
Impian berlari dan berteriak kesegala medan tempur monster-monster hutan yang menyerbu. Begitu sampai di bagian utara medan pertempuran, Gerald menghampirinya dan memprotes tindakan Impian.
"paman, coba bayangkan, mereka yang dapat mengendalikan monster dengan jumlah sebanyak ini dalam satu waktu. Kemudian, siapa yang berani mencari masalah kepada pasukan gabungan 5 kerajaan? seberapa percaya diri mereka dengan kemampuan mereka? jika seperti itu, bukankah artinya mereka kuat? lebih kuat dari monster-monster disini..."
Impian memanas-manasi Gerald dihadapannya. Padahal Gerald sendiri baru saja memprotes keras tindakan Impian, tetapi Impian malah menambah bumbu lebih jauh.
"..."
Akan tetapi, bukannya bertambah marah, Gerald malah terpancing kata-kata Impian dan terlihat gelisah dalam memilih keputusannya.
"ada satu hal lagi paman. Keenam tempat yang aku sebutkan tadi, mereka memakai sihir gelap. Kekangan monster hutan telah terlepas, tetapi rencana mereka tidak berhenti dan tetap melanjutkan dari enam arah sekaligus. Kemudian apa kelanjutannya?"
"hmm, sihir gelap, dari enam arah sekaligus, dan membiarkan monster yang membiarkan monster-monster yang ada tetap meski pengendalian mereka terhadap monster telah terlepas..., jangan bilang, Necromancer!? ...ini berbahaya, semakin banyak yang terbunuh, semakin banyak pasukan mereka!"
Meski hanya dugaan saja, semua 'clue' yang Impian katakan terhubung. Gerald menebak apa yang ingin Impian sampaikan.
"lanjutkan apa yang kau lakukan, beritahukan semua orang. Aku akan pergi, dimana yang paling dekat dari sini?"
"1,8 km ke utara dari sini"
"baiklah, aku pergi!"
[Quest From Gerald]
[Beritahu seluruh orang dimedan tempur. Cegah sebanyak mungkin monster yang dieliminasi mulai dari sekarang
Hadiah Quest :
-Poin Ketenaran 1500
-Exp 78000]
Prom sistem muncul dan menunjukan quest baru yang didapat dari Gerald. Tidak begitu banyak penjelasan serta hadiah yang didapat dari quest, tapi quest tetaplah quest, sekecil apapun hadiah yang didapat, cukup untuk pemain akan menjalankannya.
"ini cukup"
Tentu saja, begitupula dengan Impian. Quest diterima dan dirinya kembali berteriak dan berkeliling area pertempuran.
"apa kamu dengar? apa yang akan kita lakukan?"
Disekitar Impian saat sedang berbicara dengan Gerald, beberapa pemain ada disekitarnya dan mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Ada lebih dari sepuluh orang jika dihitung, begi juga dengan kelompok Bolang dan kedua temannya, begitu melihat Impian yang kembali dan berteriak-teriak, mereka mendekati Impian dan mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
"itu hanya dugaan!"
"benar! dia hanya seorang pemain, tidak mungkin dia tahu segalanya!"
"itu hanya omong kosong, tidak perlu mendengarkannya"
Beberapa pemain lain disekitarnya yang mendengarkan pembicaraan Impian dan Gerald terdapat beberapa omongan negatif. Beberapa orang tidak percaya dengan kata-kata Impian yang ditebak oleh Gerald.
"tidak perlu mendengarkan yang lain, kami akan percaya dengan keputusanmu"
Goriela berbicara kepada Bolang yang sedang berpikir dan mendengarkan omongan pemain lain.
"apa yang sedang terjadi?"
"ada apa dengan pemain itu?"
__ADS_1
Dua orang datang ketempat mereka bertiga yang termasuk dalam kelompoknya. Melihat orang-orang yang berkumpul dengan Impian sebagai pusatnya atas tindakannya yang aneh, kedua pemain itu bertanya.
"diam sebentar, biarkan Bolang berpikir"
Xeper berbicara kepada kedua orang itu yang baru datang.
"berpikir? mengenai dugaan pemain itu?"
"ya"
"dengar, ini yang bisa aku sampaikan-"
Kemudian Bolang mulai berbicara kepada teman-temannya.
"entah dugaan itu benar atau tidak, tetapi pergerakan NPC-NPC disini mendengarkan orang itu"
Teman-temannya melihat sekitar dan menemukan para NPC mengarahkan kelompok pasukan lain yang sesuai dengan kata-kata Impian. Tidak ada kecurigaan sedikitpun, apalagi protes mengenai itu, dan Gerald sendiri telah pergi begitu pembicaraan mereka berdua selesai.
Melihat itu, teman-teman Bolang mengangguk untuk memberikan jawaban bahwa kata-kata Bolang adalah benar.
"kemudian ada dua kemungkinan, pertama adalah menghadapi orang yang dituju Gerald dan membantunya. Mengikuti orang itu, akan lebih baik ketimbang kita pergi ketempat lainnya seperti yang pemain itu katakan"
"Dengan orang kuat yang ada bersama, kesuksesan misi akan lebih baik?"
"benar. Kemudian yang kedua. Jika masalah necromancer itu benar, maka disini, ditempat ini, akan muncul makhluk-makhluk undead dari monster-monster yang telah dibunuh. Artinya disini juga akan ada pertempuran kembali"
"jadi dimanapun kita akan pergi, kita akan tetap bertempur?"
"apa yang kamu pusingkan! kita pergi kemana Gerald menuju! lihat pemain lain yang mengikuti kemana Gerald pergi!"
Seorang pria berotot yang menjadi salah satu dari bagian mereka memberi pendapatnya.
"ya! musuh kuat artinya exp besar! siapa tahu kita mendapatkan 'lootingan' bagus!"
"aku juga setuju dengan Tartar, Bolang"
"hmm... mungkin kita juga bisa mendapatkan perhatian dan kedekatan yang lebih dari Gerald, kalau begitu kita pergi"
Bolang kemudian memutuskan setelah mendengar pendapat teman-temannya.
"yeah...! event baru!"
...----------------...
"huh.. huh... Impian sialan.. mereka memang lebih lemah dari kedua penatu, tapi kemampuan mereka sangat merepotkan.."
Sembari meminum semua ramuan pemulihannya, IKILUA masih bertarung dengan kedua penatua elf. Saat ini, mereka belum juga mengalahkan ke-tiga orang berkerudung hitam di depannya.
"[Piercing Arrow]!"
Anak panah dengan kecepatan tinggi menembus tubuh monster dihadapannya.
"[Wise of Owl]!"
"'nak, incar bola hitam yang ada disekitar!"
"baik, pak!"
__ADS_1
Itu adalah kemampuan dari ketiga orang berjubah hitam. Salah satu dari mereka adalah seorang tamer, sedangkan kedua orang lainnya adalah dark sorcerer.
Setiap kali dark sorcerer memunculkan bola-bola hitam yang berjumlah 5-7 setiap skil aktif, si tamer akan memunculkan monster yang menghambat kedua penatua untuk mengalahkan mereka bertiga. Saat ini, bola-bola hitam itu kembali muncul dan IKILUA yang memegang senjata panah dan terfokus dalam jarak jauh, diperintahkan oleh penatua untuk mengurus masalah bola-bola hitam itu.
*KUARRRRGHGHHHH
*KUAAARRRRGGGHHH
Dua monster kembali muncul dan langsung menyerang kedua penatua elf. Yang satu adalah singa bersayap burung dan yang satu adalah serigala bersayap tulang.
Inilah hal yang mempersulit IKILUA dan dua penatua dalam menghadapi tiga pria berjubah. Akan selalu ada musuh yang bertambah begitu musuh baru saja dikalahkan.
Monster akan terus-menerus muncul begitu bola-bola hitam tidak lekas diberantas. Setelah berlalunya waktu, IKILUA dan kedua penatua mengerti cara kerja kemampuan ke-tiga orang berjubah itu, makanya IKILUA berfokus pada bola-bola hitam dan kedua penatua akan menghadapi monster yang baru muncul.
Ke-dua orang dark sorcerer memandang rekan tamer-nya dan menganggukan kepala mereka.
"demi kejayaan Amborisida"
Sang tamer mengucapkan kata-kata itu dan maju dua langkah, sedangkan ke-dua dark sorcerer mundur beberapa langkah dari tempatnya.
"ada yang aneh"
Melihat tindakan berbeda dari ketiga orang berjubah itu, salah satu penatua berbicara.
"'nak, abaikan bola-bola itu, kita fokus pada dua sorcerer itu, tindakannya mencurigakan"
Kemudian lingkaran sihir hitam terbentuk diantara kedua dark sorcerer. Energi hitam melonjak dari tubuh mereka dan proses sihir sedang bekerja.
"cih, mudah bagi mereka berdua berkata-kata. Bagaimana caranya menembus hadangan monster-monster yang datang!"
Setiap kali IKILUA menembakan panahnya, monster yang dikendalikan sang tamer akan menghadang anak panah itu dengan tubuhnya. Monster itu seperti daging perisai yang siap kapan saja menghadang serangan yang akan datang.
Begitupula dengan kedua penatua, mereka belum bisa menembus monster dihadapan mereka dan masih bertarung disana. Meski monster-monster yang di panggil oleh sang tamer dipukuli satu sisi oleh kedua penatua, monster-monster itu akan kembali bangkat seakan mereka hanyalah perisai hidup yang disiapkan.
*SHING!
*bruk
Kedua monster akhirnya tumbang dan kedua penatua langsung pergi kearah ke-dua dark sorcerer. Tidak ada lagi monster-monster yang muncul atau gangguan dari kedua dark sorcerer yang membeli waktu agar monster kembali terpanggil.
Melewati sang Tamer dan mengabaikannya, kedua penatua langsung menuju dark sorcerer berada. Begitu posisi kedua penatua berada disamping sang tamer untuk melewatinya-
"kalian terlambat"
Dengan senyum penuh kemenangan, sang tamer berucap kepada kedua penatua yang melewatinya.
*Jleb!
Pedang dan tombak dari kedua penatua menembus tubuh dark sorcerer. Tidak ada basa-basi lagi, karena apa yang akan terjadi jika kedua penatua menunda mengeliminasi mereka lebih lama.
Sayangnya, begitu besi dari senjata kedua penatua menembus tubuh dark sorcerer, tubuh dari kedua dark sorcerer langsung menyusut menjadi abu. Bukan menghilang dalam deburan sinar-sinar kecil tetapi berubah sepenuhnya menjadi abu.
Mereka gagal!
Cahaya hitam langsung melesat kelangit dari lingkaran sihir hitam yang dibentuk oleh kedua dark sorcerer. Menghempaskan tubuh kedua penatua elf yang berada didekatnya beberapa meter.
"demi kejayaan Amborisida"
__ADS_1
Sambil tersenyum penuh, sang tamer berucap dan memandang cahaya hitam yang terbentuk seperti pilar tinggi yang menjulang keangkasa.