
Karena urusan pertemuan tiga pemimpin besar, Saintess tidak dapat menetap di kota ini lebih lama. Ke esokan harinya, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju kota H'rden.
Dengan baron Ansiron beserta beberapa warga mengucapkan perpisahan mereka, rombongan Saintess berjalan pergi dari pintu gerbang kota.
"kenapa kita membawa para bandit?"
Di tengah perjalanan, Impian bertanya pada Lara Phosteir yang berada dekat dengan dirinya.
Terdapat satu gerbong kuda lagi dalam iring - iringan ini. Bedanya, jika gerbong yang di tumpangi Saintess mewah dan memiliki desain yang indah, gerbong kereta kuda yang berisi para bandit yang di tangkap seperti kerangkeng.
Ada satu yang di tangkap oleh Impian di sana. Orang itu merupakan bandit dengan level terlemah di antara yang lain.
Bandit - bandit yang di tangkap oleh Saron dan prajurit lainnya memiliki level di atas seratus. Total ada 6 bandit di dalam gerbong kerangkeng besi.
Padahal baru saja mereka singgah di kota Timan dan bandit - bandit yang di tangkap merupakan komplotan bandit di sekitar kota. Akan tetapi, Saintess tidak meninggalkan para bandit untuk diadili di kota Timan, malah membawanya bersama rombongan menuju kota H'rden.
"karena mereka bukan bandit biasa. Mereka adalah mantan prajurit kerajaan Moscard yang melarikan diri. Kemungkinan besar, Sang Saintess membawa mereka sebagai bukti"
bukti?
Impian tidak menanyakan lebih lanjut tentang hal tersebut. Masalah yang ada merupakan masalah politik antar kerajaan.
Tidak ingin mengambil pusing masalah lebih jauh, Impian hanya berpikir dalam hati.
"ada yang salah"
Seperti biasa, Impian mengaktifkan skill [The One Who's See The Trurth] untuk mengamati lingkungan sekitar.
Dengan skill itu, Impian melihat pergerakan monster - monster yang ada sedikit berbeda.
"ada apa?"
Kali ini bukan Lara yang berada dekat dengan Impian, tetapi Sang Saintess langsung yang membuka jendela kereta kudanya dan bertanya kepada Impian.
Melihat hal itu, Impian lebih mendekatkan kuda yang di tumpanginya lebih dekat dengan gerbong kereta kuda Saintess.
"Yang Mulia, saya hanya merasa ada yang salah dengan pergerakan monster yang ada"
"katakan secara langsung pendapatmu"
"ah, baik. Ini adalah zona luar, di mana monster akan menetap di daerah mereka pada zona tertentu. Akan tetapi, beberapa dari mereka seperti meninggalkan zona mereka"
"apa maksudmu? jika monster ingin mencari makan atau berkembang biak, tentu saja mereka meninggalkan area mereka"
ah, bagaimana harus menjelaskannya...
Dalam permainan, apalagi tipe MMORPG seperti INK START FANTASI, monster umum biasa, akan menduduki tempat-tempat tertentu.
Seperti halnya beberapa monster di daerah sekitar desa Keoropi. Monster - monster berjenis slime, kelinci, ayam, dan babi coklat. Monster - monster itu akan tetap di daerah zona mereka.
Tidak ada satupun monster yang keluar dari zona itu dan pemain akan menemukan monster dengan jenis tersebut di tempat - tempat tertentu. Hal itu juga yang akan membuat monster - monster itu kembali 'spawn' di sekitar zona tersebut.
Sistem permainan telah mengaturnya seperti itu. Berbeda dengan kehidupan dunia nyata, kehidupan yang ada akan menyesuaikan lingkungan mereka. Seperti bermigrasi contohnya, mereka akan meninggalkan tempat - tempat yang sudah tidak cocok dengan mereka.
Tetapi dalam permainan, monster - monster tersebut akan tetap di zona mereka dan kembali muncul setiap kali di musnahkan.
Saintess yang merupakan orang dari game itu sendiri, tidak akan mengerti dengan konsep jalannya permainan. Impian berkutat sendiri dengan masalah penjelasan yang harus di sampaikan.
"ah! mereka bergerak secara bersamaan. Jadi begitu... pergi ke depan dan panggil Saron kesini"
"baik yang mulia!"
Seakan Sang Saintess sendiri yang mengerti dengan keadaan, Impian berhenti memikirkan kata - kata yang akan di jelaskan kepada Saintess dan pergi menuju tempat Saron berada.
Setelah kembali membawa Saron yang menunggangi kudanya, Saron mendekat ke arah gerbong kereta kuda Saintess.
"Yang Mulia!"
"akan ada masalah di depan nanti, banyak monster yang akan menghadang kita. Itu akan merepotkan kedepannya"
"saya mengerti Yang Mulia! serahkan pada kami"
Setelah memberi perintah kepada Saron, jendela kereta kuda kembali tertutup dan Saron memacu kudanya ke depan.
"siapkan formasi! bersiap dengan pertempuran melawan monster! kali ini akan berbeda! bersiap!"
Beberapa ucapan kata pertama yang di teriakan Saron kepada rombongan prajurit tidak membuat mereka jatuh dalam siaga penuh.
Dalam perjalanan dari ibu kota, prajurit - prajurit yang ikut dalam rombongan telah terbiasa melawan monster - monster yang muncul menghalangi jalannya iring - iringan.
Tetapi, saat Saron berteriak mengucapkan kata - kata berikutnya, para prajurit bersiap dengan siaga penuh mereka. Seakan telah terlatih dengan keadaan yang ada, sembari tetap berjalan, formasi dalam rombongan telah berubah.
Beberapa prajurit menyebar dan membentuk formasi sayap di kiri dan kanan.
"bersiap dengan senjata kalian!"
__ADS_1
Bayangan beberapa monster telah terlihat di kejauhan. Awalnya hanya satu, dua, bayangan yang terlihat.
Semakin berlalunya waktu, bayangan monster semakin bertambah dan satu persatu bayangan monster semakin banyak.
"jangan jauh - jauh dari kereta kuda Yang Mulia!"
Ardan, sebagai salah satu calon ksatria suci yang memiliki posisi di sekitar kereta kuda Saintess, berteriak dan mendekatkan kudanya lebih dekat ke gerbong.
Mendengar teriakan itu, Lara dan Phelipe yang berada di atas kuda masing - masing, ikut merubah posisi mereka lebih dekat ke kereta kuda.
Saat Togay melihat pergerakan yang ada, ia sempat ingin mengikuti pergerakan calon ksatria suci lainnya, tetapi Togay melihat Impian yang masih berada di tempatnya dan sedang berpikir.
"ada apa Impian?"
"lihat pergerakan monster yang ada, mereka bergerak seakan menghalangi rombongan. Jika seperti itu, bukankah itu terlihat seperti tindakan seseorang?"
"benarkah? bukankah sudah biasa melihat monster dalam perjalanan?"
"memang benar jika satu atau dua, tetapi lihat yang ada di depan"
"ah! kamu benar! apakah itu perbuatan seseorang?"
"jika seperti itu... hey Togay, bayangkan jika kamu sebagai orang itu, apa kamu berani macam - macam dengan rombongan ini?"
Apa yang di katakan Impian ada benarnya. Ini merupakan rombongan pengawalan pemimpin kerajaan. Orang - orang yang di bawa tidak mungkin orang - orang biasa.
Meski hanya satu ksatria suci yang ada, tetapi dia adalah pemimpin ksatria suci. Apalagi ada empat calon ksatria suci termasuk Impian.
Bagaimana dengan prajurit pengawal lainnya?
Meski terlihat lebih lemah, tetapi terdapat lebih dari 50 orang prajurit yang berlevel lebih dari 150. Itu baru prajurit pengawal saja, orang - orang yang di bawa tidak hanya prajurit pengawal, tetapi orang - orang yang mengurus kebutuhan dari Saintess sendiri. Tentu saja level mereka tidak rendah.
Apa lagi, pemimpin mereka, Sang Saintess, orang bawahan langsung dari dewa.
Kerajaan masih aman hingga saat ini, di karenakan dirinya sendiri. Siapa yang berani membuat masalah dengannya? Mereka hanya akan mendapat murka dewa jika melakukan.
Jika menyerang iring - iringan ini, di mana Saintess sendiri, pemimpin kerajaan Lorena di dalamnya, itu sama saja mendeklarasikan perang dengan kerajaan suci Lorena secara langsung.
Dengan berbagai alasan itu, apa masih ada orang yang berani membuat masalah dengan rombongan ini?
"lalu?"
Togay yang menyadari hal itu, kembali bertanya pada Impian.
"berarti tujuan mereka bukanlah Saintess, tetapi hal lain"
"pikirkan, pasti ada tujuan lain dari ini!"
Momster sudah semakin mendekat...
Banyak dari mereka...
Meski begitu, level monster terlihat rata - rata untuk prajurit yang ada...
Mereka hanya membutuhkan waktu untuk membersihkan monster...
waktu....
WAKTU!?
Kalau begitu, tujuan mereka pasti penundaan...
Tapi apa yang di tunda?
Kedatangan Saintess ke pertemuan?
Keterlambatan?
Tapi apa hanya itu?
Ingat kembali kejadian yang terjadi baru - baru ini...
Anak bangsawan yang berlutut?
bodoh! apa hubungannya dengan Saintess!
Restoran Yoilka?
ah! obrolan orang berjubah!
misi dari pemain level 100 lebih!
Kalau begitu apa hubungannya dengan saat ini?
lupakan...
__ADS_1
kejadian selanjutnya...
Penyerangan bandit!
Denila Ansiron....
Bandit di luar kota Timan...
Mantan prajurit kerajaan Moscard!
Benar...
Tujuan tempat kota H'rden, wilayah kerajaan Moscard!
Lalu apa hubungannya mereka dengan mengulur waktu?
..sial! aku tidak bisa memikirkannya lagi!
Tetapi bandit dan mantan prajurit pasti terhubung...
Bandit....
Bandit yang di tangkap....
Mereka juga di bawa!
Di gerbong belakang!
Para tahanan yang di bawa!
Salah satu dari mengulur waktu dan perhatian momster pasti untuk itu!
Penyelamatan...
Tidak memungkinkan menyerang iring - iringan Saintess
Jadi monster sebagai pengalih perhatian!
Banyak pemikiran di lakukan Impian. Mulai dari satu ke jadian dengan kejadian lain selanjutnya.
"Mereka datang!"
"pemanah dan penyihir! siaga dengan monster terbang!"
prajurit di depan telah memulai tindakan mereka. Monster - monster yang terlihat sudah semakin mendekat.
Masalahnya adalah monster - monster itu yang menyebar. Jika hanya satu garis lurus, atau satu titik berkumpul monster, dengan satu jurus saja dapat langsung memusnahkan mereka.
Dengan penyebaran monster yang datang, setiap prajurit melakukan tugas mereka masing - masing.
Saat ini, kereta kuda Saintess telah berhenti. Akibatnya, prajurit pengawal fokus dalam urusan yang ada.
"Togay! ikuti aku!"
Saat para prajurit sedang di sibukan dengan monster - monster yang menyerang, Impian berteriak pada Togay dan meninggalkan tempatnya.
"MAU KEMANA KALIAN!!"
Ardan yang melihat hal itu, berteriak kepada Impian dan Togay yang pergi meninggalkan tempat mereka.
Seluruh calon ksatria suci seharusnya berada di sisi gerbong kereta kuda Saintess, tetapi Impian dan Togay malah meninggalkan posisi mereka.
"Ardan, pergi bantu mereka"
Dari jendela kereta kuda, suara dari Sang Saintess dapat terdengar dan memberi perintah kepada dirinya.
"tapi Yang Mulia"
Tugas dari pengawalan, apalagi calon ksatria suci, merupakan penjagaan ketat di sekitar kereta kuda Saintess. Dalam ke adaan saat ini, meninggalkan posisi jauh dari kereta kuda Saintess akan membahayakan.
"tidak akan ada masalah di sini, pergi dan bantu mereka"
"tetapi Yang Mulia"
"jika tidak ingin, aku akan mengutus yang lain"
"dengan segala hormat Yang Mulia! keamanan anda adal-"
"ini adalah perintah"
Sebelum Ardan menyelesaikan kata - katanya, Saintess memotong dan memberikan ketegasan dalam ucapnnya.
"baik Yang Mulia!"
Ardan pergi mengikuti Impian dan Togay yang menjauh dari gerbong kereta kuda Saintess menuju ke belakang rombongan.
__ADS_1
Disanalah tahanan bandit berada, jauh paling belakang dari barisan rombongan.
Jika mengamati lingkungan sekitar dari rombongan, ada sesuatu yang sedang mengintai. Disisi kiri dan kanan dari semak - semak, mulai terlihat beberapa bayangan pria yang sedang berlari dengan senjata - senjata mereka di tangan.