INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 66 : IMPIAN VS JENDRAL


__ADS_3

Meski perbedaan lvl sangat tinggi, tetapi tujuannya adalah menjaga Impian dari mengejar. Meski kemungkinan besar bisa saja mati, tetapi rayuan dari hadiah quest membujuk Impian untuk bertindak.


Kedua pedangnya telah siap di tangan, Impian maju menyerang jendral di depannya.


Sihir angin topan, andalan Impian di kerahkan. Pusaran angin memporak - porandakan tanah di sekitar jendral.


Impian tidak langsung menyerang jendral saat angin topan masih melanda. Berbeda saat melawan Saron di pusat latihan ibu kota, Impian tidak langsung menyerang saat angin topan masih menderu.


Mempertahankan HP yang ada, merupakan tujuan untuk melawan musuh yang memiliki perbedaan besar dalam lvl. Tidak ceroboh dalam tindakan di awal dan mengharapkan bantuan datang dari prajurit - prajurit di belakang.


Sang jendral tidak bergerak dan menahan deruan angin yang merusak. Jika jendral menghindar, bisa saja Impian mengabaikannya dan mengejar bawahan di belakang sang jendral.


-234


-167


-198


....


....


Berbagai angka kerusakan menerpa tubuh jendral dari sihir angin topan Impian.


Meski lvl Impian telah meningkat, dan perlengkapan yang di kenakan sudah berubah, tetapi pertahanan jendral yang berlevel tinggi membuat serangan sihir Impian seakan bukan apa - apa.


Setelah hembusan angin perusak mereda, tubuh jendral terlihat dengan sinar redup yang mengelilingi tubuhnya.


"apa hanya itu?"


Seakan meledek serangan sihir Impian, sang jendral mengolok Impian yang berada di depannya.


Efek gelang yang di kenakan Impian, tidak bekerja untuk sihirnya. Bukan serangan langsung atau skill yang melekat, tetapi sihir itu murni dari hasil Impian memanipulasi mana.


Berbeda dengan serangan pisau terbang sebelumnya, true damage tidak terpicu. Akibatnya serangan Impian terasa lemah, karena pertahanan jendral yang lebih besar.


Impian melesat ke depan dan melancarkan serangan pertama.


Rentetan tusukan dan sabetan dari kedua pedang yang di pegangnya, menyerang tubuh sang jendral. Dengan setiap langkah gerak, Impian mengayunkan kedua pedang.


Sayangnya, sang jendral yang memiliki lvl tinggi, dapat mengikuti dan menahan gempuran yang di lakukan Impian.


Tidak menyerah di situ, Impian mengkombinasikan dengan peningkatan berat dan kecepatan serang.


Perubahan yang tiba - tiba terjadi pada Impian, kadang sangat cepat, kadak pelan, kadang berirama, membuat jendral kesulitan untuk menahan gempuran serangan.


Melihat jendral yang mulai kesulitan menangkis serangan yang berubah - ubah, Impian mulai mengkombinasikan serangan dengan sihir. Balok tanah melesat ke tubuh jendral dari bumi.


Terlihat Impian tidak memiliki jeda dalam mengaktifkan sihirnya. Serangan pedang dari Impian saja sudah mulai susah, tetapi sihir tanah juga muncul dan menggempur sang jendral.


*Buk!


-891


Fokus menahan gempuran kedua pedang Impian, balok tanah menerpa tubuh jendral dan mendorongnya beberapa meter. Tubuh jendral terbang ke belakang.

__ADS_1


Impian tidak berhenti, ke empat pisau lain melayang di sekitar Impian.


*Wus! Wus! Wus! Wus!


Pisau melaju ke arah Jendral yang baru saja menapakan kaki karena terjangan sihir bumi.


*Trang!


-16230


*Jleb!


-528610


*Wus! Wus!


Pisau pertama di tangkis oleh sang jendral dan membuatnya terdorong kembali. 16 ribu angka kerusakan melayang dari tubuh jendral.


Karena tubuh jendral terdorong akibat dia berusaha menahan pisau yang terbang, satu pisau mengenai tubuhnya. angka kerusakan mencapai 500 ribu!


Semua pisau mengandung serangan true damage dari gelang void. Akibatnya, serangan Impian sangat berbahaya bagi jendral.


Melihat hal itu, jendral tidak lengah. pisau lainnya hanya di hindari dan tidak mencoba untuk menahan laju pisau.


*Trang!


Impian yang tidak membiarkan sang jendral dapat bernapas, menyerang jendral kembali. Hanya saja, pedang Impian di tahan dengan pedang besar sang jendral.


"bangsat!"


[Earth Breaker]!


Tanah di bawah tempat mereka berdua bergetar keras dan menciptakan banyak retakan!


Melihat hal itu, Impian melompat ke atas. Jika tetap berpijak pada tanah, entah apa yang akan terjadi pada Impian. Karena hal itu, Impian melompat.


Jendral yang melihat Impian di udara, mengayunkan pedang besarnya ke arah Impian. Dengan pemikiran tubuh yang berada di udara, tidak ada tempat untuk melakukan penghindaran dari serangan yang datang.


*Trang!


Sayangnya, Impian menahan tebasan pedang besar jendral dan tidak terlihat terlempar akibat dorongan dari tebasan pedang sang jendral.


Kaki Impian berpijak pada lingkaran sihir di udara. Kaki kiri berpijak pada lingkaran sihir yang berbentuk horizontal dan kaki kanan berpijak pada lingkaran sihir berbentuk vertikal.


"apa!?"


*Trang! Trang! Trang!


Sang jendral yang bahkan tidak sempat terkejut dari teriakannya, Impian menggempur kembali dengan kedua pedangnya dengan posisi yang tidak wajar.


Impian bergerak dengan langkah - langkah di udara. Lingkaran - lingkaran sihir yang di gunakan sebagai pinakan, Impian tidak perlu khawatir lagi dengan skill bumi jendral.


Pedang sang jendral mulai bercahaya, dan aliran mana bergerak menyelimuti pedang sang jendral. Cahaya berwarna merah dan seperti aura yang mencekam menyelimuti pedang itu.


Melihat hal ini, Impian tetap menyerang dengan kedua pedangnya. Pedang Impian berhasil masuk dan menusuk tubuh sang jendral.

__ADS_1


-519021


-518985


Meski begitu-


Pedang besar jendral terayun dan menyerang tubuh Impian!


-421890


Tubuh Impian terpental dan mengurangi 60% dari HP Impian!


Serangan Impian memang masih memiliki efek true damage. Satu juta dari total kerusakan yang di berikan masih masuk dan mengurangi kesehatan yang di miliki jendral.


Sayangnya, total kesehatan sang jendral sangat tinggi. Sehingga tubuh sang jendral masih bertahan di tempatnya.


Berbeda dengan Impian, serangan jendral tidak mengandung true damage dan pertahanan Impian masih mengurangi total damage serangan. Tetap saja, 400 ribu lebih, angka kerusakan di dapat. 60% dari total HP yang di miliki Impian telah berkurang hanya dari satu serangan.


"mati kau!"


Sang jendral tidak berhenti. Sang jendral kembali mengangkat pedang besarnya dan di tujukan pada tubuh Impian.


*Trrraaannnnngggg!


Tombak menghalangi serangan sang jendral!


Ardan datang dan membantu Impian. Sayangnya, dampak serangan jendral sangat tinggi dan membuat tubuh Ardan dan Impian yang ada di dekatnya terbang kebelakang.


"satu lagi bocah datang dan mengganggu hah!?"


Melihat serangannya tidak masuk dan tertahan oleh orang lain, Sang jendral berteriak.


"bangun! jangan lengah! dia datang lagi!"


Ardan berteriak pada Impian yang masih ada di tanah akibat dorongan sebelumnya.


"aku tahu!"


Sang jendral kembali berlari dan menuju tempat Impian dan Ardan.


*Bruuuukkk


Entah apa yang terjadi, tiba - tiba tubuh sang jendral terjatuh dan terjerembab ke tanah.


"apa?"


"jangan bengong! serang!"


Ardan yang kaget dengan keadaan yang tiba - tiba di alami sang jendral tercengang, tetapi Impian berteriak dan berlari ke arah sang jendral. Melihat hal ini, Ardan tersadar dan ikit berlari ke arah jendral.


Apa yang terjadi, merupakan ulah dari sihir Impian.


Adrenalin sang jendral sedang terpacu dan dirinya sedang terfokus pada mengaliri pedang besar yang di pegangnya dengan mana. Saat berlari ke arah Impian dan Ardan berada, Impian mengaktifkan sihir [Telekinesis Void]-nya.


Begitu salah satu kaki sebagai penumpu tubuh yang sedang berlari terangkat dan bertindak, sihir [Telekinesis Void] Impian bekerja. Akibatnya, Sang jendral terkejut dan tubuhnya menjadi tidak seimbang.

__ADS_1


Sang jendral yang adrenalin-nya sedang terpacu, tidak siap akan hal itu. Akhirnya tubuh jendral terkejut dan terjatuh begitu saja.


__ADS_2