
Pertarungan sudah didominasi oleh pasukan gabungan elf, dark elf, guardian, dan para pemain. Meski monster penghuni dunia Chaos memiliki level tinggi, tetapi munculnya monster melalui lubang cacing satu-persatu.
Setiap kali momster datang dari lubang cacing, langsung dikerumini oleh banyak orang. Mereka menghadapi monster penghuni dunia Chaos dengan jumlah.
"sepertinya kali ini akan dilewati dengan mudah"
"yeah! kita bisa menghadapi monster-monster level tinggi ini!"
"jika seperti ini terus, kita akan menyelesaikannya tidak lama lagi"
Bahkan obrolan pemain sudah ada beberapa dari mereka yang membicarakan kemenangan kedepannya. Dengan monster-monster yang berasal dari dunia Chaos dan memiliki level tinggi, serta yang terkuat sedang dihadapi oleh ksatria elf terkuat, rasa puas diri itu muncul dibenak para pemain di tempat ini.
Asteresee menghadapi jari Asmodius dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak ada seorang pemainpun yang mencoba membantunya, apalagi mencoba memasuki pertempuran diantara keduannya. Dengan kecepatan super yang ditunjukan Asteresee melawan jari Asmodius, pemain takut serangan mereka mengenai Asteresee sendiri.
Membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi dalam serangan jarak jauh agar tidak mengenai tubuh Asteresee yang bergerak dengan kecepat itu. Lagipula, sudah ada empat pemain yang menjadi korban sebelumnya hanya karena terkena serangan nyasar dari jari Asmodius, sehingga pilihan untuk mendekati jari Asmodius mereka coret dalam rencana.
Hanya ada beberapa elf saja yang ikut membantu Asteresee menyerang jari Asmodius lewat serangan jarak jauh mereka. Meskipun serangan itu hampir tidak mempengaruhi jari Asmodius ditempatnya.
Setiap pemain hanya menargetkan monster-monster lainnya yang keluar dari lubang cacing.
Tidak hanya itu, karena jumlah pasukan yang lebih mendominasi ketimbang jumlah para monster yang harus dihadapi, pergerakan dari rencana yang dibuat cukup brilian. Pasukan menjalankan formasi pergantian dari setiap orang yang terluka ataupun kelelahan dalam pertarungan.
Mereka akan menuju kebelakang dan diberikan pertolongan pertama dalam pemulihan mereka. Dengan jumlah yang lebih mendominasi, rencana tersebut dijalankan dengan sempurna dan setiap orang yang bertarung melawan para monster dapat bertarung dengan kemampuan penuh mereka.
"damage dealler masih kurang disini!"
"terlalu banyak penyerang jarak dekat! tolong ganti dengan penyerang jarak jauh!"
"kami kekurangan crowd control disini!"
Entah mengapa, formasi menyerang monster sudah terbentuk dan komunikasi antar pemain selalu berjalan disetiap sisi. Perlahan-lahan setiap pemain terbiasa bertarung dengan jumlah orang yang besar dan formasi yang cocok.
"apa!? kenapa lubang cacing tiba-tiba bertambah!"
"apa yang dilakukan orang di gumpalan hitam gagal?"
Ditengah pertarungan mereka, tiba-tiba saja lubang cacing tempat keluarnya monster-monster itu bertambah. Bayang-bayang mereka akan kemenangan misi yang akan datang, tiba-tiba saja runtuh.
__ADS_1
"dasar bodoh, apa kalian tidak melihat live saat ini?"
"masih banyak monster yang akan keluar dari lubang cacing"
Beberapa pemain memperingatkan pemain yang sudah bergembira lebih awal. Ditengah perempuran, tentu saja pemain tidak akan membuka siaran langsung permainan, mereka akan fokus pada pertempuran didepan mereka dan tidak ada waktu untuk menonton.
["kenapa membuka banyak portal yang akan dilalui ribuan monster ini? Tentu saja untuk menghabiskan daya mana benda yang membuka portal monster level 1000 itu. Setidaknya masih ada harapan jika bertarung dengan monster-monster level 400-an ini. Jika monster level 1000 itu berhasil keluar, apa kalian pikir bisa menghadapinya?"]
Beberapa pemain yang langsung membuka siaran live dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, mendapati Impian yang sedang berbicara tentang dirinya yang membuka banyak portal. Dari itu saja, setiap pemain mengerti bahwa masih ada bencana yang menanti mereka kedepannya dan mengetahui kekuatan sebenarnya dari jari yang keluar dari lubang cacing itu, dimana serangan nyasarnya dapat menghabisi pemain dengan mudah.
Sepertinya tidak hanya pemain yang melihat siaran langsung Impian saja yang langsung bertindak begitu lubang cacing baru terbuka. Seluruh pasukan elf juga langsung bergerak tanpa keluhan sama sekali, seakan sudah ada informasi yang memberitahu mereka.
"oh! apa yang dikatakan orang di live stream benar! aku mendapatkan quest begitu tiba ditempat ini!"
"sepertinya portal itu baru saja mulai terbuka, kita akan mendapatkan lebih banyak exp!"
"benar? lebih cepat kita tiba di tempat ini lebih banyak poin yang bisa kita raih"
Beberapa pemain baru telah tiba dan langsung bergabung dalam pertempuran. Mereka yang menonton siaran live Impian dari segala penjuru server Asia Tenggara dan memutuskan untuk langsung datang, bergembira karena pertempuran yang berlangsung masih di titik awal.
...----------------...
Pada barisan paling belakang dari tempat pertempuran sedang berlangsung, beberapa pemain membentangkan spanduk dan mendirikan lapak tenda begitu mereka tiba.
"memangnya apa yang kamu lihat? tentu saja aku akan berjualan"
"menjual ramuan potion dan beberapa gulungan sihir!"
"jasa perbaikan senjata dan armor hanya 1 silver!"
Bahkan pemain yang menawarkan jasa perbaikan membawa anvil-nya dan meletakan di tendanya di tempat ini. Beberapa pemain yang baru saja tiba sudah membuka tempat dagang dan jasa mereka pada barisan belakang pasukan.
Tentu saja hal itu disambut baik oleh setiap pemain, bahkan beberapa NPC datang dan membeli baik itu barang ataupun jasa para pemain ini.
Letak tempat ini jauh dari kota dan pertempuran terus berlangsung berturut-turut di tempat ini. Meski terdapat pohon sihir dari para druid untuk menyembuhkan dan memulihkan yang terluka pada barisan depan pasukan, hal itu kurang efektif bagi pemain yang ingin terus berada di tempat pertarungan berlangsung.
Beberapa tenda darurat juga telah didirikan oleh NPC elf dan beberapa pemain yang membantu. Wilayah pemulihan bagi pasukan depan telah disiapkan dan pasukan yang terluka di barisan depan akan dibawa ketempat ini untuk dipulihkan.
__ADS_1
Begitu saja secara tiba-tiba, tempat ini telah menjadi ramai dengan banyaknya pemain yang datang dan menjajakan dagangan mereka yang diperlukan untuk pasukan barisan depan menghadapi monster-monster yang keluar dari lubang cacing.
...----------------...
Di balik lubang cacing itu sendiri, dunia Chaos, masih berlangsung peristiwa seorang pemain yang diserang terus menerus oleh monster-monster besar di hadapannya. Sembari menghindari serangan sihir bertubi-tubi itu, Impian juga terus memasang titik koordinat portal untuk dibuka.
"apa yang sebenarnya terjadi?"
Asmodius tiba-tiba berhenti menyerang dan portal dihadapannya mengeluarkan listrik dasyat. Dengan portal dihadapannya yang terlihat seperti bermasalah, Asmodius mengabaikan Impian dan befokus pada portalnya.
"sepertinya titik koordinat portal yang kamu tetapkan sudah mulai terbuka seluruhnya. Kerja dari lempengan batu yang terfokus pada portal yang satu itu sudah mulai terganggu. Kamu telah berhasil bocah"
"benarkah? bagus kalau begitu! aku akan membuka lebih banyak lagi agar mana Ether habis sepenuhnya!"
"Tidak! sampai sini saja sudah cukup! sebaiknya kamu kembali sekarang!"
"kenapa? bukankah membuka portal lain akan menghabiskan mana Ether lempengan batu?"
Origin memarahi Impian dan mencoba menghentikannya lebih jauh. Impian yang masih baik-baik saja, tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Origin.
"kamu pikir tubuhmu baik-baik saja saat ini? kamu hanya bentuk kesadaran saja saat ini, tubuh aslimu masih bekerja menyerap mana Ether, langsung menggunakannya pada tubuh kesadaranmu dan terus menerus membuka portal baru. Kamu pikir waktu yang dihabiskan selama ini membuatmu masih baik-baik saja sekarang?"
Menyerap mana Ether dari lempengan batu membuat rasa sakit akan penyerapan terasa besar. Impian yang saat ini berbentuk roh dan terpisah dari tubuh aslinya tidak merasakan rasa sakit itu saat ini.
Begitupula dengan batasan tubuh yang menyerap mana Ether secara langsung, Impian tidak merasakan apakah itu menjadi berlebihan atau tidak bagi tubuhnya. Merasa baik-baik saja saat ini, membuat Impian melupakan apa yang sedang terjadi pada tubuh aslinya secara langsung.
Kelebihan energi pernah di alami Impian ketika berada di danau Insania wilayah istana elf. Saat itu rasa sakit yang sangat besar karena kelebihan beban dirasakan oleh Impian.
Mengingat akan hal itu, Impian tercengang menyadari posisinya saat ini. Tubuh aslinya masih melakukan pekerjaannya dan tidak dapat dirasakan oleh Impian dari pertama kali dirinya dalam bentuk kesadaran.
"sial! kamu benar! tidak merasakan apa-apa sekarang membuatku lupa!"
Impian menyetujui saran Origin. Tidak ingin merasakan rasa sakit itu lagi, membuat Impian dengan segera langsung pergi kesalah satu portal terbuka di dekatnya.
Begitu Impian tiba di depan portal yang telah terbuka, mata Impian terbuka lebar. Lingkungan disekitarnya menjadi gelap seakan ada sosok besar yang menghalangi cahaya yang memantul didepannya.
"Fu*k!!!!"
__ADS_1
Bayangan sosok besar itu menjadi jelas dan berada di samping Impian saat ini. Asmodius! dirinya telah meninggalkan portal dihadapannya dan datang disamping Impian dengan kecepatan yang tidak masuk akal!
*BANG!!!!