
Didepan istana yang terlihat megah, Impian dan teman-temannya berdiri didepan salah satu prajurit yang menjaga gerbang istana. Jika istana yang ada di kerajaan suci Lorena dengan konsep luas wilayah, berbeda dengan istana kerajaan Onteral, tempat dimana ras elf mendirikan kerajaan mereka.
Bangunan istana tidak memberikan konsep luas, tetapi memiliki konsep tinggi yang menjulang kelangit. Beberapa yang terlihat seperti empat tower istana, tersambung dengan jembatan gantung yang terlihat kokoh menjutai dari satu tower ke tower lainnya.
Dibelakang istana sendiri, sudah dapat dilihat semenjak Impian dan teman-temannya keluar dari wilayah portal teleportasi. Sebuah pohon besar yang terlihat dan terasa mistis, berdiri kokoh menjadi ikon khusus dari ibu kota.
"mohon tunggu sebentar, kami tidak bisa membiarkan tamu penting tanpa penyambutan. Mari saya antar ketempat ruang tunggu, agar anda sekalian lebih nyaman"
Setelah Impian menunjukan lempengan yang diberikan raja elf kepadanya, penjaga gerbang prajurit memperlakukan mereka dengan sangat hormat. Selesai mengatakan apa yang dia ucapkan, penjaga gerbang mengantar Impian dan teman-temannya ke bangunan yang ada disebelah gerbang istana, tidak jauh setelah memasukinya.
"tamu undangan raja memang berbeda.."
"ya, baru kali ini aku melihat pemain diperlakukan sangat hormat seperti itu"
Mereka menunggu di tempat ini. Meski dapat disebut sebagai bangunan, tetapi ruangan hampir tidak terkover pada bagian sampingnya, hanya ada beberapa tembok yang bolong dan tiang-tiang penyangga lainnya.
Meski bangunan terlihat sedikit aneh, tetapi konsep dari bangunan itu sendiri mencerminkan dunia fantasy yang ada. Tempat ini, lebih terlihat seperti tempat berteduh untuk para pengunjung istana menikmati pemandangan taman bunga yang menghiasi setiap sudut tempat ini.
Suasana yang ada disekitar bangunan dan bangunan itu sendiri, terasa indah dan sejuk hanya untuk berdiam diri saja di tempat ini. Setelah menunggu tidak begitu lama, terlihat seorang pria dan wanita berjalan mendekati Impian dan teman-temannya berada.
"Ksatria suci dari Lorena. Selamat datang di istana raja kami, Ferendir Austuna Wisteria. Perkenalkan saya Istina Borneo dan yang berada disamping saya-"
"Alcaves Borneo"
"kami adalah 2 dari 8 ranting Borneo. Ijinkan kami yang akan mengantar anda menemui Yang Mulia"
Wanita elf tersebut berbicara setelah sampai di tempat Impian dan teman-temannya berada. Memperkenalkan dirinya dan seorang pria yang bersamanya.
Dalam domain kerajaan Onteral, setiap ksatria akan dibagi dalam wilayah mereka masing-masig. Borneo, sebagai wilayah ibu kota, memiliki beberapa pilar ksatria yang menopangnya.
Ksatria dalam kawasan Borneo, dibagi kedalam beberapa pilar. Mereka menyebutnya dengan 12 daun Borneo dan 8 ranting Borneo yang menopang pemimpin mereka, yaitu raja elf sendiri.
__ADS_1
Saat kedua orang tersebut memperkenalkan diri mereka secara langsung, seluruh orang yang ada ditempat ini tercengang karenanya. Posisi ksatria tertinggi, dibawah dari raja elf sendiri, menjemput Impian untuk memandunya menemui seorang raja langsung.
Meski begitu, hanya Impian sendiri yang tidak mengerti tatanan ksatria yang dimiliki kerajaan Onteral terlihat tenang. Impian hanya tahu, bahwa kedua orang ini, merupakan orang yang selalu disamping raja elf saat pertemuan antar pemimpin dilaksanakan.
"ah, ya, terimakasih. Kalau begitu, mohon bantuannya"
Setelah Impian mengucapkan terimakasihnya dan kebersediaannya untuk ditemani kedua orang ini, Impian berjalan bersama mereka. Akan tetapi, saat Impian mengikuti wanita yang berjalan didepannya, pria yang menemani wanita itu, menghentikan teman-teman Impian yang lain untuk mengikuti.
"kenapa?"
"kami teman Impian"
Saat mereka dihentikan meski tidak secara paksa oleh pria itu, Jix bertanya kepadanya dan Togay yang menjelaskan siapa mereka kepada pria tersebut.
"maaf, kepentingan raja hanya untuk menemui tuan ksatria suci. Akan tidak menghormati Yang Mulia jika banyak orang yang akan menghadap"
"jika hanya sedikit orang, bisakah aku membawa satu dua orang bersamaku?"
Setelah dijelaskan oleh pria tersebut, Impian bertanya kepadanya.
Istina, wanita yang berada didepan, mengucapkan kepada Impian dengan suara berat. Sepertinya, ada istiadat atau kebiasaan orang elf untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi mereka, tidak biasa untuk menemui orang yang tidak ada kepentingan sama sekali didalamnya.
"teman-teman?"
"biarkan IKI yang ikut, Impian suka payah dalam bertindak"
Alice berbicara kepada Impian dan menyarankan IKILUA yang akan mendampinginya menemui raja elf. Bahkan Togay yang hampir selalu bersama Impian dari awal permainan, tidak memprotes saran dari Alice.
Sifat IKILUA yang paling tenang di antara mereka, dan IKILUA juga merupakan pemain yang memiliki ras sama dengan yang ada di kerajaan ini. Sedangkan yang lainnya, 3 orang yang baru bergabung dengan mereka, tidak dapat menyuarakan pendapat mereka karena merasa tidak berhak.
Setelah semua diputuskan setuju, IKILUA yang akan mendampingi Impian bertemu dengan raja elf.
__ADS_1
"bisa tunggu sebentar?"
Tiba-tiba Jix berbicara dan menghampiri Impian.
"bisa kita bicara sebentar?"
"baiklah"
Impian dibawa oleh Jix beberapa langkah menjauh dari kerumunan.
"maaf, bisakah anda merekam kejadian yang akan anda alami nanti? tentu saja, saya akan membayar untuk hasilnya. Anda dapat mengatakan seberapa besar saat hasilnya sudah jadi"
Jix yang sebagai pencari berita untuk game INK START FANTASI dan perusahaannya sudah cukup terkenal dikalangan server asia tenggara, menawarkan kesepakatan kepada Impian.
Pertemuan langsung dengan raja elf, merupakan acara yang tidak bisa dilewatkan olehnya sebagai pencari berita. Tentunya, sebagai pemain yang tidak memiliki posisi tinggi dan tidak dapat bertindak gegabah dengan NPC, Jix merencanakan untuk memanfaatkan Impian dalam mencari hasil yang terbaik.
"oh, lalu bagaimana aku harus merekam paman?"
"ah! aku lupa! kamera dibutuhkan untuk meliput dan merekam. huh~ yasudah, maaf mengganggumu"
Saat Impian bertanya kepadanya dan Jix yang menjawab dengan lesu, mengingat kembali untuk salah satu syarat yang dibutuhkan dalam merekam.
"tidak... paman, aku baru membeli kamera beberapa waktu lalu. Maksudku adalah bagaimana aku harus merekamnya?"
"sungguh? kalau begitu, akan aku jelaskan dengan simpel-"
Setelah Impian mengungkapkan kesalah pahaman dari Jix akan kata-kata Impian sebelumnya, wajah Jix kembali penuh energi dan menjelaskan kepada Impian cara penggunaan kamera.
Setelah itu, Impian kembali mengikuti Istina dan Alcaves bersama IKILUA untuk menemui Sang raja di singgasananya. Sedangkan yang lainnya, di arahkan oleh prajurit lainnya untuk menunggu di ruangan lainnya yang biasa diperunjukan untuk tamu kerajaan.
Sesampainya diruang singgasana, Sang raja telah menunggu dengan beberapa orang yang mendampinginya di berbagai sisi ruangan. Orang-orang itu, terlihat bahwa mereka adalah orang-orang penting dalam kerajaan.
__ADS_1
"ah... ah... anda benar Yang Mulia... keberadaan ini... memang mirip dengan kehadiran 'Tree of Life'..."
Salah satu elf yang memiliki jenggot putih di dagunya berbicara dan menghampiri Impian yang baru saja masuk di ruang singgasana raja.