
Pukulan pertama Impian lancarkan ke arah tubuh kapten Dasa.
Cepat, sangat cepat Impian langsung tiba di depan kapten Dasa. Karena perubahan kecepan di perlihatkan ketimbang kecepatan saat sparing awal mereka lakukan, kapten Dasa tidak sempat menghindari dan menangkisnya.
Serangan bertubi-tubi Impian lancarkan. Kombo dari pukulan, sikutan, tendangan, dan benturan tubuh di lakukan oleh Impian.
Kapten Dasa hanya bertahan dari rentetan serangan Impian.
Perlahan-lahan, kapten Dasa mulai terbiasa dengan kecepatan serangan yang di tunjukan Impian. Tidak ingin terlihat terpojok, kapten Dasa mulai menyerang balik Impian.
"woah!"
Impian berseru dengan perubahan tindakan dari kapten Dasa.
"apakah pertarungan sebelumnya, kamu banyak mengalah padaku!?"
Apa yang di tunjukan dari kecepatan kapten Dasa sangat berbeda dengan pertarungan pertama mereka.
Melihat hal itu, Impian berteriak dan mempertanyakan kepadanya.
"tentu saja, siapa yang akan bertarung dengan serius terhadap bocah bau kencur sepertimu"
Sembari melakukan serangan, menghalaunya, dan melakukan serangan balik, percakapan terjadi di antara keduannya.
Serangan dan counter di tunjukan dari kedua petarung kepada yang melihatnya.
"bukankah dia terlalu kuat!?"
"apakah dia ranker yang menyamar sebagai pemain pemula?"
Impian bertarung dengan seimbang melawan kapten penjaga. Dengan penampilan dari kekuatan yang di tunjukannya, semua pemain yang menonton akan tidak mempercayai bahwa 'ia adalah seorang pemula meski pakaian yang di kenakan sama dengan mereka.
"tidak, dia orang yang sama dengan pemain sebelumnya"
Salah seorang pemain yang ikut menonton pertarungan Impian dengan kapten penjaga membantah tuduhan pemain lain terhadap Impian.
"maksudmu?"
"dia benar-benar pemain pemula, aku pernah melihatnya berburu kelinci beberapa waktu lalu"
"heh~ bukankah itu hanya untuk pertunjukan"
"benar, benar, tidak mungkin pemain pemula bisa memiliki pergerakan seperti itu"
"aku juga melihatnya, selain berburu kelinci, aku melihat dia berdebat tentang misi kelinci"
"ya, dia orang yang sama dengan orang yang melakukan pertandingan dengan NPC lainnya"
"benar, hanya saja 'ia kalah hanya dalam beberapa gerakan melawan kapten penjaga saat itu"
Banyak spekulasi bermunculan antar pemain yang menonton pertandingan Impian saat ini.
Penyangkalan, ketidak percayaan, dan pernyataan kebenaran beradu di antara omongan penonton.
Berbeda dengan orang yang di bicarakannya saat ini, 'ia sedang beradu tinju dengan NPC berlevel tinggi jika di bandingkan dengan levelnya saat ini.
Kapten Penjaga Desa Keoropi
__ADS_1
Pemimpin Dasa Convenans
Lvl 86
"apa hanya itu 'nak? aku tahu kamu masih menahan kemampuanmu"
Apa yang di katakan oleh kapten Dasa hanya setengah benar. Sebenarnya Impian benar-benar serius untuk menyerang kapten Dasa.
Impian saat ini sedang kesulitan untuk terbiasa dengan kemampuan barunya.
Yang pertama adalah kenaikan kecepatan gerak dan reflek yang tiba-tiba.
Sebelumnya Impian mengalirkan mana ke sekujur tubuhnya untuk memperkuat diri. Hal itu akan sangat memberikan dorongan yang besar terhadap tubuh secara tiba-tiba.
Apa yang di pelajari Impian dari Origin adalah cara memanfaatkan dan mengubah mana menjadi sesuatu yang lebih baik.
Manfaatkan kemampuan dari Avatarnya untuk menumbuhkan kekuatan serta kecepatan dalam diri. Bukan membiasakan diri secara langsung dalam pertarungan.
Tempat Origin sangat sepi, bahkan hanya ada Impian dan Origin seorang. Lawan tanding untuk membiasakan tubuh dari kekuatan yang telah di dapat tidak ada.
Hal itulah yang membuat kesulitan saat ini.
Yang kedua adalah kemampuan mata barunya. Lintasan dari serangan yang akan di lancarkan kapten Dasa dapat terlihat di depan Impian.
Meski hanya sepersekian detik, arah serangan dan area damage dari serangan terlihat jelas di matanya.
Hanya saja, lawannya adalah makhluk humanoid dengan kecerdasan tinggi. Saat lintasan dan dampak serangan terlihat di mata Impian, Impian akan secara reflek menghindarinya.
Disinilah kesalahan yang di lakukan Impian. Sebelum serangan keluar, Impian telah mengambil tindakan untuk menghindarinya.
Orang bodoh mana yang akan tetap mengeluarkan serangan ke arah tempat musuh telah menghindarinya bahkan sebelum di lancarkan. Bahkan orang awam saja tidak akan melakukannya, apalagi seseorang yang sudah memiliki pengalaman seperti kapten Dasa.
Sebelum mendapatkan skill barunya, Impian akan memprediksi serangan yang akan di lakukan serta arah lintasan serangan dari pergerakan musuh.
Melihat pundak, posisi tangan, arah pinggul, lebar kaki, dan posisi kaki dari lawan, Impian lihat demi memprediksi serangan yang akan di lancarkan lawannya.
Tetapi dengan skill mata yang baru di dapatnya dan dapat melihat lintasan serangan serta lintasan dampak yang akan di timbulkan, secara reflek, Impian akan memanfaatkannya dan bergerak mengikuti arahan dari skill yang di tunjukan.
Sayangnya Impian bergerak terlebih dahulu ketimbang menunggu serangan telah di lakukan dan menghindari di waktu yang tepat.
...Sial! ini cukup sulit! tetapi, entah mengapa, ini sangat menyenangkan!...
Entah mengeluh atau bersenang-senang terhadapnya, mulai dari kesalahan pergerakan yang di lakukan, perlahan-lahan Impian membiasakan diri dari kemampuan barunya.
Ada lawan tanding dengan kemampuan yang baik berada di depan Impian dan dapat membantu membiasakan diri dari kemampuan yang baru di dapat... kenapa tidak?
"yeah! beginilah seharusnya 'nak!"
Tidak hanya Impian yang bersenang-senang dengan apa yang terjadi saat ini, kapten Dasa juga seperti menikmati pertarungan ini.
"apakah pemuda itu bertambah kuat?"
"hanya dari waktu yang singkat..."
"dia bahkan seimbang melawan kapten"
Hanya dalam waktu singkat, itu memang tidak wajar bagi penghuni dunia ini. Apa lagi pasukan penjaga desa yang setiap hari berlatih untuk meningkatkan kemampuan mereka.
__ADS_1
Perubahan akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi lebih kuat, tetapi Impian telah berubah hanya dalam beberapa hari saja.
BUK!
BAK!
BUK!
WUS!
BUK!
Seakan waktu akan menjawab semua yang terjadi, kapten Dasa menerima pukulan pertamanya secara langsung oleh Impian.
Tidak menyia-nyiakannya, Impian menyerang kembali dengan kombo yang ada.
Meski di hindari sesekali oleh kapten Dasa, Impian masih memberikan serangan secara langsung.
Pertarungan tidak berhenti segera setelah kapten Dasa menerima pukulan pertamanya. Karena pertandingan yang di lakukan adalah pertandingan ulang yang di tawarkan kapten Dasa kepada Impian.
Memang tidak ada peraturan yang di sepakati, dan terlebih lagi, skill atau sihir yang secara langsung dapat di pakai, tidak di gunakan kecuali memperkuat tubuh dan mempercepat pergerakan serangan.
Semua di lakukan hanya dengan bagian-bagian tubuh untuk menyerang.
"aku mengaku kalah..."
Hingga akhirnya kata yang terucap dari kapten Dasa mengakhiri pertarungan antar keduannya.
""WOAHHHHH""
Apa yang di ucapkan kapten Dasa membuat gempar orang-orang yang melihat pertandingan mereka.
Tidak hanya pemain di sekitar yang berteriak, tetapi NPC, bawahan dari kapten Dasa mengeluarkan kata-kata ketidak percayaan tanpa dendam karena pemimpin mereka kalah dari Impian.
Karena pertandingan di langsungkan dengan sportif dan mereka tahu bahwa itu hanyalah pertandingan hand-to-hand tanpa skill sebenarnya dari kapten mereka.
Meski begitu, seorang pemula yang masih berada di level sangat rendah dapat mengalahkan kapten mereka yang telah memiliki level dan pengalaman tinggi.
[Pencapaian telah di peroleh]
[Kekuatan, Kecepatan, dan Persepsi anda telah bertambah]
[STR +1, AGI +1, WIS +1]
[Anda mendapatkan gelar [Penantang Skuad Desa]]
Prom dari sistem muncul setelah Impian memenangkan pertandingan melawan kapten Dasa dan memberikan gelar baru kepadanya.
...----------------...
Catatan Penulis :
Hai, saya menggambarkan pertarungan tidak seperti sebelumnya.
Di awal cerita, saya menggambarkan secara detail setiap pergerakan dari karakter yang bertarung.
Satu persatu mulai dari awal sampai akhir.
__ADS_1
Saya hanya malas untuk menggambarkan secara detail saat ini.
Apakah itu tidak masalah untuk kalian yang membaca?