INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 125 : AWAL MULA DATANGNYA YANG TERBURUK


__ADS_3

"mereka telah sampai tengah!"


"kugh... jika seperti ini terus, mereka akan sampai di tempat ini lebih cepat!"


"aku menyarankan untuk mengeluarkan seluruh dark elf bahkan yang ada di tempat ini untuk menghalau mereka"


"apa kamu tidak menyadarinya!? satu-persatu kendali dark elf telah terlepas! satu dari mereka dapat menangkal mana Ether!"


"jika seperti itu akan percuma kita mengirim seluruh pion kita!"


Mereka bertengkar. Keempat orang yang memakai jubah hitam dan dalang dibalik ini semua, yang mengendalikan seluruh dark elf dan monster, mereka menjadi panik mengetahui penyerang mereka, para elf, menembus pangkalan mereka lebih jauh.


Menyadari bahwa monster-monster yang mereka kendalikan hilang satu-persatu, hingga kendali mereka atas monster guardian dan dark elf telah hilang setiap kali mereka mengirim yang mereka kendalikan.


Hanya butuh waktu hingga para elf akan mencapai tempat mereka.


"cih, apa yang kalian pikirkan? memangnya apa tujuan kita di tempat ini!? apa yang telah kita rencanakan bahkan hingga saat ini!?"


"Mendapatkan tumbal perang"


"Menyediakan makan bagi 'Mutiara Pelahap Sengsara' untuk memanggil Yang Maha Penghancur"


"lalu apa kita!?"


"pelaksana penyambut Yang Tertinggi"


"tapi 'Mutiara Pelahap Sengsara' belum penuh seutuhnya, jika kita melakukan upacara sekarang, jiwa para tubuh gugur tidak akan cukup"


"mengambil kembali mana Ether dari pion-pion kita juga masih kurang"


"kemudian tidak ada pilihan kecuali kita juga memberikan Ether kita"


Atas saran dari salah satu orang berjubah hitam dari mereka, ketiga lainnya merenungkan hal tersebut. Pilihan untuk mengorbankan diri sendiri, berarti mereka tidak dapat melihat kedatangan makhluk yang mereka sembah.


"itu berarti tidak akan ada yang tersisa dari kita"


"lalu!? apa pilihan lainnya!? kau pikir kita masih dapat membeli waktu saat ini!?"


"01 benar, rencana kita telah berjalan selama ini. Tidak mungkin kita menghentikannya"


"jika gagal kita akan dihukum dan lenyap, jika berhasil, kita akan menjadi satu dengan penguasa kita"


"demi Yang Tertinggi"


""demi Yang Tertinggi!""


Akhirnya mereka memutuskan dan menjalankan ritual lebih lanjut.


Seluruh dark elf yang ada di ruangan ini juga bergerak. Mereka meninggalkan tempat ini dan menuju tempat Impian dan yang lainnya.


Membelikan waktu untuk keempat berjubah hitam menyelesaikan ritual mereka.

__ADS_1


...----------------...


"apa yang terjadi!?"


"kenapa semua monster dan dark elf yang menyerang tiba-tiba terjatuh?"


"adakah pemain druid diantara kalian? tolong beritahukan apa yang terjadi!"


Tidak hanya di tempat pertempuran Ararik berada. Seluruh musuh yang menyerang kota Cilvsi satu-persatu tumbang.


Mereka mengeluarkan energi hitam dari tubuh mereka. Menggumpal dan berkumpul di udara.


Setiap pemain yang masih melakukan misi untuk melindungi kota terheran-heran atas peristiwa yang terjadi. Tidak ada kabar lebih jauh, bahkan sistem tidak mengatakan apa-apa di layar depan mereka.


"dengar! dengar semuanya! para elf telah memutuskan untuk bergerak! siapapun yang ingin ikut, akan di ijinkan"


Salah satu pemain yang berada diatas dinding kota berteriak kencang. Dirinya memberitahu yang lainnya dengan apa yang terjadi pada pasukan elf saat ini.


"jika tidak ingin ketinggalan, sebaiknya bergerak cepat!"


"apa kita juga akan ikut?"


"apa kamu mempercayai kata-katanya?"


"bagaimana jika dia hanya mengucapkan omong kosong?"


"terserah, tidak ada salahnya untuk melihat dulu. Lagipula tidak ada lagi yang bisa dilakukan dengan tubuh mereka yang tiba-tiba tumbang"


"aku ikut!"


"aku akan melihat!"


Karena apa yang mereka dengar hanya dari salah seorang pemain, peringatannya tidak di indahkan oleh pemain lainnya. Akan tetapi, setiap pemain mulai meninggalkan tempat ini dan mencoba melihat pergerakan elf seperti yang dibicarakan pemain itu.


Misi mereka adalah menghalau musuh yang menyerang kota. Jika seluruh musuh tiba-tiba tumbang dan tidak terlihat satu-pun musuh lain yang bergerak menyerang, keberadaan mereka yang masih di tempat ini akan sia-sia.


Energi-energi hitam yang berbentuk asap juga meninggalkan seluruh tubuh yang tumbang. Seluruhnya pergi ke satu titik, seakan tertarik sesuatu.


Gumpalam asap tersebut pergi seperti angin dan tidak ada satu-pun yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Beberapa pemain yang menunggu dan mengamati para NPC yang sedang memeriksa tubuh musuh yang tumbang dan mengeluarkan asap, perlahan-lahan meninggalkan tempat ini karena bahkan NPC tidak memberikan hasil apapun. Menunggu cukup lama hanya untuk mengetahui para NPC berkata bahwa mereka juga tidak tahu dengan apa yang terjadi.


Hingga pada akhirnya, banyak dari pasukan kota Cilvsi dan pemain bergerak menuju arah asap hitam itu pergi, ke pangkalan utama dark elf. Seperti halnya yang dilakukan kelompok Ararik, pasukan kota Cilvsi juga bergerak dengan kekuatan penuh.


...----------------...


"...yang terburuk baru saja datang"


Ketika Impian berkata, para elf menjadi tegang. Dark elf yang tidak mengerti atas kata-kata Impian, hanya bingung karenanya, tetapi setelah melihat penatua Feanor dan yang lainnya seperti bersiap, dark elf akhirnya menjadi cemas.


Tubuh mereka menjadi tegang dan raut wajah dark elf tergambar tegang.

__ADS_1


Mereka berpikir awalnya akan lebih mudah menyelesaikan masalah saat ini. Dengan kemampuan Impian yang telah membebaskan mereka, masalah yang ada akan semakin mudah.


Tidak hanya mereka dapat menembus sarang lebih mudah hanya dengan masalah waktu, tetapi juga dengan kemampuan Impian, pasukan akan semakin bertambah semakin banyak dark elf yang diselamatkan. Mereka mengira awalnya kata-kata Impian hanya sekedar candaan belaka, tetapi melihat seluruh elf menjadi tegang, mau tidak mau mereka juga menjadi cemas.


Padahal level-nya tidak tinggi, jika tanpa kemampuannya untuk mengendalikan mana Ether, dirinya bukanlah siapa-siapa. Dirinya juga bukanlah salah satu yang memiliki ras elf, bahkan dia adalah penghuni dunia lain.


Anehnya, kata-katanya di dengar oleh seluruh elf yang memiliki kemampuan, otoritas dan jabatan tinggi. Siapa sebenarnya orang ini?


Tidak lama, angin kencang tiba-tiba berhembus dan memasuki sarang. Tidak hanya dari arah jalan sarang, tetapi juga dari lubang dinding yang mereka ciptakan.


Angin kencang berhembus dari luar memasuki sarang menuju ruang utama.


"Kakak Nowe, ciptakan perisai mana dan lindungi seluruh orang!"


Begitu angin kencang dirasakan, Impian berteriak dan memerintah Nowe.


"Nowe bukanlah penyihir yang bisa menciptakan perisai mana besar. Aku akan melakukannya, Nowe, berikan sihir penguatan padaku"


Galadriel memotong dan menyarankan opsi yang lebih baik. Dirinya berjalan dan berdiri di depan semua orang. Dengan perisai kecilnya yang berada di tangan kiri, perisai itu di arahkan kedepan untuk menghalau angin kencang yang datang.


"Oh bunda alam yang terkasih dan penuh perhatian, bantulah anak-anakm yang membutuhkan perlindunganmu. Berikanlah sebagian kuasamu kepadanya agar dirinya dapat melindungi bagi yang membutuhkan. [Imperial Forest Yang Bertabur Cahaya Bintang]!"


Begitu Galadriel memposisikan dirinya, Nowe membaca mantranya dan diarahkan kepada Galadriel. Taburan cahaya yang terlihat seperti bintang-bintang pergi ke tubuh Galadriel.


Begitu cahaya-cahaya sihir Nowe menyelimuti tubuh Galadriel, taburan cahaya tersebut berubah membentuk partikel padat yang terlihat seperti sebuah armor.


Mahkota hijau yang terbentuk dari taburan cahaya melayang di atas kepala Galadriel. Tidak hanya itu, cahaya yang menyatu bahkan terlihat seperti sebuah sayap kupu-kupu di punggung Galadriel.


Pada bagian perisai kecil di tangan kirinya, cahaya itu membentuk lingkaran cahaya dengan garis-garis yang mempanjang di setiap sisi. Tubuh Galadriel yang terselimuti taburan cahaya sihir Nowe, telah terlihat seperti seorang dewi perang dengan armor cahaya yang menyelimutinya.


"woah..."


"cantik.."


Bahkan Togay dan Alice terpana dan mengeluarkan suara kekaguman saat melihatnya.


"Guardian Greaves Imperial Forest!"


Begitu sihir Nowe telah selesai, Galadriel berteriak dan mengaktifkan skil-nya.


Akar-akar rambat tiba-tiba muncul dari tanah. Mencungkil dan menghancurkan tanah di sekitar hingga membentuk sebuah perisai yang mengelilingi tim.


Begitu besar dan begitu luas hingga terbentuk empat perisai dan menutupi seluruh kelompok. Begitu perisai tercipta seperti sebuah kubah, orang-orang yang berada di dalamnya dapat melihat keluar seakan perisai itu transparan.


"ini datang!"


Seakan kata-kata Impian pengantar memulai, asap-asap hitam yang terasa seperti mana Ether berhembus setelah angin kencang. Menyerbu ruangan ke arah ruang utama dengan deburan masif.


Seperti sunami yang menghempaskan daratan, asap-asap itu datang dengan tiba-tiba. Berhembus dan menerjang tanpa perduli apapun dindepannya.


*Suhngggggg

__ADS_1


*Wush!!!


__ADS_2