INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 145 : HARI TERAKHIR PERTEMPURAN


__ADS_3

Hari kedua, waktu malam hari.


Meski jalannya pertempuran terlihat baik, tetapi korban yang berjatuhan mulai terlihat. Khususnya bagi para pemain, dengna level mereka yang terlalu rendah, walaupun mereka tidak jatuh dalam pertarungan langsung melawan para monster dan hanya membantu penyerangan, dampak kematian tidak bisa dihindari.


Apalagi pemain yang keras kepala seperti peran tanker, beberapa dari mereka dengan sombongnya berada di tempat terdepan dan menghadapi monster secara langsung. Akibatnya, tidak sampai beberapa menit, bar kesehatannya jatuh dalam situasi kritis.


Pertempuran yang melibatkan banyak orang seperti ini, akan sulit membantu seseorang yang memiliki kemampuan kurang dan jatuh dalam keadaan sekarat, sehingga hanya masalah waktu sebelum pemain itu berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang.


Tugas-tugas para pemain biasanya hanya ikut membantu dalam mengkait monster agar berada dalam barisan yang akan dikalahkan ksatria NPC. Mereka dapat melakukan serangan sesekali jika celah tercipta dari monster tersebut.


Sayangnya, meski begitu, korban berjatuhan masih terjadi. Mungkin hal itu tidak dimasalahkan oleh pemain, karena mereka dapat bangkit kembali seiring berjalannya waktu, tetapi itu berbeda dengan prajurit NPC.


Jalannya pertempuran yang terus-menerus, telah menguras stamina mereka, sehingga terjadinya kesalahan yang dibuat oleh para prajurit NPC terjadi. Hal itu mengakibatkan bayaran besar yang harus mereka ambil, nyawa yang tidak dapat dikembalikan harus mereka bayar karenanya.


Memang benar, para pemain yang menganggap NPC hanya kumpulan program data belaka tidak menghiraukannya, akan tetapi, prajurit NPC lain yang melihat gugurnya teman mereka di dalam pertempuran merasakan kesedihan di hati mereka. Kejadian ini memang tidak dapat dihindari dari pertempuran besar, tetapi jatuhnya teman seperjuangan masih...


"tidak ada habisnya dari mereka, sial!"


"pergi kebelakang jika kamu kelelahan!"


"..."


"berhenti berpikir untuk balas dendam! pertempuran masih akan berlangsung hingga besok"


"istirahatlah, setelah pulih kembali kesini untuk membalaskan teman kita"


Meski waktu sudah menghilangkan cahaya matahari di tempat ini, tetapi mereka yang bertarung masih tetap bertahan dan terus menghadapi serbuan monster ini. Hari telah berganti kembali, tetapi mereka yang bertempur masih diposisi mereka dan menghadapi para monster dunia Chaos.


Auman terompet yang dikumandangkan berkali-kali dan ledakan demi ledakan yang tercipta setelah bergemanya suara terompet masih berlangsung. Tanpa istirahat sama sekali, setiap senjata perang para dwarf terus bekerja.


....


....


...


...


"Modun, berapa peluru yang tersisa?"


"ah, waktu yang tepat. Hanya tinggal 3 kali tembakan lagi"


"baiklah"


Tannivh berbicara pada Ganemo, dwarf yang memimpin regu penembakan ditempat ini. Serangan yang dilakukan satu hari penuh telah menghabiskan seluruh persediaan peluru meriam mana yang dibawa para dwarf, akibatnya hanya tersisa tiga kali lagi meriam dapat menembakan.


"beritahu pada yang lainnya, begitu tembakan ketiga telah diluncurkan, kita langsung bergerak"


Prajurit elf yang diperintah oleh Tannivh langsung bergerak dan meneruskan instruksi yang didapat.


"ini hari terakhir huh! kuharap tidak ada lagi masalah yang datang. Tidak hanya seluruh prajurit telah kelelahan, tetapi korban jiwa sudah mulai bertambah banyak, khususnya mereka si penjelajah dunia"


"kita akan memenangkan ini"


"huh! aku selalu suka rasa optimismu. Tunggu saja, senjata kami akan memusnahkan batch terakhir"

__ADS_1


...----------------...


*PRRRROOOOOMMMMM


"terompet telah ditiup!"


"kembali! kembali!"


"bergerak! jangan sampai dijalur tembakan!"


Itu adalah terompet terakhir yang didengar sebagai penanda tembakan terakhir meriam mana dwarf.


"Bersiap!"


Bukan teriakan dari para dwarf yang terdengar, tetapi teriakan itu terdengar dari kelompok elf. Teriakan itu dikumandangkan oleh Asteresee, dirinya yang telah pulih, memimpin elf yang memiliki urutan terakhir hari ini.


Dirinya, Galadriel, dan Istina berdiri dengan gagah. Bersama kedua puluh satu beastman, mereka akan berdiri dipaling depan dengan menghadapi monster secara langsung.


"ini adalah peluru terakhir, hasilnya akan ditentukan hingga hari menutup diri"


*Booommmm!!


*Booommmmm!!


"kalian sudah berjuang dengan baik. Terimakasih aku ucapkan kepada kalian"


"heh, tidak perlu bersungkan. Musuh kali ini sudah menjadi ancaman dunia, tidak mungkin kami akan diam saja"


*Booommmm!!


*Booommmm!!


Dua orang, pemimpin pasukan dwarf dan Tannivh berbicara ditengah deruan meriam mana yang menggempur monster-monster dimedan perang.


"ah, ngomong-ngomong, kenapa kamu masih disini? kukira kamu akan ikut bagian dalam petarung digaris depan meski sebagai penyihir sekalipun"


"ah, anda belum pernah melihat kemampuan penuh-ku. Anda bisa tetap disini untuk melihat, apa yang bisa aku lakukan dimedan perang terbuka seperti ini"


Tannivh masuk kedalam mode pelepasan segel seperti yang dilakukan Asteresee sebelumnya. Aura luar biasa terasa dan terpancar dari Tannivh sendiri.


Tidak hanya Tannivh seorang yang masuk dalam mode pelepasan segel, Astaresee, Galadriel, dan Istina juga terlihat dalam mode yang sama disisi lain. Dibelakang mereka, para beastman juga telah memasuki mode berkserk mereka.


*PPPRRRROOOOOOMMMMMM!!!


Suara terompet sekali lagi terdengar. Itu adalah penanda yang mengatakan bahwa tembakan meriam mana telah selesai ditembakan semua.


"Maju!"


Asteresee berteriak dan dengan itu, seluruh pasukan yang bersamanya melesat dengan kecepatan yang gila. Kecepatan itu, yang ditunjukan oleh ketiga elf sangat tidak masuk akal, bahkan para beastman yang telah memasuki mode berkserk mereka tertinggal selangkah dari mereka.


"anda tahu mengapa aku dijuluki sebagai salah satu dari ksatria pasukan satu orang diantara para elf lainnya?"


Sang pemimpin dwarf yang mendengarkan Tannivh ingin mengucap untuk bertanya, akan tetapi, suara itu tidak keluar saat melihat 20 tanaman besar dan tinggi yang membentuk tampilan meriam muncul tiba-tiba dari tanah. Itu adalah kemampuan Tannivh dalam mode pelepasan segelnya dan langsung mengeluarkan jurus pamungkasnya.


Gila... aku tahu para elf yang memiliki kemampuan khusus mereka hanya ada delapan diseluruh kerajaan mereka, tetapi ini...

__ADS_1


Dwarf tersebut tidak bisa lagi berkata-kata. Dirinya pernah melihat kemampuan ini dimasa lalunya, tetapi saat itu adalah kemampuan meriam pohon dari seorang elf dan itu hanya satu dari meriam pohon yang muncul.


Kerusakan yang ditimbulkan sangat besar, apalagi sangat cocok untuk digunakan di medan perang terbuka. Hal itulah yang menginspirasi para dwarf saat itu untuk menciptakan meriam mana yang mereka gunakan saat ini.


Akan tetapi, apa yang ditunjukan oleh Tannivh saat ini adalah 20 meriam pohon sekaligus. Hal itu telah menggantikan peran dwarf yang harus undur diri hari ini hanya dengan satu orang saja.


Dwarf memang tahu bahwa para elf yang telah memasuki mode penuh mereka sangat kuat. Hal itulah yang membuat kerajaan elf masih berdiri hingga saat ini.


Meski dikelilingi oleh kerajaan lain yang memiliki kemampuan khusus untuk meningkatkan kemampuan secara instan, elf masih berdiri kokoh karena dilindungi oleh delapan ksatria mereka.


Contohnya saja para beastman, seluruh ksatria dan prajurit mereka dapat meningkatkan kemampuan secara instan dengan memasuki mode berkserk. Sedangkan para elf yang dapat meningkatkan kemampuan secara instan hanya delapan orang saja.


Jika dikomper akan segi kemampuan, para elf akan kalah jauh dengan perbedaan jumlah yang besar. Sayangnya, kedelapan orang itulah yang menjadi ujung tombak elf, karena saat mereka telah memasuki mode penuh mereka, kemampuan mereka tidak bisa dibandingkan dengan kemampuan khusus penuh kerajaan lain.


Sang dwarf tersadar dari lamunannya-


"Tannivh! mereka masih disana! tidak mungkin kamu akan menembakkannya sekarang, benar?"


Dwarf tersebut bertanya kepada Tannivh dengan gelisah dan memandang medan tempur kembali. Saat itu juga, sekali lagi sang dwarf terkejut dengan apa yang terlihat.


Ketiga elf yang memasuki mode sama dengan Tannivh bertempur dengan mencengangkan. Seakan hanya pembantaian yang terlihat, mereka bertiga menghabisi seluruh batch monster yang ada bahkan para beastman yang membantu seakan hanya pajangan saja.


"Tuan Doranda, apa kamu tahu meski kamu melihatku dengan penuh kekaguman karena dapat mengeluarkan meriam pohon kehidupan sebanyak ini tetapi posisiku masih-lah nomer dua? Mereka yang saat ini bertempur adalah pemegang posisi pertama, ketiga, dan keempat. Mereka juga dijuluki sebagai pasukan satu orang"


Sang dwarf, yang disebut namanya dengan Doranda oleh Tannivh, memang sempat melihat empat ksatria Ranting Borneo lainnya yang dalam keadaan pelepasan segel dihari pertama. Hanya saja, saat itu ke-empat ksatria Ranting Borneo berperan bukan untuk menghadapi langsung pasukan monster, tetapi membantu menangani monster yang keluar jalur dan monster bertipe elemen baru yang tidak bisa dipikul oleh prajurit dan ksatria biasa lainnya.


Ke-empat ksatria Ranting Borneo itu hanya berperan untuk membantu dwarf yang sedang berperan dihari itu. Sehingga para dwarf tidak melihat kemampuan penuh mereka dan apa yang sebenarnya mereka bisa lakukan dalam mode mereka saat itu.


Kali ini berbeda, tanggung jawab penuh dibebankan oleh para elf dan yang bertugas saat ini adalah sisa dari ksatria Ranting Borneo. Dengan itu, mereka langsung menunjukan kemampuan penuh mereka dan bertempur tanpa menahan diri lagi.


"mundur!"


Batch pertama dari monster untuk para elf telah dihabisi sepenuhnya. Bahkan sebelum monster-monster baru muncul kembali, Asteresee telah memerintahkan untuk mundur dan mengambil jarak dari area pertempuran.


"inilah sebabnya aku langsung mempersiapkan tembakan"


Tannivh berbicara dan sudah menjadi penjelasan penuh dari yang terlihat oleh Doranda.


Meriam pohon Tannivh, adalah kemampuan sihir-nya, sehingga untuk melepaskan tembakan, dirinya masih membutuhkan waktu untuk perapalan. Meski meriam pohon sudah dipanggil, tidak bisa begitu saja langsung melepaskan tembakan.


Jika menunda lebih lama untuk persiapan, sedangkan pertempuran telah selesai, maka akan percuma dirinya mengeluarkan kemampuan meriam pohon. Bahkan yang lebih menakjubkan, adalah pergerakan dari Asteresee dan yang lainnya yang terlihat telah hafal dengan pergerakan rekan-rekannya.


*SHINGGGGGG!!! SHHIIINNGGG!! SHHIIINNNGG!!


*BOOOOMMMM!!! BOOOOMMM!!!


*DUAAAARRRR!


Mereka langsung mundur dan mengambil nafas untuk memulihkan tenaga meski hanya sesaat. Membiar kedua puluh meriam pohon panggilan Tannivh bekerja.


Tidak banyak dari mereka yang bergerak dan bertempur langsung. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang melibatkan banyak orang.


Bahkan para pemain yang ingin ikut ambil bagian dalam pertarungan hari ini, hanya bisa terdiam, terpana akan jalannya pertempuran yang dilakukan mereka. Hari ini berbeda dengan pertempuran sebelumnya yang terlihat mendominasi, saat ini yang terlihat hanyalah pembantaian belaka.


Monster level 400-an yang muncul dan digadang-gadang memiliki kemampuan setara ksatria-ksatria kuat kerajaan, hanya menjadi sasaran pembantaian saja kali ini.

__ADS_1


__ADS_2