INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 58 : KEDATANGAN TOGAY


__ADS_3

Sudah banyak prajurit-prajurit yang gugur. Sedangkan di sisi perampok sendiri, hampir tidak terdapat korban jiwa dari mereka.


Perbandingan antara bandit-bandit tersebut dengan orang-orang yang di rampok hampir empat kali lipat.


Hanya tersisa lima orang saja yang bertahan dari sisi orang-orang yang di rampok.


"bawa nona muda pergi dari sini Peter! kami akan mencoba membuka jalan! jalan raya sudah dekat, pergi ke arah sana!"


Seorang prajurit kekar dengan armor penuhnya berteriak pada kakek tua yang terlihat seperti pelayan.


"tuan Morel!"


"jangan khawatirkan kami nona, tugas kami adalah melindungi anda"


"ayo nona!"


Kakek pelayan tersebut menarik lengan gadis muda tersebut untuk lari dari situasi yang ada.


"kekeke apa kalian telah selesai berbicaranya? jangan berpikir bisa melarikan diri dari kami"


Pria besar lainnya yang memakai pakaian berbulu seperti barbarian tertawa dan berbicara melihat pemandangan di depannya.


Dia terlihat seperti pemimpin bandit yang berdiri di tengah-tengah bandit lainnya.


Para bandit itu telah mengepung orang-orang wanita muda itu, tetapi pemimpin prajuritnya masih bersikeras agar nona mudanya dapat melarikan diri.


*Trang!!


Dua pedang dari penjaga prajurit dan salah satu bandit bersilangan.


"jangan biarkan mereka lolos!"


"cepat lari nona!"


"ayo cepat nona, ayo"


Kapten penjaga itu berlari di depan untuk membuka jalan, sedangkan dua prajurit lainnya berada di belakang menghalau bandit-bandit yang mengejar.


Kapten penjaga menahan bandit dan membiarkan nonanya yang bersama kakek pelayan berlari.


Dari arah depan terlihat sosok yang membawa perisai terbang melewati nona muda tersebut.


"AAAAAAaaaaaaaaa!"


"Apa!"


Tiba-tiba tanah yang ada di bawah bandit pemimpin terangkat dan membawa pemimpin bandit naik ke atas bersama tanah yang naik.


*BANG!!


"ARGHHHHH"


Sosok gendut yang membawa perisai, menabrakkan perisai yang di bawanya dengan pemimpin bandit yang terangkat tanah.


""BOSSS!!""


Bandit-bandit yang ada di sana berteriak bersamaan melihat pemimpin mereka di serang.


*Zrasssh


*Suk!


Critikal hit!


-483247


*Suk!


Critikal hit!


-478512

__ADS_1


Satu persatu anak panah terbang dan menembus kepala bandit.


"masih ada mu-


Critikal hit!


-501234


Nomor yang telah menembus angka lima ratus ribu setelah anak panah lain menembus kepalanya. Tubuh bandit itu jatuh terkulai seperti boneka tali yang terputus dari talinya.


Di dalam INK START FANTASI, makhluk hidup selain monster umum tidak akan langsung menghilang menjadi butiran cahaya begitu saja.


Meskipun tanpa skill [Butcher] atau [Skinning], mayat tersebut akan tetap utuh. Akan terdapat waktu tubuh mayat tersebut utuh hingga menghilang sepenuhnya.


Tubuh dari mayat bahkan akan bertahan dan tetap utuh jika terkait dengan quest yang ada. Tetapi pada umumnya, jika mayat dari makhluk yang di kalahkan tidak di tindak lanjuti, maka tubuhnya akan menghilang menjadi butiran cahaya ke kehampaan.


Bandit lain yang melihat hal itu jatuh dalam keadaan panik dan berubah menjadi posisi bertahan.


*Wush!


*TRANG!!


Anak panah datang lagi!


Kali ini, salah satu bandit yang telah bersiaga menghalau anak panah dengan kapak-nya. Anak panah yang terhalau berbelok akibat tangkisan kapak itu dan tertancap ke tanah.


Terdapat lobang besar di sekitar anak panah tersebut. Jika di lihat dari hasilnya, maka bisa di lihat bahwa anak panah itu memiliki damage kerusakan yang sangat besar.


Jika terkena tubuh secara langsung, sudah di pastikan akan menjadi seperti apa kamu kedepannya. Apalagi jika anak panah itu mengenai kepalamu.


tersisa enam belas


Di balik pepohonan, Impian memegang busur panahnya dan menghitung sisa bandit yang ada.


Tiga di bunuh Impian dalam satu hit dan satu yang di duga sebagai pemimpin sedang tertahan oleh Togay.


Setelah menghitung dan melihat pergerakan bandit yang tersisa, Impian mengganti senjata busurnya yang di pegang selama ini dengan tombak (spear).


Memang terdapat ruang yang cukup luas di tempat bandit - bandit itu berada, tetapi untuk sampai kesana, rintangan berbagai pohon dapat menghambat laju kuda.


Impian-pun berlari ke arah kejadian berada.


"dia datang!"


Salah satu bandit berteriak melihat kedatangan Impian yang berlari. Tiga dari bandit berlari ke arah Impian datang.


Tidak semua bandit yang ada menghadapi Impian langsung, kapten ksatria nona muda dan dua penjaga ksatria lainnya menghadapi beberapa bandit. Masalah dengan anak panah yang terbang menyerang juga belum di ketahui.


Impian yang berlari dengan tombaknya tidak terlihat membawa busur, akibatnya bandit yang tersisa masih bersiaga dari serangan anak panah yang datang.


"lima belas"


*ZRASSHH!


"empat belas"


*ZRASHH!


"tiga belas"


Setiap Impian mengayunkan tombaknya, satu tubuh bandit terkulai 'tak bernyawa. Satu tebasan dan satu pembunuhan.


"Impian! butuh bantuan di sini!!!"


Teriakan Togay dapat di dengar tidak jauh dari sana. Perisai Togay berdiri gagah di tempatnya saat rentetan serangan pemimpin bandit melayang ke arahnya.


Getuso Barbarian


Lvl 74


HP : 514200/631920

__ADS_1


Togay yang hanya berlevel empat puluh delapan, menghadapi pemimpin bandit dengan level jauh di atasnya.


-21234


+300


+300


-20987


+300


....


....


Sebelum Togay terbang dan menyerang peminpin bandit, sihir [pray] dan [mini blesing] telah di lemparkan ke tubuhnya oleh Impian. Angka-angka hijau yang melayang terus menerus, adalah hasil dari sihir tersebut.


Meski pertahanan Togay sudah jauh lebih besar ketimbang sebelumnya, serangan dari pemimpin bandit masih sangat terasa jika di terima langsung.


Perisai sesekali akan membelokan kapak yang melayang ke arahnya, atau tubuh Togay sendiri menghindari ayunan kapak. Meski begitu, pemimpin bandit masih mengenai tubuh Togay secara langsung dan memberikan angka kerusakan sebesar dua puluh ribu lebih.


*Trang!


Impian tiba di depan pemimpin bandit dengan pedang yang terhunus dan di tahan oleh kapak. Sekali lagi senjata yang di gunakan Impian telah berganti.


"pergi bantu yang lain! serahkan dia padaku!"


Togay berlari dan meminum ramuan penyembuhan dari botol kaca yang ia bawa.


"siapa kau!?"


"tidak perlu tahu"


*trang!


*trang!


Pertarungan di lanjutkan dengan Impian sebagai pengganti Togay yang menghadapi pemimpin bandit.


Berbeda dengan sebelumnya, berbagai serangan di lancarkan oleh Impian dan terlihat bahwa saat ini Impian yang mendominasi. Keadaan telah berbalik dan pemimpin bandit itu yang sekarang dalam posisi bertahan.


"aku datang membantu paman!"


Togay tiba di sampin pemimpin ksatria penjaga nona muda itu.


"hanya ada mereka berdua! tidak ada panah lagi yang datang!"


Salah satu bandit berteriak melihat keadaan mereka yang semakin memburuk.


*Zrash!


Anak panah lain datang menembus dada kiri bandit yang berteriak itu dan membunuhnya seketika.


"apa!?"


Melihat salah satu teman mereka mati tertembus anak panah, para bandit tercengang dan jatuh kembali dalam kepanikan.


"teman kalian hebat"


Kapten penjaga berbicara di samping Togay setelah melihat anak panah lain datang dan membunuh bandit lainnya.


"hanya ada kami berdua yang datang"


"lalu siapa yang menembakan panah itu?"


"aku tidak tahu"


Meski begitu, Togay tidak terlihat panik sama sekali. Hanya ada dua kemungkinan dengan apa yang terjadi.


Pemain lain yang tidak sengaja berada di sekitar dan memutuskan untuk membantu mengalahkan bandit atau salah satu rombongan Saintess yang membantu mereka.

__ADS_1


Apapun kemungkinan yang ada, akan sangat menguntungkan bagi mereka sendiri dalam posisi saat ini.


__ADS_2