INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 146 : BERTARUH DENGAN GERALD


__ADS_3

Gempuran pertama yang dilakukan para ksatria Ranting Borneo benar-benar terlihat seperti pembantaian. Rentetan dari tembakan meriam pohon menjadi penghias dari serbuan yang mereka lakukan.


"batch kali ini kuserahkan pada kalian. Maju!"


Setelah rentetan tembakan meriam pohon berhenti, Asteresee memberi perintah. Pasukan beastman beserta ksatria elf divisi lain bergerak.


Kerajaan Onteral tidak hanya memiliki divisi ksatria Ranting Borneo saja. Setiap kota memiliki divisi ksatria mereka sendiri. Hanya saja memang kehadiran mereka tertutupi oleh kehebatan divisi ksatria Ranting Borneo, tetapi mereka masih tergolong orang-orang kuat.


Asteresee, Galadriel, dan Istina mengambil nafas untuk beristirahat. Bantuan para bestman sangat membantu saat berjuang disisi divisi ksatria elf lain.


Para penatua elf sendiri telah mengambil bagian di dua hari sebelumnya, sehingga yang bertempur kali ini adalah divisi ksatria elf diberbagai kota Onteral yang dibantu oleh pasukan beastman yang telah dapat menggunakan kemampuan berkserk mereka kembali.


"tolong bantuannya"


"serahkan pada kami"


Tannivh berbicara kepada dua pendeta Lorena yang ada disampingnya.


Setelah menembakan 20 meriam pohon dari kemampuannya, Tannivh beristirahat dan dipulihkan oleh kedua pendeta Lorena. Meriam-meriam pohon itu sekarang berubah menjadi kering dan perlahan-lahan hancur.


*Creak...


*Boomm!


"ternyata kalian juga perlu istirahat sejenak huh?"


Doranda berbicara dan mengomentari Tannivh saat melihat dirinya mengambil nafas dan pulihkan oleh kedua pendeta Lorena disampingnya. Tidak hanya Tannivh yang dipulihkan oleh pendeta Lorena, tetapi Asteresee, Galadriel, dan Istina yang berada di tempatnya juga sedang dipulihkan oleh pendeta Lorena disamping mereka.


"apa yang kamu harapkan tuan Doranda? hari masih panjang, jika kami terus-menerus menggempur dengan kemampuan penuh, kita hanya akan kelelahan diwaktu terakhir"


"aku mengerti itu. Aku tahu kemampuan spesial dari kalian dan para beastman mengambil stamina dan life energi yang besar, sehingga tidak bisa dilakukan terus-menerus. Hanya saja, saat kalian memperlihatkan kemampuan seperti itu diawal, aku mengharapkan kejadian seperti itu yang akan terus berlanjut"


Mendengar itu, Tannivh hanya tersenyum kecut, menanggapi kata-kata dwarf Doranda yang menyatakan kebenaran.


Hanya saja, skema pertempuran yang mereka ambil dihari terakhir ini, adalah serangan penuh diawal dan mengambil waktu bernafas setelahnya. Taktik tersebut dibuat untuk menyesuaikan arah pertempuran dari hasil data yang diambil di dua hari sebelumnya.


Monster-monster itu, yang keluar dari lubang cacing, portal yang dibuat Impian, tidak terus-menerus keluar seperti air bah. Monster-monster itu keluar dengan memiliki waktu interval yang tetap.


Meski keluarnya monster yang ada tidak berhenti-henti, seakan tidak ada habisnya, tetapi monster yang keluar terbagi menjadi beberapa batch. Lubang cacing akan berhenti mengeluarkan monster beberapa saat hingga monster keluar kembali dari sana.


Melihat hal itu di dua hari sebelumnya, hari terakhir ini menerapkan taktik seperti itu setelah memperhatikan kejadian yang berlangsung. Karena beberapa beastman yang telah pulih dan ikut membantu, ksatria Ranting Borneo akan mengambil nafas disetiap satu sesi batch dan kembali menggempur dengan kemampuan penuh setelahnya.


Hal itu diharapkan untuk mereka dapat bertahan hingga hari berakhir. Berharap bahwa kejadian yang buruk tidak akan muncul kembali dikarenakan mereka belum tahu apa yang akan terjadi setelahnya, setelah lubang cacing itu tertutup.


"lapor tuan! terdapat pergerakan yang tidak biasa dari monster-monster hutan!"


Seorang prajurit elf tiba-tiba datang dan melapor kepada Tannivh.


"jelaskan lebih rinci"


"ratusan..., tidak, masih belum diketahui pastinya dari jumlah mereka, tetapi kumpulan monster yang berada disekeliling hutan sedang menuju kearah sini"


"apakah kalian sudah bertanya kepada guardian hutan?"


"sudah tuan. Para guardian mengatakan bahwa monster-monster hutan tidak mendengarkan perintah mereka. Para monster hutan yang bergerak seperti dikendalikan oleh seseorang, selain itu, mereka bukanlah bagian dari kami"


Tannivh bertanya kepada prajurit untuk menanyakan atas kejadian tersebut kepada guardian hutan. Mereka adalah penjaga dan pemimpin dibeberapa wilayah hutan Beast Glaide, sehingga monster-monster yang ada di hutan ini adalah bawahan dari para guardian.


Mendengar hal itu, prajurit elf telah menanyakan langsung kepada monster guardian. Mendapat tanggapan diluar ekspektasi atas pertanyaannya dari para guardian, prajurit elf melapor kepada Tannivh untuk meminta instruksi apa yang harus dilakukan.


"hal yang tidak diharapkan muncul di hari terakhir ini datang. Banyak prajurit yang sudah kelelahan juga. Sepertinya kita tidak dibiarkan istirahat"


Doranda hanya berkata pasrah dengan situasi yang berubah saat ini.


"kuserahkan pada kaian. Kabarkan kepada para beastman yang sedang dalam pemulihan pendeta Lorena, tidak perlu menunggu hingga kemampuan berserk mereka pulih, kerahkan mereka untuk menghadapi monster hutan. Juga, kordinasikan penjelajah dunia untuk membantu"


...----------------...


"woah... aku tidak tahu bahwa pertempuran akan semegah ini"

__ADS_1


"kau sudah kembali?"


Melihat Impian yang sedang memandangi pertempuran para ksatria di garis depan IKILUA bertanya.


Mereka masih dalam satu party, dan nama Impian di kolom party kembali menyala. Nama pemain akan redup di kolom party jika jarak diantara mereka terlalu jauh.


Melihat nama Impian yang kembali menyala, IKILUA yang saat ini berada dibarak pemulihan memeriksa map dan menemukan Impian yang berada ditempat ini.


"haha, ya, aku telah pulih. Pine menyembuhkan-ku"


"Kamu dibawa kembali ke istana? Menyenangkan mengenal seorang dewi dan membantumu. Ngomong-ngomong, Alice dan Togay tidak bersamamu?"


"Kamu juga memiliki Diaval sebagai mastermu, berhenti bersikap iri. Untuk mereka berdua, mereka memiliki urusan di istana elf dan tidak ingin ikut"


"aku mengerti jika itu Alice, dirinya memang tidak terlalu menyukai pertempuran, tetapi Togay? aku tidak menyangkanya"


"yah, dia seorang pebisnis. Kurasa sifat bawaannya tidak bisa diubah"


Sembari memandangi jalannya pertempuran yang sedang berlangsung digaris depan, mereka berdua berbasa-basi. Pemandangan itu memang sangat megah dengan setiap ahli pertarungan dengan jumlah yang sangat banyak bertempur melawan musuh-musuh mereka.


Mulai dari pergerakan petarung jarak dekat yang menyerang monster-monster itu dengan gerakan memukau mereka, hingga meriam pohon yang ditembakan oleh Tannivh, menggempur kumpulan monster yang ada.


"apa yang terjadi disana?"


"aku dengar monster-monster hutan mulai menyerang kearah sini. Mereka bergerak untuk mengatasi mereka agar tidak mengganggu pertempuran disini"


Mendengar hal itu, Impian terkaget karena mengingat kejadian yang mirip dengan yang pernah dialaminya.


"seberapa banyak dari mereka?"


"Entahlah, mereka hanya mengabarkan seluruh monster hutan. Jika tebakan-ku benar, mungkin ratusan dari mereka"


"bergerak secara bersamaan?"


"sepertinya kau tahu sesuatu?"


"ya, ini mirip saat aku mengawal Saintess. Jika itu benar, maka orang-orang itu bergerak lagi"


"Bocah! kamu telah kembali!?"


Seorang beastman tiba-tiba menyapa kearah Impian. Dia adalah Gerald sang manusia singa yang telah dikenal Impian, berteriak dengan keras dan tidak pernah berubah sesuai dengan sifatnya.


"tuan Gerald"


"bagaimana keadaanmu? aku mendengar kamu dibawa kembali untuk memulihkan diri"


"ah, iya, aku sudah pulih. Dewi para elf membantuku"


"apa!? sang dewi sendiri yang membantumu!?"


Kata-kata Impian membuat terkejut Gerald. Impian memang seseorang yang penting, karena raja mereka sendiri yang mengundang dirinya, tidak hanya itu, Gerald juga mengetahui bahwa Impian-lah yang diutus dalam misi kali ini sebelum semua berubah seperti sekarang, tetapi sampai dewi para elf sendiri yang sampai turun tangan-


"hahaha, yah, aku bersyukur karena itu"


"kamu semakin membuatku tertarik"


Impian mengerutkan keningnya mendengar perkataan Gerald. Ada seorang pria besar dan berotot yang tertarik padamu... hmm, sesuatu yang seharusnya tidak pada tempatnya-


"aku juga tahu bahwa kamu yang membuka portal-portal itu. Apa yang kamu lakukan sangat menyusahkan kami, kau tahu?"


"ah, a.."


"buahahaha, tenang saja, aku tidak menyalahkanmu!. Aku tahu pilihan yang kau buat agar kami hanya menghadapi monster-monster ini, tetapi bukankah kamu meremehkan kami untuk membiarkan kami menghadapi makhluk-makhluk ini ketimbang sosok yang dihadapi Asteresee? hmm!?"


"apa kamu yakin bisa menghadapi makhluk yang setara dengan dewa?"


"tidak, tetapi itu akan lebih menarik ketimbang menghadapi monster-monster ini!"


"ya, ya, untuk dia yang tidak ingin kembali dipulihkan dan menghadapi monster-monster itu kembali"

__ADS_1


Suara lain terdengar, suara beastman perempuan berbicara di belakang Gerald. Terlihat penampilannya seperti manusia burung hantu saat Impian melihat.


"Teirin... Bukankah kau juga tidak dipulihkan kembali!?"


"berbeda denganmu yang memiliki kemampuan terfokus dalam pertarungan, aku disini membantu para elf meneliti jarahan pertempuran"


Mendengar hal itu, Gerald tidak bisa berkata-kata lagi. Alasan Teirin tidak dipulihkan kembali jelas, berbeda dengan Gerald yang karena memang sifatnya.


"lalu kenapa kamu disini!?"


Gerald mengalihkan pembicaraan dan bertanya alasan Teirin menghampirinya.


"karena kamu tidak ikut kembali bertempur disana, kamu diperintahkan untuk mengurus monster-monster hutan yang mengganggu"


"ugh.. setidaknya itu lebih baik. Akan aku lakukan"


"dan untukmu-"


Teirin memandang Impian setelah menyampaikan perintah kepada Gerald.


"tuan Tannivh mengetahui kamu telah kembali. Dirinya memberi dua pilihan. Pertama adalah untuk tetap disini, membantu penelitian kami atau membantu pemulihan bersama yang lain, keselamatanmu lebih dipentingkan"


Teirin menekankan pilihan pertama bagi Impian dan tidak menyebutkan pilihan kedua yang diberikan oleh Tannivh kepadanya dengan jeda diam yang panjang.


Tidak kunjung diberitahukannya pilihan kedua yang diberikan kepadanya, Impian bertanya-


"lalu yang kedua?"


"huh..., membantu menghabisi monster-monster hutan yang datang, tetapi harus didampingi oleh beberapa penatua elf yang ada"


"Buahahah, tentu saja aku tahu kamu! tidak perlu mendengarkan pilihannya! mau bertaruh denganku 'nak!?"


Gerald yang mendengarkan pilihan Impian dari Teirin langsung memotong pembicaraan. Mendengar itu, Teirin hanya memijat jidatnya dengan kedua jarinya.


"apa itu paman?"


"kita berlomba siapa yang lebih banyak menghabisi para monster, jika aku menang, jadilah muridku!"


"kamu ingin berlomba dengan orang yang memiliki level jauh dibawah-mu!?"


Mendengar taruhan yang diajukan oleh Gerald, Teirin memprotes dengan sikap Gerald yang senonoh. Pria muda didepannya adalah seorang penjelajah dunia, orang-orang yang baru saja menginjakkan kaki di dunia ini dengan kemampuan yang tidak lebih dari seorang anak kecil untuk pertama kali.


Belum lama waktu berlalu saat orang-orang penjelajah dunia muncul. Tidak mungkin mereka bisa dibandingkan dengan Gerald yang sudah hidup lama dan sebagai pemegang salah satu manor di kerajaan beastman.


"jangan meremehkannya Teirin, dia adalah orang yang telah aku akui!. Jadi bagaimana bocah?"


"tetap saja!"


"ya, aku juga keberatan. Berbeda jika paman sendiri sedangkan aku membawa beberapa orang"


"bocah!"


"oh... apa itu? Beberapa penatua membantumu dan yang mereka kalahkan dijadikan hitunganmu? lupakan saja jika kamu setakut itu bocah"


Mendengar perkataan Impian, kedua orang itu menanggapi dengan berbeda.


"Gerald! kamu hanya memaksakan hanya untuk mengambilnya sebagai murid"


Teirin yang memarahi Gerald hanya dibalas dengan jawaban Gerald yang mengangkat bahu.


"tidak, aku membawa beberapa pendeta Lorena untuk membantu memulihkanku"


"oh, hohoho, kamu pikir taktik itu bisa mengalahkanku?"


"siapa yang tahu"


"buahaha, baiklah! lalu apa yang kamu minta, jika saja, hanya jika, kamu menang?"


Gerald berbicara seakan kemenangan sudah berada ditangannya bahkan saat pertandingan belum dimulai.

__ADS_1


"tidak tahu, tidak ada yang aku pikirkan saat ini"


"kau bisa menyimpan itu untuk nanti. Biarkan mereka berdua menjadi saksi! Aku akan memenuhi apapun itu jika masih berada dalam kemampuanku"


__ADS_2