INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 170 : LOG OUT


__ADS_3

"huh~ aktivitas akhir-akhir ini hanya pertemuan, laporan, dan meeting. Padahal tujuan aku bermain game ini untuk bersenang-senang, tetapi kenapa menjadi aktifitas seperti dunia nyata..."


Impian mengeluh dengan kegiatan yang dilakukan beberapa hari kebelakang. Dari mulai pertemuan setelah perang besar, perpisahan dengan raja elf, kembalinya kekerajaan Lorena dengan pemberian laporan, dan terakhir berbicara langsung dengan Saintess dan kepala sekaligus pemimpin ksatria suci Saintess, Saron.


"tetapi bukankah bagus? Kau sudah resmi menjadi ksatria suci Saintess saat ini?"


Benar, itulah hasil setelah pertemuan langsung dengan Saintess dan Saron. Impian akhirnya secara resmi diangkat menjadi ksatria suci resmi setelah sebelumnya memiliki kalimat 'magang' di depannya.


"awalnya aku tidak memikirkan bahwa hal ini menjadi sebesar ini. Apalagi beberapa hal merepotkan terjadi"


"masalah mengenai orang itu? Aku juga tidak menyangka seorang uskup akan bertindak seperti itu. Kurasa rasa iri akan selalu ada pada hati manusia"


"heh.. Kau sudah menganggap mereka manusia, bukan NPC lagi?"


"apa yang kamu bicarakan? Tentu saja mereka NPC yang di tanam oleh pengembang dengan berbagai emosi yang ada pada manusia"


Memang benar bahwa NPC dalam game INK START FANTASI terlalu realistis dalam segi emosi. Hal itu yang membuat Impian berkata kepada Togay bahwa dia sudah menganggap NPC dalam game seperti manusia dan jawaban Togay kepada Impian atas pertanyaan itu.


Proklamir dari pengembang yang menyatakan kerealistisan game dalam persentase 90 dan dilihat dari sudut NPC-nya telah tercapai. Yang membedakan hanya saat kepergian NPC selamanya dari dunia dan tubuhnya akan menghilang dalam butiran cahaya saat waktu berlalu yang mengingatkan pemain bahwa dunia ini bukanlah dunia nyata, tetapi hanya sekedar game belaka.


Selain itu, darah yang ditumpahkan oleh NPC atau kehidupan lainnya di dalam game tampak nyata. Jika bukan karena pengaturan sistem yang dapat diatur untuk menghilangkan pandangan darah itu, atau darah itu sendiri yang akan menghilang dalam kehampaan setelah berlalunya waktu, maka mungkin pemain akan sulit menentukan perbedaan antara dunia game dan dunia nyata tempat mereka berpijak saat ini.


Mengenai NPC uskup yang tidak senang dan dibicarakan oleh togay, itu hanya tatapan sinis dan ketidak senangan dari jabatan yang diberikan kepada Impian. Orang luar dan baru saja bergabung, sudah diberikan posisi tinggi yang memiliki banyak orang-orang dibawahnya.


Meskipun Lorena memiliki pusat pemerintahan berupa tatanan agama, tetapi Lorena masih merupakan sebuah kerajaan. Jabatan-jabatan tinggi yang diduduki oleh orang-orangnya tidak hanya diharuskan cakap dalam agama mereka saja, tetapi kemampuan dalam kepengurusan dan jajaran dari keturunan bangsawan.


Dan sebagaimana mestinya, kerajaan yang berpondasi dalam gereja-nya sendiri, orang-orang itu akan menempati posisi atas dan diberi gelar sebagai uskup dilingkungan pusat kerajaan. Dikarenakan orang-orang penting dari Lorena juga harus memikirkan dan bersikap layaknya petinggi sebuah kerajaan.


"yah, karena sudah beberapa hari ini aku tidak off, aku akan keluar dari game sekarang. Bagaimana denganmu?"


"silahkan, aku tidak akan keluar beberapa waktu ini"


"kalau begitu, aku titip Dowen bersamamu"


Kemudian Impian melihat kearah Dowen yang mengikuti mereka berdua sedari tadi.


"tuan Dowen, aku akan keluar dari dunia ini sementara. Ikuti saja si gendut ini, dan tolong jaga dia"


"sesuai perintahmu tuan"


"kalau begitu, aku pergi gendut!"


...----------------...


Tabung console game terbuka dan Riski keluar dari sana.


"huah... Tubuhku rasanya kaku"

__ADS_1


Sembari merenggangkan tubuhnya Riski mengeluh dengan keadaan dirinya saat ini. Wajar saja, meski ditunjang dengan kemampuan mesin console yang dapat menyuplai kebutuhan tubuh, tetapi berbaring saat memainkan game selama beberapa hari membuat sekujur tubuh menjadi kaku karena tidak bergerak.


Kemudian Riski membersihkan badannya dengan mandi dan menyiapkan makanan. Berhenti di depan komputernya untuk melihat berita dari dunia apa saja yang telah ia lewati selama beberapa hari ini.


"tidak ada perubahan besar yang terjadi"


Kehidupannya saat ini memang telah berada dalam dunia game, karena pendapatannya telah sepenuhnya dari penukaran koin game ke uang dunia nyata, tetapi kebutuhan akan informasi pengetahuan umum akan apa yang terjadi di dunia nyata masih harus di butuhkan, agar dirinya tidak menjadi 'boomer' seutuhnya.


Melihat tidak ada peristiwa besar yang terjadi, Riski mengubah pencarian informasi di layar komputernya dengan pencarian INK START FANTASI.


"woah... Semakin hari game semakin panas dan menjadi pembicaraan dimana-mana"


Sudah hampir satu setengah tahun game telah berjalan untuk umum, keteranan dan 'hype' dari INK START FANTASI tidak menurun hari demi hari. Malahan, game semakin populer dan dibicarakan oleh banyak orang.


Wajar saja, selain menyajikan cerita yang menarik, keindahan dalam dunianya dan keseruan dalam permainan, game menyajikan hal yang paling dicari oleh seluruh manusia yang ada di dunia ini saat ini. Perluasan waktu yang menambah jam aktivitas orang-orang di dunia dan dibutuhkan oleh mereka.


Banyak orang-orang yang membeli dan memainkan game hanya untuk mengejar perluasan waktu yang menjadi bagian dalam game. Tidak memainkan game sepenuhnya, tetapi banyak dari mereka yang mengerjakan kegiatan mereka untuk menyelesaikan tugas-tugas yang mereka miliki di dalam game.


Karena perluasan waktu yang disajikan, waktu yang mereka miliki menjadi bertambah dan tidak mencekik mereka karena waktu tenggang. Sehingga, player yang memainkan game INK START FANTASI akan terus bertambah seiring waktu berjalan.


Selesai dengan informasi game yang beredar di internet, Riski fokus mencari berita INK START FANTASI dalam forum.


"woah... Aku tidak menyangka berita ini masih dalam pencarian nomer satu dimana-mana"


Berita-berita yang terpampang dalam berbagai forum yang dibuka Riski, adalah berita mengenai peristiwa pertempuran di kerajaan elf, Onteral, sebelumnya. Meski sudah beberapa hari telah terlewati, berita-berita itu masih berjejer di tempat-tempat teratas dari berbagai forum.


PERANG BESAR PASUKAN ELF DAN PASUKAN GABUNGANNYA MELAWAN MAKHLUK DUNIA LAIN!


INVASI MAKHLUK DUNIA CHAOS DAN DIGAGALKAN OLEH PARA PEMAIN!!


"hmm? Wah... Wah.."


Bahkan berita yang khusus memberitakan dirinya sendiri bertengger di tempat sepuluh besar disetiap forum.


SEORANG PEMAIN YANG MENYEBERANG KE DUNIA CHAOS


DIA YANG MEMANGGIL MONSTER DUNIA CHAOS!!


SIAPA PEMAIN YANG MENGGEMPARKAN INI!?


BAGAIMANA PEMAIN INI MENEMUKAN JALAN KE DUNIA CHAOS?


KENAPA SETIAP PRAJURIT NPC MENDENGARKAN PERINTAHNYA?


Tidak hanya berita mengenai perang, tetapi berita yang merujuk pada Impian sendiri akan ada di tempat sepuluh besar disetiap pencarian dari berbagai forum yang ada. Tidak hanya forum-forum berita, tetapi video, bahkan potongan video dirinya streaming telah menjadi trending di berbagai tempat.


"apa!? View's-nya telah lebih dari 3 juta!?"

__ADS_1


Itu adalah jumlah penonton terbesar dari video yang ada. Tentu saja, semua video yang beredar adalah potongan video yang telah di edit dan di unggah oleh orang lain.


Riski hanya melakukan streaming dan itu hanya bisa dilakukan di dalam game, tidak pernah sekalipun Impian menyimpan video yang telah dia streaming untuk di unggah di tempat lain. Meski begitu, rata-rata video dari potongan streaming Impian yang beredar di internet telah mencapai lebih dari saju juta penonton.


Video tersebut selalu menduduki trending dari beberapa negara di seluruh dunia. Hal yang sangat menggemparkan bagi Riski sendiri yang belum pernah seterkenal ini, meskipun dalam cara yang lain.


*Gererererek~


Terdengar suara pagar yang bergerak di depan rumahnya karena di dorong oleh seseorang. Tiba-tiba mendengar suara pagar yang terbuka, padahal dirinya hidup seorang diri di rumah ini, Riski segera bergerak untuk melihatnya.


Setelah melihat apa yang terjadi, seorang pria tua yang sedang membantu penumpang mobil menaiki kursi rodanya.


"Woa... Woa.... Woa.. Apa yang membawamu kesini? Kenapa tidak mengabari dulu?"


"sialan, aku sudah memberitahumu di WA, selain itu, aku meneleponmu tetapi tidak diangkat! Kau sedang bermain game seharian dari kemarin bukan!?"


Riski tidak mengecek apalagi menyentuh handphone-nya setelah keluar dari kapsul device. Jadi dirinya tidak bisa menjawab apalagi membantah kata-kata dari orang itu.


Yup, yang datang adalah Anto, saudaranya sekaligus anak dari pemilik rumah yang dirinya tempati saat ini.


"pak Bimo..."


"den..."


"biar saya saja pak, bapak langsung masukin mobil saja"


"baik den.."


Setelah mengatakan itu, Riski mengambil pegangan kursi roda Anto dan mengantarnya kedalam, memasuki rumah.


"apa hanya kalian berdua saja yang datang?"


"ya. Ah, lupakan soal itu. Aku melihat beritanya, kau menjadi terkenal huh!?"


Yah, memang sedikit sulit hidup sebagai Anto, dengan aktivitas yang terbatasi. Bukan karena keluarganya jahat atau tidak mengurusinya, tetapi begitulah kehidupan keluarga pengusaha.


Kedua orang tuanya akan pergi untuk mengurus busnis-bisnis atau proyek yang entah itu bertemu dengan orang lain atau mengurusi perusahaannya sendiri, sehingga akan sangat jarang berada dirumah. Anto juga memiliki saudara, tapi sayangnya, saudaranya tersebut telah memiliki umur yang cukup untuk ikut dalam mengurus bisnis keluarganya.


Meski begitu, keluarganya tidak mengabaikan Anto sepenuhnya. Orang dipekerjakan untuk membantu kebutuhan Anto sehari-hari, dan itulah mengapa hanya ada Anto dan pak Bimo saja saat ini.


Riski tidak membawa masalah itu terlalu jauh dan membawa Anto masuk kedalam rumah.


"bagaimana kau tau bahwa itu aku?"


"meski penampilan rambutmu berbeda, tapi wajah itu wajahmu. Bagaimana aku tidak tahu!"


"hahaha. Jadi apa yang membawamu kemari?"

__ADS_1


"aku mulai tertarik dengan game ini dan aku melihat peluang besar darimu"


Sembari mengacungkan jari telunjuknya kearah Riski, Anto berkata dengan penuh ambisi.


__ADS_2