
Dengan datangnya undead-undead yang tersumon dari monster-monster yang telah terkalahkan, pertempuran kembali pecah. Hanya saja, kali ini pertarungan lebih ketat, karena beberapa prajurit telah terkirim ke tempat lain dan telah berkurang drastis di tempat ini.
"tuan Impian, bagaimana bisa undead yang anda kalahkan tidak bangkit kembali?"
"huh.. huh.. kami telah mengalahkan mereka berkali-kali, tetapi mereka selalu saja bangkit kembali"
Memang mudah untuk Impian mengeliminasi setiap undead yang dihadapinya tanpa usaha yang berlebih, tetapi kedua pendeta Lorena tidak kalah buruk dan berhasil mengalahkan undead-undead yang ada disamping Impian. Hanya saja, sialnya bagi mereka, bahkan bagi seluruh pasukan di tempat, setiap undead yang berhasil dikalahkan akan bangkit kembali, tidak perduli bagaimana cara mereka mengalahkannya.
"haha, aku punya skil khusus paman. Cara mereka bangkit karena roh mereka belum bebas dan masih terkekang, mungkin karena Necromancer itu? aku memutus kekangan mereka dengan skil-ku, mungkin itu penyebab undead tidak muncul kembali"
Benar apa yang dikatakan Impian. Kunci dari kebangkitan undead di tempat ini adalah ulah dari necromancer itu sendiri.
Roh dari monster-monster hutan yang telah dikalahkan tidak tidak lekas menghilang dari dunia ini. Sihir pemanggilan necromancer mengunci roh-roh itu, sehingga merubah mereka menjadi undead bawahan dari sang necromancer.
Selama mana dari sang necromancer masih ada, maka para undead yang telah tersumon akan kembali bangkit meski dikalahkan sekalipun. Itulah sebabnya, apa yang ada dalam pikiran Impian mengenai necromancer adalah pasukan seorang diri dikarenakan skil seperti ini.
Berbeda dengan para petarung yang mengalahkan undead hanya dari fisik saja, Impian menyerang langsung rantai kekangan para roh dengan skil [The Great One Who's Order Live]. Itulah sebabnya, setiap undead yang dikalahkan oleh Impian atas kontrol dari sang necromancer tidak bangkit kembali.
Tidak lama setelah pertempuran kembali pecah, satu pilar cahaya hitam penunjang sihir undead pada wilayah sebelah timur hilang. Beberapa menit kemudian, satu lagi pilar cahaya hitam hilang sepenuhnya pada bagian timur.
"Pilar cahaya telah musnah! undead tidak akan bangkit kembali setelah dikalahkan!"
Impian berteriak untuk memberi tahu yang lain. Tidak perduli dengan tanggapan para pemain, yang terpenting bagi Impian di tempat ini adalah tindakan NPC, sehingga Impian tidak masalah repot-repot dalam berteriak untuk memberitahu.
Impian : Sisi timur telah selesai, pindah ke utara. Disana ada Gerald yang sedang menghadapi bos
IKILUA : aye ye, kapten!
Tidak hanya memberitahu kepada orang-orang ditempat ini, Impian juga memberitahu kepada IKILUA melalui sustem pesan.
Jackfruit : apa yang terjadi? apa ada event lainnya?
IKILUA : apa kamu tidak melihat ada serbuan monster diluar tempat pertarungan monster Chaos? aku dan Impian sedang disini, tidak perlu teralihkan, fokus saja ditempatmu.
Jackfruit : aku hanya bertanya... baiklah kalau begitu, semoga berhasil kalian berdua!
Masih ada teman-temannya yang lain dan pertempuran melawan makhluk chaos dari lubang cacing masih berlangsung. Jackfruit yang masih mengikuti pertempuran melawan makhluk chaos tidak mengetahui bahwa ada pertempuran lain di dekatnya dimana melawan monster-monster hutan.
__ADS_1
Melihat sistem chat dan terlihat pesan dari Impian dan IKILUA, Jackfruit bertanya. Setelah diberitahu apa yang terjadi oleh IKILUA, dirinya tidak mengganggu lebih jauh, karena pertempuran di lubang cacing juga masih intens.
"kita pergi ke arah barat, disini telah stabil"
"...kami dibelakang anda tuan"
Sempat tidak mengerti dengan tindakan Impian, terdapat jeda singkat dari Aderai. Tidak mengambil pusing, kedua pendeta mengikuti Impian dari belakang.
Sembari berpindah tempat dari pertempuran timur ke pertempuran barat, Impian dan kedua pendeta tidak lupa untuk juga mengeliminasi undead di depan mereka.
Menargetkan wilayah barat dari pada timur, adalah karena wilayah utara adalah pusat dari pilar cahaya terakhir yang dihuni oleh necromancer. Jika pasukan penyerbu wilayah timur telah berhasil menghilangkan kedua pilar cahaya timur dan membantu pilar cahaya utara yang terdapat necromancer, hal itu juga bisa dilakukan oleh pasukan yang ada di pilar cahaya wilayah barat.
Para pasukan wilayah timur yang setiap undeadnya sudah tidak bangkit kembali, mereka akan membantu pertempuran wilayah utara karena itu yang paling terdekat. Undead yang telah dikalahkan juga perlahan-lahan akan habis karena tidak bangkit kembali, sehingga pasukan timur akan menuju wilayah utara yang terdekat dari tempatnya.
Sedangkan wilayah barat akan tetap intens karena tidak ada bantuan datang dan hanya menunggu pilar cahaya menghilang sebelum menghilangkan para undead sepenuhnya. Itulah sebabnya pilihan Impian adalah memprioritaskan wilayah barat saat ini.
...----------------...
Beberapa menit sebelumnya.
Tannivh berbicara pada perwakilan pendeta-pendeta Lorena yang membantu pemulihan di tempat ini. Aktivitas mereka menjadi lebih lama, dan pergantian setiap orang pendeta terlihat terhambat, tidak seperti sebelumnya.
"beberapa pendeta pergi untuk membantu posisi perang ditempat lain tuan Tannivh"
"perang ditempat lain? serbuan monster-monster hutan?"
"benar tuan"
"bukankah beberapa pasukan telah dikirim kesana untuk menghadapi monster-monster itu? terjadi sesuatu?"
Tannivh merasa aneh mendengar itu. Tidak hanya para dwarf yang telah mengajukan diri untuk bertempur tanpa mengambil istirahat sedikitpun, tetapi juga beberapa para beastman yang langsung dikirim meski pemulihan pemakaian kemampuan berkserk mereka tidak bisa dipakai kembali.
Hanya menghadapi monster hutan meskipun jumlahnya banyak, pasukan yang dikirim seharusnya sudah cukup. Mendengar pendeta Lorena yang mengatakan demikian tanpa diketahui lebih dahulu oleh Tannivh sebagai seorang jemdral saat ini, hanya berarti para pendeta dari Lorena bertindak sendiri.
"benar tuan Tannivh, tuan Impian mengatakan bahwa necromancer telah muncul. Kemunculan bidat kegelapan menjadi prioritas kami sebagai pengikut dewi, tetapi kami juga tidak melupakan pertempuran disini melawan makhluk-makhluk Chaos, kami tetap akan berusaha disini"
"orang itu mengatakan kedatangan necromancer!?"
__ADS_1
"benar tuan, tuan Impian yang mengabarkannya"
Sebenarnya bukan Impian yang mengatakan kedatangan necromancer, tetapi Gerald. Impian hanya mengatakan dugaan-dugaan yang ada, tetapi informasi yang diterima pada yang lainnya telah berubah, sehingga informasi itu didapat dari Impian sendiri.
Meski begitu, kebenaran yang ada adalah kebenaran sesungguhnya, necromancer memang muncul bahkan sebagai sosok penyihir hitam lich. Sehingga hal itu menjadi keuntungan sendiri bagi Impian dimasa depan.
"kalau begitu kita harus menyesuaikan rencana mengikuti keadaan"
Tannivh dengan otak cerdasnya sebagai pemimpin saat ini, mengatur rencana ulang untuk menyesuaikan keadaan yang ada.
...----------------...
"up! up!"
"jangan bertarung mengandalkan fisik!"
"manfaatkan sihir api atau es kalian!"
"penyihir api! jang gunakan sihir area luas sembarangan! api-mu juga melukai lawan!"
Kekacauan terjadi di sisi barat. Kebangkitan lagi dan lagi para undead membuat pertempuran menjadi semakin sulit.
Mereka tidak bisa diam saja dan harus terus bertarung meski beberapa undead telah mereka kalahkan.
Pergerakan Impian, meski itu hal yang kecil, tetapi dampaknya terasa di sisi timur. Meski undead yang dikalahkan oleh yang lainnya dapat bangkit kembali, berkat Impian jumlah mereka menjadi berkurang seiring waktu berjalan.
Maka dari itu, sisi barat mengakali para undead dengan sihir api maupun es mereka yang terus aktif. Dengan sihir es, mereka dapat membeli waktu dan dengan sihir api, kerusakan yang diterima undead akan bekerja terus-menerus meski dapat bangkit kembali.
"bantu aku menghambat undead di depan"
Setelah tiba di sisi barat, Impian meminta kedua pendeta Lorena disampingnya.
Tidak sertamerta Impian dapat bergerak dengan leluasa meski undead yang dikalahkannya tidak bangkit kembali. Bergerak terus-menerus di setiap sisi pertempuran akan menguras stamina yang tinggi.
Maka dari itu, Impian memilih taktik dengan bantuan para pendeta. Mereka akan menyerang terlebih dahulu untuk membeli waktu kedatangan Impian yang akan memberikan serangan penghabisan.
Pertempuran dihari terakhir ini masih intens. Setiap peristiwa selalu saja muncul dan pasukan aliansi lima kerajaan bahu-membahu menyelesaikan setiap masalah yang muncul.
__ADS_1