
"pemilik wilayah atas nama!?"
"benar, harus ada orang ke tiga untuk menjadi penengah, hal itulah yang menjadikanmu salah satu calon yang di ajukan"
Impian kaget atas keputusan sepihak yang di berikan kepadanya. Dari seseorang yang bukan siapa - siapa, menjadi orang penting yang berdiri di antara para pemimpin kerajaan.
Pangeran pertama menegaskan kepada Impian dan menjelaskan posisinya yang sebagian informasi di tambahkan. Kebenaran yang sebnarnya, adalah bahwa hanya Impian saat ini yang menjadi satu - satunya calon hak pemegang wilayah kota H'rden.
Tidak ingin memberitahukan untuk merendahkan mereka yang mendapat jalan buntu atas pemegang hak wilayah kota ini, karena nama dan posisi mereka yang begitu tinggi, akan menjadi memalukan jika di dengar bahwa mereka tidak memiliki opsi lain di tangan mereka saat ini.
"kalau begitu, serahkan kepada calon lainnya. Aku akan mundur dari posisi itu"
"hahaha, memang seperti itu pemikiran anak ini"
Setelah mendapat jawaban yang mencengangkan dari Impian, terdengar tawa dan senyum cerah dari Saintess. Dia yang hampir tidak pernah tersenyum, apalagi tertawa di tengah - tengah kehadirannya, memperlihatkan ekspresi indah yang tidak terduga.
Setiap orang yang hadir bahkan tertegun sejenak melihat wajah Sang Saintess yang begitu bahagia.
"tapi sayangnya, raja Ferendir dari Onteral hanya menyetujui jika kamu yang memegang hak atas wilayah ini"
"kenapa begitu? bukankah ada calon yang lainnya?"
"kamu harus bertanya sendiri atas keputusannya... benar begitu raja elf Ferendir"
Memberikan penjelasan kepada Impian, Sang Saintess mempersilahkan untuknya bertanya secara langsung kepada orang yang membuat keputusan itu.
Mendengar kata - kata Saintess, raja elf terdiam seakan dia di permainkan olehnya. Kemudian mulai menjelaskan kepada Impian-
"benar atas jawaban yang di berikan Saintess. Ada beberapa alasan untuk itu"
Impian mendengar jawaban dari raja elf dan memiringkan kepalanya, seakan memberitahu bahwa raja elf harus menjelaskan untuk hal itu.
"alasan pertama, adalah untuk menunjuk orang luar dan tidak terikat dengan kami maupun kerajaan Moscard. Alasan kedua, adalah kami lebih mempercayaimu yang tidak terikat dengan delegasi manapun"
Impian mendengar kata - kata penjelasan dari raja elf. Atas alasan kedua yang di beritahunya, Impian ingin berucap, tetapi raja elf langsung mengatakan kelanjutannya-
__ADS_1
"aku tahu bahwa alasan kedua tidak terdengar masuk akal bagimu, dimana telah menjadi ksatria Saintess dan tidak mungkin jika tidak terikat dengan Lorena. Untuk alasan itu, kami mempercayai bahwa orang sepertimu, yang datang dari dunia lain, tidak akan terikat sepenuhnya pada satu kerajaan. Kalian akan lebih memilih untuk berpetualang ketimbang tetap diam di suatu wilayah. Hanya masalah waktu sampai kamu memutuskan untuk pergi dari Lorena. Setidaknya, kami percaya, bahwa orang - orang dengan jenis seperti kalian tidak akan pilih kasih pada ras apapun di dunia ini. Kami tidak tinggal diam dan begitu saja menerima kalian yang datang terus - menerus entah dari mana. Kerajaanku telah memeriksa dan meneliti untuk memahami jenis kalian seutuhnya"
Tidak hanya Impian yang terdiam dan mendengarkan dengan penuh seksama atas penjelasan raja elf. Setiap orang yang menghadiri pertemuan ini, bahkan dapat memahami apa yang raja elf sampaikan.
Menyinggung tentang pemain, makhluk yang tiba - tiba datang entah dari mana. Kemunculan dari mereka dalam jumlah yang sangat besar, bahkan memiliki kemampuan untuk tidak terikat dengan kematian.
Sebenarnya, tidak hanya kerajaan yang di pimpin Ferendir Austuna Wisteria saja yang menyelidiki tentang orang - orang ini, tetapi seluruh penguasa menyelediki tentang mereka. Tidak mungkin setiap pemimpin akan menerima para pemain dan sosok yang dapat mengancam wilayah mereka.
Sayangnya, waktu telah menjawab sebagian tingkah dari orang - orang yang muncul secara tiba - tiba. Setiap wilayah telah memahami sebagian besar tingkah dan cara berpikir para pemain.
Apa yang di ucapkan oleh raja elf cukup benar. Orang - orang ini, para pemain, tidak membeda - bedakan setiap mahkluk yang hidup di dunia ini. Entah itu ras, jabatan, bahkan sosok yang jauh dari bentuk mereka sendiri.
Meski kesalah pahaman itu telah terbentuk dari setiap orang yang berasal di dunia ini, dimana sebenarnya para pemain menganggap mereka hanya sebagai NPC, kumpulan data yang di bentuk hingga seperti apa mereka mendiami dunia ini.
"selain itu, kamu yang memiliki kehadiran yang mirip akan 'Tree of Life', sudah cukup untuk kami mempercayai sosok-mu sendiri"
Lagi - lagi, Sang raja elf menyinggung tentang 'Tree of Life'. Sesuatu yang di ketahui secara umum oleh yang lainnya, tetapi tidak di ketahui oleh Impian sendiri.
"tenang saja, kamu hanya pemilik di atas nama. Segala sesuatu akan di urus oleh kami dalam mengatur wilayah ini"
"lalu apa gunanya aku jika hanya berdiri di atas nama kepemilikan. Jika semuanya sudah di urus oleh kalian, bukankah tidak akan berguna bahkan jika aku yang berkuasa hanya di atas nama saja"
Pemikiran mereka bahkan tidak di pahami oleh Impian. Sekali lagi, Impian berusaha menentang atas penunjukan dirinya yang di berikan dari para pemimpin ini.
"kekuasaan penuh masih di pegang olehmu. Tujuan kami hanya untuk mendirikan pemisah antar kerajaan. Tempat di mana delegasi dari setiap kerajaan dapat bertemu. Setiap pembangunan dan pertemuan akan di selenggarakan di kota ini, tetapi jika apa yang di lakukan di luar kehendak dan keberatan atas ketidak setujuanmu, kamu dapat menindak dan menjatuhkan hukum kepadanya"
...----------------....
"apa Impian masih lama?"
"maaf, aku juga tidak tahu dewi Alice"
Saat ini, hanya ada Alice, IKILUA, dan Togay saja di tempat ini. Mereka sedang menunggu Impian yang berada di ruangan para pemimpin, tidak ada yang boleh memasuki ruangan itu jika tidak memiliki kepentingan yang tinggi.
Bahkan mereka bertiga tidak berada di dalam wilayah gedung pertemuan. Saat ini, mereka berada di restoran yang ada di kota.
__ADS_1
Mereka telah memutuskan untuk berpisah dengan yang lainnya. Entah mengapa, setelah melihat apa yang bisa di lakukan oleh Impian, Michel, Reynold, dan Jackfruit memilih untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Begitu pula dengan ke dua orang undangan dari team. Impian juga membagikan quest yang bisa ia berikan kepada mereka. Akibatnya, Jackfruit dan kedua pemain undangan, mengerjakan quest bersama.
Michel dan Reynold memilih untuk melakukan hal yang mereka bisa. Dengan kekayaan yang mereka miliki, memilih untuk memanfaatkan keuntungan mereka dalam mengejar kekuatan.
Sebenarnya hanya IKILUA yang di butuhkan Impian. Ras-nya yang telah di pilih sebagai seorang elf, memiliki keuntungan dalam menggunakan portal teleportasi yang mengarahkan ke kota - kota yang ada di kerajaan Onteral.
Impian yang di undang secara langsung oleh raja elf, membutuhkan bantuan IKILUA untuk berpindah menggunakan portal teleportasi antar kota. Dimana pemain tidak bisa sembarang menggunakan portal teleportasi yang belum di tempuh sebelumnya.
Pemain akan membutuhkan biaya yang sangat besar jika berpindah antar kerajaan. Terdapat beberapa transit yang harus di lakukan jika pemain ingin berpindah antar kerajaan.
Dengan adanya IKILUA, Impian tidak perlu lagi mencari pengetahuan akan tempat - tempat transit yang di perlukan. IKILUA sendiri yang telah menghafal peta kerajaan Onteral, dapat memandu Impian.
Alice, yang mendengar hal tentang apa yang ingin di lakukan Impian, memutuskan untuk ikut bersama. Tentu saja akan di sambut baik oleh Togay yang merupakan salah satu penggemarnya.
"saat ini dia sedang berada di satu ruangan dengan raja elf bukan? kenapa tidak mengikuti rombongan raja elf untuk pergi ke kerajaan Onteral?"
Entah berbicara sendiri atau menyampaikan pendapatnya ke yang lain, IKILUA berkata, mempertanyakan tindakan Impian.
"masih ada misi yang belum di selesaikan, kurasa karena itu Impian memilih untuk tidak langsung datang ke Onteral"
"misi? misi apa lagi gendut?"
"melindungi Sanintess hingga tiba kembali ke istananya"
"ah, misi pengawalan hingga Saintess kembali?"
"benar"
"yah, kita hanya bisa menunggu kabar darinya"
"sabarlah Alice"
Mereka bertiga melanjutkan memakan hidangan di depan mereka sembari menunggu Impian atas urusannya.
__ADS_1