas dari tuan mereka. Salah satu pengawal pergi dari rombongan itu setelah mendengar perintah.

__ADS_1


Anak bangsawan tersebut belum menyerah dengan Impian dan menyiapkan langkah selanjutnya.


__ADS_2