INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 57 : RUMOR IMPIAN


__ADS_3

Muncul berbagai 'tread' di forum-forum pemain atas kejadian yang baru saja menimpa Impian.


Seorang Bangsawan Bersujud Dan Memohon Ampun Kepada Seorang Pemain


Atau


Siapa Pemain Itu Yang Berdampingan Dan Menaklukkan Seorang Bangsawan


Dan juga


Pemain Yang Mengawal Saintess Lorena


Banyak berita tersebar tentang siapa sebenarnya Impian.


Akibat dari satu postingan tentang kejadian di dalam restoran, berita tentang Impian yang berada di desa Keoropi juga ikut terangkat.


Saat ini, pemain yang berada di server asia tenggara, belum ada satupun yang menyentuh gelar bangsawan di atas kelas baron.


Tetapi anak dari penguasa kota Yoilka, yang memiliki jabatan sebagai viscount, berlutut dan meminta maaf kepada seorang pemain.


Tidak hanya itu, akibat rentetan rumor yang tersebar, pemain tersebut sama dengan pemain yang ikut rombongan dengan pengawalan Saintess.


Pemimpin kerajaan yang belum pernah berurusan sekalipun dengan para pemain, telah mengangkat pemain tersebut sebagai pengawal kerajaan.


**Apa Itu Kelas Baru? Ksatria Suci Agung?


Maksud Dari Perkataan Seorang Bangsawan 'Ksatria Suci Agung'


Apa Tingkatan Ksatria Suci Saintess Dengan Seorang Bangsawan**


Kemenangan Impian terhadap pemimpin pasukan penjaga desa Keoropi juga terangkat.


Kapten Penjaga Dikalahkan Oleh Seorang Pemula


Komentar-komentar yang ada juga menyebutkan bahwa orang yang berada di restauran, orang yang ikut pengawalan Saintess, dan Orang yang mengalahkan kapten penjaga desa Keoropi merupakan orang yang sama.


Hulk [Siapa dia sebenarnya?]


Captain Hulk [Pasti salah seorang ranker yang membuat akun baru]


BluePanter [Untuk apa seorang ranker membuat akun baru, pembatasan level baru saja di buka, apa kamu bodoh?]


GototKaca [Namanya saja yang captain, tapi otaknya saja payah]


Xenoblade [Apa itu kelas baru?]


BlueLion [Kemungkinan besar]


Otome-sama [Apa ksatria suci lebih tinggi dari seorang Viscount?]


BluePanter [Tentu saja! Ksatria Suci adalah ksatria langsung di bawah Saintess, memang kamu pikir siapa mereka!]


Kecebong [hey jangan salahkan dia! aku juga tidak tahu karena aku bukan dari kerajaan Lorena]


Saras007 [Apa kamu tahu nickname pemain itu? Dia pasti orang Indonesia]


GatorKaca [Ya! tidak ada kata-kata lain yang di miliki negara manapun selain Indonesia!]


UpinLapin [Tidak! Dia pasti dari Malaysia!]


Banyak perdebatan terjadi antar pemain. Nama karakter Impian saja sudah menjadi ciri khas.


Selain itu, kelas yang ada bertambah. Ksatria Suci Saintess. Apa itu?


IKILUA [Bukankah itu Impian yang sedang di bicarakan?]


Kuro [Tidak salah lagi, lihat saja muka datarnya]


Alice [Aku sudah mencoba mengirim pesan padanya. Sepertinya sistem pesan di matikan olehnya]


IKILUA [Kebiasaannya muncul lagi, nanti akan kutanyakan langsung di rumahnya]


Kuro [Hey, aku ikut! Jemput aku dulu]


IKILUA [Kamu menyusahkan saja kapten!]

__ADS_1


Kuro [hahah aku tunggu!]


Michel [Siapa itu Impian? aku melihat dia orang baru yang masuk guild]


Kuro [Pacarnya Alice]


Michel [Benarkah?]


Alice [Dia berbohong Michel!!!! Kuro balas dendam karena ku tolak!!!]


Kuro [Apa!?? Siapa yang akan menyukai orang tomboy sepertimu!]


Entah mengapa, teman-teman Impian yang awalnya membicarakan berita yang sedang naik tentang temannya, berubah menjadi pembicaraan cinta-cintaan.


Orangnya sendiri, yang sedang di bicarakan oleh banyak pemain tidak mengetahui hal tersebut.


Saat ini, Impian sedang menunggangi kudanya di sebelah kereta kuda mewah.


Perjalanan ini merupakan perjalanan menuju kota terakhir dari kerajaan suci Lorena dengan perbatasan Kerajaan Moscard.


Yah, munkin saat ini merupakan perbatasan dengan kerajaan Onteral, karena kota H'rden sedang di duduki oleh aliansi elf.


*Tok-tok


"Yang Mulia"


Impian mendekatkan kudanya pada gerbong kereta kuda dan mengetok pintu kereta.


"ada apa?"


"aku melihat sesuatu yang tidak beres 1800 meter barat laut. Dari perkumpulan yang ada, sepertinya bukan dari orang-orang sepertiku, aku memohon diri untuk memeriksanya"


Seakan berpikir sejenak, Sang Saintess menjawab Impian-


"baiklah, laporkan kembali jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi"


"baik Yang Mulia"


Setelah mendapat persetujuan, Impian mendekati kuda Togay.


"aku akan melihat sekitar, ikut aku!"


"mau kemana dia?"


Salah seorang prajurit yang melihat, mempertanyakan tindakan Impian.


"apa yang dia lakukan!?"


Ardan yang melihat Impian juga cukup kesal dengan tingkah lakunya.


*Pritttttttt!


*Pritttttt!


Hingga peluit panjang dapat di dengar dari kusir yang mengendalikan kereta kuda Saintess.


Rombongan yang ada seketika berhenti satu persatu.


"ada apa Yang Mulia?"


Lara mendekati gerbong Kereta kuda dan bertanya langsung kepada Saintess.


"kita akan menunggu sebentar"


"baik Yang Mulia! Semuanya! Bersiaga di tempat!"


Setelah mendapat instruksi dari Saintess, Lara berteriak pada rombongan prajurit yang ada.


*kdeblak-kdebluk


*kletak-kletuk


Suara kaki kuda dapat di dengar mendekati kereta kuda.


"apa yang terjadi?"

__ADS_1


Saron yang menunggangi kuda gagahnya bertanya pada ke tiga calon ksatria suci lainnya.


"Yang Mulia ingin menunggu sejenak tuan"


"sepertinya Yang Mulia ingin menunggu orang itu tuan!"


"orang itu?"


Ardan tidak menyebutkan nama Impian secara langsung, tetapi menyebut dengan nama 'orang itu'. Saron yang tidak memahami, langsung bertanya kembali.


"Impian, dia baru saja pergi ke arah sana"


"aku tidak perduli kamu menyukai anak itu atau tidak, tetapi jika aku mendengar laporan yang tidak jelas kembali, kamu akan mendapat hukuman dariku, mengerti!?"


"baik tuan!"


Kuda Saron kemudian mendekati gerbong kereta utama yang di naiki Saintess.


"Yang Mulia!"


"ah Saron, sebaiknya kamu masuk"


"baik Yang Mulia"


Saron-pun masuk kedalam gerbong itu.


"apa yang terjadi Yang Mulia?"


"anak itu menuju kesana, kira-kira 1700 meter dari sini"


"di balik hutan?"


"ya, sepertinya ada bangsawan yang sedang di rampok oleh bandit"


Impian yang menggunakan skill matanya memang dapat melihat jarak yang jauh dan apa saja yang terjadi meski tertutup pepohonan hutan sekalipun.


Tetapi, Sang Saintess yang tidak di beritahu secara detail oleh Impian, bahkan dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi secara keseluruhan.


Dengan apa yang di katakan Saintess kepada Saron sepenuhnya, menandakan bahwa Saintess juga melihat apa yang terjadi sama dengan apa yang terlihat oleh Impian.


"ah! kalau begitu cukup kirim beberapa prajurit untuk mengurus masalah itu"


"apa kamu tahu latar belakang bandit itu?"


"apa mereka dari kelompok penghujat?"


"kurasa tidak, tetapi latar belakang mereka merupakan salah satu mantan prajurit kerajaan Moscard"


"apa!? apakah mereka prajurit yang melarikan diri dari kota H'rden?"


"kemungkinan besar"


"jika mereka menjadi bandit, ini bukan merupakan urusan biasa lagi. apa karena itu anda berhenti?"


"ya, anak itu tidak akan mampu mengurus apa yang terjadi setelahnya"


"ya, jika itu terjadi, maka ini sudah menjadi urusan antar kerajaan. Tetapi berani sekali mereka merampok bangsawan kerajaan kita"


"ada alasan di balik semua itu Saron..."


"baiklah, saya akan membantu anak itu"


"tunggu sebentar, biarkan anak itu menghadapi mereka, kamu baru bantu setelah waktu yang tepat"


"Yang Mulia..."


"tidak apa-apa, tunggu saja"


Saron mulai merasa khawatir dengan perintah dari Sang Saintess. Saron berpikir bukan karena Impian yang akan mendapat masalah dari kejadian itu, tetapi orang-orang yang di rampok.


Jika apa yang di katakan Saintess benar adanya, bandit tersebut merupakan salah satu dari prajurit kota H'rden yang melarikan diri, maka orang-orang yang di rampok akan dalam bahaya.


Menunggu dan melihat ke adaan dulu?


Apa Sang Saintess tidak memikirkan orang-orang yang di rampok itu sama sekali?

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Impian sedang memacu kudanya ketempat kejadian berada.


Melihat situasi yang ada dari jauh dengan skill [The One Who's See The Truth], Impian membagikan informasi yang ada dan rencana mereka kedepannya kepada Togay.


__ADS_2