INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 162 : PERUBAHAN DARI CARA BERPIKIR


__ADS_3

Dengan menyerap jiwa-jiwa monster yang mayoritas memiliki level diatas seratus dan telah menjadi undead ini, Impian berpesta dari situasi yang ada. Tidak hanya tidak perlu melakukan upaya besar, dirinya hanya perlu melakukan serangan terakhir.


Penambahan exp yang begitu besar dan penambahan stat yang terus bertambah, dirinya seperti sedang 'digendong' oleh para prajurit NPC ini.


[Mendapatkan Exp 431]


[Jiwa Kijang Bertanduk Lima Memiliki Karakteristik Kelincahan]


[AGI +0.0127]


Waktu terus berlalu dan pembasmian para undead terus dilakukan.


Hingga akhirnya, fenomena yang disebabkan oleh para penyihir hitam mulai menghilang.


Satu pilar cahaya hitam akhirnya menghilang. Butuh cukup waktu untuk menghilangkan pilar cahaya itu.


Itu adalah pilar cahaya yang dijaga oleh penyihir tengkorak, Lich. Akhirnya dengan bantuan para prajurit yang bertarung di pertempuran pusat, pilar cahaya yang berdiri menjulang sedari tadi menghilang.


"seperti yang diduga, bos terakhirnya ada di tempat kedelapan penyihir hitam itu"


Jika dilihat dari situasi yang ada, musuh yang muncul dari kedua tempat berbeda. Yang satu adalah musuh umum dengan delapan penyihir hitam dan yang satunya lagi adalah seorang penyihir tengkorak.


Penyihir tengkorak adalah musuh dengan tipe yang tidak biasa, jadi akan wajar jika orang-orang akan menduga bahwa dialah bos terakhirnya. Pilar cahaya terakhir sebelum seluruh pilar hilang sepenuhnya.


Penjaga pilar yang akan berdiri paling terakhir dari musuh yang harus dihadapi oleh seluruh prajurit yang ada.


Tapi kenyataannya? sangat berbeda dengan apa yang terjadi saat ini.


Mereka semua salah menduga, dan pilar cahaya terakhir yang masih bertahan, hingga menjadi satu-satunya pilar cahaya hitam yang masih menjulang kokoh, adalah pilar cahaya hitam yang dijaga oleh delapan penyihir hitam itu.


Seperti apa yang dikatakan Impian, dua dari delapan penyihir hitam itu memiliki kemampuan yang tidak wajar. Memiliki mana yang lebih besar dari Lich itu sendiri, membuat pilar cahaya hitam yang dijaga oleh delapan penyihir hitam itu sendiri bertahan paling akhir.


"pilar cahaya itu telah menghilang"


"hanya satu lagi yang tersisa"


Doranda dan Aderai yang berada disamping Impian mengucapkan kata-kata mereka.


"arah itu, adalah arah dimana tempat Lich berada"


"artinya dia telah dikalahkan"


"yang tersisa hanyalah tempat delapan Necromancer"


"tidak-ku sangka, kecurigaan yang diucapkan oleh-mu benar bocah, pilar cahaya itu berdiri paling akhir. Artinya mereka masih kesulitan menghadapi penyihir-penyihir itu"


Doranda dan Aderai saling membalas dengan mengomentari situasi yang terjadi. Hingga akhirnya Doranda mengakui informasi Impian yang diberitahukan kepada para ksatria Ranting Borneo beberapa saat lalu.


Doranda yang tidak mempercayai semua informasi yang diberikan Impian kepada para elf sebelumnya, karena dirinya tahu bahwa Impian tidak pernah berada di tempat itu sebelumnya. Dia mengira bahwa semua itu hanyalah karangan yang dibentuk oleh Impian seorang.


"mereka kesulitan bukan karna sesulit itu mengalahkan para penyihir. Mereka kesulitan karena harus mengalahkan mereka tanpa membunuh. Mereka ingin menangkap seluruh penyihir hitam itu"


Lawannya hanyalah delapan orang saja. Meskipun mereka adalah seorang necromancer yang dapat memanggil pasukan mereka sendiri, tetapi jumlah mereka masihlah terbilang kecil jika dibandingkan dengan jumlah prajurit ditempat ini.

__ADS_1


Tidak hanya terdapat ksatria-ksatria kuat dari kerajaan, tetapi prajurit juga tergolong dari gabungan para pemain. Cara bertarung pemain, yang hampir tidak perduli akan nyawa mereka sendiri, kematian, jumlahnya sangat banyak.


Hasil dari apa yang dilakukan Impian dalam siaran langsungnya. Hasilnya adalah kumpulan pemain yang terbilang hampir seluruh pemain dalam satu server.


Seluruh pemain yang berasal dari Asia Tenggara, Australia, dan kepulauan oceania. Dari populasi negara-negara itu saja, sudah memiliki jumlah pemain yang sangat besar.


Jika hampir seluruh pemain dalam server Asia Tenggara ini berada ditempat ini, maka prajurit yang memiliki konsep yang tidak terikat pada kematian akan sangat menyeramkan. Jika jumlah yang sangat besar itu bahkan tidak dapat memenangkan pertempuran, maka seberapa kuat musuh yang dihadapi?


Dengan seluruh anggota Ranting Borneo, kecuali Astaresee, yang menghadapi delapan penyihir hitam, seharusnya dapat menyelesaikannya lebih cepat. Sayangnya, hal tersebut lebih sulit dilakukan, karena mengeliminasi mereka lebih mudah ketimbang menangkap tanpa mengeliminasi.


Pilihannya hanya ada dua dengan tujuan untuk menangkap musuh. Harus menghentikan pergerakan mereka sepenuhnya dalam sekali jalan, atau menghabisi tenaga mereka terlebih dahulu agar lebih mudah ditangkap.


Dengan tindakan mereka yang berani melawan seluruh anggota pasukan gabungan, kemampuan mereka tidak bisa dianggap remeh. Mereka pastilah orang-orang kuat karena melakukan tindakan hal tersebut.


Selain itu, apa yang diucapkan Impian bahwa terdapat dua penyihir yang memiliki mana jauh lebih besar dari sang Lich, maka akan semakin sulit tindakan penangkapan dilakukan oleh para elf. Sehingga akan menjadi wajar jika waktu yang diperlukan lebih lama meski jumlah pasukan sangat besar dikerahkan sekalipun.


"konyol! para elf benar-benar selalu naif! mereka tidak segera menghabisi musuh yang telah membuat bencana seperti ini!?"


"kebutuhan informasi?"


Siapa juga yang akan berani menyerang pasukan gabungan dari beberapa kerajaan. Hanya orang-orang gila seperti mereka yang berani merusuh disaat situasi seperti ini.


Para elf ingin menangkap mereka agar dapat mengorek informasi dari kelompok dibalik pergerakan mereka. Maka dari itu, Impian merasa bingung atas kata-kata dwarf ini karena menganggap para elf naif.


Impian merasa apa yang dilakukan para elf sudah benar, tetapi berbeda dengan pemikiran dwarf dihadapannya.


"apalagi yang perlu dipertanyakan!? bukankah kita sendiri sudah tahu dalang dibalik ini semua? Makhluk kuat dari dunia lain itu yang memiliki kemampuan yang gila"


Hanya saja, Doranda menganggap peristiwa serbuan para necromancer dengan portal makhluk Chaos memiliki satu-kesatuan yang berkaitan sama lain. Menganggap musuh saat ini adalah musuh dunia yang tidak perlu diberi pengampunan dan harus dihabisi secepatnya.


"apa anda yakin mereka semua adalah satu kelompok?"


"tuan Impian, maaf mencela pembicaraan anda, tetapi kemampuan necromancer hanya bisa didapat dengan melakukan perjanjian pada makhluk dari dunia Chaos. Mereka adalah iblis yang menghasut para penduduk dunia ini"


"dengar? dari situ saja sudah dapat dipastikan bahwa mereka satu kelompok"


Aderai yang memotong pembicaraan Impian dengan Doranda dan menjelaskan apa yang tidak diketahui oleh Impian. Doranda juga menegaskan hal tersebut kepada Impian atas kata-katanya.


"lalu bagaimana dengan kelompoknya yang lain? apa kalian tidak ingin memusnahkan kelompok seperti mereka? jika mereka dapat datang dengan bebas, berarti kalian belum menemukan markas utama mereka, benar?"


"menumpas mereka sepenuhnya? jangan bercanda bocah. Selama kepala mereka belum dintumbangkan, mereka akan tetap ada. Kau bahkan belum merasakan, seberapa mengerikan mereka di utara sana"


Kerajaan dwarf yang d tinggali Doranda, adalah kerajaan yang terletak paling utara dari benua utama, server Asia Tenggara. Dengan letaknya yang lebih dekat dari area pertempuran dua dunia yang menginvansi, tentu saja para dwarf akan mengetahui lebih tentang orang-orang penghuni dunia lain itu.


Dengan informasi yang telah diketahui oleh Doranda sendiri, wajahnya berubah menjadi hitam serius di akhir kalimatnya, saat menjelaskan kepada Impian. Terdapat rasa ketakutan ataupun tekanan besar yang terlihat saat dirinya memberitahu seberapa kuat makhluk-makhluk itu.


[Mendapatkan Exp 498]


[Jiwa Fang Turtle Memiliki Karakteristik Pertahanan]


[VIT Bertambah 0.0213]


Tugas Impian tidak berhenti walau sembari mengobrol bersama Doranda dan Aderai di sampingnya. Impian masih dapat berbicara bebas, sebab para undead telah diurus oleh prajurit lainnya dan Impian hanya tinggal melancarkan serangan penghabisan tanpa usaha lebih.

__ADS_1


"mereka tidak akan bisa melewati perisai yang terbentuk bukan? jika begitu, yang bergerak masihlah orang-orang seperti kita. Jika dibiarkan, bukankah mereka akan menyebar dan peristiwa dark elf seperti ini akan terjadi lagi?"


Seberapa kuat-pun makhluk-makhluk penginvansi dunia lain itu tidak akan bisa lewat dan memasuki dunia tengah dari penghalang Origin. Jika dilihat dari tindakan selama ini, yang bergerak di benua tengah adalah orang-orang biasa, sama seperti penghuni dunia utama, benua tengah pada umumnya.


Mereka berusaha membuat portal dari dalam perisai untuk menghubungkan secara langsung dunia mereka dengan benua tengah. Cara yang dapat dilakukan untuk memasuki dunia tengah tanpa perlu berusaha menghancurkan perisai Origin.


Selama yang dilawan masihlah orang-orang yang masih dapat dihadapi, menghentikannya adalah prioritas. Mereka tidak perlu melawan makhluk-makhluk seperti Asmodius yang memiliki lvl diatas 1000.


Perisai Origin masih berdiri tegak dan menghentikan makhlu-makhluk kuat itu. Mereka hanya bisa mengirim orang-orang yang kemampuannya tidak sebsar itu dan orang-orang benua tengah masih dapat menghadapi sebelum kelompok mereka bertambah besar dan membuka jalan bagi makhluk-makhluk dunia lain itu.


"selama ini yang dilakukan kalian hanya bertahan jika masalah telah datang begitu besar. Bukankah pencegahan lebih baik sebelum masalah itu sebesar seperti saat ini?"


Doranda dan Aderai terdiam saat pertanyaan itu terlontar dari Impian. Tidak ada kata-kata keluar dari mereka berdua untuk menanggapi.


*Ups, sepertinya aku sudah berlebihan lagi...


Aku selalu lupa jika ini hanyalah game. Tindakan mereka sudah diprogram. Bisa saja tindakan pasif seperti itu memang dirancang untuk pemain mendapatkan quest mereka.


huh~ sebelum terjadi glits lagi, sebaiknya aku berhenti*..


Menyadari dirinya berbicara terlalu banyak, Impian mengingatkan dirinya sendiri di dalam hati.


Hingga saat ini, hanya NPC-NPC besar seperti Origin saja yang bisa di ajak berdebat oleh Impian, meskipun selama ini hanya dua NPC saja yang didebat oleh Impian.


Diawal, dirinya pernah mendebatkan masalah quest kepada kepala penanggulangan desa, Rocast, dan akhirnya hanya terjadi bug dan glits dari permainan. Sejak saat itu, Impian menahan diri agar tidak terlalu dalam untuk menanggapi permasalahan yang ada bersama NPC.


Tindakan dan cerita yang ada di dalam permainan telah diatur oleh developer game. Jika tindakan itu melenceng, perbaikan atau jalannya tindakan yang ada akan diatur ulang oleh sistem.


Impian hanya melanjutkan tugasnya membasmi undead yang ada dan tidak kembali berbicara lebih jauh.


Para undead sangat banyak, karena jumlah mereka berdasarkan monster hutan yang datang dan telah teriliminasi. Jumlah monster yang mencapai ribuan ini, akan sangat banyak meskipun undead yang ada tidak menyentuh keseluruhannya.


Tidak dapat dikurangi karena pilar cahaya yang masih berdiri, jumlah mereka tidak akan berkurang karena dapat bangkit kembali. Meskipun undead yang masih dapat kembali hanya di wilayah pertempuran bagian utara.


Wilayah bagian timur dan barat sudah tidak terdapat pilar cahaya hitam yang menjulang, akibatnya undead yang ada dapat dieliminasi sepenuhnya oleh prajurit biasa. Hal itu berbeda di tempat wilayah pertempuran utara, tempat Impian saat ini.


Pilar cahaya hitam masih menjulang ditempatnya. Satu telah ditangani dan satu masih berdiri tegak disana.


Hanya Impian seorang yang dapat mengeliminasi sepenuhnya. Dari jumlah yang sangat besar, tentu saja, satu orang yang menangani tidak akan terselesaikan dengan cepat.


Maka dari itu, Impian masih kesana-kemari untuk menghabisi para undead yang telah ditahan oleh para prajurit lain.


Pada akhirnya, setelah waktu lama berjalan, pilar cahaya terakhir, menghilang dari pandangan setiap orang. Pilar penopang para undead yang membangkitkan mereka kembali, telah hilang sepenuhnya.


"mungkin kamu benar bocah, tindakan kita selama ini salah. Bukan para elf yang munafik, tapi kita yang selama ini bertindak munafik"


Atas kata-kata yang keluar dari Doranda, Impian tercengang. Dia tidak mempercayai tindakan yang dilakukan oleh Doranda.


Bukan karena tindakan yang dapat menerima perubahan atau pemikiran yang berbeda, ataupun sikap dan perubahan atas situasi tertentu yang melawan cerita yang telah ditetapkan sistem tanpa bug maupun glits, tetapi tindakan Doranda yang ikut menghabisi para undead yang telah ditahan oleh para prajurit.


Pilar cahaya hitam penopang para undead untuk dapat kembali bangkit telah hilang seluruhnya, jadi siapapun itu, dapat menghabisi undead sepenuhnya tanpa kembali bergantung pada Impian seorang.


Tidakkkkkkkkk exp dan pertumbuhan stat-kuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2